Prince as Bodyguard – Chapter 6


prncasbdygrd3

Title :

“Prince as Bodyguard”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Other Cast :

Oh Sehun EXO-K

Seo Joo Hyun SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Genre :

Comedy, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

“Kumohon kau jangan pernah mengatakan hal itu lagi,” pinta Kyuhyun. “Ini sangat tidak pantas.”

Yoona seolah mengerti dengan pernyataan Kyuhyun. “Apa karena status—“

“Ne, karena statusku hanyalah seorang pengawal, tidak lebih. Aku merasa tidak pantas untuk menerimanya. Selain itu, jika appamu tahu, dia pasti akan menentang keras,” lanjut Kyuhyun. “Kuanggap kau tidak pernah mengatakannya. Kau pasti hanya terlalu larut dalam kesedihanmu karena Sehun. Kau sama sekali tidak benar-benar mencintaiku. Kau hanya menganggapku sebagai pelarian.”

Kyuhyun kembali berjalan menuju pintu keluar ruang latihan.

SET! Tanpa ia duga, Yoona kembali menghentikan langkahnya. Kali ini dengan satu pelukan erat. Ya, Yoona memeluk Kyuhyun dari belakang. Sangat erat, seolah tidak mau lepas darinya.

“Kau salah. Aku benar-benar telah jatuh cinta padamu, Cho Kyuhyun . . .” ucap Yoona lirih sembari terisak.

-End Previous Story-

Kyuhyun berdiri mematung dan tak bergerak sedikitpun karena Yoona memeluknya. Hening. Tidak ada suara yang keluar dari masing-masing, namun yang terdengar hanyalah suara Yoona yang sedikit terisak. Wanita itu pun seolah mengunci bibirnya dan tak mengeluarkan sepatah katapun.

“Tolong lepaskan,” pinta Kyuhyun kemudian. “Im Yoona.”

Yoona tidak menjawab. Namun perlahan tangannya bergerak hingga menjauh dari tubuh Kyuhyun. Wanita itu hanya menunduk.

Merasakan pelukan Yoona mulai merenggang dan terlepas darinya, Kyuhyun langsung berjalan meninggalkan Yoona tanpa mengatakan apapun. Ada hawa panas yang menyelimuti tubuhnya. Saat hendak keluar dari ruang latihan, tiba-tiba pandangannya kabur. Entah kenapa ia merasa keseimbangan tubuhnya goyah.

BRUK! Yoona yang semula tengah menunduk langsung menatap ke arah depan. Bola matanya membulat sempurna ketika mendapati Kyuhyun jatuh pingsan di hadapannya.

“Kyuhyun!”

Wanita itu bergegas mendekati Kyuhyun, menggoyang-goyangkan tubuhnya berusaha menyadarkan pria tersebut.

“Kyu, buka matamu! Sadarlah!”

Namun Kyuhyun tetap tidak bereaksi dan matanya terus terpejam. Tangan Yoona menyentuh pelan kening Kyuhyun dan merasakan ada hawa panas dalam pria tersebut.

“Panas sekali . . .” gumamnya lirih.

“PENGAWAL! PENGAWAL!”

Ketiga pengawal pribadi Yoona sebelumnya terlihat masuk menghampirinya. Wajah mereka terlihat kaget ketika melihat Kyuhyun yang jatuh pingsan dalam pangkuan Yoona.

“Kepala Pengawal Cho!” seru mereka bersamaan.

“Cepat bawa ke kamarnya!” suruh Yoona. Kemudian perhatiannya tertuju pada Kepala Pelayan Kim yang terlihat menyusul masuk menghampirinya. “Kepala Pelayan Kim, kau segera hubungi Dokter Han.”

“Baik, Nona,” balas Kepala Pelayan Kim.

Dengan bantuan ketiga pengawal pribadi Yoona, Kyuhyun pun segera dipindah ke kamarnya.

*****

Mata pria itu masih terpejam. Keringat mengucur membasahi wajahnya. Tampak Dokter Han, dokter pribadi keluarga Im tengah memeriksa denyut nadi Kyuhyun di samping ranjangnya. Sesekali ia dekatkan stetoskop yang melekat pada tubuhnya pada dada Kyuhyun.

“Dokter Han, bagaimana kondisinya?” tanya Yoona cemas.

