Look, at Me! – Chapter 8


lookatme4

Title : 

“Look, at Me!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Angst, Family, Married Life, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

“Oppa! Oppa!” Yoona memanggil-manggil Kyuhyun saat dirinya ditarik paksa oleh appanya.

Kyuhyun yang melihat hal itu langsung bergegas menyusul Yoona.

“Yoona!”

Ia melihat istrinya tampak meronta dan menangis saat masuk ke dalam mobil. Yoona terlihat menghadap ke belakang dan berusaha menggedor kaca mobil sembari memanggilnya. Mobil itu pun perlahan bergerak. Kyuhyun kembali mengejarnya, namun mobil semakin berjalan cepat hingga akhirnya semakin menjauh dan tidak terlihat lagi.

“Yoona!”

Kyuhyun terduduk lemas. Ia tak dapat menahan kesedihannya. Kedua orang tua Kyuhyun juga terlihat masih shock dengan kejadian itu. Kenapa semua masalah semakin bertambah runyam? Kali ini apa yang harus dilakukannya?

End Previous Story-

Appa!

Yoona terus berteriak dan meronta. Namun usahanya tersebut seolah sia-sia. Mr. Im terlihat tak bergeming dan terus menarik Yoona. Mrs. Im dan Yuri berusaha menenangkan emosi Mr. Im yang tampak tidak terkontrol.

“Suamiku . . .”

Mr. Im menatap tajam ke arah Yoona yang kini ikut menatap tajam padanya.

“Kau . . . mau sampai kapan kau membela pria yang sudah membuatmu menderita itu? Lebih baik kau lupakan dia dan bercerai dengannya!”

Shireo! Aku tidak mau berpisah dengannya, apalagi bercerai!” balas Yoona lantang.

Tangan Mr. Im mengepal. Ia berusaha keras menahan emosinya yang semakin memuncak.

Appa, kumohon . . . aku ingin tetap tinggal bersamanya. Kumohon . . .” pinta Yoona.

Mr. Im tidak berkata lagi. Pria paruh baya itu kembali menarik Yoona dan membawanya masuk ke kamar putrinya tersebut. KLEK! Dengan sengaja ia mengunci pintu kamar Yoona dari luar, hingga gadis itu tak dapat keluar dari kamarnya.

Appa! Appa buka pintunya!” teriak Yoona.

Mr. Im mengabaikan panggilan Yoona tersebut. Sementara Mrs. Im dan Yuri terlihat cemas dengan tindakan yang dilakukan Mr. Im.

“Jangan biarkan Yoona keluar dari kamarnya. Aku tak ingin membiarkan Yoona sampai kembali lagi menemui pria kurang ajar itu,” tegas Mr. Im.

“Tapi . . .” Yuri berusaha untuk menolak perintah Mr. Im tersebut.

Mr. Im tidak berkata lagi dan memilih untuk pergi meninggalkan rumah. Sepeninggalan pria paruh baya itu, Mrs. Im tampak murung, begitu juga dengan Yuri. Ia merasa bersalah karena telah membocorkan semua pada kedua orang tua Yoona. Bagaimana pun juga, ia akan bertanggung jawab dan sebisa mungkin untuk mengatasi permasalahan ini agar Yoona dan Kyuhyun kembali bersatu. Orang yang dia pikir bisa membantunya hanyalah Donghae.

*****

Yuri bergegas menuju apartemen Donghae. Gadis itu terlihat cemas sekaligus panik. Situasi dirasakannya mulai tidak terkendali. Kecerobohan yang dilakukannya sudah merusak semuanya.

Yuri terlihat menahan rasa sabarnya ketika tidak mendapati Donghae keluar dari kamar apartemennya. Berkali-kali ia menekan bel, tapi tak ada satupun respon yang ia dapat.

“Aish! Apa dia sedang pergi?” runtuknya kesal. Ia pun mengambil ponsel dari dalam tasnya, bermaksud untuk menghubungi Donghae.

Yeoboseyo . . .”

Yuri terkejut saat mendengar sebuah suara yang tidak dikenalnya. Suara seorang wanita, siapa dia?”

