Lovely Couple – Chapter 7


lovelycouple4

Title : 

“Lovely Couple”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Choi Minho Shinee

Choi Sulli F(X)

Other Cast :

Lee Hyukjae Super Junior

Kwon Yuri SNSD

Seo Joo Hyun SNSD

Genre :

Comedy, Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii


Previous Story-

“Apa yang kalian lakukan di sini? Apa kalian sedang berkencan?” tanya Yoona langsung menggoda Eunhyuk. Namun, ia tidak menyadari saat ini bukan saat yang tepat untuk mendekatkan Eunhyuk dan Yuri.

Eunhyuk dan Yuri terlihat tidak merespon pernyataan Yoona tersebut. Mereka memilih untuk menghalangi pandangan Yoona agar tidak melihat Kyuhyun dan Seohyun.

Menyadari gelagat aneh dari kedua orang di hadapannya, Yoona tampak penasaran.

“Apa yang sedang kalian tutupi?”

“Bukan apa-apa. Kami tidak sedang menutupi apapun,” jawab Eunhyuk justru terlihat berbohong. Laki-laki itu langsung mendapat tatapan tajam dari Yuri.

Yoona yang tidak tahan lagi dengan rasa penasarannya, langsung mendorong Eunhyuk dan Yuri agar memberinya jalan. Seketika tubuh Yoona terasa kaku, saat melihat pemandangan di hadapannya. Pemandangan di mana Kyuhyun tengah berpelukan dengan Seohyun.

“Kyuhyun . . .”

Laki-laki itu menoleh kaget ke arahnya.

“Yoona . . .”

-End Previous Story-

Pemandangan di depan mata kali ini membuat dada Yoona terasa sesak. Bagaimana tidak? Baru saja ia merasa senang karena telah menghabiskan waktunya bersama Kyuhyun, kini harus menelan kekecewaan saat mendapati Kyuhyun tengah berpelukan dengan Seohyun, mantan kekasihnya. Sementara Eunhyuk dan Yuri yang juga berada di lokasi yang sama hanya terdiam sekaligus merasa kasihan pada Yoona.

Kyuhyun terlihat berusaha melepas pelukan Seohyun, namun rupanya gadis itu tak bergeming. Ia tetap bertahan pada posisinya seolah tak mau lepas dari Kyuhyun.

Kecemasan tergambar jelas di wajah Kyuhyun. Laki-laki itu terlihat bingung, tak tahu harus berbuat apa atas kejadian yang di luar dugaannya ini.

“Yoona, aku—”

“Ah, kurasa sudah saatnya aku untuk pulang. Aku sama sekali tidak tahu jika kau ada rencana dengan Seohyun. Mianhae,” potong Yoona cepat lalu bergegas pergi.

Kyuhyun tercengang. Melihat Yoona pergi dari hadapannya itu membuatnya merasa sedih. Kali ini tanpa ragu lagi ia langsung memaksa keras Seohyun untuk melepaskan pelukannya.

“Kau mau kemana?” tanya Seohyun seolah tahu jika Kyuhyun ingin mengejar Yoona.

Kyuhyun menatap tajam ke arah Seohyun. “Lepaskan tanganmu!”

Shireo! Sebelum kau mengiyakan untuk menjalin hubungan lagi denganku, aku tidak akan pernah melepaskannya,” jawab Seohyun bersi keras.

Terpaksa Kyuhyun meremas tangan Seohyun dan menariknya agar bisa terlepas darinya. Dilihatnya Seohyun sedikit merasa kesakitan akibat perbuatannya, namun ia tak peduli. Bagaimana pun juga, ia harus mengejar Yoona dan menjelaskan semuanya pada gadis yang baru disadarinya mulai mengisi relung hatinya yang kesepian.

Tangan Seohyun tampak mengepal saat melihat Kyuhyun sudah berlari jauh meninggalkannya. Perhatiannya beralih pada Eunhyuk dan Yuri yang sudah berjalan mendekat ke arahnya.

