[Twoshoot] Love in First Sight – Chapter 1


love_in_first_sight

Title : 

“Love in First Sight”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Jung Krystal F(X)

Lee Taemin Shinee

Choi Siwon Super Junior

Genre :

Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Cinta pada pandangan pertama bisa datang kapan saja dan dimana saja

Tidak peduli siapapun orangnya

Love in first sight

Selalu memberikan nuansa cinta yang begitu menyenangkan

BRAK! Suara pintu yang ditutup secara keras membuat semua orang menoleh ke arah gadis yang melakukannya.

“Ada apa dengan adikmu?”

Im Yoona, gadis itu hanya mengangkat bahunya pelan menanggapi pertanyaan ibunya.

“Coba kau temui dia,” ucap Mrs. Im.

Ne, eomma . . .” jawab Yoona. Ia pun beranjak dari posisinya dan berjalan menuju kamar adiknya, Im Soojung, atau biasa dipanggil Krystal.

Yoona berhenti di depan kamar adiknya. Ia yang berniat langsung membuka pintu kamar Krystal, tampak terdiam sejenak ketika mendengar suara tangisan dari dalam kamar Krystal.

“Kali ini ada apa lagi dengannya?” gumam Yoona lirih. “Krystal, bolehkah aku masuk?”

Ne . . .” Suara Krystal terdengar pelan diiringi isak tangis. Yoona semakin penasaran dengan kondisi adiknya tersebut. Perlahan ia membuka pintu kamar Krystal dan mendapati beberapa lembar tissue sudah berserakan di lantai. Bola mata Yoona tampak membulat melihatnya.

“Apa yang terjadi?” tanya Yoona penasaran.

Krystal justru tidak menjawab. Gadis itu masih terisak sembari mengusap air matanya dengan tissue.

“Krystal . . .”

“Aku ingin putus!” teriak Krystal tiba-tiba.

Yoona mengernyitkan dahinya. “Putus? Maksudmu dengan Taemin?”

Krystal mengangguk. “Kesabaranku sudah habis, eonni. Aku ingin mengakhiri hubunganku dengannya.”

Yoona langsung mengambil posisi duduk di sebelah Krystal. “Hei, kau jangan terburu-buru mengambil keputusan. Kali ini masalah apa lagi?”

Krystal memandangi Yoona yang terlihat sudah duduk di sebelahnya. “Ini sudah kesekian kalinya dia mengingkari janji, eonni. Seharusnya hari ini dia datang menemuiku di cafe yang sudah kami sepakati. Tapi apa? Aku sudah menunggunya hampir 3 jam tapi dia tidak datang sama sekali.”

Yoona menghela nafas. Dugaannya tepat. Masalah yang sama kembali menimpa hubungan Krystal dengan kekasihnya, Lee Taemin.

“Apa kau tidak bosan, marah pada Taemin hanya karena ingkar janji? Datang terlambat di acara kencan kalian, bukankah itu sudah biasa?”

Krystal langsung menatap tajam ke arah Yoona. “Kau tahu sudah berapa kali dia melakukan kesalahan ini?”

Yoona meringis. “Lima kali.”

“Kesabaranku pun ada batasnya. Kali ini, kurasa aku tidak bisa memaafkannya,” balas Krystal tegas.

Yoona tersenyum. “Tapi . . . meskipun Taemin memang orang yang tidak pernah tepat waktu, kurasa hatinya sangat tulus padamu. Kalian sudah menjalin hubungan hampir dua tahun. Tidakkah rasanya menyedihkan jika kau harus berpisah dengannya hanya karena masalah ini?”

Krystal terdiam. Ia menyadari perkataan Yoona ada benarnya.

“Aku tahu persis kau sangat menyukai Taemin. Hanya karena ini kau mau berpisah dengannya? Aku tahu, kau paling tidak suka terhadap orang yang ingkar janji ataupun tidak tepat waktu. Taemin hanya membutuhkan waktu untuk memperbaiki sikapnya. Dia pasti bisa dan tidak akan mengulanginya lagi. Berilah dia kesempatan sekali lagi, walaupun itu mungkin kesempatan terakhir baginya,” lanjut Yoona menasehati Krystal.

