Lovely Couple – Chapter 6


lovelycouple3

Title : 

“Lovely Couple”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Choi Minho Shinee

Choi Sulli F(X)

Other Cast :

Lee Hyukjae Super Junior

Kwon Yuri SNSD

Seo Joo Hyun SNSD

Genre :

Comedy, Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Previous Story-

“Kalian sendiri, apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Kyuhyun penasaran.

Tanpa Yoona duga, Eunhyuk langsung menggenggam tangannya.

“Kami sedang berkencan,” jawab Eunhyuk tersenyum.

Jawaban dari Eunhyuk itu, membuat Yoona dan Kyuhyun tercengang. Yoona terlihat bingung dan tidak mengerti dengan ucapan laki-laki di sebelahnya itu. Namun, ia melihat Eunhyuk justru mengedipkan matanya pada Yoona. Mungkinkah laki-laki itu berusaha membuat Kyuhyun merasa cemburu dengan kedekatan mereka? Entahlah. Yoona hanya terdiam dan mendapati raut wajah Kyuhyun yang terlihat menahan marah.

End Previous Story-

“Berkencan?”

Kyuhyun membulatkan matanya. Laki-laki itu masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Pernyataan dari Eunhyuk itu dianggapnya sebagai candaan atau bualan semata.

“Kau pasti sedang bercanda,” ucap Kyuhyun dengan senyum yang dipaksakan.

Eunhyuk memperhatikan Yoona yang terlihat masih menatap bingung ke arahnya. Gadis itu tampak menyuruhnya untuk melepas genggaman tangannya. Eunhyuk pun mengangguk. Ia memang melepas tangannya, namun tindakannya beralih merangkul Yoona dengan mesra. Kontan sikapnya tersebut membuat Kyuhyun semakin menatap tajam ke arah keduanya.

“Eunhyuk-ah . . .” bisik Yoona merasa takut saat melihat raut wajah Kyuhyun.

“Serahkan saja padaku,” balas Eunhyuk sembari berbisik. Kemudian ia menatap Kyuhyun dengan senyum lebar di wajahnya. Saat ini Kyuhyun memang terlihat shock sekaligus kesal saat melihat kedekatan antara Eunhyuk dan Yoona. Sementara Seohyun, hanya menatap laki-laki yang tengah digandengnya tersebut dengan wajah kecewa. Pandangan gadis itu tak pernah lepas dari Yoona.

“Baiklah, kami harus segera pergi,” ucap Eunhyuk lalu menarik Yoona berjalan meninggalkan Kyuhyun dan Seohyun. Tangan Kyuhyun tampak mengepal. Laki-laki itu menoleh tajam ke arah Eunhyuk dan Yoona yang terlihat semakin menjauh.

“Kyu . . .”

Panggilan Seohyun tak didengarkan oleh Kyuhyun. Perhatiannya terus tertuju pada apa yang menjadi penyebab kemarahannya.

“Kau baik-baik saja?” tanya Seohyun penasaran.

“Lebih baik kita pulang,” jawab Kyuhyun cepat lalu berjalan menuju mobil Seohyun yang terparkir di depan cafe. Sikapnya itu semakin melukai perasaan Seohyun. Gadis itu hanya bisa menatap sedih ke arah Kyuhyun yang sudah masuk ke dalam mobilnya. Ia merasakan ada perubahan dalam diri Kyuhyun. Mungkinkah itu karena Yoona?

*****

Eunhyuk menarik Yoona hingga berhenti di pelataran parkir kampus mereka. Begitu Eunhyuk melepas tangannya dari Yoona, gadis itu pun tak dapat menahan lagi rasa kesal sekaligus bingung terhadap laki-laki itu.

“Kau ini sudah gila? Apa maksudmu mengatakan padanya jika kita sedang berkencan? Bukankah kau memintaku untuk membantumu mendekati Yuri?” tanya Yoona panjang lebar.

Eunhyuk hanya meringis menanggapi reaksi Yoona tersebut. Ia tak dapat menahan tawanya.

“Kenapa kau tertawa? Kau pikir ini lucu?” tanya Yoona kembali kesal.

“Aku ini sedang membantumu . . .” jawab Eunhyuk.

Yoona mengernyitkan dahinya. “Membantuku?”

Eunhyuk mengangguk pelan. “Bukankah . . . kau tertarik dengan sahabatku?”