“Kau jangan khawatir,” jawab Dokter Han sembari tersenyum. “Kurasa dia hanya kelelahan hingga menyebabkan demam. Kau hanya perlu memberinya obat penurun demam. Setelah itu, berilah ia vitamin untuk memulihkan kondisinya. Aku akan menyiapkan obat dan vitaminnya.”

Yoona masih menatap ke arah Kyuhyun yang terbaring lemah. “Kau yakin dia tidak apa-apa?”

Dokter Han mengangguk. “Ne, dia baik-baik saja, Nona . . .”

Yoona menghela nafas lega, kemudian kembali memperhatikan Kyuhyun. “Baiklah, Dokter Han. Aku sangat berterima kasih padamu,” balas Yoona.

Setelah memberikan obat dan vitamin yang dijanjikan, Dokter Han pun pergi meninggalkan kediaman Yoona dengan diantar oleh salah satu pengawal hingga ke depan pintu rumah. Sementara Yoona terlihat masih setia menunggu di samping ranjang Kyuhyun, ditemani kedua pengawal pribadinya dan Kepala Pelayan Kim.

“Nona, sebaiknya Nona juga beristirahat. Nona terlihat lelah,” ucap Kepala Pelayan Kim mengingatkan.

“Kepala Pelayan Kim benar. Kepala Pengawal Cho, biar kami yang menjaganya,” jawab salah satu pengawal pribadi Yoona.

Yoona menggeleng. “Shireo! Aku ingin tetap di sini sampai dia sadar.”

Kepala Pelayan Kim tidak bisa berbuat apa-apa ketika Yoona sudah berkata demikian. Wanita paruh baya itu pun terlihat mengajak kedua pengawal pribadi Yoona untuk mengikutinya keluar dari kamar Kyuhyun.

“Baiklah, jika itu yang memang Nona inginkan. Mereka akan berjaga di depan pintu kamar Kepala Pengawal Cho,” ucap Kepala Pelayan Kim.

Yoona mengangguk. “Arraseo. Kalian boleh keluar.”

Kepala Pelayan Kim dan kedua pengawal pribadi Yoona keluar dari kamar Kyuhyun, meninggalkan sang majikan mereka hanya berdua saja dengan pria yang masih terbaring lemah tersebut.

Yoona kembali memperhatikan Kyuhyun. Ada perasaan bersalah dalam benaknya. Mungkinkah pria itu kelelahan karena dirinya yang selalu menyusahkan Kyuhyun? Ataukah karena ungkapan cintanya pada Kyuhyun di luar kendalinya hingga membuat pria itu stress luar biasa? Entahlah. Jelas kondisi Kyuhyun tersebut sangat dicemaskan oleh Yoona.

Mianhae . . .”

ooOoo

Suara kicauan burung berhasil membangunkan Kyuhyun. Pria yang masih terbaring lemah di ranjangnya itu perlahan membuka kedua matanya. Tangannya tampak mengambil sebuah handuk kecil yang sudah diletakkan di keningnya. Ia mencoba beranjak dari posisinya dan mendapati Kepala Pelayan Kim sudah berdiri di sebelah ranjangnya.

“Kau sudah bangun?”

Kyuhyun terdiam. “Apa yang terjadi?”

“Semalam, kau jatuh pingsan. Dokter Han bilang, kau terkena demam karena kelelahan,” jawab Kepala Pelayan Kim.

Kyuhyun kembali terdiam. Ia memang masih merasakan tubuhnya yang lemas. “Dimana Yoona?”

“Nona sedang belajar menyulam bersama Nona Seohyun,” jawab Kepala Pelayan Kim.

“Seohyun sudah datang?”

Kepala Pelayan Kim mengangguk. “Sebaiknya kau segera sarapan dan meminum vitamin untuk memulihkan kondisimu. Jangan sampai perhatian yang diberikan Nona menjadi sia-sia jika kau sampai jatuh sakit lagi.”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “Perhatian?”

“Sejak semalam, Nona terus berjaga di sampingmu. Kami sudah menyuruhnya untuk kembali ke kamar, tapi dia menolak. Nona ingin menemani sampai kau sadar. Tapi, karena Nona Seohyun sudah datang, terpaksa dia meninggalkanmu . . .” jawab Kepala Pelayan Kim lalu berbalik keluar meninggalkan kamar Kyuhyun.

