Prince as Bodyguard – Chapter 5


prncasbdygrd3

Title : 

“Prince as Bodyguard”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Other Cast :

Oh Sehun EXO-K

Seo Joo Hyun SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Genre :

Comedy, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

Kyuhyun mendekatkan wajahnya perlahan dan terus menatap Yoona lekat. CUP! Satu kecupan berhasil ia daratkan di bibir Yoona. Pria itu tampak memejamkan kedua matanya, sementara Yoona tampak tercengang dan kaget dengan sikap yang dilakukan Kyuhyun tersebut.

Menyadari apa yang telah dilakukannya, Kyuhyun membuka kedua matanya. Ia pun memundurkan tubuhnya dari Yoona yang masih terlihat shock di hadapannya. Dengan cepat, Kyuhyun bergegas pergi meninggalkan Yoona. Wajahnya merah padam. Jantungnya berdebar tidak karuan. Sementara Yoona masih terdiam pada posisinya karena terlalu shock.

Langkah Kyuhyun membawanya menuju kembali ke kamarnya. Pria itu langsung menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Ia mengusap bibirnya, lalu tertunduk. Bukan karena sedih melainkan malu. Tindakan yang dilakukannya baru saja di luar kendalinya.

“Ah! Apa yang sudah kulakukan?!” runtuk Kyuhyun.

Ia menyadari saat melihat Yoona bersedih dan menangis, ingin rasanya Kyuhyun mengubah air mata sedih itu menjadi air mata bahagia. Kyuhyun ingin sekali melihat Yoona selalu bahagia. Perlahan tangan Kyuhyun menyentuh bagian dadanya. Ia rasakan debaran jantungnya yang perlahan berangsur stabil. Kembali ia mengingat raut wajah Yoona yang terus berada di kepalanya.

“Kurasa aku memang telah jatuh cinta padamu, Im Yoona . . .”

-End Previous Story-

Suara kicauan burung membangunkan Yoona yang masih terlelap di ranjangnya. Ia terkejut ketika mendapati hari sudah pagi. Aneh. Kenapa kali ini ia terlambat bangun tidak ada yang membangunkannya.

“Dimana Kyuhyun? Biasanya sebelum jam 7 dia sudah masuk ke kamarku dan mengajakku jogging lagi . . .” gumam Yoona lirih.

Wanita itu terdiam sejenak di atas ranjangnya. Perlahan tangannya menyentuh lembut bibirnya. Wajah Yoona memerah. Ia kembali teringat kejadian semalam saat Kyuhyun menciumnya.

“Aish, apa yang harus kulakukan sekarang? Aku benar-benar malu . . .” runtuknya kesal.

“Nona, bolehkah saya masuk?” terdengar suara Kepala Pelayan Kim dari luar kamar Yoona.

“Masuklah . . .” balas Yoona yang masih terduduk di ranjangnya.

Kepala Pelayan Kim pun masuk ke kamar Yoona. Wanita paruh baya itu tampak membungkuk ke arah Yoona yang masih mengenakan pakaian tidurnya.

“Sarapan sudah siap, Nona . . .” ucap Kepala Pelayan Kim.

Yoona hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan Kepala Pelayan Kim. Usai menyampaikan informasi, Kepala Pelayan Kim bersiap keluar dari kamar Yoona.

Chakkaman . . .” cegah Yoona hingga membuat Kepala Pelayan Kim berbalik ke arahnya. “Dimana Kyuhyun? Kenapa dia tidak membangunkanku untuk jogging seperti biasa?”

“Kepala Pengawal Cho sudah pergi sejak pagi tadi, Nona . . .” jawab Kepala Pelayan Kim.

Dahi Yoona mengkerut. “Pergi? Kemana?”

Kepala Pelayan Kim menunduk. “Mianhae, Nona. Saya tidak tahu. Kepala Pengawal Cho sama sekali tidak mengatakan apapun pada saya.”