Mianhae . . . bukankah ini nomor milik Lee Donghae?” tanya Yuri memastikan.

“. . .”

Seketika tubuh Yuri terasa kaku. “Apa katamu? Donghae kecelakaan?”

*****

Jessica terlihat memutus panggilan yang tersambung di ponsel Donghae. Wanita itu tampak memperhatikan ke arah pria yang terbaring di ranjang pasien dengan kepalanya yang dibalut perban. Kondisinya sudah mulai stabil, walau sebelumnya sempat mengkhawatirkan karena terlalu banyak mengeluarkan darah akibat benturan yang cukup keras di kepalanya.

Nugu-ya?” tanya Donghae penasaran saat melihat raut wajah Jessica yang terlihat murung.

“Yuri, dia temanmu?”

Donghae mengangguk. “Dia kakak sepupu Yoona. Apa yang ingin dikatakannya?”

Jessica menggeleng pelan. “Dia tidak mengatakan apapun. Begitu mendapat kabar tentang kau yang mengalami kecelakaan, dia langsung menanyakan alamat rumah sakit. Kurasa akan segera datang ke sini.”

Donghae terdiam. Perhatiannya kembali tertuju pada Jessica yang tengah menunduk.

“Kau tidak pulang? Sudah semalaman kau menjagaku di sini . . .”

Jessica tidak menjawab. Wanita itu seolah kehabisan kata-kata untuk berbicara dengan Donghae. Pria yang sangat mencintainya dan rela mengorbankan nyawa demi Jessica. Wanita itu merasa tak pantas bersama Donghae karena sudah keterlaluan padanya.

“Kenapa kau diam saja? Apa yang sedang mengusik pikiranmu?” tanya Donghae penasaran.

“Kenapa kau sampai sekarang masih memberi perhatian padaku?”

“Jessica . . .”

“Kau tahu, aku sudah bertindak kejam padamu. Kenapa kau masih mau menyelamatkanku? Kenapa kau tidak biarkan saja aku tertabrak mobil?”

Donghae tersenyum tipis. “Mana mungkin aku membiarkan orang yang sangat kucintai dalam bahaya.”

Jawaban itu membuat hati Jessica tersentuh. Perasaan bersalah dalam dirinya semakin besar. Ia menyadari telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya. Mengabaikan perasaan pria yang begitu tulus mencintainya, hanya untuk mengejar cinta pria yang sudah menikah.

Mianhae . . .” ucap Jessica lirih. Air matanya menetes. Donghae yang melihat hal itu langsung mengusap wajah Jessica secara perlahan. Berusaha menghapus air mata yang membasahi wajah cantiknya. Keduanya pun berpelukan. Donghae tampak tersenyum karena Jessica mulai menyadari kesalahannya.

KLEK! Tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka. Donghae dan Jessica melepas pelukan mereka saat melihat sosok gadis sudah masuk ke kamar.

“Yuri . . .”

“Ah, apakah aku mengganggu?” tanya Yuri kaget saat melihat Donghae sedang berpelukan dengan wanita.

Donghae menggeleng. “Ada apa?”

Wajah Yuri pun berubah serius. “Apa yang harus kulakukan sekarang Donghae? Aku sudah mengacaukan semuanya. Ahjussi sudah tahu jika Kyuhyun memiliki wanita lain dan semua masalah yang selama ini kami sembunyikan.”

Mwo?

“Yoona sekarang dipaksa meninggalkan Kyuhyun dan kembali bersama kedua orang tuanya. Tapi ahjussi justru mengurungnya di kamar. Agar Yoona tidak keluar untuk menemui Kyuhyun,” lanjut Yuri.

Donghae tercengang. Ia tidak menduga masalahnya akan semakin rumit. Sementara Jessica terdiam, bukan karena tidak mengerti dengan masalah yang sedang dibicarakan melainkan justru tahu persis perihal masalah Kyuhyun dan Yoona juga terkait dirinya.

“Biar aku ikut membantu,” ucap Jessica tiba-tiba.

Yuri mengernyitkan dahinya. “Apa maksudmu?”

“Bagaimanapun juga, masalah ini terjadi karena aku. Biar aku ikut membantu menyelesaikannya . . .” jawab Jessica.