Kyuhyun terkejut mendengar penuturan Kepala Pelayan Kim tersebut. Ia kembali teringat pengakuan Yoona kemarin. Perlahan, gurat kebahagiaan terlihat di wajahnya. Pria itu kini tengah tersenyum. Seperti ada perasaan cinta yang sedang bergejolak dalam hatinya. Jika benar perasaan Yoona padanya tulus, ia pun tidak bisa menutupi lagi perasaan yang sama pada Yoona bahwa dia juga sangat mencintai wanita tersebut.

*****

“Jika kau ada kesulitan, kau bisa tanyakan langsung padaku . . .”

Yoona, dia hanya tersenyum tipis ke arah Seohyun yang duduk di depannya. Sesuai rencana, Seohyun tengah mengajarinya keterampilan menyulam. Ia terlihat pandai ketika memasukkan benang-benang yang cantik itu dengan bantuan jarum pada selembar kain khusus yang sudah disediakan. Hasil sulaman Seohyun begitu menakjubkan hingga membuat Yoona terpana dibuatnya.

“Kenapa aku tidak melihat Kyuhyun-oppa? Apa dia sedang pergi?” tanya Seohyun tiba-tiba.

CRAS! Yoona merintih kesakitan saat jarinya tanpa sengaja tertusuk oleh jarum. Rupanya ia terlalu kaget mendengar pertanyaan Seohyun tersebut.

“Ah, mianhae! Apa aku mengejutkanmu?” tanya Seohyun panik. Ketiga pengawal Yoona yang ikut mendampingi bergegas mengambil kotak obat untuk Yoona. Seohyun langsung menghentikan darah yang keluar dari jari Yoona yang terluka.

Gomawo,” balas Yoona.

Jeongmal mianhae. Aku sama sekali tidak bermaksud membuat jarimu terluka,” ucap Seohyun merasa bersalah.

Yoona tersenyum. “Gwaenchana. Aku hanya kaget saat mendengar kau mencari Kyuhyun.”

“Itu karena—” Seohyun tampak memutar kedua bola matanya. “Kyuhyun-oppa selalu bersamamu. Aku hanya heran, kenapa hari ini dia tidak menemanimu.”

Yoona terdiam, kemudian kembali melanjutkan sulamannya. “Dia sedang sakit. Kemarin jatuh pingsan karena kelelahan.”

MWO?

“Kau jangan khawatir. Kondisinya tadi pagi sudah jauh lebih baik. Demamnya juga sudah turun. Sebentar lagi pasti akan pulih kembali,” lanjut Yoona.

Seohyun menghela nafas lega. Reaksinya tersebut semakin meyakinkan Yoona jika Seohyun memang menjalin hubungan dengan Kyuhyun.

“Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Yoona.

Seohyun mengangguk. “Ne, katakan saja.”

“Apa kau sudah mempunyai kekasih?”

Hening. Seohyun tampak menatap bingung ke arah Yoona. Sementara Yoona justru terlihat malu karena telah mengeluarkan pertanyaan konyol.

“Aku belum mempunyai kekasih. Tapi, ada pria yang sedang dekat denganku sekarang,” jawab Seohyun sambil tersipu.

Yoona mencerna pengakuan Seohyun tersebut. Pria yang dimaksud adalah Kyuhyun atau Sehun?

“Pria yang sedang dekat denganmu? Temanmu?”

Wajah Seohyun bersemu merah. “Aku tidak tahu apakah ini sudah bisa disebut pertemanan. Kami baru berkenalan selama satu bulan. Kami mulai berkenalan melalui internet, sejak aku masih di Perancis sebulan yang lalu. Kedatanganku kembali ke sini pun, karena kami sudah berjanji untuk bertemu.”

DEG! Dada Yoona terasa sesak. Jika mendengar penuturan Seohyun tersebut, jelas menunjukkan bahwa pria yang dimaksud Seohyun adalah Sehun, sahabatnya sekaligus pria yang dicintainya selama hampir 15 tahun silam. Walaupun kini, hatinya mulai jatuh pada Kyuhyun, tetap saja itu merupakan hal yang paling menyakitkan baginya. Mungkinkah Sehun menolaknya karena lebih memilih Seohyun?