“Baiklah, kau boleh keluar . . .” balas Yoona mempersilakan Kepala Pelayan Kim untuk meninggalkan kamarnya.

Sepeninggalan Kepala Pelayan Kim, Yoona tampak terdiam. Ada suasana berbeda yang tengah dirasakannya. Pandangannya pada Kyuhyun perlahan berubah. Ia tidak menduga jika Kyuhyun sangat memperhatikannya. Wajah Yoona kembali memerah tiap kali mengingat kejadian semalam.

“Apa mungkin aku telah jatuh cinta pada pengawalku sendiri?” gumamnya lirih.

*****

Di sebuah rumah mewah yang berdiri megah dan terlihat luas, tampak seorang pria tengah menikmati suasana pagi di tepi kolam renang.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini?”

Sebuah suara membuatnya menoleh ke arah pria paruh baya yang sudah berdiri di sebelahnya.

Appa . . .”

“Kapan kau kembali ke rumah, Kyu?” tanya Mr. Cho sedikit terkejut karena mendapati Kyuhyun sudah tiba di rumah.

“Pagi tadi. Aku hanya mampir sebentar untuk menenangkan diri,” jawab Kyuhyun.

“Menenangkan diri? Apa terjadi sesuatu?” tanya Mr. Cho penasaran.

Kyuhyun tidak menjawab. Pria itu tampak terdiam. Namun, pertanyaan Mr. Cho justru terjawab dari wajah Kyuhyun yang tiba-tiba memerah menyerupai kepiting rebus. Jelas reaksinya tersebut mengundang tawa bagi Mr. Cho.

“Ada apa denganmu? Kenapa wajahmu tiba-tiba memerah seperti itu?”

Kyuhyun semakin malu mendengar penuturan appanya tersebut. “Appa, apa yang harus kulakukan? Aku sudah melakukan kesalahan besar?”

Mr. Cho semakin bingung dengan arah pembicaraan keduanya.

“Aku . . .” Kyuhyun tampak menggigit bibirnya karena malu untuk mengungkapkannya. “Aku sudah mencium Yoona.”

Hening. Mr. Cho terlihat berdiri mematung di hadapan Kyuhyun. Sementara Kyuhyun terlihat meringis di hadapan appanya.

MWO?” Barulah beberapa saat kemudian Mr. Cho berteriak kaget usai mendengar pengakuan Kyuhyun. Refleks yang lambat. Pria paruh baya itu tak dapat berkata lagi dan justru tertawa.

Appa jangan menertawaiku seperti ini? Putra sendiri sedang kesulitan malah ditertawakan . . .” gumam Kyuhyun kesal.

Mr. Cho menghentikan tawanya. “Memangnya apa lagi yang bisa dilakukan? Semua sudah terjadi.”

Kyuhyun berjalan mendekati kursi yang disediakan di tepi kolam renang. Wajahnya terlihat kelelahan karena terlalu memikirkan kejadian semalam yang di luar kendalinya hingga tanpa sadar telah melakukan hal yang memalukan baginya.

“Dia pasti membenciku,” ucap Kyuhyun lirih.

Mr. Cho tersenyum. “Kau menyukainya?”

Kyuhyun mengangguk. “Tidak hanya suka, tapi aku sangat mencintainya.”

“Kalau begitu, ungkapkan saja perasaanmu padanya,” balas Mr. Cho.

Kyuhyun menoleh kaget. “Appa, aku masih dalam menjalankan tugas. Apakah appa lupa?”

“Ah, benar juga,” ucap Mr. Cho. “Kalau begitu, appa tidak bisa membantumu kali ini. Kau selesaikan sendiri.”

Mr. Cho tampak beranjak dari posisinya sembari terkekeh. Meninggalkan Kyuhyun yang terlihat memelas ke arahnya.

“Aish, appa pun juga tidak bisa membantu menyelesaikan masalah ini,” ucapnya kesal.

DRRT! Perhatian Kyuhyun tertuju pada ponselnya berdering. Ia melihat nama Eunhyuk tertera di layar ponselnya.