Seketika wajah Yoona memerah. Eunhyuk pun kembali tak dapat menahan tawanya.

“Kau jangan bicara seenaknya. Mana mungkin aku tertarik dengan sahabatmu itu,” jawab Yoona lantang. Walau bagaimanapun jawabannya, tetap saja Yoona tak dapat menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“Aish, aku berbicara fakta. Kau pikir aku tidak bisa melihat kecemburuan yang tergambar di wajahmu saat Seohyun tiba-tiba sudah kembali menemui Kyuhyun,” lanjut Eunhyuk.

Yoona memilih diam dan tidak membalas Eunhyuk. Sementara Eunhyuk justru kembali tertawa melihat reaksi Yoona tersebut.

*****

Kyuhyun tiba di rumah dengan perasaan kesalnya. Sulli yang tengah asyik menonton televisi tampak bingung dengan sikap kakaknya tersebut.

Oppa . . .” panggil Sulli.

Kyuhyun tidak menjawab dan memilih terus berjalan menuju kamarnya.

BLANG! Suara pintu kamar Kyuhyun yang ditarik keras membuat Sulli terkejut. Sesaat ia hanya bisa menatap bingung ke arah kamar Kyuhyun.

“Ada apa dengannya?” gumamnya lirih.

Kyuhyun membanting tasnya lalu merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia pandangi langit-langit kamarnya. Ia pejamkan kedua matanya sejenak. Mengingat-ingat kembali peristiwa yang terus mengusik pikirannya.

“Kami sedang berkencan”

Kalimat yang terucap dari Eunhyuk terus terngiang dalam pikirannya.

“Yoona . . . dan Eunhyuk?”

Kyuhyun mengacak-acak rambutnya. Membayangkan sahabatnya menjalin kedekatan dengan Yoona membuat hatinya terasa panas. Tiba-tiba, Kyuhyun beranjak bangun dari posisinya. Ia terdiam sejenak. Wajahnya terlihat memerah.

“Ada apa denganku ini? Kenapa aku merasa seperti cemburu dengan kedekatan mereka?” gumamnya lirih.

Perhatiannya beralih pada tangannya yang masih dibalut perban. Ia memperhatikan tulisan Yoona. Tanpa sadar ia tersenyum saat mengingat kembali raut wajah Yoona ketika menemaninya setelah kembali dari rumah sakit. Kyuhyun menyenderkan tubuhnya sejenak. Merenungkan semua peristiwa yang terjadi belakangan ini. Ada satu hal yang disadarinya. Hatinya yang mulai kosong karena Seohyun, perlahan mulai terisi oleh sosok gadis yang dianggapnya menarik perhatiannya saat ini.  Ya, gadis itu adalah Im Yoona. Musuh bebuyutannya, yang kini sudah berubah menjadi temannya. Apakah hubungannya dengan Yoona akan lebih dari sekedar teman? Entahlah. Namun dalam hati Kyuhyun, laki-laki itu berharap demikian. Mungkinkah ia sudah jatuh cinta dengan Yoona?

*****

Begitu tiba di rumah, Yoona langsung masuk ke kamarnya. Perhatiannya teralihkan sejenak pada Minho yang tengah belajar di kamarnya. Karena pintu kamar adiknya tersebut sedikit terbuka, Yoona pun masuk ke kamar Minho.

“Kau sedang belajar?” tanya Yoona saat melihat Minho sibuk menulis di meja belajarnya.

Minho menoleh ke arah suara yang mengejutkannya. “Noona . . . kau baru pulang?”

Yoona mengangguk lalu duduk di ranjang Minho. Ia menghela nafas sejenak. Seolah melepas rasa lelah yang tengah dirasakannya. Kelihatannya seperti lelah secara fisik, tapi bagi Minho, ia dapat merasakan kakaknya tersebut lelah secara mental.

“Ada apa?” tanya Minho tiba-tiba.

Yoona menoleh kaget ke arah Minho. “Apa maksudmu?”

“Kau sedang ada masalah?”

“Masalah?”

Melihat reaksi lamban kakaknya tersebut, Minho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “Sudahlah, noona. Aku tahu persis sifatmu. Jika wajahmu seperti ini, kau pasti sedang ada masalah.”

“Benarkah? Memangnya bagaimana wajahku jika sedang ada masalah?” tanya Yoona sembari menyipitkan matanya.