Yuri tampak menatap bingung ke arah Donghae. Ia sama sekali tidak mengenal Jessica, namun tiba-tiba wanita itu menawarkan diri untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Donghae pun menjelaskan semuanya pada Yuri, tentang Jessica yang memang ikut terlibat dalam masalah Kyuhyun dan Yoona.

ooOoo

Dua minggu sudah berlalu, sejak kepergian Yoona kembali ke rumah orang tuanya. Kini, Kyuhyun kembali tinggal bersama kedua orang tuanya untuk sementara waktu. Walau begitu, kondisinya tidak baik-baik saja. Menurut penglihatan kedua orang tuanya, putranya tersebut terlihat bagaikan mayat hidup. Tidak ada semangat sama sekali. Kyuhyun terlihat murung setiap harinya.

“Kyuhyun, gwaenchana?” tanya Mr. Cho ketika mendapati putranya tidak menikmati sarapan paginya.

Mrs. Cho ikut memperhatikan wajah Kyuhyun yang terlihat tak bersemangat. Kemudian ia pun melirik ke arah Mr. Cho, memberi isyarat bahwa kondisi putra mereka memang tidak baik-baik saja.

Tak berlangsung lama, Kyuhyun langsung meletakkan peralatan makannya dan beranjak dari kursinya.

“Aku sudah selesai,” ucap Kyuhyun singkat, lalu pergi ke kantornya.

Kedua orang tuanya tampak memandang sedih ke arah putranya.

“Apa yang harus kita lakukan? Aku merasa khawatir terhadap kondisi Kyuhyun. Sudah hampir dua minggu kondisinya seperti ini,” tanya Mrs. Cho.

Mr. Cho menghela nafas. “Mau bagaimana lagi? Semua sudah terlanjur terjadi, biar Kyuhyun yang menyelesaikannya sendiri. Lagipula, itu kesalahannya dan dia sendiri yang harus memperbaikinya.”

“Apa maksud perkataanmu? Itu artinya kau berpikir jika putramu memang benar-benar memiliki wanita lain seperti yang dikatakan Tuan Im?” tanya Mrs. Cho kesal.

“Memang iya,” jawab Mr. Cho mengejutkan.

Mwo?

Mr. Cho kembali menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. “Aku memang tidak tahu pasti apakah Kyuhyun masih menjalin hubungan dengan wanita itu. Hanya saja, saat pertama kali kita menjodohkannya dengan Yoona, dia sempat mengatakan padaku bahwa dia tidak mau menikah dengan Yoona karena sudah mencintai gadis lain. Kurasa, wanita yang dimaksud oleh Tuan Im, adalah gadis itu.”

Mrs. Cho tercengang. “Selama ini kau menyembunyikan rahasia sebesar itu padaku?”

Mianhae. Jika kau tahu, aku takut kau tidak bisa mengendalikan emosimu,” lanjut Mr. Cho.

Keduanya pun kembali terdiam. Masalah tidak terduga sedikit menyita pikiran mereka. Walau begitu, mereka berharap masalah cepat selesai dan Kyuhyun bisa kembali hidup bahagia bersama Yoona. Mereka tahu jika Kyuhyun sempat berada di jalan yang salah, tapi kini mereka juga yakin jika Kyuhyun sudah kembali pada jalan yang benar. Keduanya tentu berharap agar Kyuhyun dan Yoona dapat bersatu kembali.

*****

Cho sajangnim . . .

Sekertaris Kim terlihat bingung saat melihat atasannya tampak memejamkan kedua matanya dan tidak menanggapi panggilannya.

Cho sajangnim . . .”

“Ah, ne?” Kyuhyun tersentak saat mendengar Sekertaris Kim memanggilnya untuk kedua kali.

Mianhae, ada tamu yang mencari Anda,” jawab Sekertaris Kim.

Nugu-ya?

Tak lama kemudian masuklah seorang gadis yang tidak asing lagi baginya. Seketika wajah Kyuhyun kembali berubah murung. “Yuri?”