Krystal terdiam. Ia seolah larut dalam nasehat yang diberikan kakaknya. DRRT! Dering ponselnya membuat Krystal terkejut. Ada sebuah pesan masuk untuknya.

Bisakah kita bertemu?

Taemin-

Yoona penasaran ketika melihat raut wajah Krystal yang berubah.

Wae?

“Dia ingin bertemu denganku,” jawab Krystal.

“Taemin? Tunggu apa lagi, jawab saja kau mau bertemu dengannya,” ucap Yoona.

Dengan cepat jari-jemari Krystal menulis balasan untuk Taemin. Yoona tersenyum melihatnya. Ia tahu, adiknya tersebut tidak akan lari dari masalah.

Eotohge? Dia mengajakmu bertemu di mana?” tanya Yoona.

Krystal terlihat fokus pada ponselnya. Tak lama kemudian, balasan dari Taemin pun masuk. Raut wajah Krystal masih terlihat serius.

“Dia ingin bertemu di Kona Beans,” jawab Krystal.

Yoona bertepuk senang. “Bagus. Sekarang, kau bersiaplah . . .”

Krystal justru berbaring di ranjangnya. Hal ini membuat Yoona tampak bingung. “Shireo, kau saja yang menemuinya, eonni . . .”

“Hei, bagaimana bisa aku yang menemuinya? Dia itu kan namjachingu­­­-mu?” tolak Yoona.

Krystal beranjak dari posisinya dan terlihat memohon pada Yoona. “Kumohon eonni, kau yang datang untuk menemuinya. Bantulah adikmu ini.”

Yoona menghela nafas. Ia memang tidak bisa menolak permintaan Krystal jika gadis itu sudah memohon demikian.

Arraseo, arraseo. Aku akan pergi untuk menemuinya,” jawab Yoona.

*****

“Apa katamu? Aku menggantikanmu untuk pergi menemui yeojachingu­-mu?”

Laki-laki itu tampak menoleh kaget ke arah sepupunya, Lee Taemin.

“Kumohon hyung . . . bantu aku kali ini saja,” pinta Taemin.

Cho Kyuhyun, ia terlihat bingung sekaligus tidak mengerti dengan sikap sepupunya yang terkesan lari dari masalah.

“Kau ini, kenapa tidak selesaikan sendiri masalahmu? Mulailah dari merubah kebiasaanmu yang selalu tidak tepat waktu. Wajar saja jika yeojachingu­-mu marah padamu. Mana ada gadis yang tahan menunggu kekasihnya hampir 3 jam. Kau ini benar-benar kelewatan,” balas Kyuhyun.

“Aku tahu. Tapi, tadi ada hal penting yang harus kukerjakan lebih dulu, hyung,” ucap Taemin.

“Memangnya hal apa yang kau utamakan daripada yeojachingu-mu sendiri?” tanya Kyuhyun penasaran.

Taemin terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Taemin . . .”

“Aku mengikuti wawancara untuk studi ke Inggris,” jawab Taemin kemudian.

Mata Kyuhyun membulat saat mendengar jawaban dari Taemin tersebut. “Wawancara?”

Taemin mengangguk. “Aku lolos seleksi beasiswa untuk melanjutkan studi ke Inggris, hyung.”

Seketika wajah Kyuhyun berubah cerah. “Jinjja? Jadi, kau benar-benar akan melanjutkan studimu ke Inggris?”

Ne,” jawab Taemin sembari tersenyum miris.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. Ia terlihat bingung dengan raut wajah Taemin yang sedih. “Hei, kenapa wajahmu justru terlihat sedih? Bukankah ini kabar menggembirakan?”

Taemin terdiam. Seolah sulit untuk meluapkan masalah yang sedang menderanya.

“Ah, aku tahu sekarang. Alasan kenapa kau menyuruhku untuk menemuinya, kau takut jika Krystal akan marah saat kau menjelaskan tentang wawancara beasiswamu ini bukan? Kau takut akan terbawa emosi dan tidak bisa mengendalikan semuanya, karena kau sendiri juga merasa berat jika harus berhubungan jarak jauh dengannya. Begitu?”

Taemin mengangguk pelan. “Ne, kau benar, hyung.”

Kyuhyun menghela nafas. “Baiklah, biar aku yang pergi menemuinya.”