Minho terdiam sejenak. Kemudian ia menekuk wajahnya, membuatnya seaneh mungkin dan terlihat kocak. “Seperti ini.”

Yoona justru tertawa keras melihat wajah kocak Minho tersebut. Minho pun ikut tersenyum melihat kakaknya yang kembali terlihat ceria.

“Syukurlah kau kembali ceria, noona . . .” ucap Minho kemudian.

Yoona terdiam. Ia menyadari adiknya tersebut sedang menghiburnya. Suasana hatinya yang semula memang tidak baik, sekarang jauh lebih tenang berkat Minho.

“Kau memang adikku yang paling baik, gomawo . . .” balas Yoona sembari menepuk bahu Minho.

Minho tersenyum. “Kau masih belum bisa menceritakan masalahmu padaku?”

Yoona mengangguk pelan.

“Baiklah, aku tidak akan memaksamu, noona . . .” ucap Minho.

Yoona hanya tersenyum lalu berjalan keluar dari kamar Minho. Sepeninggalan kakaknya tersebut, Minho mengambil ponselnya lalu menulis sebuah pesan untuk Sulli.

Apa terjadi sesuatu lagi antara kedua kakak kita?

-Minho-

Minho tampak menunggu sejenak balasan dari Sulli. Tak lama kemudian, ponselnya bergetar pertanda balasan dari Sulli sudah masuk.

Molla. Apakah Yoona-eonni terlihat murung?

Oppa begitu pulang juga langsung masuk ke kamar tanpa berbicara apapun

-Sulli-

Minho terdiam, seolah sedang memikirkan sesuatu. Dengan cepat jari-jemarinya pun kembali menulis pesan untuk Sulli.

Lebih baik kita bicarakan masalah ini dengan Eunhyuk-hyung dan Yuri-noona

-Minho-

Begitu Sulli menyetujui usulannya, Minho pun langsung merapikan meja belajar lalu mengambil jaket. Ia pun bergegas keluar untuk menemui Sulli, serta mengajak Eunhyuk dan Yuri untuk membicarakan langkah selanjutnya dalam mendekatkan Yoona dan Kyuhyun.

*****

Sebuah mobil berhenti di depan rumah yang terlihat cukup besar. Sang pengemudi mobil terlihat mematikan mesin mobilnya, lalu berjalan keluar mendekati pintu rumah tersebut.

Jarinya perlahan menekan bel yang terpasang di bagian depan rumah. Hingga ia mendapati seorang gadis yang membuka pintu tersebut. Ia hanya tersenyum saat melihat sang pemilik rumah tersebut terlihat shock menatapnya.

“Seohyun-ssi?”

“Apa aku menganggumu, Yoona-ssi?” tanya Seohyun saat melihat Yoona terlihat kaget karena kedatangannya.

Yoona menggeleng pelan. Ia pun mempersilakan Seohyun masuk lalu mengajaknya mengobrol di ruang tengah. Dalam hati ia masih bertanya, bagaimana Seohyun bisa tahu tempat tinggalnya? Apa Kyuhyun yang memberitahunya? Tidak mungkin. Bahkan Kyuhyun sendiri belum pernah datang ke rumahnya, termasuk Sulli.

Suasana justru berubah hening. Baik Yoona ataupun Seohyun sama sekali tidak mengatakan sesuatu.

“Ada yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Yoona memecah keheningan.

“Kau tahu apa hubunganku dengan Kyuhyun?”

DEG! Yoona terkejut saat mendengar ucapan Seohyun tersebut. Perlahan ia mengangguk. Mengakui jika ia memang tahu hubungan Kyuhyun dengan Seohyun.

“Kyuhyun mengatakan padaku, kau adalah cinta pertamanya. Walau begitu, kau sekarang mantan kekasihnya. Apa aku salah?”

Seohyun tersenyum tipis. “Kau tidak salah. Itu semua memang benar.”

“Lalu apa masalahnya?”

Seohyun terdiam. Raut wajahnya yang semula terlihat biasa tiba-tiba berubah serius sekaligus menunjukkan ekpsresi tidak suka saat memandang Yoona.

“Aku akan kembali menjadikan Kyuhyun sebagai milikku,” jawab Seohyun.

DEG! Yoona merasakan sesak di dadanya. Ia kembali memperhatikan Seohyun yang terlihat menatap tajam ke arahnya.

“Lalu?”