Wajah Yuri juga tidak kalah berbeda. Gadis itu menyadari jika kecerobohannya memang telah menambah rumit masalah. “Ada yang ingin kubicarakan denganmu.”

“Sekertaris Kim, kau boleh kembali . . .” ucap Kyuhyun.

Begitu Sekertaris Kim keluar, Kyuhyun terlihat duduk di ruang khusus untuk menerima tamu. Wajahnya tampak serius sekaligus menatap tajam ke arah Yuri.

“Apa yang ingin kau katakan? Apa kau puas karena telah menghancurkan semua? Ini yang kau harapkan karena aku selama ini telah membuat Yoona menderita?” cecar Kyuhyun tajam.

Yuri menghela nafas. Wajar jika Kyuhyun berpikir demikian dan terlihat marah.

“Jika aku bicara jujur, aku memang sangat ingin sekali membunuhmu karena kau selalu membuat Yoona menderita,” balas Yuri tak kalah tajam. “Tapi . . .”

Kyuhyun terdiam menatap Yuri.

“Ini murni kecerobohanku. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menghancurkan semuanya. Saat melihatmu melawan ahjussi, aku benar-benar yakin bahwa kau memang sudah menerima Yoona dan perasaanmu itu tulus. Karena itulah . . . aku ingin membantumu dan menyelesaikan semua masalah ini. Percayalah padaku . . .” ucap Yuri. “Aku sangat menyesal, jeongmal mianhae.”

Kyuhyun menghela nafas. “Tapi . . . aku sendiri tidak tahu apa yang harus kulakukan.”

“Pasti ada jalan keluarnya. Saat ini ahjussi hanya terlalu emosi hingga bertindak seperti itu. Siapa yang tidak marah jika putrinya menderita karena menantunya,” sindir Yuri.

“Jika tidak ada seseorang yang ceroboh dan membeberkan semuanya, masalah ini tentu tidak akan terjadi,” balas Kyuhyun.

Yuri mengerucutkan bibirnya melihat reaksi Kyuhyun tersebut. “Baiklah, baiklah! Tidak lagi saling menyalahkan. Kita harus bekerja sama, arraseo?

Kyuhyun terdiam. Seolah tidak merespon ajakan Yuri tersebut.

“Kau tahu, tidak hanya kau yang kondisinya menyedihkan seperti ini. Yoona juga sama. Ahjussi mengurungnya di kamar agar dia tidak bisa keluar ataupun kabur untuk menemuimu. Kami hanya diperbolehkan masuk menemuinya hanya untuk mengantarkannya makanan. Selebihnya, Yoona sama sekali tidak diperbolehkan keluar . . .” ucap Yuri.

Kyuhyun menoleh kaget saat mendengar kondisi Yoona tersebut. “Lalu . . . bagaimana dia sekarang?”

Yuri menarik nafas panjang. “Jelas dia sangat stress. Yoona justru sama sekali tidak mau makan tiap kali aku dan ahjumma mengantarkan makanan untuknya. Kondisinya terus menurun. Aku berkali-kali memergokinya sedang muntah. Bahkan yang terparah, tadi pagi dia sampai jatuh pingsan.”

Mwo?

“Karena itulah, kau jangan menyerah begitu saja Cho Kyuhyun. Jika kau benar-benar mencintai Yoona, kau harus tunjukkan pada ahjussi bahwa kau sudah berubah. Kumohon, kau harus tetap bersemangat, demi Yoona. Dia sangat membutuhkanmu . . .” pinta Yuri.

Hati Kyuhyun terasa bergetar mendengarnya. Benar apa yang dikatakan Yuri. Ia tidak boleh menyerah. Ia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan hubungannya dengan Yoona, dan membuat mertuanya percaya pada ketulusan hatinya bahwa Kyuhyun kini sangat mencintai Yoona.

“Baiklah, kita pergi sekarang. Bantu aku, Yuri . . .” balas Kyuhyun.

Yuri mengangguk. Keduanya pun bergegas pergi menuju rumah Yoona.