Yeoboseyo . . .”

*****

“Sehun menolakmu?”

Yoona mengangguk pelan saat Sooyoung menanyakan hal yang sama. Entah sudah berapa kali sahabatnya itu melontarkan pertanyaan yang sama ketika sedang berkunjung di rumahnya.

“Tidak mungkin dia menolakmu . . .” gumam Sooyoung lirih. “Benar dia menolakmu?”

“Ya Choi Sooyoung! Sudah berapa kali kau menanyakan hal itu? Kau ingin memancing emosiku?” seru Yoona kesal.

Sooyoung meringis. “Mianhae, aku sama sekali tidak bermaksud begitu. Aku hanya penasaran, kenapa dia menolakmu. Kalian ini sudah bersahabat selama 15 tahun. Tidak mungkin, dalam hatinya tidak ada perasaan sedikitpun terhadapmu yang lebih dari sekedar teman.”

“Kenyataannya memang dia menolakku,” balas Yoona sembari mengerucutkan bibirnya.

Sooyoung terdiam. Matanya tampak fokus memperhatikan Yoona yang terlihat biasa-biasa saja. Aneh. Kenapa sahabatnya itu sama sekali tidak terlihat sedih?

“Kau sama sekali tidak sedih?” tanya Sooyoung bingung.

“Apa maksudmu?” Yoona berbalik bertanya pada Sooyoung.

“Kau . . .” Sooyoung mendekatkan wajahnya pada Yoona. “Kau sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sedang patah hati.”

Mendengar hal itu, kali ini Yoona justru tersenyum meringis. Seperti yang sudah Sooyoung curigai sebelumnya, sahabatnya itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

“Apa yang sedang kau sembunyikan dariku?” tanya Sooyoung sedikit ketus.

“Menyembunyikan apa? Aku sedang tidak menyembunyikan apapun darimu,” jawab Yoona cuek sembari fokus membaca majalahnya.

“Hei, kau pikir aku baru sebentar menjadi sahabatmu? Aku hafal betul sikapmu yang sedang menyembunyikan sesuatu dari orang lain seperti ini. Ayo katakan!” seru Sooyoung memaksa.

Yoona justru kembali tersenyum hingga membuat Sooyoung kehabisan kesabaran.

“Aish, kau ini!” seru Sooyoung kesal. Wanita di sebelahnya hanya terus tertawa seolah senang melihat rasa penasaran yang sedang melandanya.

“Eh, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Yoona kemudian.

“Tanya apa?” balas Sooyoung ketus.

Yoona mengerucutkan bibirnya kembali saat melihat reaksi ketus dari Sooyoung. “Apa alasan seorang pria yang tiba-tiba mencium wanita yang sedang bersedih?”

Hening. Tangan Sooyoung yang sedari tadi sibuk membalik halaman buku terhenti begitu mendengar pertanyaan Yoona yang mengejutkan. Sementara Yoona sendiri terlihat hanya meringis di sebelahnya.

“Pertanyaan macam apa itu?”

Yoona mendesah. “Jawab sajalah, kau tidak perlu mempermasalahkan pertanyaannya.”

Arraseo, arraseo,” balas Sooyoung sembari menutup buku yang sedang dibacanya. “Jika seorang pria tiba-tiba mencium wanita yang sedang bersedih—“

Yoona tampak menunggu Sooyoung melanjutkan kalimatnya. Dilihatnya sahabatnya itu tampak serius berpikir.

“Sudah bisa ditebak jika pria itu menyukai wanita tersebut,” lanjut Sooyoung.

MWO?” Yoona sedikit berteriak saat mendengar jawaban dari Sooyoung. “Pria itu menyukai wanita tersebut?”

Sooyoung mengangguk semangat. “Sudah pasti pria itu sangat menyukainya. Jika tidak, mana mungkin dia mencium wanita tersebut tanpa alasan yang kuat? Analisaku tidak mungkin salah.”