Seohyun tersenyum sinis. “Aku ingin kau menjauhi Kyuhyun.”

Yoona tersenyum tipis. Ia sudah menduga jika Seohyun akan berkata demikian.

“Kenapa kau menyuruhku untuk melakukan itu?” tanya Yoona penasaran.

“Sederhana saja,” ucap Seohyun. “Aku tidak suka melihat raut wajah Kyuhyun saat memandangimu. Itu membuatku muak.”

Mwo?” Yoona terlihat bingung dengan pernyataan Seohyun. “Kau cemburu padaku?”

Raut wajah Seohyun berubah merah. Ia bukan merasa malu melainkan marah atas pertanyaan yang diucapan Yoona.

“Cemburu?” tanya Seohyun dengan tawa sinisnya. “Untuk apa aku cemburu terhadap gadis sepertimu? Kau pikir aku menganggapmu sebagai saingan? Omong kosong.”

Pernyataan Seohyun tersebut bagaikan hinaan untuk Yoona. Gadis itu terlihat kesal dengan sikap Seohyun yang dinilai melukai harga dirinya.

“Aku tidak perlu berkata lagi. Semuanya sudah kukatakan dengan jelas. Permisi.”

Seohyun beranjak dari posisinya dan berjalan keluar meninggalkan Yoona. Sementara Yoona hanya tersenyum sinis melihat Seohyun yang sudah masuk ke dalam mobil.

“Tidak kusangka dibalik wajah polosnya, dia bisa bersikap seperti itu juga . . .” ucap Yoona lirih.

Yoona berjalan pelan menuju kamarnya. Kalimat Seohyun terus memenuhi pikirannya.

“Aku ingin kau menjauhi Kyuhyun”

Yoona terdiam. Kali ini apa yang harus dilakukannya? Baru saja hubungannya dengan Kyuhyun membaik, ditambah lagi ia memang merasakan kenyamanan saat bersama Kyuhyun. Rasanya ia ingin selalu berada di sisi Kyuhyun. Tapi, cinta pertama Kyuhyun sudah kembali. Walaupun laki-laki itu mengatakan hubungan mereka sudah berakhir, tetap saja ada yang mengusik ketenangan hati Yoona. Kyuhyun mungkin masih mencintai Seohyun, dan bisa saja apa yang akan dilakukan Seohyun dapat membuat keduanya bersatu kembali.

DRRT! Tiba-tiba ponsel Yoona berdering. Gadis itu bergegas mengambil ponselnya. Seketika wajahnya berubah cerah kala melihat nama kontak yang tertera di layar. Tanpa diduga Kyuhyun meneleponnya.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

“Taman hiburan Seoul?”

*****

Di sebuah cafe, terlihat empat orang tengah berbicara serius di salah satu meja pengunjung. Suasana sedikit tegang. Minho dan Sulli terdiam, membuat Eunhyuk dan Yuri menatap bingung pada keduanya.

“Ada apa dengan kalian?” tanya Eunhyuk.

Yuri mengangguk. “Kali ini masalah apa?”

Minho dan Sulli saling memandang satu sama lain.

“Kurasa hubungan noona dengan Kyuhyun-hyung kembali bermasalah,” jawab Minho. Sulli mengangguk setuju.

“Karena kembalinya Seohyun ke Korea?” tanya Eunhyuk seolah tahu akar permasalahannya.

Ne, kau benar oppa . . .” jawab Sulli.

Yuri terdiam. Ia terlihat berpikir untuk mencari jalan keluar. “Apa yang harus kita lakukan?”

“Tenanglah. Aku sudah mempunyai rencana untuk masalah ini. Tapi, rencanaku itu terdengar spontan karena aku tidak pernah memikirkannya secara matang sebelumnya,” jawab Eunhyuk.

“Apa?” tanya Minho dan Sulli bersamaan.

“Aku akan berpura-pura menjalin hubungan dengan Yoona. Agar Kyuhyun terpancing dan mau mengakui perasaannya pada Yoona,” jawab Eunhyuk santai.

MWO?!

Eunhyuk terlonjak kaget saat melihat ketiga orang itu berteriak.

“Rencana konyol apa itu? Aku tidak setuju,” tolak Yuri.

Mendengar reaksi Yuri tersebut, Eunhyuk justru terlihat senang. “Kenapa? Kau menolak karena kau merasa cemburu?”