*****

Mrs. Im tampak menemani Yoona yang terbaring lemah di ranjangnya. Gadis itu masih tak sadarkan diri. Ia merasa sedih, kondisi Yoona semakin memprihatinkan. Tubuh putrinya terlihat kurus. Kondisi itu wajar, karena selama dua minggu ini, nafsu makan Yoona menurun drastis.

Oppa . . . oppa . . .

Mendengar Yoona mengigau memanggil nama Kyuhyun, membuat hati Mrs. Im terasa miris. Ingin sekali ia membantu putrinya tersebut agar bersatu kembali bersama Kyuhyun. Walaupun sebelumnya ia sempat marah pada menantunya, tapi ia tidak bisa mengabaikan perasaan Yoona yang begitu mencintai Kyuhyun.

*****

Kyuhyun tiba di rumah Yoona ditemani Yuri. Tidak ada lagi keraguan dalam diri pria tersebut. Ia hanya ingin mengajak Yoona untuk kembali bersamanya. Walaupun harus melawan mertuanya sendiri, bagaimanapun juga ia harus berhasil membawa Yoona pulang.

Appa . . . eomma . . .

Terlihat kedua orang tua Yoona menoleh kaget ke arah Kyuhyun. Yuri tampak cemas sembari bersembunyi di belakang Kyuhyun.

“Berani sekali kau menginjakkan kakimu di sini,” ucap Mr. Im sinis.

Kyuhyun terdiam sejenak. “Aku hanya ingin membawa Yoona kembali.”

“Jika aku tidak mengizinkan?” tanya Mr. Im. “Berapa kalipun kau memintanya, kurasa jawabanku sama. Aku akan tetap melarang Yoona untuk kembali bersamamu.”

Kyuhyun kembali terdiam. Ia tampak menunduk seolah memikirkan sesuatu.

“Jika appa tetap melarang . . .” Kyuhyun menghentikan kalimatnya sejenak. “Aku tidak peduli. Cara apapun akan kulakukan demi membawa Yoona kembali, walaupun itu harus melawan appa.”

Pernyataan Kyuhyun tersebut kembali membuat panas Mr. Im. Terlihat jelas pria paruh baya itu menggeram, menahan amarah yang kali ini seperti sudah kehabisan kesabaran dalam menghadapi Kyuhyun. Menyadari suaminya kembali tersulut amarahnya, Mrs. Im langsung mendekati Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi . . . kau jangan berkata seperti itu. Kita bisa bicarakan ini baik-baik. Aku tidak mau ada pertengkaran di sini,” pinta Mrs. Im berusaha menenangkan situasi yang mulai menegang.

Ahjumma benar, Kyu. Kau jangan bertindak gegabah,” sambung Yuri.

Kyuhyun menggeleng. “Tidak perlu. Semua yang kukatakan ini sudah kupikirkan matang-matang. Aku tidak akan ragu lagi dalam menghadapi appa.”

“Kau sudah membuat putriku menderita. Sampai kapanpun aku tak akan pernah memaafkanmu,” balas Mr. Im.

“Aku tahu aku pernah berbuat salah appa. Tapi sekarang, aku sangat mencintai Yoona. Aku tak bisa hidup tanpanya. Ini membuatku tersiksa. Aku bagaikan mayat hidup. Separuh jiwaku terasa kosong karena Yoona tak ada di sisiku. Aku tak bisa . . . aku ingin sekali, Yoona kembali bersamaku, appa . . .”

Mr. Im terdiam. Ia melihat wajah Kyuhyun yang terlihat serius. Sesaat, ia menangkap ketulusan yang terpancar dari wajah menantunya tersebut. Tapi . . .

BUG! Mr. Im memilih mendaratkan pukulan telak di wajah Kyuhyun. Menantunya tersebut langsung jatuh tersungkur di lantai. Yuri yang melihatnya bergegas menolong Kyuhyun. Sementara Mrs. Im tampak menghalangi suaminya yang berniat memukul Kyuhyun kembali.

“Suamiku, hentikan!”

Mr. Im tidak bergeming. Ia kembali mendekati Kyuhyun dan mendorong Yuri untuk menjauh. Dengan cepat, ia kembali mendaratkan pukulan. Kali ini tepat mengenai bagian perut Kyuhyun. Pria itu mengerang kesakitan. Namun ia memilih diam dan tidak membalas. Ia tahu, ia memang pantas menerima perlakuan itu untuk menebus kesalahannya. Walaupun harus dalam kondisi babak belur, Kyuhyun rela menerimanya asalkan ia bisa kembali bersama Yoona.