“Seohyun . . .”

Sebuah suara sukses menghentikan kegiatan Yoona dan Seohyun. Keduanya tampak menoleh ke arah pintu. Dilihatnya sosok pria yang terlihat masih sedikit pucat tampak berjalan mendekati mereka.

Oppa . . .” seru Seohyun senang. “Kau sudah sehat?”

Kyuhyun mengangguk sembari tersenyum. Perhatiannya beralih pada Yoona yang terlihat memalingkan wajahnya.

“Kau sudah mulai mengajarinya?” tanya Kyuhyun.

Seohyun mengangguk sembari tersenyum. “Ne, aku sedang mengajarinya menyulam oppa.”

Kyuhyun menoleh ke arah Yoona yang dilihatnya kembali menyulam. Seohyun terlihat mendekati Kyuhyun sembari berbisik.

Oppa, dia tidak bodoh yang seperti kau katakan. Buktinya, aku baru memberinya contoh satu kali, dia langsung bisa mengikutinya. Mungkin memang lamban, karena belum terbiasa,” bisik Seohyun. Kyuhyun tersenyum mendengarnya.

Kedua mata Yoona terus mengawasi Kyuhyun dan Seohyun yang tengah berbicara berdua di hadapannya.

Mianhae, Yoona. Aku harus pergi ke suatu tempat. Kita bisa melanjutkannya lagi lusa,” ucap Seohyun kemudian.

Sesaat ada keterkejutan di raut wajah Yoona. Namun akhirnya, ia hanya mengangguk dan tersenyum. “Ne, arraseo. Gomawo . . .”

Seohyun membereskan barangnya lalu pergi meninggalkan Kyuhyun dan Yoona yang hanya terdiam satu sama lain tanpa berbicara sedikitpun.

Sepeninggalan Seohyun, situasi canggung begitu terasa di antara Kyuhyun dan Yoona.

“Kau sudah sembuh?” tanya Yoona memecah keheningan.

Kyuhyun mengangguk. “Gomawo, Kepala Pelayan Kim bilang kau menemaniku semalaman.”

Yoona terdiam dan tidak berkata lagi. Dalam hati, ia bernafas lega karena Kyuhyun sudah sadar dan kondisinya kembali pulih. Situasi pun kembali canggung.

“Tinggalkan kami sebentar,” ucap Kyuhyun pada ketiga pengawal pribadi Yoona sekaligus anak buahnya. Ketiga pria itu pun hanya mengangguk lalu berjalan keluar dari ruang tengah.

Tiba-tiba Yoona terlihat tersenyum sinis ke arah Kyuhyun. Rupanya sikapnya tersebut berhasil ditangkap oleh pria yang tengah menatap lurus ke arahnya.

“Apa yang sedang kau tertawakan?”

“Kau benar-benar bodoh,” jawab Yoona kemudian.

Dahi Kyuhyun mengkerut mendengar penuturan Yoona tersebut. “Apa maksudmu?”

“Apa kau masih akan mengejar cintamu yang bertepuk sebelah tangan?”

Kyuhyun semakin dibuat bingung dengan pembicaraan Yoona. “Chakkaman, aku sungguh tidak mengerti dengan pembicaraan ini.”

Yoona mendesah. “Jelas-jelas Seohyun sudah menyukai pria lain. Untuk apa kau terus mengejarnya?”

Bola mata Kyuhyun membulat sempurna. Pria itu tampak menatap lekat ke arah Yoona. “Seohyun? Mengejarnya? Kau ini sedang bicara apa? Memangnya siapa yang sedang mengejar Seohyun. Selain itu, apa maksudmu dengan cintaku yang bertepuk sebelah tangan?”

Yoona menatap Kyuhyun dengan tatapan sinis, seolah menilai Kyuhyun benar-benar bodoh di matanya saat itu. “Tentu saja cintamu pada Seohyun yang bertepuk sebelah tangan, pabo!

Tawa Kyuhyun meledak. Reaksinya tersebut mengundang tanya bagi Yoona.

“Apa yang kau tertawakan?”

“Untuk apa aku mencintai sepupuku sendiri. Kau benar-benar aneh . . .”