“Tidak kusangka, kau ini keras kepala juga,” ucap Eunhyuk tiba-tiba.

Dahi Seohyun mengkerut. “Apa maksud ucapanmu?”

Wajah Eunhyuk berubah serius. “Lebih baik kau jangan pernah menemui Kyuhyun lagi. Terlebih ingin menjalin hubungan kembali dengannya. Lupakan saja dia, jangan pernah kau mengusiknya lagi.”

Seohyun tertawa sinis mendengar ucapan Eunhyuk yang terdengar mengesalkan baginya. “Memangnya kau siapa? Melarangku untuk menemui ataupun menjalin hubungan kembali dengan Kyuhyun? Aku tahu apa yang kuinginkan, dan keingananku itu pasti terwujud. Aku bisa mendapatkan Kyuhyun kembali karena aku yakin Kyuhyun masih mencintaiku.”

“Mencintaimu?” Kesabaran Eunhyuk terlihat mulai habis. “Itu memang benar, di saat usia kita masih 16 tahun. Sejak perpisahan kalian setahun setelah kalian resmi berpacaran, Kyuhyun memang sangat mencintaimu. Tapi, apakah perasaan itu tetap sama selama 3 tahun hingga sekarang?”

Seohyun terdiam. Gadis yang sebelumnya tampak yakin itu terlihat ragu.

“Tidak, Seo Joohyun. Hati Kyuhyun sekarang tidak lagi masih sama seperti tiga tahun silam, hati yang selalu menunggu kehadiranmu. Aku yakin, Kyuhyun sekarang mencintai gadis lain, dan gadis itu adalah Im Yoona,” lanjut Eunhyuk.

Tawa keras namun terkesan dingin keluar dari Seohyun. Eunhyuk dan Yuri hanya saling menatap melihat reaksi dari gadis di hadapan keduanya tersebut.

“Kau pikir aku ini bodoh? Mana mungkin Kyuhyun mencintai gadis seperti Yoona yang sangat berbeda denganku itu? Mustahil,” balas Seohyun.

Yuri merasakan sesak di dadanya saat mendengar penuturan Seohyun yang dinilai menjelekkan Yoona.

“Apa maksudmu?” tanya Yuri geram.

Seohyun menatap tajam ke arah Eunhyuk dan Yuri. “Gadis bernama Im Yoona itu, tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku. Dia hanya gadis murahan yang berani mendekati orang yang sangat kucintai.”

Seketika emosi Yuri memuncak. Gadis itu terlihat berusaha keras untuk memukul Seohyun namun ditahan oleh Eunhyuk.

“Berhenti menghina temanku, dasar gadis kurang aj—”

“Yuri, tenanglah!” lerai Eunhyuk.

Seohyun tidak berkata lagi dan memilih pergi meninggalkan Eunhyuk dan Yuri. Begitu ia pergi, Yuri tak henti-hentinya mengumpat Seohyun. Gadis itu tampak kesal sekaligus sangat marah atas ucapan Seohyun yang menghina Yoona.

“Kenapa kau menghalangiku? Harusnya kau biarkan saja aku untuk menghajar gadis itu,” ucap Yuri kesal.

Eunhyuk menghela nafas. “Aku tahu apa yang kau rasakan. Aku pun juga merasa demikian. Tidak kusangka Seohyun bisa berkata seperti itu. Seohyun yang sekarang berbeda sekali dengan Seohyun yang kukenal sebelumnya.”

Yuri mendesah. “Apakah Kyuhyun berhasil menyusul Yoona?”

Eunhyuk menoleh ke arah Yuri. Laki-laki itu terlihat cemas sekaligus gusar. Dengan pelan ia mengangkat bahunya. “Entahlah. Kuharap berhasil, dan segera menjelaskan semua masalahnya pada Yoona agar ia tidak salah paham lagi. Tapi, ada satu hal yang kukhawatirkan dari Kyuhyun.”

Yuri mengernyitkan dahinya. “Apa?”

“Aku khawatir, jika hati Kyuhyun goyah dan berniat untuk menjalin hubungan kembali dengan Seohyun,” jawab Eunhyuk.