Yoona merasakan hawa panas di wajahnya. Sepertinya ia sudah bertanya pada orang yang salah. Jawaban yang didapat dari Sooyoung bukannya membuatnya tenang malah semakin membuat hatinya tidak tenang. Pertanyaan yang diberikan pada sahabatnya itu sebenarnya terkait masalahnya dengan Kyuhyun, karena pria itu sudah menciumnya semalam. Jika mendengar jawaban dari Sooyoung, itu artinya apakah mungkin jika Kyuhyun menyukainya?

“Yoong . . .” panggil Sooyoung lembut. Ia sedikit bingung dengan raut wajah Yoona yang terlihat memerah.

Belum sempat Yoona menjawab panggilan Sooyoung, Kepala Pelayan Kim sudah tiba di kamarnya.

“Nona Yoona . . .”

Kedua wanita tersebut tampak menoleh ke arah Kepala Pelayan Kim yang sudah berdiri di depan pintu.

“Ada apa?” tanya Yoona sembari berjalan mendekat.

Kepala Pelayan Kim tampak menyodorkan sebuah amplop pada Yoona.

“Nona Seohyun yang menitipkannya untuk Nona,” balas Kepala Pelayan Kim.

Yoona mengernyitkan dahinya. “Seohyun? Maksudmu, wanita yang kemarin datang menemui Kyuhyun?”

Ne,” jawab Kepala Pelayan Kim.

“Baiklah, kau boleh kembali. Gomawo,” ucap Yoona.

“Apa itu?” tanya Sooyoung yang sudah berdiri di belakang Yoona.

Yoona hanya mengangkat bahu sembari membuka isi amplop tersebut. Di dalamnya terdapat dua lembar kertas. Ada satu kertas yang menarik perhatiannya. Pada kertas tersebut tertulis beberapa daftar barang yang sama sekali tidak ia mengerti. Kemudian Yoona membaca kertas yang lain, yang ia yakini berisi pesan dari Seohyun.

Annyeong Yoona

Aku yakin kau pasti terkejut dengan kertas ini.

Kupersingkat saja, selebihnya akan kujelaskan nanti jika sudah bertemu langsung denganmu.

Kyuhyun memintaku untuk mengajarimu berbagai keterampilan, aku pun bersedia melakukannya. Untuk itu, keterampilan pertama yang akan kuberikan padamu adalah menyulam. Aku sudah menuliskan beberapa daftar barang untuk kebutuhan menyulam yang harus kau miliki. Jika kau belum punya, kau bisa membelinya di mall.

Aku akan datang untuk melatihmu besok

Sampai jumpa

-Seohyun-

Tubuh Yoona gemetar usai membaca isi pesan yang ditulis oleh Seohyun. Ia merasa kesal pada Kyuhyun yang tanpa seizinnya meminta bantuan orang lain untuk melatihnya beberapa keterampilan. Terlebih lagi orang itu adalah Seohyun. Yoona semakin kesal pada Kyuhyun.

“Kau kenapa, Yoong?” tanya Sooyoung penasaran sekaligus khawatir saat melihat wajah Yoona yang terlihat marah.

Tangan Yoona tampak meremas kertas tersebut. Hal ini semakin membuat Sooyoung penasaran.

“Dia meremehkanku—“ ucap Yoona dengan suara yang terdengar geram. “Baiklah jika itu yang memang kau inginkan Cho Kyuhyun. Aku pasti bisa menguasai keterampilan yang akan diajarkan Seohyun-mu dengan mudah dan cepat.”

Yoona bergegas keluar meninggalkan kamarnya. Meninggalkan Sooyoung yang terlihat menatap bingung ke arahnya.

*****

“Kau menemuimu appamu?” tanya Eunhyuk pada Kyuhyun. Keduanya tengah menikmati makan siang di sebuah cafe favorit mereka.

Kyuhyun mengangguk pelan sembari menyantap makanannya.

“Apa kau sedang ada masalah?” tanya Eunhyuk kemudian.