Seketika wajah Yuri memerah. “Mana mungkin . . .”

“Sudah mengaku sajalah . . .” goda Eunhyuk.

Minho dan Sulli hanya menatap bingung ke arah Eunhyuk dan Yuri yang terlihat melakukan tindakan konyol.

“Kurasa apa yang dikatakan Yuri-eonni benar oppa. Aku pun tidak setuju dengan rencanamu ini,” jawab Sulli.

Minho mengangguk. “Sepertinya, akan lebih baik jika kita untuk sementara waktu tidak terlalu ikut campur masalah mereka. Biar mereka yang menyelesaikannya sendiri.”

Eunhyuk terdiam sejenak. Kemudian kembali memperhatikan Yuri.

“Aku hanya khawatir jika rencana yang kau usulkan itu akan semakin memperparah masalah mereka,” lanjut Yuri. Namun, ia tetap tidak bisa menyembunyikan wajah merahnya di hadapan Eunhyuk.

“Baiklah, jika itu yang memang kalian inginkan, aku tidak akan melakukannya . . .” ucap Eunhyuk.

*****

Yoona datang menemui Kyuhyun di taman hiburan Seoul. Suasana tempat tersebut memang terlihat ramai. Yoona sedikit kesulitan mencari sosok Kyuhyun di tengah kerumunan orang.

“Yoona!”

Sebuah suara membuatnya menoleh. Ia melihat Kyuhyun tengah berdiri sembari melambaikan tangannya. Yoona tersenyum. Ia pun bergegas mendekati Kyuhyun.

“Kau sudah lama menunggu?” tanya Yoona.

Kyuhyun menggeleng pelan.

“Kenapa kau tiba-tiba mengajakku bertemu di sini?”

“Aku ingin mengajakmu bersenang-senang,” jawab Kyuhyun.

Yoona tersenyum mendengarnya. Secara tidak langsung, keduanya justru terlihat sedang berkencan.

Eotohge? Kau mau menghabiskan waktumu di sini sampai nanti malam bersamaku?” tanya Kyuhyun kemudian.

Yoona mengangguk. Kyuhyun tersenyum melihat reaksi Yoona tersebut.

Kajja . . .”

Tanpa sadar, Kyuhyun langsung menarik tangan Yoona dan membawanya mengelilingi tempat tersebut. Yoona tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya. Walau begitu, ia tetap masih mengingat pernyataan Seohyun sebelumnya untuk menjauhi Kyuhyun. Tapi, Yoona mengabaikannya dan memilih untuk menikmati kebersamaannya bersama Kyuhyun.

*****

Seohyun tiba di rumah Kyuhyun. Gadis itu terlihat bersemangat. Apapun caranya, ia ingin menjalin hubungan kembali dengan Kyuhyun. Tapi, apa yang diharapkan tidaklah semudah dengan apa yang ia rencanakan. Saat Seohyun menekan bel pintu rumah Kyuhyun, ia justru hanya mendapati sang pelayan yang ada di rumah. Wanita paruh baya yang baru-baru ini mulai bekerja untuk membantu semua kebutuhan Kyuhyun dan Sulli.

“Kyuhyun sedang pergi?” tanya Seohyun kecewa.

Pelayan Lee mengangguk. “Tuan Muda mengatakan ia pergi ke taman hiburan Seoul.”

Seohyun mengernyitkan dahinya. “Taman hiburan Seoul? Dengan Sulli?”

Pelayan Lee menggeleng. “Dengan temannya. Dia bilang seorang gadis.”

Raut wajah Seohyun berubah. Tangannya tampak mengepal. Ia langsung bisa menebak jika Kyuhyun pergi bersama Yoona. Tanpa pikir panjang, Seohyun bergegas pergi menyusul ke taman hiburan Seoul.

*****

Eunhyuk berjalan berdampingan bersama Yuri. Laki-laki itu terlihat gugup. Ia tak dapat menyembunyikan rasa tegangnya saat berjalan bersama Yuri. Menyadari gelagat aneh dari Eunhyuk, membuat Yuri penasaran.

“Ada apa?” tanya Yuri.

Eunhyuk melonjak kaget mendengar Yuri berbicara. Sikapnya tersebut justru mengundang tawa bagi Yuri.

“Kau jangan mengagetkanku seperti itu . . .” ucap Eunhyuk sedikit kesal karena ditertawakan oleh Yuri.