Yuri terdiam. Keduanya mengharapkan Kyuhyun untuk tidak menjalin hubungan lagi dengan Seohyun. Tentu mereka berharap bahwa nantinya, Kyuhyun dan Yoona dapat bersatu, seperti Minho dan Sulli.

*****

Yoona berlari secepat mungkin menuju pelataran parkir taman hiburan Seoul. Gadis itu tampak mengeluarkan kunci mobilnya. Jika dilihat dari raut wajahnya, tampak sekali kesedihan yang sedang dialami olehnya.

SET! Saat Yoona hendak masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba ada seseorang yang memegang tangannya. Yoona menoleh dan terkejut saat mendapati Kyuhyun sudah berdiri di belakangnya.

“Kyu—”

“Jangan pergi! Aku perlu bicara denganmu,” ucap Kyuhyun memohon.

Yoona terdiam. Perlahan ia melepas tangan Kyuhyun darinya. “Mianhae, tidak ada yang perlu kita bicarakan.”

Kyuhyun tersentak. Ia terkejut dengan reaksi Yoona yang terkesan dingin padanya.

“Kau marah padaku?” tanya Kyuhyun berhati-hati. “Apa kau marah karena Seohyun memelukku? Dengar, aku dan Seohyun sudah tidak ad—”

“Tolong hentikan!” potong Yoona cepat.

Suasana kembali hening. Kyuhyun menatap dalam ke arah Yoona. Ia menyadari, bahwa gadis di hadapannya terlihat berusaha keras untuk menghindarinya, seolah sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

“Aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi antara kau dan Seohyun. Karena itu bukan urusanku,” ucap Yoona kemudian.

Kyuhyun tercengang. Raut wajah Yoona tampak berbeda dari sebelumnya. “Kenapa kau bersikap dingin padaku seperti ini? Apa yang sedang kau sembunyikan dariku?”

Yoona memandang Kyuhyun dengan wajah serius. “Tidak ada yang perlu kusembunyikan darimu.”

Bola mata itu terlihat sayu, itulah yang dirasakan Kyuhyun saat menatap Yoona. Ia yakin, Yoona memang sedang menyembunyikan sesuatu darinya, tapi berusaha keras untuk tidak mengatakannya.

“Jika tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan, aku pamit,” ucap Yoona lalu bersiap masuk ke dalam mobilnya.

Perlahan genggaman tangan Kyuhyun mulai terlepas.

“Kuharap kau hidup bahagia bersama Seohyun. Bukankah kau sangat menantikan kehadirannya?”

DEG! Hati Kyuhyun terasa sesak saat mendengar penuturan Yoona tersebut. Tubuhnya terasa kaku, hingga membiarkan Yoona masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkannya begitu saja. Kedua matanya tampak menatap jauh ke arah mobil yang dikendarai Yoona hingga tak terlihat lagi.

“Jika kau tak suka saat melihatku bersama Seohyun, kenapa tidak kau katakan saja?” gumam Kyuhyun lirih.

*****

Di tempat berbeda, Sulli dan Minho tampak sedang menikmati kebersamaan mereka di sebuah cafe favorit keduanya.

DRRT! Sulli yang tengah meneguk minumannya terkejut saat menyadari ponselnya berdering. Gadis itu terdiam cukup lama saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

Nugu-ya?” tanya Minho penasaran.

“Eunhyuk-oppa,” jawab Sulli pada Minho.

Kedua alis Minho bertaut. “Ada apa dia meneleponmu?”

“Entahlah,” balas Sulli lalu menekan tombol ponsel untuk menjawab panggilan dari Eunhyuk. “Yeoboseyo—”

Minho kembali fokus dengan makanannya dan membiarkan Sulli berbicara dengan Eunhyuk. Ia ingin sekali menguping pembicaraan kekasihnya dengan Eunhyuk, karena raut wajah Sulli terlihat sangat serius. Rasa penasaran itu semakin menjadi ketika raut wajah Sulli perlahan semakin terlihat sedih.