Kyuhyun menggeleng. “Sudahlah. Lebih baik kau jangan menanyakan apapun padaku. Aku sedang tidak ingin membahas masalah apapun.”

Eunhyuk mengernyitkan dahinya. Jelas jawaban dari sahabatnya tersebut justru menunjukkan bahwa Kyuhyun memang sedang ada masalah. Ia pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena bingung dengan sikap sahabatnya yang dianggapnya sedang stress.

“Kudengar Seohyun sudah kembali ke Seoul,” ucap Eunhyuk.

Ne, untuk sementara dia tidak akan kembali lagi ke London,” balas Kyuhyun. “Aku juga sudah menyuruhnya untuk mengajari Yoona berbagai keterampilan.”

Mwo? Kau menyuruhnya untuk melatih majikanmu sendiri?” tanya Eunhyuk kaget.

Kyuhyun mengangguk pelan. Lalu kembali sibuk dengan makanannya. Sikapnya semakin membuat Eunhyuk penasaran dengannya. Tentang penyamarannya sebagai pengawal hingga harus mendidik majikannya sendiri dengan alasan karena orang tuanya ingin Yoona menjadi wanita yang terhormat. Kenapa harus Kyuhyun, bukan orang lain? Sebenarnya misi apa yang sedang dilakukan sahabatnya tersebut?

*****

Yoona pergi ke mall untuk membeli bahan dan juga peralatan yang sudah dituliskan oleh Seohyun untuk kebutuhan menyulamnya. Ditemani ketiga pengawalnya tanpa Kyuhyun, wanita itu terlihat sibuk memilih barang yang harus dibelinya. Ia sudah bertekad dan akan membuktikannya pada Kyuhyun bahwa dirinya juga bisa menguasai berbagai keterampilan dengan mudah dan cepat.

“Apa Nona akan membeli barang lagi selain yang ada di daftar?” tanya salah satu pengawal pada Yoona.

Yoona tersenyum mendengarnya. “Apa kalian pikir, aku akan membuat kalian kembali tersiksa dengan kebiasaanku yang berbelanja sangat banyak?”

Mendengar penuturan dari sang majikan, ketiga pengawalnya tersebut tampak tertunduk merasa bersalah. “Mianhae Nona. Kami pantas mendapatkan hukuman.”

“Sudahlah, aku hanya bercanda,” jawab Yoona terkekeh. “Kalian tidak perlu khawatir. Begitu aku selesai mendapatkan barang-barang di daftar ini, aku akan langsung pulang.”

Ketiga pengawal tersebut tersenyum lega mendengar balasan dari Yoona. Begitu juga dengan Yoona yang tak bisa berhenti tersenyum melihat reaksi lucu dari ketiga pengawalnya.

Usai membeli barang yang sudah dituliskan oleh Seohyun, sesuai janji Yoona berniat langsung pulang ke rumah. Ditemani ketiga pengawalnya yang berdiri di belakangnya, Yoona tampak menuruni tangga eskalator yang ada di mall tersebut. Tiba-tiba, ada hal yang menarik perhatiannya. Matanya tampak fokus pada sepasang pria dan wanita yang sedang bersenda gurau pada tangga eskalator yang berseberangan dengannya. Seketika tubuhnya terasa lemas kala melihat dengan jelas sosok pria dan wanita yang tampak akrab dan mesra tersebut.

“Sehun—“ bibir Yoona terasa kelu. “Bersama Seohyun?”

Pemandangan yang sungguh menyakitkan bagi Yoona. Bagaimana tidak? Ia melihat Sehun, pria yang dicintainya namun juga baru saja menolaknya itu tampak menikmati kebersamaannya dengan Seohyun, wanita yang sampai sekarang ia yakini menjalin hubungan dengan Kyuhyun.

Air mata Yoona tak dapat dibendung lagi. Wanita itu kembali menangis dalam diamnya. Awalnya memang terasa menyakitkan, namun perlahan ia mulai menyadari bahwa cinta memang tidak bisa dipaksakan. Jika memang itu yang membuat Sehun bahagia, Yoona tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi, kenapa wanita itu harus Seohyun? Bagaimana nasib Kyuhyun?