Yoona mengernyitkan dahinya. “Sepupu?”

Kyuhyun mengangguk sembari mengusap kedua matanya. “Dengar, Seohyun itu adalah adik sepupuku. Wajar jika hubungan kami memang terlihat dekat, selain karena kami sepupu, kami juga sama-sama anak tunggal. Terkadang memang terlihat seperti pasangan kekasih . . .”

MWO?” Leher Yoona terasa tercekat saat mendengar pengakuan Kyuhyun tersebut.

Kyuhyun masih tersenyum melihat reaksi Yoona. “Wae? Apa kau mengira aku benar-benar menjalin hubungan dengan Seohyun? Kau cemburu?”

Wajah Yoona sukses memerah karena malu. “Kata siapa aku cemburu?”

Kyuhyun tak dapat menghentikan tawanya. Senyumnya terus mengembang di wajah tampannya saat menatap Yoona yang dilihatnya tengah salah tingkah.

“Mengaku sajalah . . .” goda Kyuhyun.

Yoona tak bergeming. “Berhenti menggodaku!”

“Kau benar-benar lucu,” ucap Kyuhyun kemudian sembari mengusap wajah Yoona.

Yoona menepis tangan Kyuhyun. Ada rasa kesal dan marah dalam benaknya. “Apa sekarang, kau sedang mempermainkanku?”

Hening. Kyuhyun terkejut dengan penuturan Yoona tersebut. Ia menyadari wanita di hadapannya itu terlihat menatapnya kesal.

“Kemarin kau bersikap acuh, sekarang kau kembali memberi perhatian padaku. Benar-benar sulit dimengerti,” ucap Yoona lalu berbalik dan meninggalkan Kyuhyun. Air matanya menetes tanpa sadar hingga membuatnya buru-buru mengusap kedua matanya.

SET! Langkah Yoona terhenti. Tubuhnya tidak bisa bergerak karena tiba-tiba Kyuhyun memeluknya dari belakang. Nafas pria itu begitu dekat, hingga membuat wajah Yoona kembali memerah.

Mianhae . . .”

Satu kata itu membuat jantung Yoona berdebar kencang. Ia hanya menunduk dan tidak tahu harus berkata apa.

Kyuhyun semakin mempererat pelukannya, mendekatkan wajahnya hingga menempel di pipi Yoona. Kedua matanya tampak terpejam. Entah karena ia terlalu larut dalam perasaanya sendiri atau karena kondisinya yang masih lemas.

“Kyu . . .”

“Tenang dan diamlah. Aku ingin merasakannya lebih lama lagi,” potong Kyuhyun.

Yoona tidak bertanya lagi. Rona merah terus menghiasi wajahnya. Perlahan, sebuah senyum manis tergurat di wajahnya. Ia biarkan kondisi itu dan ikut larut dalam kebersamaan dengan Kyuhyun.

*****

“Kau menjalin hubungan dengan Kyuhyun?”

Yoona hanya tersenyum mendengar pertanyaan yang diucapkan Sooyoung. Sejak kejadian tadi siang, Kyuhyun akhirnya bersedia untuk menjalin hubungan dengannya. Bagi Yoona, tidak peduli status Kyuhyun yang hanyalah sebagai pengawal pribadinya, ia tetap mencintai Kyuhyun apa adanya.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Yoona.

Sooyoung masih terdiam dan terus memusatkan perhatiannya pada Yoona. Keduanya tengah mengobrol santai di kamar Yoona. Seperti biasa, jika ada waktu luang, Sooyoung selalu menemui Yoona.

“Aku hanya bingung,” jawab Sooyoung. “Kau, akhirnya memilih Kyuhyun yang baru kau kenal hampir satu bulan, dan melepaskan perasaanmu pada Sehun yang waktunya jauh lebih lama, hampir 15 tahun.”

Yoona tersipu mendengarnya. Saat ini, ia tengah menyulam saputangan untuk Kyuhyun.

“Hei, Im Yoona . . .”

Tangan Yoona berhenti sejenak. Dipandanginya wajah Sooyoung secara serius. “Jika kau bertanya, kenapa akhirnya aku mengambil keputusan ini—”

Sooyoung masih menunggu Yoona melanjutkan kalimatnya.

“Aku pun tidak tahu, Soo . . .” jawab Yoona.