Wae?” tanya Minho penasaran ketika Sulli meletakkan ponselnya usai menerima telepon dari Eunhyuk.

Sulli terdiam. Namun raut wajahnya jelas memperlihatkan kesedihan yang mendatanginya.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Sulli dengan nada suara yang bergetar, seolah ada ketakutan luar biasa yang sedang dialaminya.

Minho semakin bingung dan tidak mengerti dengan pembicaraan Sulli. “Apa maksudmu?”

“Kakakmu—” Sulli menggigit bibirnya dan terlihat sekali ia sulit untuk menceritakan semuanya pada Minho.

“Ada apa dengan kakakku? Ayolah, kau jangan membuatku khawatir seperti ini,” pinta Minho.

“Yoona-eonni melihat oppa dan Seohyun-eonni sedang berpelukan,” lanjut Sulli dengan ekspresi sedihnya.

Leher Minho terasa tercekat saat mendengarnya. Laki-laki itu terlihat mematung dengan peralatan makan yang masih dipegangnya.

“Minho—” Sulli memegang tangan kiri Minho. “Kurasa situasi sekarang mulai tidak terkendali. Di luar dugaan, Seohyun-eonni masih—”

Minho membulatkan kedua matanya. Ia kembali penasaran dengan semua cerita yang sudah ia ketahui bahwa sumber berita tersebut dari Eunhyuk.

*****

Yoona tiba di rumah dengan perasaan yang berkecamuk dalam dirinya. Gadis itu telah kehilangan harapan yang sebelumnya ia yakini bisa ia dapatkan. Seohyun, rupanya gadis itu benar-benar serius untuk merebut kembali Kyuhyun ke sisinya. Apa yang bisa Yoona lakukan untuk mencegahnya? Jawabannya tidak ada. Ya, tidak ada. Ia memilih untuk melupakan perasaannya pada Kyuhyun, sebelum terlalu jauh mencintai laki-laki itu, yang nantinya akan membuat dirinya semakin tersiksa dengan perasaannya sendiri.

“Apa kau marah karena Seohyun memelukku?”

Yoona tertunduk lemas saat kembali mengingat pernyataan Kyuhyun. Bagaimana pun juga pemandangan terakhir kali yang dilihatnya terus terngiang dalam benaknya.

“Aku tidak marah, Kyu. Aku hanya terlalu takut jika harus mendapati kenyataan nantinya bahwa kau memang masih mencintai Seohyun,” ucap Yoona lirih.

DRRT! Dering ponsel Yoona membuatnya sedikit mengalihkan perhatiannya. Dengan cepat ia meraih ponselnya yang diletakkan di meja belajarnya. Saat melihat nama yang tertera di layar, wajahnya seketika berubah terharu.

Yeoboseyo—” Yoona terlihat tidak dapat menahan air matanya yang kembali menetes. “Eomma . . .”

“. . .”

Aniyo, aku hanya sangat rindu pada kalian berdua.”

“. . .”

Ne, Minho baik-baik saja. Appa dan eomma jangan terlalu khawatir.”

“. . .”

Yoona terdiam saat mendengar permintaan dari eommanya tersebut. “Eomma ingin aku ke Jepang?”

*****

Sulli tiba di rumahnya dengan wajah murung. Cerita yang didengarnya dari Eunhyuk membuat suasana hatinya berubah sedih.

“Apa oppa sudah pulang?” tanya Sulli pada Pelayan Lee.

Ne, Tuan Muda sudah pulang, Nona,” jawab Pelayan Lee.

Sulli mengangguk lalu bergegas menemui kakaknya yang ia lihat sedang meneguk minuman di ruang makan.

Oppa!

Kembali Sulli membuat kaget kakaknya, hingga Kyuhyun tersedak saat tengah meneguk minumannya.

“Sulli!” bentak Kyuhyun kesal. “Bisakah kau memanggilku dengan pelan? Lihat, karena ulahmu aku hampir saja mati tersedak.”