Mianhae,” balas Yuri. “Apa yang akan kita lakukan sekarang?”

“Apa maksudmu?”

Wajah Yuri memerah. “Minho dan Sulli sudah pergi berdua. Kurasa mereka akan sibuk dengan dunia mereka sendiri. Kau tidak ingin mengajakku pergi ke suatu tempat?”

Pertanyaan tak terduga Yuri tersebut membuat wajah Eunhyuk memerah seperti kepiting rebus. Laki-laki itu berdeham. Seolah berusaha menenangkan perasaannya yang semakin gugup.

“Kau ingin pergi bersamaku?” tanya Eunhyuk pelan.

Yuri tersipu. “Jika kau mau mengajakku, aku tidak keberatan.”

Eunhyuk tersenyum. “Baiklah, kita ke taman hiburan Seoul. Eotohge?

Yuri mengangguk semangat. Keduanya pun melenggang pergi menuju taman hiburan Seoul.

*****

Yoona dan Kyuhyun terlihat asyik menikmati berbagai wahana permainan yang ada. Hampir semua wahana permainan sudah mereka naiki bersama.

“Sekarang apa?” tanya Yoona bersemangat.

Kyuhyun terdiam sejenak. Kemudian perhatiannya beralih pada bianglala yang terlihat sedang berhenti berputar untuk menaikkan penumpang.

“Bianglala?” tanya Kyuhyun.

Yoona mengangguk. Keduanya bergegas pergi menuju bianglala sebagai pilihan wahana terakhir yang akan mereka naiki.

Di saat yang sama, Eunhyuk dan Yuri tiba di taman hiburan Seoul. Keduanya terlihat bingung untuk memilih wahana permainan yang mana yang akan mereka naiki.

“Sudah lama sekali aku tidak ke sini,” ucap Yuri.

Eunhyuk tersenyum. Kemudian ia memperhatikan sekeliling taman hiburan Seoul. Ada satu hal yang menarik perhatiannya. Tanpa disengaja, ia melihat Kyuhyun dan Yoona tengah bersiap untuk menaiki bianglala.

“Bukankah itu Kyuhyun dan Yoona?” tanya Eunhyuk pada Yuri.

Yuri ikut memperhatikan ke arah yang ditunjuk Eunhyuk. “Kau benar. Itu mereka.”

“Apa yang sedang mereka lakukan di sini?” tanya Eunhyuk penasaran.

Yuri terdiam. Lalu ia tersenyum menyeringai. “Kita ikuti saja mereka.”

Eunhyuk mengangguk sembari tersenyum jahil. “Setuju”

Keduanya pun berjalan mendekat dan berniat untuk menaiki bianglala yang berbeda dengan Kyuhyun dan Yoona.

Kyuhyun dan Yoona yang tidak menyadari keberadaan mereka diketahui oleh sahabat mereka, terlihat asyik menikmati pemandangan seluruh kota Seoul dari bianglala yang mereka naiki. Kyuhyun tampak asyik memperhatikan Yoona yang tengah takjub. Gadis itu tak henti-hentinya tersenyum sembari memandangi kota Seoul yang tampak cantik menjelang malam.

“Kau senang?” tanya Kyuhyun.

Yoona mengangguk. “Terakhir aku ke sini bersama Minho ketika kami masih kecil. Saat itu, kami mengunjungi tempat ini bersama kedua orang tua kami.”

“Lalu di mana kedua orang tuamu sekarang?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Di Jepang. Saat Minho berusia 8 tahun, dia sudah ikut kedua orang tua kami untuk tinggal di Jepang. Sedangkan aku tinggal bersama pamanku di Korea. Saat itu usiaku 10 tahun,” jawab Yoona.

“Kau hampir sama denganku. Saat ini kedua orang tuaku tinggal di Perancis. Tapi untuk sementara. Suatu saat nanti mereka kembali,” ucap Kyuhyun.

Yoona mengangguk sembari tersenyum. Ia pun berjalan mendekati Kyuhyun yang tengah duduk. Tiba-tiba bianglala terhenti. Keseimbangan Yoona terganggu hingga akhirnya gadis itu terjatuh ke arah Kyuhyun. Kyuhyun dengan sigap langsung menarik Yoona ke dalam pelukannya. Kontan kondisi ini membuat keduanya terlihat tersipu malu. Keduanya merasakan debaran jantung masing-masing yang terasa kencang. Wajah mereka sama-sama memerah. Kyuhyun dan Yoona kembali teringat kejadian di perpustakaan terakhir kali yang mengakibatkan mereka berciuman.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun sedikit khawatir.