Gomawo, hyung. Temui dia di Kona Beans . . .”

*****

Kona Beans

Yoona tampak menunggu di salah satu meja pengunjung. Sesekali ia memperhatikan sekeliling. Tempat terlihat ramai pengunjung. Untuk menghilangkan rasa bosannya, ia sudah lebih dulu memesan cappuchino kesukaannya.

Tak lama kemudian, datang seorang laki-laki yang berperawakan tinggi menghampirinya. Yoona memperhatikan laki-laki itu dari bawah hingga atas. Jika dilihat sekilas, wajahnya memang mirip Taemin. Tapi, ia yakin orang itu bukan Taemin. Lalu siapa?

“Kau Krystal?” tanya laki-laki itu padanya.

“Aku . . .”

Mianhae, Taemin tidak bisa datang. Aku langsung ke pembicaraan inti saja,” jawab laki-laki tersebut.

Yoona sempat kaget saat mendengar laki-laki itu tidak memberikan kesempatan padanya untuk berbicara.

“Taemin, kenapa dia tadi datang terlambat dalam acara kencan kalian, itu karena dia harus mengikuti wawancara beasiswa studi ke Inggris. Sebelumnya ia ingin memberitahumu terlebih dahulu, tapi karena banyak hal yang harus ia persiapkan, ia justru lupa memberitahumu. Barulah ia teringat setelah selesai wawancara.”

“Lalu?”

Laki-laki itu kembali antusias menceritakan duduk permasalahan sebenarnya pada Yoona. Saat memperhatikan ekspresi laki-laki di depannya, Yoona berusaha mati-matian menahan tawa. Bagaimana tidak? Sejak tadi, orang itu masih menganggapnya Krystal sehingga terlihat bersemangat sekali.

“Tentu saja, ia kembali melakukan kesalahan yang sangat kau benci. Membuatmu menunggu selama 3 jam. Kau pasti marah padanya?”

Inilah saat yang ditunggu Yoona untuk mengerjai laki-laki di hadapannya.

“Aku sama sekali tidak marah,” jawab Yoona.

Tepat dugaan Yoona. Wajah laki-laki itu terlihat kaget sekaligus bingung.

Jinjja? Kau tidak marah? Memangnya kau tidak lelah menunggunya selama 3 jam?”

Yoona menggeleng. Kali ini ia sungguh kesulitan untuk menahan tawa. “Tentu saja tidak. Karena aku tidak menunggunya.”

Laki-laki itu kembali menatap bingung ke arahnya. “Apa maksudmu?”

Yoona berdeham sembari tersenyum. “Sebenarnya . . . aku ini bukan Krystal. Aku kakaknya.”

Laki-laki itu tercengang. Ekspresinya benar-benar terlihat seperti orang bodoh. Yoona pun tak dapat lagi menahan tawanya.

“Kau bukan Krystal?” tanyanya masih tidak percaya. “Kenapa tidak bilang dari tadi?”

Yoona menghentikan tawanya. “Kau sama sekali tidak memberiku kesempatan untuk bicara. Bagaimana caranya aku memberitahumu?”

Laki-laki itu tampak tertunduk. Rasanya benar-benar malu dan terlihat konyol.

Mianhae, aku tidak bermaksud membuatmu terlihat bodoh seperti ini,” ucap Yoona kemudian. Walaupun ia masih tertawa kecil di hadapan laki-laki itu.

Jeongmal mianhae, aku sama sekali tidak tahu jika kau kakaknya Krystal. Karena sebelumnya, aku sendiri juga belum pernah bertemu dengan Krystal . . .”

“Kau temannya Taemin?” tanya Yoona menebak.

“Ah, aku sepupu Taemin. Cho Kyuhyun imnida . . .”

Yoona menyambut uluran tangan laki-laki yang baru diketahuinya bernama Kyuhyun tersebut. “Im Yoona imnida.”

“Baiklah, Yoona. Seperti yang sudah kuceritakan padamu sebelumnya, Taemin sama sekali tidak bermaksud menyakiti adikmu. Kau bisa memahaminya?” tanya Kyuhyun.