Sesaat, ada rasa kasihan pada pengawal pribadinya tersebut. Rupanya, Yoona masih meyakini jika Kyuhyun menjalin hubungan dengan Seohyun. Menurut analisanya, dalam hal ini tidak hanya dirinya yang mengalami penderitaan, tapi Kyuhyun juga sama. Itu artinya, mereka senasib.

“Aku harus lebih kuat,” gumam Yoona lirih berusaha tegar.

*****

“Dimana Yoona?” tanya Kyuhyun pada Kepala Pelayan Kim yang sedang memantau para koki yang tengah menyiapkan makan malam. Pria itu sudah kembali usai menemui Mr. Cho dan juga Eunhyuk. Ia memang sengaja untuk tidak bertemu dengan Yoona selama hampir seharian ini untuk menenangkan dan menata hatinya yang kacau, akibat perbuatannya sendiri karena telah mencium Yoona.

“Nona sedang berlatih dance di ruang latihan,” jawab Kepala Pelayan Kim.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “Dance?

Ne. Nona sangat menyukai dance. Terkadang, ketika dia sedang mempunyai masalah atau apapun yang membuat hatinya sedih dan marah, dia akan menenangkan dirinya dengan berlatih dance,” jawab Kepala Pelayan Kim.

Kyuhyun terdiam sejenak. Tak lama kemudian ia bergegas menyusul Yoona ke ruang latihan dance, meninggalkan Kepala Pelayan Kim yang terlihat menatap bingung ke arahnya.

Satu hal yang baru diketahui Kyuhyun tentang Yoona. Ia tidak menduga jika wanita yang selalu dianggapnya manja akan menanggapi masalah dengan tangisan atau rengekan, namun justru memilih dengan menghabiskan waktu untuk berlatih dance. Baru disadari Kyuhyun bahwa Yoona tidaklah selemah yang ia kira sebelumnya.

Kyuhyun membuka pintu ruang latihan secara perlahan. Ia dapat mendengar suara musik yang terdengar keras. Perhatiannya tertuju pada Yoona yang sedang melakukan dance. Kyuhyun dapat melihat kemampuan dance yang dimiliki Yoona begitu menakjubkan. Setiap gerakan begitu terlihat meyakinkan diiringi hentakan kaki yang kuat. Keringat deras mengucur membasahi wajah cantiknya. Kyuhyun tersenyum tanpa sadar melihatnya. Ia masih tidak percaya, Yoona yang biasanya terlihat feminin dan manja seperti anak kecil, ketika sedang dance justru terlihat lebih dewasa dan semakin cantik.

“Jadi ini yang sedang kau lakukan jika kau memiliki masalah?”

Gerakan Yoona terhenti ketika mendengar suara Kyuhyun. Ia menoleh ke belakang dan sudah mendapati Kyuhyun berjalan mendekatinya. Yoona mengambil remote untuk mematikan musik sejenak.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Yoona sedikit terkejut sembari mengusap keringatnya dengan handuk kecil.

“Tidak ada. Aku hanya diberitahu Kepala Pelayan Kim jika kau sedang dance di ruang latihan,” jawab Kyuhyun. “Kali ini masalah apa lagi yang sedang kau pikirkan? Kepala Pelayan Kim bilang, kau sering menenangkan diri dengan dance jika kau sedang ada masalah.”

Yoona terdiam. Ia kembali teringat akan pemandangan yang dilihatnya di mall ketika mendapati Sehun sedang berjalan berdua bersama Seohyun.

“Bukan masalah serius,” jawab Yoona. Ia terlihat bersiap untuk kembali melakukan dance ketika tangannya mengambil remote dan menyalakan musik.

“Boleh aku ikut berlatih dance denganmu?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Yoona tertawa mendengar pertanyaan Kyuhyun tersebut. Bagi Kyuhyun, reaksi Yoona tersebut dianggap meremehkannya.