MWO?

“Pendapatmu tidak salah. Jika dipikir kembali, kurasa ini gila. Aku, yang telah mencintai Sehun hampir selama 15 tahun, kenapa bisa dengan mudah mencintai Kyuhyun yang baru kukenal hampir satu bulan. Sampai sekarang, aku sendiri juga tidak tahu. Tapi, perasaan itu datang begitu saja dan tidak bisa kukendalikan,” lanjut Yoona.

Sooyoung menutup buku humor yang sedang dibacanya. Wanita itu terlihat penasaran dengan cerita sahabatnya tersebut.

“Kupikir, apakah karena selama satu bulan ini, aku dan Kyuhyun selalu bersama? Tinggal di tempat yang sama, otomatis kita selalu bertemu. Dia selalu menemaniku setiap hari, otomatis kita selalu menghabiskan waktu bersama. Intensitas pertemuanku dengan Kyuhyun, jauh lebih sering dibandingkan dengan Sehun sendiri. Kurasa, itulah alasanku kenapa aku tidak bisa menolak cintaku pada Kyuhyun yang mulai tumbuh dalam hatiku . . .”

Sooyoung tersenyum mendengarnya. Jika itu memang keputusan yang sudah diambil Yoona, ia tidak bisa melarangnya. Sebagai sahabat, ia hanya bisa mendukung keputusan Yoona tersebut.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Yoona.

“Aku menghormati keputusanmu. Tidak kusangka, awalnya kau sangat membenci Kyuhyun, sekarang kau jatuh juga dalam perangkap cintanya,” jawab Sooyoung menggoda Yoona.

“Aish, kau membuatku malu, Soo . . .” ucap Yoona sembari memegang pipinya yang terasa panas.

Sooyoung tertawa. “Selain itu, kalian berdua juga cocok. Kyuhyun sendiri kan pe—”

Hening. Yoona mengernyitkan dahinya karena Sooyoung tidak melanjutkan kalimatnya. “Pe?”

Sooyoung terdiam. Ia kembali teringat pesan Kyuhyun sebelumnya.

“Jangan pernah memberitahukan identitasku yang sebenarnya pada Yoona.”

Seketika Sooyoung langsung tersenyum dan memilih diam. Namun Yoona terlanjur penasaran dengannya.

“Apa yang kau katakan?” tanya Yoona.

Sooyoung menggeleng. “Tidak ada. Lupakan saja.”

Yoona mengerucutkan bibirnya. Ia pun kembali fokus dengan sulamannya. Tanpa diketahuinya, Sooyoung terlihat menghela nafas lega. Hampir saja membocorkan rahasia yang begitu penting pada Yoona.

*****

Di kamar apartemennya, Eunhyuk terlihat tengah fokus menyelesaikan pekerjaannya. DRRT! Pria itu bergegas mengambil ponselnya yang tiba-tiba berdering.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

Eunhyuk tersenyum saat menerima telepon dari Kyuhyun. “Kau rupanya. Kondisimu sudah pulih?”

“. . .”

“Sooyoung yang memberitahuku. Dia tahu dari Yoona,” jawab Eunhyuk.

“. . .”

Seketika mulut Eunhyuk menganga lebar saat mendengar pengakuan sahabatnya.

“Apa kau bilang?” Eunhyuk masih terlihat shock. “Kau sekarang resmi menjalin hubungan dengan Yoona?”

“. . .”

“Tapi . . . bagaimana bi—” Eunhyuk melihat layar ponselnya dan mendapati Kyuhyun sudah memutus pembicaraan mereka. “Aish, dia mematikan telepon seenaknya! Dasar!”

Eunhyuk masih menatap kesal ke arah ponselnya. “Meneleponku hanya ingin memberitahukan kabar itu padaku, dasar!”

Pria itu terlihat merenggangkan tubuhnya sejenak dan menyenderkannya di kursi. “Ayolah, Kyu. Kapan aku bisa mengetahui apa sebenarnya misimu itu? Kau benar-benar membuatku penasaran.”

DRRT! Ponsel Eunhyuk kembali berdering. Kali ini ada sebuah pesan masuk untuknya.