Yoona mengangguk. “Ne, nanti akan kusampaikan pada Krystal. Oh iya, Krystal memang sempat emosi dan berniat untuk mengakhiri hubungannya dengan Taemin. Tapi, kau bilang saja pada Taemin untuk jangan terlalu memikirkan masalah ini. Biar aku yang menenangkan Krystal.”

Kyuhyun mengangguk. “Baiklah.”

Yoona mengambil tas lalu beranjak dari posisinya dan bersiap untuk meninggalkan cafe. “Kalau begitu, aku pamit.”

Kyuhyun tersenyum. “Ne, sampai juga lagi.”

Keduanya tampak memandang satu sama lain dengan senyum mengembang di wajah masing-masing.

Kyuhyun tampak fokus memperhatikan punggung Yoona yang terlihat semakin menjauh. Ia tersenyum. “Dia gadis yang cantik.”

*****

Yoona kembali ke rumah menjelang jam makan malam. Begitu ia masuk ke kamar, Krystal langsung menghampirinya dan terlihat penasaran.

Eonni, kau sudah bertemu dengan Taemin?” tanya Krystal.

Mendengar pertanyaan yang dilontarkan adiknya, Yoona langsung menoleh dengan senyum yang dipaksakan.

“Kalian ini benar-benar pasangan yang sehati? Menyuruh orang lain untuk menyelesaikan masalah kalian. Dasar,” ucap Yoona.

Krystal terdiam. “Apa maksudmu?”

“Taemin tidak datang. Ia menyuruh kakak sepupunya yang datang,” jawab Yoona.

Mwo? Maksudmu Kyuhyun-oppa?”

Yoona mengangguk. “Kau sudah mengenalnya?”

Krystal menggeleng. “Ani, aku hanya tahu namanya dan melihatnya dari foto yang diperlihatkan Taemin. Lalu, apa yang dikatakannya padamu?”

“Taemin datang terlambat, karena dia harus melakukan wawancara untuk beasiswa studi ke Inggris,” jawab Yoona.

Krystal tercengang. “Wawancara? Kenapa dia tidak bilang padaku sebelumnya?”

Yoona tersenyum. “Dia bermaksud memberitahumu sebelumnya, tapi karena banyak hal yang harus dipersiapkan, dia sampai lupa. Taemin baru ingat setelah selesai melakukan wawancara.”

Krystal terdiam. Raut wajahnya terlihat merasa bersalah karena sempat emosi sebelumnya dan salah paham terhadap Taemin.

“Kau merasa bersalah padanya?” tanya Yoona.

Ne, eonni . . .” jawab Krystal lirih.

“Tunggu apa lagi, bertemulah dengannya dan selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin,” lanjut Yoona.

Krystal tersenyum. “Kau benar, eonni.”

*****

“Krystal ingin mengakhiri hubungan kami?” tanya Taemin kaget saat mendengar cerita Kyuhyun.

“Tenanglah. Kakaknya bilang akan menenangkan Krystal agar tidak terbawa emosi karena kesalahpahaman ini,” jawab Kyuhyun.

Taemin menoleh kaget ke arah Kyuhyun. “Kakaknya?”

Seketika raut wajah Kyuhyun berubah kesal. “Kau dan kekasihmu itu sama saja. Menyuruh orang lain untuk menyelesaikan masalah kalian. Aku hampir mati karena malu tahu!”

“Apa maksudmu, hyung?

“Aish, anak ini,” ucap Kyuhyun kesal karena Taemin tidak paham. “Kau menyuruhku untuk pergi menemui Krystal bukan? Kekasihmu juga sama. Dia menyuruh kakaknya untuk menemuimu.”

“Jadi, Yoona-noona yang pergi menemuimu?” tanya Taemin kaget sekaligus tersenyum.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya saat melihat reaksi Taemin. “Aku benar-benar malu karena bercerita panjang lebar pada orang yang kukira adalah Krystal.”

Tawa Taemin pun meledak. “Mianhae, hyung! Aku juga tidak tahu kalau Krystal menyuruh kakaknya yang datang.”

“Kalian ini benar-benar sehati,” balas Kyuhyun masih kesal.

Taemin tersenyum. “Tapi, bagaimana menurutmu?”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “Bagaimana apanya?”

“Tentu saja Yoona-noona,” jawab Taemin. “Tidakkah dia sangat cantik?”