“Biar saja kau mati tersedak,” ucap Sulli dingin menanggapi pernyataan Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh tajam ke arah adiknya. Menatap wajah serius Sulli yang ia yakini jika gadis itu ingin mengatakan sesuatu padanya.

“Apa yang ingin kau tanyakan?”

Sulli tersenyum sinis. “Oppa, kau memang hebat. Sudah bisa menebak jika aku ingin bertanya padamu.”

“Cho Sulli!”

Sulli menunduk. Rasa kesal terhadap kakaknya begitu besar. Kenapa ia bisa punya kakak sebodoh Kyuhyun yang masih peduli dengan Seohyun, gadis yang sudah meninggalkannya selama tiga tahun, dan malah mengabaikan perasaannya yang mulai berlabuh pada Yoona.

Oppa . . . tidak bisakah kau melupakan Seohyun-eonni? Dia sudah mengkhianatimu, untuk apa kau masih memikirkannya lagi?”

Mata elang Kyuhyun kembali menoleh tajam ke arah Sulli. Walau begitu, adiknya tetap saja tidak takut untuk menatapnya. Perlahan Kyuhyun tampak mengalihkan perhatiannya.

“Tidak semudah yang kau ucapkan, Sulli . . .”

Sulli merasa gemas dengan jawaban Kyuhyun tersebut. “Bagaimana dengan Yoona-eonni? Aku tahu kau mulai jatuh cinta padanya . . .”

DEG! Seolah ada perasaan aneh yang menghampiri Kyuhyun.  Laki-laki itu terdiam seribu basa. Tidak ada lagi tatapan tajam yang biasa ia tunjukkan pada Sulli jika sedang kesal. Kyuhyun justru terlihat rapuh, jika sudah menyangkut masalah Yoona.

“Awalnya kau memang bertengkar dengan Yoona-eonni. Tapi, karena aku dan Minho menjalin hubungan, perlahan hubungan kalian mulai membaik, bahkan akhirnya kalian berteman. Sejak awal, aku berusaha untuk mendekatkanmu dengan Yoona-eonni. Alasan kenapa aku melakukannya, karena aku ingin melihatmu bahagia dan tidak berlarut dalam kesedihan karena Seohyun-eonni. Semakin lama aku semakin yakin, jika kau memang telah jatuh cinta padanya. Saat melihatmu berbicara dengannya, membicarakannya, bahkan memandangnya dan juga perhatian yang kau berikan padanya, jelas menunjukkan bahwa kau memang mencintainya, oppa . . .” jelas Sulli panjang lebar.

Kyuhyun masih terdiam. Ia tidak menduga jika Sulli sampai memperhatikan hal se-detail itu. Bahkan dirinya sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya terhadap Yoona. Di sudut hatinya yang paling dalam, keraguan itu masih ia rasakan. Apakah ia harus kembali menjalin hubungan dengan Seohyun, ataukah memulai jalinan cinta yang baru dengan Yoona?

“Aku tidak tahu,” jawab Kyuhyun kemudian.

Sulli tidak tahan lagi dengan sikap kakaknya yang dianggapnya tidak tegas dalam mengambil keputusan. “Baiklah! Kurasa oppa masih terlalu bodoh untuk mengambil keputusan.”

Kyuhyun terkejut mendengarnya. Ia biarkan Sulli masuk ke dalam kamar dan meninggalkannya. Hati Kyuhyun semakin bimbang.

“Keputusan apa yang harus kuambil?” gumamnya lirih.

*****

Tidak jauh berbeda dengan Sulli, perasaan yang sama juga dirasakan oleh Minho. Ia sangat mengkhawatirkan kondisi kakaknya. Dibandingkan Kyuhyun, mungkin Yoona yang paling merasa sedih.

“Ada apa?” tanya Kim ajussi saat melihat keponakannya tampak termenung di ruang tengah.

Minho menggeleng pelan. “Apakah sejak pulang tadi, noona sama sekali tidak keluar dari kamarnya?”