Sementara di kamar, Yoona yang masih tergolek lemas di ranjangnya terbangun karena mendengar suara yang terus mengusiknya. Ia terdiam sejenak. Mencoba mendengarkan suara tersebut dengan seksama. Seketika matanya membulat, kala meyakini suara tersebut adalah suara Kyuhyun.

Oppa . . .

Dengan cepat Yoona bergegas keluar dari kamarnya. Langkahnya terhenti sejenak kala mengingat pintu kamarnya yang selalu dikunci oleh appanya. Apakah ia harus mendobraknya?

Yoona berjalan pelan mendekati pintu. Perlahan tangannya memegang kenok pintu. Ia terkejut, ketika mendapati pintu kamarnya tidak dikunci. Tanpa pikir panjang, Yoona pun bergegas keluar dari kamar dan berlari menuju ruang tengah, tempat yang diyakini Kyuhyun berada di sana.

Begitu tiba di ruang tengah, Yoona tak dapat lagi menyembunyikan rasa bahagianya. Dugaannya tepat, Kyuhyun memang berada di sana. Namun, pemandangan itu terlihat aneh baginya. Ia melihat Kyuhyun sudah terduduk lemah di lantai dengan wajah yang penuh luka dan darah. Yoona menutup mulutnya karena tak kuasa menahan perih. Ia melihat suaminya mendapat pukulan dari appanya.

“Hentikan!” teriak Yoona langsung berlari mendekati Kyuhyun.

Mr. Im yang berniat kembali mendaratkan pukulan di wajah Kyuhyun terkejut saat melihat Yoona sudah berdiri di hadapannya. Seolah berusaha menghalanginya untuk memukul menantunya tersebut.

“Kau . . . kenapa bisa . . .”

“Cukup, appa! Jangan menyiksanya lagi!” pinta Yoona.

Kyuhyun tampak mengerjapkan kedua matanya. Samar-samar ia melihat sosok gadis yang sudah berdiri di hadapannya. Perlahan ia dapat melihat dengan jelas gadis tersebut adalah Yoona.

“Yoona . . .”

Mendengar suara pelan dari Kyuhyun tersebut membuat Yoona menoleh.

Oppa . . .” Yoona mengusap pelan wajah Kyuhyun yang penuh luka dan darah. Gadis itu menangis. Ia merasa sedih dengan kondisi suaminya. Selama dua minggu berpisah, keduanya meyakini kondisi masing-masing sangatlah memprihatinkan.

Mr. Im yang melihat pemandangan di hadapannya, kembali terpancing emosi. Tanpa ragu ia langsung mendorong Yoona untuk menjauh dari Kyuhyun. Karena dorongannya terlalu kuat, tanpa disengaja membuat putrinya tersebut terjatuh di lantai. Dengan cepat, Mr. Im kembali menarik kerah baju Kyuhyun dan bersiap memukul kembali menantunya tersebut. Kyuhyun yang melihat kemarahan dari mertuanya tersebut tak bisa berbuat apa-apa. Pria itu tampak memejamkan matanya, seolah pasrah untuk menerima pukulan dari mertuanya tersebut.

“Ah, perutku!”

Kyuhyun tersentak. Ia membuka kedua matanya karena terkejut mendengar teriakan Yoona. Kondisi serupa juga dialami Mr. Im. Pria paruh baya itu menghentikan gerakan tangannya dan terlihat sedang menoleh ke arah Yoona yang sedang memegangi perutnya dan terlihat kesakitan di lantai.

Yuri yang menyadari kondisi Yoona, langsung bergegas mendekati sepupunya tersebut. Seketika ia matanya terbelalak kala melihat darah mengalir di paha Yoona.

“Ini . . . darah?” pekik Yuri panik. “Yoona . . . kau . . .”

Yoona tidak menjawab. Gadis itu terlihat merintih kesakitan sembari memegangi perutnya. “Sakit . . . sakit sekali!”