Kyuhyun terdiam sejenak. Raut wajahnya perlahan tampak memerah. “Ne, dia sangat cantik.”

“Kau kencani saja dia. Yoona-noona belum memiliki kekasih. Sama sepertimu, hyung . . .” ucap Taemin sambil terkekeh.

Kyuhyun tidak menjawab. Tapi dengan melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang berseri-seri, Taemin bisa menebak jika kakak sepupunya itu terlihat tertarik dengan Yoona.

*****

Yoona bersiap tidur saat menyadari malam semakin larut. Saat ia akan menarik selimutnya, ia kembali teringat pertemuannya dengan Kyuhyun. Tanpa sadar ia tersenyum tiap kali mengingatnya. Ia juga menyadari debaran jantungnya yang terasa aneh kala mengingat wajah Kyuhyun yang begitu tampan. Yoona memegang pipinya yang terasa panas.

“Apa aku jatuh cinta pada pandangan pertama?” gumamnya lirih sembari tersenyum.

Senyuman Kyuhyun terus terngiang dalam pikiran Yoona. Membuat gadis itu yang semula sudah bersiap tidur kembali beranjak dari posisinya.

“Ah, perasaan aneh apa ini?”

Di tempat yang berbeda, hal sama juga tengah dirasaan oleh Kyuhyun. Walaupun waktu sudah menunjukkan jam 12 malam, tapi Kyuhyun belum juga tidur. Ia hanya berbaring sembari menatap langit di kamarnya. Wajah cantik Yoona terus terngiang dalam pikirannya.

“Untuk pertama kalinya aku merasakan debaran jantung yang begitu kuat, hanya karena dirimu . . .” ucap Kyuhyun lirih.

Kyuhyun beranjak dari posisinya lalu tersenyum. “Kurasa aku telah jatuh cinta padamu.”

ooOoo

Akhir minggu ini, sesuai dengan rencana, Krystal akan pergi menemui Taemin untuk menyelesaikan masalah keduanya. Krystal berniat mengajak Yoona. Sementara Taemin akan mengajak Kyuhyun. Tentu rencana ini tidak diketahui oleh Yoona dan Kyuhyun bahwa keduanya akan bertemu kembali.

Yoona dan Krstal tengah menunggu di salah satu meja pengunjung di Kona Beans.

“Kenapa kau mengajakku segala?” tanya Yoona sedikit kesal.

Krystal tersenyum. “Biar saja. Aku ingin kau menemaniku.”

“Menemanimu dan Taemin berkencan?” cibir Yoona dengan emosinya. Krystal hanya meringis melihat raut wajah kakaknya tersebut.

“Krystal!”

Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang memanggil Krystal, hingga membuat keduanya menoleh ke arah sumber suara tersebut. Raut wajah Krystal tampak ceria begitu melihat Taemin sudah datang. Sementara Yoona tampak shock ketika melihat laki-laki yang berjalan di belakang Taemin adalah Kyuhyun. Reaksi yang sama juga diperlihatkan Kyuhyun ketika melihat Yoona sudah duduk bersama Krystal.

“Hai, noona . . .” sapa Taemin pada Yoona. Lalu melirik ke arah Kyuhyun yang masih berdiri di sebelahnya. “Hyung! Kenapa kau masih berdiri? Duduklah!”

Kyuhyun terlihat kaku menanggapi Taemin. Ia pun duduk di kursi kosong di sebelah Yoona. Keduanya terlihat canggung, hingga membuat Krystal dan Taemin tersenyum geli.

“Sebenarnya, kami ingin membuat pengakuan,” ucap Krystal kemudian.

Yoona dan Kyuhyun saling memandang dan terlihat bingung.

“Kemarin, kami sudah resmi berbaikan. Semua masalah sudah selesai. Krystal memaafkanku dan sama sekali tidak keberatan untuk menjalin hubungan jarak jauh denganku. Selain itu, aku juga sudah berjanji untuk merubah kebiasaanku yang selalu tidak tepat waktu,” lanjut Taemin.

“Jadi, hari ini kami akan berkencan. Kalian berdua bisa pergi bersama, jika tidak mau menjadi obat nyamuk bagi kami,” ucap Krystal sambil terkekeh. Begitu juga dengan Taemin yang tampak tersenyum di sebelahnya.