Kim ajussi mengangguk pelan. “Ne. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kakakmu. Tapi, kulihat raut wajahnya tadi tampak sedih.”

Minho meremas tangannya lalu bergegas beranjak dari posisinya, membiarkan langkah kakinya menuju kamar Yoona.

Begitu tiba di depan pintu kamar kakaknya, laki-laki itu justru berdiri mematung. Setelah berhasil menenangkan diri, perlahan tangannya mengetuk pelan pintu kamar Yoona.

“Masuklah . . .”

Minho menghela nafas lega mendengar Yoona memperbolehkan masuk ke kamarnya. Begitu pintu dibuka, Minho membelalakan matanya ketika melihat ada dua koper besar dengan salah satu kopernya tengah diisi beberapa pakaian milik Yoona. Pemandangan itu membuat dahi Minho mengernyit.

Noona, apa ini? Kenapa kau sedang mengemasi barang-barangmu?” tanya Minho penasaran.

Yoona tidak menjawab. Ia memilih untuk fokus merapikan barang-barang yang masih berada di ranjangnya.

Noona . . .”

“Aku akan pergi ke Jepang,” jawab Yoona kemudian.

Minho terdiam. Seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya, ia kembali bertanya pada Yoona. “Noona . . . kau mau kemana?”

“Aku akan kembali Jepang, menyusul appa dan eomma,” jawab Yoona.

“Apa yang terjadi?”

Yoona kembali terdiam dan memilih mengabaikan pertanyaan adiknya.

Noona . . .” panggil Minho. Namun kakaknya tersebut tetap acuh dan tidak menjawabnya. “Kau menghindari Kyuhyun-hyung?”

DEG! Pernyataan yang keluar dari bibir Minho sukses membuat gerakan tangan Yoona berhenti. Tubuhnya tampak gemetar. Walaupun berusaha keras menyembunyikan perasaan di hadapan adiknya, tetap saja Minho pasti tahu apa yang tengah dirasakannya.

“Kau memang adikku, apapun yang sedang kualami, kau pasti selalu tahu,” ucap Yoona lirih.

Minho terdiam. Ia tahu, pernyataan yang dilontarkannya membuat kakaknya sedih. Sesaat ada rasa bersalah dalam benaknya. “Mianhae, noona. Aku sama sekali tidak bermaksud lancang terhadapmu. Tapi—”

Aniyo, Minho. Kau tidak salah. Kau benar, aku memang sedang menghindari Kyuhyun,” potong Yoona.

Wae? Apa kalian sedang bertengkar?”

Yoona menggeleng pelan.

“Lalu?” Minho semakin penasaran, walaupun dalam hati ia sudah bisa menebak semua permasalahan itu karena kembalinya Seohyun di antara Kyuhyun dan Yoona.

“Apa karena Seohyun-noona?”

Yoona langsung menoleh cepat ke arah Minho. Dilihatnya wajah serius adiknya yang kini tengah menatap lurus padanya.

“Kurasa begitu, dia masih mencintai cinta pertamanya . . .” jawab Yoona. “Aku, tidak ada hak untuk terlalu dekat dengan Kyuhyun. Seohyun masih mencintai Kyuhyun, dan aku yakin, perasaan Kyuhyun juga sama.”

Gadis itu kembali mengemasi barang-barangnya. Hal ini membuat Minho semakin gemas. Dengan cepat, ia menarik tangan kakaknya hingga berhenti melakukan kegiatan tersebut.

“Im Minho!”

Minho tidak peduli dengan teriakan keras kakaknya. Tangannya terus memegang tangan Yoona. “Kau jangan bersikap seperti anak kecil, noona? Belum tentu perasaan Kyuhyun-hyung masih sama. Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat, tapi lama. Sangat lama. Mana mungkin perasaannya pada Seohyun-noona masih sama? Aku yakin perasaannya sudah berubah, noona. Dia mulai menyukaimu, seperti kau menyukainya.”