“Kau meremehkanku?” tanya Kyuhyun sembari menyipitkan kedua matanya.

“Memangnya kau bisa?” balas Yoona terdengar mengejek.

Kyuhyun tersenyum menyeringai ke arah Yoona. Pria itu tampak berjalan mundur sembari melepas jas yang melekat di tubuhnya. “Lihat saja.”

Yoona berpindah posisi dan tampak fokus menyaksikan Kyuhyun yang bersiap untuk melakukan dance dengan diiringi musik yang sudah dinyalakannya.

Kyuhyun terlihat melakukan gerakan ringan di bagian awal. Namun, begitu masuk pada part musik dengan tempo yang cepat, gerakan Kyuhyun berubah. Yoona, ia hanya menatap takjub ke arah pria yang sedang melakukan dance di hadapannya. Buliran keringat yang membasahi wajah tampan Kyuhyun semakin menambah daya tarik pria itu. Kyuhyun terlihat semakin tampan.

Yoona menyadari, terlalu sering ia meremehkan Kyuhyun yang dianggapnya sebagai pengawal biasa. Kali ini ia harus mengakui bahwa Kyuhyun memang sangat berbeda dari pengawal-pengawalnya.

Awalnya ia membenci kehadiran Kyuhyun yang dinilai sangat sok dan terlalu sering mengaturnya. Namun, ia kini menyadari bahwa Kyuhyun telah merubah sikapnya yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Yoona mulai mengerti bahwa tidak seharusnya ia terlalu sering mengandalkan orang-orang di bawahnya, walaupun mereka memang ditugaskan untuk melayani semua kebutuhannya.

Berbagai kejadian yang dilaluinya bersama Kyuhyun, juga diakuinya terasa mengesankan baginya. Walaupun waktu terbilang singkat, siapa yang menduga jika Yoona jatuh cinta pada Kyuhyun. Mungkin bagi orang lain akan terdengar mustahil, mengingat Yoona lebih dulu mencintai Sehun selama hampir 15 tahun. Tidak mungkin perasaan itu luluh begitu saja dan seolah kikis karena kehadiran Kyuhyun di hatinya. Tapi, inilah kenyataannya. Kenyataan yang datang begitu saja menghampiri Yoona, hingga membuatnya tidak sanggup menolak panah asmara yang kini telah tertancap di hatinya. Tak pernah terbesit sedikitpun dalam benak Yoona jika akhirnya ia mengalami perasaan cinta yang lain terhadap Cho Kyuhyun, pengawal pribadinya sendiri.

Eotohge? Kemampuan dance yang kumiliki juga setara dengan dancer professional bukan?”

Yoona tersadar dari lamunannya dan mendapati Kyuhyun sudah selesai melakukan dancenya. Ia melihat pria itu mengambil jas lalu berjalan melewatinya.

Chakkaman . . . soal ciuman itu—“

“Lupakan saja!” potong Kyuhyun cepat saat mendengar Yoona mengungkit kembali masalah ciuman yang terjadi di antara keduanya.

Yoona membalikkan tubuhnya lalu berjalan mendekati Kyuhyun yang dilihatnya berdiri mematung.

“Kenapa aku harus melupakannya?”

Kyuhyun yang semula tidak ingin membahasnya mau tidak mau harus segera menyelesaikannya karena Yoona kembali mengungkitnya.

“Anggaplah itu sebuah kesalahan yang kulakukan. Kau tidak perlu lagi mengingatnya ataupun membahasnya lagi. Aku sungguh menyesal karena telah melakukannya. Mianhae,” jawab Kyuhyun.

DEG! Dada Yoona terasa sesak saat mendengar jawaban Kyuhyun tersebut. “Kau menyesal? Kau menganggapnya itu sebuah kesalahan?”

Kyuhyun berbalik dan kembali berjalan meninggalkan Yoona.

“Tapi aku tidak menganggapnya sebuah kesalahan,” ucap Yoona dan kembali membuat langkah Kyuhyun terhenti.