MWO?” Yoona dan Kyuhyun berteriak bersamaan saat mendengar penuturan Krystal tersebut. Keduanya hanya saling memandang satu sama lain, kemudian melirik sinis ke arah sepasang kekasih yang sudah mempermainkan mereka.

*****

Yoona tengah berjalan menyisiri taman pusat Seoul ditemani oleh Kyuhyun. Hatinya masih kesal karena perbuatan Krystal.

“Dasar! Tega sekali mengusir kakaknya hanya untuk berkencan. Siapa yang menyuruhku untuk menemaninya tadi? Benar-benar keterlaluan . . .” gerutu Yoona kesal.

Kyuhyun tersenyum geli melihat sikap Yoona tersebut.

“Apa kau tidak kesal pada Taemin?” tanya Yoona saat melihat raut wajah Kyuhyun yang justru terlihat biasa saja dibandingkan dirinya.

Kyuhyun mengangguk. “Aku sudah hafal sifat Taemin. Dia memang selalu berbuat seenaknya.”

Yoona mengerucutkan bibirnya. “Mereka berdua memang sejoli yang cocok. Sama-sama suka mempermainkan perasaan kakaknya.”

Kyuhyun tidak dapat lagi menahan tawanya ketika melihat sikap lucu dari Yoona tersebut.

“Kau senang?” tanya Kyuhyun. Walaupun terlihat marah, namun Yoona tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya terhadap kebahagiaan yang tengah dirasakan Krystal dan Taemin.

Yoona menoleh sembari tersenyum. “Ne, aku sangat senang. Melihat kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh adikku, aku pun juga ikut merasa bahagia.”

Tanpa disadari Yoona, Kyuhyun sedari tadi terus memperhatikannya. Laki-laki itu tersenyum.

Wae?” Perlahan Yoona menyadari bahwa Kyuhyun tengah memperhatikanya.

Kyuhyun menggeleng pelan, tapi tetap dengan gurat senyum di wajahnya. “Bagaimana dengan kebahagiaanmu sendiri?”

DEG! Pertanyaan Kyuhyun membuat hatinya terasa sesak. Gadis itu perlahan berjalan menuju sebuah kursi taman. Kyuhyun yang melihatnya menyadari telah melontarkan pernyataan yang kurang tepat pada gadis di hadapannya tersebut.

“Apakah aku salah bicara?” tanya Kyuhyun berhati-hati.

Yoona menggeleng pelan. “Aku hanya sedang memikirkan sesuatu saja.”

Dahi Kyuhyun mengernyit. “Memikirkan sesuatu? Apa?”

“Kebahagiaanku sendiri,” jawab Yoona kemudian. “Apa yang membuatku bahagia, sudah hampir tiga tahun aku tidak merasakannya. Bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?”

Kyuhyun terdiam, dilihatnya wajah serius Yoona yang tengah menatapnya. Ia pun mengangguk dan mempersilakan Yoona untuk berbagi cerita dengannya.

“Tiga tahun yang lalu, aku masih memiliki kebahagiaan yang kukira akan bertahan sampai sekarang. Ternyata aku salah. Kebahagiaan itu langsung hilang begitu saja meninggalkanku. Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk melupakannya dan lebih mengutamakan kebahagiaan adikku dibandingkan kebahagiaanku sendiri,” ucap Yoona.

Kyuhyun terlihat serius mendengarkan cerita dari Yoona. Walau begitu, ia masih belum paham dengan maksud dari cerita gadis itu.

“Bolehkah aku tahu, sebenarnya kau sedang membicarakan apa? Mianhae, aku masih belum bisa menangkap dari apa yang kau ceritakan,” kata Kyuhyun.

Yoona menghela nafas, lalu menoleh ke arah Kyuhyun dengan senyum di wajahnya. “Mantan kekasihku.”

DEG! Hati Kyuhyun terasa sesak mendengarnya. Laki-laki itu tampak terkejut luar biasa begitu mengetahui bahwa Yoona tengah membicarakan mantan kekasihnya.

“Mantan kekasihmu?”

Yoona menunduk. “Mianhae, jika aku justru bercerita tentang mantan kekasihku padamu. Sebenarnya, ini sangat tidak pantas.”