Melihat kondisi Yoona tersebut, Kyuhyun langsung berlari mendekati Yoona. Pria itu terlihat panik.

“Yoona . . .”

Oppa . . . sakit . . .” rintih Yoona.

Kyuhyun semakin panik. Sementara Mr. Im tampak shock terhadap kondisi putrinya tersebut.

“Kita bawa ke rumah sakit,” suruh Mrs. Im.

Kyuhyun mengangguk. Lalu dengan sigap mengangkat Yoona dan membawa gadis itu masuk ke dalam mobilnya.

“Kalian tidak ikut?” tanya Yuri bingung ketika melihat kedua orang tua Yoona tampak berdiri diam di depan pintu rumah.

Mrs. Im memperhatikan kondisi suaminya yang masih terlihat shock. “Kalian pergilah dulu. Nanti kami akan menyusul,” ucap Mrs. Im.

Yuri tidak bertanya lagi dan bergegas masuk ke mobil Kyuhyun. Yoona pun segera dilarikan ke rumah sakit. Selama perjalanan, gadis itu terus merintih kesakitan. Kontan kondisinya itu membuat Kyuhyun semakin panik. Yuri berusaha menenangkan sepupunya tersebut. Sementara Kyuhyun berusaha mempercepat laju mobilnya.

Oppa . . .” panggil Yoona lirih.

Kyuhyun semakin gusar. Berusaha keras menenangkan hatinya yang kacau dan tetap fokus mengemudikan mobilnya. Kyuhyun kembali menginjak pedal gas dalam-dalam. Mobil yang dikemudikannya melaju semakin kencang.

Beberapa menit kemudian, mereka tiba di rumah sakit Seoul. Kyuhyun memberhentikan mobilnya lalu memanggil tim medis yang ada. Mereka pun dengan cepat datang menghampiri dengan membawa ranjang pasien. Yoona dikeluarkan dari mobil Kyuhyun, lalu dibaringkan di ranjang tersebut. Ia pun segera dilarikan ke ruang UGD. Kyuhyun terus menggenggam tangan Yoona, berusaha menenangkan kondisi istrinya yang terus merintih kesakitan.

Oppa . . .

“Tenanglah, semuanya pasti baik-baik saja . . .” ucap Kyuhyun.

Begitu tiba di ruang UGD, tim medis tampak menghalangi Kyuhyun dan Yuri yang berniat ikut masuk.

Mianhae, kalian tidak diperbolehkan masuk,” ucap salah satu tim medis.

“Tapi . . .”

Kyuhyun tidak berkata lagi saat Yuri menepuk bahunya. Ia pun membiarkan pintu ruang UGD itu ditutup. Pria itu tak dapat menyembunyikan kekhawatirannya terhadap kondisi Yoona. Ia takut terjadi hal buruk pada istrinya tersebut.

“Dia pasti baik-baik saja,” ucap Yuri berusaha menenangkan. Walaupun ia sendiri juga merasakan hal yang sama dengan Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk pelan. Lalu kembali memperhatikan ruang UGD. Dalam hati, ia terus memanjatkan doa untuk keselamatan Yoona.

“Kuharap kau baik-baik saja, Yoona . . .”

-TBC-

Selesai juga untuk kelanjutan FF ini. Maaf untuk keterlambatannya hehe. Oh iya, maaf kalau untuk FF ini dari part 1 sampe sekarang kayaknya ceritanya sad terus, karena emang sejak awal konsepnya seperti ini sih hehe. Untuk part ini, lagi2 cukup sulit bagi saya untuk menulisnya, mungkin karena sedang banyak kegiatan hehe. Maaf untuk typo jika ada dan ceritanya jika kurang memuaskan bagi kalian. Saya harap, semoga kalian suka dengan kelanjutannya. Ditunggu RCL dari kalian, gomawo😉

97 thoughts on “Look, at Me! – Chapter 8

  1. Dyan says:

    Apa ini berarti yo0na hamil? .tpi kayaknya bru 2minggu deh kenapa cepet bnget. .ah sem0na kyuna junior masih bisa selamat

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s