Yoona terdiam. Ia tidak bisa membalas ucapan Minho. Gadis itu tampak lemah tak berdaya. Kesulitan menemukan jalan keluar untuk memecahkan masalah yang tengah menderanya. Dalam hati, ia memang menyukai Kyuhyun. Tapi ucapan Seohyun terus terngiang dalam benaknya.

“Aku harap kau tidak mengambil keputusan yang salah, noona . . .” ucap Minho lalu berbalik dan keluar meninggalkan Yoona.

Sepeninggalan Minho, Yoona menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Memejamkan kedua matanya dan berusaha menenangkan pikirannya.

“Apakah keputusan yang kuambil ini salah?” gumamnya lirih.

*****

Dua hati itu tengah bimbang. Kyuhyun dan Yoona, tanpa mereka sadari, hati mereka telah terpaut. Terhubung dengan perasaan cinta yang begitu mendalam. Diawali pertengkaran, namun berakhir manis dengan kehadiran cinta yang mulai bersemi di antara keduanya.

Namun, prahara itu mulai datang. Di saat hati keduanya tinggal beberapa langkah lagi menyatu, Seohyun, yang tak lain adalah cinta pertama Kyuhyun, kembali dengan ambisinya yang menginginkan Kyuhyun untuk menjadi miliknya lagi.

Yoona, gadis yang sebelumnya tampak senang menikmati kebersamaannya dengan Kyuhyun, kini bersedih setelah tahu cinta pertama Kyuhyun telah kembali. Keberadaannya ia yakini hanya menjadi jurang pemisah antara Kyuhyun dan Seohyun. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk memilih pergi dari kehidupan laki-laki yang sangat dicintainya tersebut.

Kyuhyun, laki-laki itu harus segera mengambil keputusan untuk menentukan pilihan hatinya. Jika tidak, semua itu akan terlambat dan hanya akan ada penyesalan di akhir nanti. Yoona ataukah Seohyun? Hanya ada satu nama yang nantinya akan terus berada dalam lubuk hatinya yang terdalam.

*****

Yuri tiba di rumahnya setelah diantarkan pulang oleh Eunhyuk. Saat laki-laki itu berniat pergi, Yuri tampak menarik tangannya, seolah tak ingin laki-laki itu pergi darinya.

“Ada apa?” tanya Eunhyuk bingung.

“Apakah—” Yuri menunduk lemas. “Mereka baik-baik saja?”

Eunhyuk terdiam. Ia tahu Yuri sangat mencemaskan kondisi Kyuhyun dan Yoona, terlebih lagi kondisi Yoona.

Perlahan tangan Eunhyuk menggenggam erat tangan Yuri. Ia berusaha menenangkan gadis yang tengah menunduk di hadapannya tersebut.

“Kau jangan khawatir, mereka pasti baik-baik saja. Kupastikan semua masalah akan segera selesai,” jawab Eunhyuk.

Yuri mengangguk. Perasaannya jauh lebih tenang setelah mendengar penuturan dari Eunhyuk tersebut.

*****

Sulli tengah mengerjakan tugas sekolah di dalam kamarnya. Konsentrasinya buyar karena terus memikirkan masalah yang menimpa kakaknya.

Oppa, pabo! Bagaimana bisa sampai sekarang masih memikirkan Seohyun-eonni? Tidakkah cinta pertamanya itu sudah keterlaluan karena telah mengkhianati dan meninggalkannya begitu saja?” gerutu Sulli kesal.

Sulli menenggelamkan wajahnya di antara kedua tangannya yang terlipat di meja belajar. “Ah, aku sungguh merasa kasihan pada Yoona-eonni. Padahal aku yakin sekali jika oppa jatuh cinta padanya. Aku ingin sekali mereka berdua menjalin hubungan.”

DRRT! Ponsel Sulli berdering hingga membuatnya terkejut lalu bergegas meraih ponselnya yang diletakkan di atas ranjang. Begitu melihat nama Minho tertera di layar ponselnya, raut wajah Sulli berubah ceria.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

Seketika tubuh Sulli terasa kaku saat mendengar cerita dari Minho. “Tidak mungkin.”

“. . .”