Ani, aku sama sekali tidak keberatan untuk mendengarkannya. Kurasa itu akan jauh lebih baik jika kau menceritakan semua masalah yang tengah kau rasakan, daripada kau memendamnya sendiri,” balas Kyuhyun.

Yoona memperhatikan raut wajah Kyuhyun dengan seksama. Ia menyadari jantungnya tengah berdebar kencang saat ini. Walaupun baru bertemu dengan Kyuhyun du kali, namun ia tidak bisa berbohong jika Kyuhyun telah menarik perhatiannya. Apakah kali ini ia telah kembali menemukan kebahagiaannya yang hilang pada diri Kyuhyun?

“Kyu . . .” Yoona tampak menggigit bibirnya. Gadis itu terlihat menyembunyikan wajah merahnya di hadapan Kyuhyun.

“Apa? Katakan saja,” balas Kyuhyun.

“Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat lagi?” tanya Yoona kemudian.

Wajah Kyuhyun memerah seketika saat mendengar permintaan Yoona tersebut. Dilihatnya Yoona yang tengah menunduk seolah tak berani mengangkat wajahnya di hadapan Kyuhyun.

Perlahan tangan Kyuhyun tampak menggenggam erat tangan Yoona. Membuat gadis itu tersentak dan menatapnya kaget.

“Tentu saja. Aku pun juga ingin mengenalmu lebih dekat lagi,” jawab Kyuhyun sembari tersenyum.

Keduanya tampak tersipu malu dengan senyum yang menghiasi wajah mereka.

*****

Cinta pada pandangan pertama. Perasaan yang sangat tepat untuk menggambarkan suasana hati Kyuhyun dan Yoona. Berawal dari pertemuan tak terduga karena ulah Krystal dan Taemin, hubungan keduanya menjadi dekat. Siapapun seolah tak bisa menghalangi cinta yang mulai bersemi di antara keduanya. Namun, tak ada yang menduga, jika masa lalu Yoona, kembali datang dan menjadi ancaman bagi kelangsungan hubungan keduanya.

ooOoo

Hubungan pertemanan Yoona dan Kyuhyun sudah berjalan hampir 6 bulan. Kyuhyun semakin tidak bisa menahan lagi perasaannya pada Yoona. Malam minggu ini, Kyuhyun berniat mengungkapkan perasaannya pada Yoona. Ia sudah mengajak Yoona untuk bertemu di Namsan Tower.

“Apakah aku perlu membelikannya sesuatu?” tanya Kyuhyun pada Taemin yang tengah menonton di ruang tengah.

Taemin menoleh ke arah Kyuhyun yang dilihatnya tengah merapikan pakaiannya. Ia pun tersenyum melihatnya.

“Apa yang kau tertawakan?” tanya Kyuhyun kesal.

“Kau terlihat keren, hyung . . .” jawab Taemin terkekeh. “Apakah malam ini kau akan mengungkapkan isi hatimu padanya?”

Kyuhyun mengangguk. “Tentu saja.”

“Kalau begitu, mampirlah ke toko bunga dan belilah seikat bunga mawar untuknya. Dia pasti suka,” balas Taemin.

Seketika raut wajah Kyuhyun berubah cerah. Ia pun tersenyum ke arah Taemin. “Kau benar. Kalau begitu aku pamit.”

Taemin mengangguk. Sebelum Kyuhyun keluar dari rumah, ia sedikit berteriak dari ruang tengah. “Semoga berhasil, hyung!

Suasana hati Kyuhyun semakin baik setelah mendengar dukungan yang diberikan sepupunya. Ia pun bergegas pergi menuju toko bunga untuk membeli seikat bunga mawar sesuai saran Taemin. Malam ini, Kyuhyun sudah siap untuk mengungkapkan seluruh isi hatinya pada Yoona.

Di tempat yang berbeda, Yoona tengah berdandan rapi di kamarnya. Krystal yang melihatnya tampak tersenyum memandangi wajah kakaknya yang terlihat bahagia.

“Kau mau pergi bertemu dengan Kyuhyun-oppa?” tanya Krystal.

Yoona tidak menjawab. Tapi wajah merahnya yang menjawab pertanyaan Krystal.