Nan-gwaenchana,” jawab Yoona. Perhatiannya tertuju pada tangan Kyuhyun yang masih diperban. “Tanganmu masih sakit?”

Kyuhyun melirik ke arah tangan kanannya.  “Sudah lebih baik. Kurasa beberapa hari lagi perban ini bisa dilepas.”

Yoona tersenyum lega mendengarnya. Suasana pun berubah hening dan terasa canggung. Keduanya tampak sibuk dalam pikiran masing-masing. Seolah memiliki keraguan dalam diri mereka akan perasaan mereka yang sampai saat ini belum mereka yakini jika mereka telah saling jatuh cinta.

“Kau . . .” Yoona berusaha memecah keheningan dengan bermaksud menanyakan masalah Seohyun. “Apa kau akan menjalin hubungan lagi dengan Seohyun?”

Kyuhyun menoleh kaget ke arah Yoona. Dilihatnya gadis itu tengah tertunduk seolah merasa bersalah dengan pertanyaan yang dilontarkannya.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Kyuhyun sedikit kesal. “Lalu apa hubunganmu dengan Eunhyuk?

Ani, aku sama sekali tidak bermaksud membuatmu marah,”  jawab Yoona merasa bersalah. “Baiklah, lupakan saja pertanyaanku tadi. Anggap aku tidak pernah mengatakannya. Soal Eunhyuk, aku sama sekali tidak menjalin hubungan apapun dengannya.”

 

Yoona beranjak dari posisinya dan berniat untuk melihat pemandangan dari luar bianglala. Tiba-tiba Kyuhyun kembali menariknya. Kali ini justru disengaja. Kyuhyun memeluk Yoona atas kemauannya sendiri.

“Kyu . . .”

Kyuhyun terlihat menata nafasnya. Ia meyadari jantungnya berdebar semakin kencang. “Diamlah sebentar.”

Yoona tidak bertanya lagi. Ia pun ikut larut dalam suasana tersebut. Keduanya tampak terdiam dengan ekspresi wajah yang tersipu.

Tanpa mereka sadari, bianglala yang mereka naiki sudah berada di bawah. Itu artinya waktu menikmati wahana tersebut sudah habis. Kyuhyun dan Yoona langsung melepas pelukan mereka. Dengan wajah yang memerah, keduanya tampak berjalan beriringan meninggalkan wahana bianglala.

*****

Eunhyuk dan Yuri yang juga menikmati bianglala karena ingin mengikuti Kyuhyun dan Yoona, bergegas menyusul sahabat mereka begitu menyadari bianglala yang mereka naiki sudah kembali ke posisi bawah. Sayangnya, mereka kehilangan jejak Kyuhyun dan Yoona.

“Kemana mereka pergi?” tanya Yuri.

Eunhyuk masih memperhatikan sekeliling. “Entahlah. Aku sama sekali tidak berhasil menemukan mereka.”

“Bagaimana jika kita mencari mereka di foodcourt. Siapa tahu, saat ini mereka tengah bersiap untuk makan malam,” usul Yuri.

Eunhyuk pun mengangguk. Keduanya bergegas menuju tempat yang sudah diusulkan oleh Yuri.

*****

Kyuhyun mengajak Yoona untuk mengisi perut mereka di foodcourt taman hiburan Seoul. Keduanya memilih memesan sushi di salah satu tempat makan yang menyediakan masakan Jepang. Yoona terlihat sangat antusias untuk menikmati makanan tersebut. Kyuhyun juga terlihat terus tersenyum ketika memperhatikan wajah senang Yoona.

Chakkaman, aku ke toilet sebentar . . .” ucap Yoona.

Kyuhyun mengangguk lalu membiarkan Yoona pergi sebentar ke toilet. Laki-laki itu kembali meneguk minuman yang sudah dipesan sebelumnya sembari menunggu pesanan sushi mereka datang.

“Kyu . . .”

Tiba-tiba sebuah suara mengejutkannya. Ia pun menoleh ke belakang. Kyuhyun terlihat kaget saat mengetahui sosok gadis yang sudah berdiri di belakangnya.

“Seohyun?”