“Kau sedang tidak bercanda bukan?” tanya Sulli mulai emosi. “Kenapa mendadak sekali? Kenapa Yoona-eonni tiba-tiba akan pergi ke Jepang?”

BRAK! Sulli menoleh kaget ke arah pintu kamarnya yang tiba-tiba terbuka lebar. Matanya membelalak kala melihat seseorang yang sudah berdiri di depan kamarya dengan raut wajah yang sangat terkejut.

“Sulli, apa yang kau katakan barusan?”

Ponsel Sulli masih dalam keadaan tersambung dengan Minho, tapi gadis itu mengabaikan pembicaraan kekasihnya. Ia kesulitan untuk mengungkapkan semuanya pada kakaknya yang kini sudah berdiri di hadapannya.

Oppa . . .”

“Apa benar—” Kyuhyun tampak menatap tajam ke arah Sulli. “Yoona akan pergi ke Jepang?”

-TBC-

Oke, sekarang publish kelanjutan FF ini. Lama ya? *banget thor*plak* hehe. Maaf untuk keterlambatannya. Sama seperti FF Look, at Me! , FF ini juga sudah mau tamat. Alur kecepatan ataukah ceritanya yang malah jadi aneh? Hehe
Semoga kalian suka dengan kelanjutannya, gomawo😉

61 thoughts on “Lovely Couple – Chapter 7

  1. zubaidah says:

    Andwee
    Yoona gk boleh pergi
    Kyu knpa masih bingung sih sama perasaannya
    Jelas2 dia udh suka sama yoona
    Knpa masih ragu..
    Buat apa juga masih menoleh kebelakang
    Jika masa depan udh ada didepan mata
    Semoga kyu belum terlambat.

  2. SparEvil says:

    Daebak eon :’) aku hrap yoona gk ke jepang..dan di kyu hrus cpet” ngungkapin prsaannya sblum t’lmbat😀 dan seohyun jgan kalah xD dy hrus tetep ngrebut kyu eon byarr crtanya mkin asik xD wkwk..jgan lama” eon part slnjutnya :’) FIGHTING !!

  3. raegyu says:

    Tiba2 ud TBC aj..
    smkin pnsran sma klnjutannya..
    Next brhrap kyu uda ykin sma prsaannya k yoona..d tnggu jga ending look at me sma prince as bodyguard..

  4. Iin (@Iinjonghae) says:

    Aduuhh gemes banget sama si kyu, tega banget sih masih bimbang mau milih siapa?!
    Udah jelas Yoong yang lebih baik drpada seo yang udah nyakitin, masih aja kedeeer -_-
    udah cepet kejar YoonA eonni, terus nyatain cinta ke YoonA eonni di depan Seo! Biar tau diri! *greget mode on*
    Bagus thooorrr.. Lanjuut!

  5. Cindy KyuNa Musketeers says:

    kereeeen,aish tinggal dikit lagi malah pengacau dateng (seo) .. kasian kyu bingung milih Yoon ato seo mnding milih aku aja ..keke dtnggu klanjutanya

  6. kyunababy says:

    KYAAAA!!!! Kyuhyun pabo -__- cepetan sadar dong, terus cegah Yoona pergi ke jepang. Ngapain bimbang sih? Udah jelas” cintamu itu buat Yoona bkn se0……… *emosi* *maap thor abisnya gemes hehe😛

  7. Warda (Kim Kyu Na) says:

    Tulisan-tulisanmu selalu membuatku penasaran eonni … Lanjutkan menulis yaa🙂
    Berharap Happy Ending nih🙂

  8. weirdogaem says:

    ahhh elaah, padahal udah sedikit lagi kan tuh KyuNa… damn u, Seo!!! * kbawa emosi*

    Waaah Yoong ke jepang. Ppali Kyu!!! susul Yoong, jngan biarin dia pergi. Palpali!!!! * reader heboh sendiri * xD

    seruu seruu. kajja kajja!!! cepet dilanjut.
    ditunggu yaa part selanjutnya. Hwaiting!!!

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s