“Kyuhyun ingin bertemu denganku di Namsan Tower,” jawab Yoona kemudian. “Aku harus bergegas. Aku takut datang terlambat, sampai nanti.”

Krystal memandangi punggung Yoona yang terlihat semakin jauh.

“Semoga kau bisa bahagia dengan Kyuhyun-oppa, eonni. Kuharap, dia bisa menjadi obat dari hatimu yang terluka karena tiga tahun silam,” gumam Krystal lirih.

Yoona memilih pergi dengan menaiki bis dengan pemberhentian yang lokasinya tidak jauh dari Namsan Tower. Begitu turun dari bis, ia berjalan dengan perasaan senang di hatinya. Berusaha mengendalikan debaran jantungnya yang semakin lama semakin kencang.

Saat di tengah perjalanan, tiba-tiba ada sosok laki-laki yang berperawakan tinggi datang mendekatinya. Awalnya Yoona bersikap cuek, namun setelah mengenali laki-laki itu dengan jelas, seketika tubuhnya terasa kaku, membuatnya berdiri mematung dengan tatapan kaget ke arahnya.

Kini laki-laki itu sudah berdiri tepat di hadapannya dengan senyum khas di wajahnya. Bibir Yoona terasa kelu. Kedua matanya tampak masih menatap lurus ke arah pria yang sudah berdiri di hadapannya.

“Kau . . .”

Long time no see, Im Yoona.

-TBC-

Annyeong, kali ini kembali dengan FF Twoshoot. Aneh ya ceritanya? Hehe
Maaf untuk typo dan cerita nya yang kurang hehe.  Untuk kelanjutan FF lain, saya belum bisa menjanjikan kapan segera publish karena belum dilanjut lagi. Semoga kalian bisa bersabar ya ^^v .  Gomawo😉

60 thoughts on “[Twoshoot] Love in First Sight – Chapter 1

  1. Mayang says:

    jdi apa maksud nya ??’
    yoona ngerelain kebahagian dya demi krystal ???!
    hah baru aja KyuNa uda mulai deket dan kayak nya uda mulai ada perasan suka , ehh datang lg pengganggu lgy -_-

  2. Febby Felisha .H. says:

    Siapa ya itu pasti si bang kuda.Semoga kehadiran bang kuda di sini gak bikin hati yoong eonni goyah dari kyu oppa.
    Next and Semangat thor^ ^

  3. MaoKyu says:

    Waaaa….
    Wonnie Oppa datang.. (=.=”)
    Moga Kyu Oppa gak lama2 nunggu Yoong Eonnie…
    Lanjut chingu..
    Hwaiting… ^^

  4. Yoonaddict says:

    Huhuuuyy😀 =D
    bagus bagus,, Lanjutkan..!!
    Tapi aku msih bingung, kok Taemin masih belum berangkat ke Inggris yah? Atou dia lagih liburan? Atou gimanaa?? :p
    mnurut aku sih, akan lebih mudah dimengerti lagi, kalo diceritain juga -atau seenggaknya di’jelasin dikit- tntang beasiswa Taemin
    hehee…

  5. bluekyunamusketeers says:

    aihhh penasaran >.< eon mantan kekasihnya jangan Donghae atau Siwon ya, bosen :3 member EXO gitu😀 #maksa, update soon ne eon, aku akan selalu menunggu kelanjutan fanfic eonni kekeke, FIGHTING!

  6. sastroyoon says:

    kyaaaaaa. dsini kyu lebih pemalu dr yoona ya? mudah2an yoona ngga akan goyah ya walau mantannya dateng lg. ditunggu part brikutnya🙂 author jjang !

  7. RinduforKPop says:

    pria berperawakan tinggi???
    hmm… mari kita main tebak2an… bisa jadi pria itu Siwon atau Changmin… secara dua orang itu punya postur tubuh yang lebih tinggi dari Kyu…
    ah, penasaran…
    ditunggu lanjutannya…

  8. Elvi ( @elvi Chubby ) says:

    Mantan kekasih yoona kah?
    APªª ntar kyuppa lht?
    Aahh,,, bgmn slanjut Ώyå?
    Next part ϑϊ tunggu…
    Look at me N lovely couple sα̩̩̩̩̥α̇̇̇̊ prince as bodyguard…

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s