Rupanya Seohyun benar-benar menyusul Kyuhyun ke taman hiburan Seoul. Sejak tadi ia terus mencari Kyuhyun, menyisiri seluruh area taman hiburan Seoul hingga berhasil menemukannya di foodcourt. Tanpa menunggu Kyuhyun mengatakan sesuatu, Seohyun langsung memeluk Kyuhyun. Laki-laki itu terlihat kebingungan dan berusaha melepas pelukan dari Seohyun.

“Aku ingin kita kembali seperti dulu . . .” pinta Seohyun.

DEG! Kyuhyun tersentak mendengarnya. Ia tidak menduga Seohyun akan mengatakan hal yang sudah lama memang ia nantikan. Hanya saja, entah kenapa sekarang Kyuhyun tidak tertarik dengan ucapan Seohyun tersebut. Hatinya sudah terlalu lama menunggu kembalinya gadis itu ke sisinya. Terlalu lama. Hingga membuatnya merasakan kelelahan yang teramat menyiksa.

Seohyun yang masih menganggap Kyuhyun memiliki perasaan yang sama terhadapnya seperti dulu, tidak menyadari bahwa hati Kyuhyun mulai berpaling darinya. Ya, hati Kyuhyun sekarang memang telah berpaling untuk Yoona. Hanya untuk Im Yoona.

*****

Eunhyuk dan Yuri tercengang. Keduanya berhasil menemukan Kyuhyun, tapi tidak bersama Yoona, melainkan Seohyun.

“Apa aku tidak salah lihat?” tanya Yuri masih tidak percaya. “Kenapa Kyuhyun bersama Seohyun? Dimana Yoona?”

Eunhyuk masih terdiam. Laki-laki itu juga terlihat gusar dan cemas.

“Apa yang sedang kalian lakukan di sini?”

Sebuah suara membuat Eunhyuk dan Yuri terkejut. Keduanya tampak menoleh ke belakang. Seketika mata mereka membulat, ketika melihat Yoona sudah berdiri di belakang mereka.

“Yoona . . .” ucap Eunhyuk dan Yuri bersamaan. Keduanya terlihat kaget sekaligus panik. Bagaimana jika Yoona sampai melihat pemandangan menyakitkan yang baru saja mereka lihat?

“Apa yang kalian lakukan di sini? Apa kalian sedang berkencan?” tanya Yoona langsung menggoda Eunhyuk. Namun, ia tidak menyadari saat ini bukan saat yang tepat untuk mendekatkan Eunhyuk dan Yuri.

Eunhyuk dan Yuri terlihat tidak merespon pernyataan Yoona tersebut. Mereka memilih untuk menghalangi pandangan Yoona agar tidak melihat Kyuhyun dan Seohyun.

Menyadari gelagat aneh dari kedua orang di hadapannya, Yoona tampak penasaran.

“Apa yang sedang kalian tutupi?”

“Bukan apa-apa. Kami tidak sedang menutupi apapun,” jawab Eunhyuk justru terlihat berbohong. Laki-laki itu langsung mendapat tatapan tajam dari Yuri.

Yoona yang tidak tahan lagi dengan rasa penasarannya, langsung mendorong Eunhyuk dan Yuri agar memberinya jalan. Seketika tubuh Yoona terasa kaku, saat melihat pemandangan di hadapannya. Pemandangan di mana Kyuhyun tengah berpelukan dengan Seohyun.

“Kyuhyun . . .”

Laki-laki itu menoleh kaget ke arahnya.

“Yoona . . .”

-TBC-

Haloo . . . kali ini datang membawa kelanjutan FF ini. Maat membuat kalian lama menunggu hehe. Part ini cukup panjang (menurutku hehe). Maaf kalo ada typo dan ceritanya kalo malah jadi gaje. Semoga kalian suka dengan kelanjutannya ya. Oh iya, untuk FF Look, at Me! masih belum selesai kelanjutannya, trus FF A Song for My First Love, part 1 nya belum selesai dibuat, jadi belum publish. Mianhae. Ditunggu RCL dari kalian😉

62 thoughts on “Lovely Couple – Chapter 6

  1. zubaidah says:

    Seo gk tau malu udh dia yang ninggalin
    Sekarang malah maksa mau balikan
    Egois bgt sih
    Pikirin dong perasaan orang jgn mikirin perasaan sendiri aja.

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s