Yoona berjalan dan kini sudah berdiri di hadapan Kyuhyun.

“Aku justru larut dalam suasana itu dan menyadari bahwa aku . . .” kalimat Yoona terhenti. “Aku jatuh cinta padamu, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun tersentak mendengar pengakuan mengejutkan dari Yoona. Ia terlihat gugup.

“Kyu . . .” Yoona sedikit khawatir saat melihat gelagat aneh dari Kyuhyun.

“Kumohon kau jangan pernah mengatakan hal itu lagi,” pinta Kyuhyun. “Ini sangat tidak pantas.”

Yoona seolah mengerti dengan pernyataan Kyuhyun. “Apa karena status—“

Ne, karena statusku hanyalah seorang pengawal, tidak lebih. Aku merasa tidak pantas untuk menerimanya. Selain itu, jika appamu tahu, dia pasti akan menentang keras,” lanjut Kyuhyun. “Kuanggap kau tidak pernah mengatakannya. Kau pasti hanya terlalu larut dalam kesedihanmu karena Sehun. Kau sama sekali tidak benar-benar mencintaiku. Kau hanya menganggapku sebagai pelarian.”

Kyuhyun kembali berjalan menuju pintu keluar ruang latihan.

SET! Tanpa ia duga, Yoona kembali menghentikan langkahnya. Kali ini dengan satu pelukan erat. Ya, Yoona memeluk Kyuhyun dari belakang. Sangat erat, seolah tidak mau lepas darinya.

“Kau salah. Aku benar-benar telah jatuh cinta padamu, Cho Kyuhyun . . .” ucap Yoona lirih sembari terisak.

-TBC-

Halo, kangenkah sama saya? Hehe. Kali ini saya kembali dengan kelanjutan FF ini. Maaf untuk keterlambatannya. Kegiatan saya benar-benar menyita waktu dan tenaga. Baru hari ini bisa ada kesempatan untuk menulis lagi kelanjutannya, itu pun saya sempatin hehe. Untuk FF yang lain, saya belum bisa memastikan kapan bisa dipublish. Semoga kalian bisa bersabar ya. Maaf jika ada typo dan ceritanya jika jadi aneh, inspirasi memang sedang tidak semulus biasanya hehe. Semoga kalian suka dengan kelanjutan FF ini. Gomawo😉

81 thoughts on “Prince as Bodyguard – Chapter 5

  1. @RickaAsnita says:

    Agak nobar dikit sih memang tp kebiasaan yoon unnie disini sama kaya aku kalo ada masalah pasti lewat dance diexspresikan kalo udah dilakuin masalahnya kurang gitu*curcol kkk~ tp aku kurang dpt gitu dimana kyu oppa didik yoon unnie nya gitu, aku meratiin yoon unnie disini sadar sendiri kayanya^^

  2. sastroyoon says:

    kayanya gue blm pernah baca part sebelumnya deh, soalnya agak bingung pas diawal part ini. tp feel-nya dapet bgt jd sdikit mengerti crita sbelumnya gimana. semoga cepet dilanjut ya eon, cant wait😉

  3. Yoonaddict says:

    Mungkinkah Yoona hanya keliru atas perasaannya pada Sehun?
    #harapan’ku
    jadi’kan Kyuhyun itu bisa dibilang cinta pertama Yoona, kalo emang Yoong salah mengartikan perasaan’ny pada Sehun *gedebruuugg #story seterah author dong😀
    hehee, mian mian

  4. Nanda says:

    Mwoya?? knp selalu bikin aku penasaran dgn ff ini … Eonnie ayo cepat seleseikan … tiap hari aku selalu membuka ff ini untuk menantikan lanjutan cerita nya

  5. alfhyra amaliyah awal says:

    eon…sbenarnya misi kyhuyun itu apa sih… penasaran banget….
    eon lanjutannya please dicepatin ya…
    ff nya debak…
    fighting,,,,,,,eonn…

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s