Mianhae, aku memutus teleponku

Sebentar lagi, kau akan segera tahu misiku

-Kyuhyun-

Eunhyuk tercengang. Kemudian ia tersenyum setelah membaca isi pesan dari Kyuhyun.

“Baiklah, aku tidak sabar lagi ingin segera mengetahuinya . . .”

*****

Kyuhyun terlihat berjalan menyisiri sekeliling kediaman Yoona. Sesekali ia mengunjungi bagian dapur dan juga tempat lainnya untuk memastikan semua pekerjaan yang dilakukan di kediaman Yoona berjalan lancar. Kondisinya sudah membaik. Sebenarnya Yoona menyuruhnya untuk istirahat, tapi pria itu menolaknya.

“Kyu . . .”

Langkah Kyuhyun terhenti begitu mendengar seseorang memanggilnya. Kedua matanya tampak berbinar memancarkan kesenangan saat melihat Yoona sudah berjalan mendekatinya.

“Apa? Kau belum tidur?” ucap Kyuhyun.

Yoona menggeleng. Kedua tangannya terlihat disembunyikan di bagian belakang tubuhnya. Hingga akhirnya bergerak perlahan ke depan dengan sebuah saputangan yang dipegangnya.

“Untukmu . . .”

Tangan Kyuhyun tampak menerima saputangan yang diberikan Yoona. Perlahan ia buka saputangan itu dan melihat sulaman namanya di bagian sudut saputangan.

“Mungkin hasilnya memang kurang rapi, karena aku baru pertama kali membuat sulaman itu. Sejak diajari Seohyun tadi pagi, aku terus mengerjakan sulaman itu selama seharian penuh. Kuharap kau menyukainya,” ucap Yoona.

Kyuhyun tersenyum mendengarnya. “Gomawo, akan kubawa dan kupakai setiap hari.”

Wajah Yoona memerah mendengar penuturan Kyuhyun tersebut. Pria itu tampak masih fokus dengan saputangan pemberian Yoona.

CUP! Kyuhyun terkejut saat merasakan sebuah kecupan di pipi kanannya. Dilihatnya Yoona hanya memandanginya sembari tertawa kecil. Wanita itu pun segera berbalik dan berlari masuk ke kamarnya, meninggalkan Kyuhyun yang terbengong sembari memegangi pipi kanannya. Wajah pria itu tampak bersemu merah.

“Dasar . . .”

Perhatian Kyuhyun beralih pada ketiga pengawal Yoona yang rupanya sejak tadi sudah berdiri tak jauh darinya. Ketiga pria itu hanya tertawa kecil melihat pemandangan romantis yang baru saja mereka lihat.

“Apa yang kalian lihat?” tanya Kyuhyun kembali bersikap biasa. Berusaha menyembunyikan hatinya yang sedang berbunga-bunga di hadapan anak buahnya.

Ketiga pengawal tersebut langsung berbalik meninggalkan Kyuhyun, namun sesekali masih tertawa. Sementara Kyuhyun hanya bisa menahan rasa malunya karena kemesraannya dengan Yoona tertangkap basah oleh anak buahnya tersebut.

Perasaan yang sama juga tengah dirasakan Yoona. Wanita itu terlihat memeluk boneka rillakuma miliknya dan terus membayangkan wajah Kyuhyun. Kemudian memegang pipinya yang terasa panas.

“Aish, kurasa aku terlalu menyukaimu hingga tanpa sadar mendaratkan ciuman di pipimu, Kyu . . .” gumam Yoona lirih.

Ia pun bersorak kegirangan sembari merebahkan tubuhnya di ranjang untuk bersiap tidur. Walaupun kemungkinan Yoona sulit untuk tidur karena perasaannya terlalu senang.

*****

Malam semakin larut. Setelah memastikan Yoona sudah tidur, Kyuhyun bergegas kembali ke kamarnya. Pria itu terlihat duduk termenung di salah satu sofa dekat ranjang tidurnya. Perhatiannya tertuju pada ponselnya yang diletakkan di ranjangnya. Ia pun meraihnya lalu menekan sebuah nomor penting dalam daftar kontaknya.

Yeoboseyo . . .” Terdengar suara pria paruh baya dari seberang.

Kyuhyun terdiam sejenak. Ia seolah menunggu orang yang dihubunginya untuk mengatakan sesuatu lebih dulu padanya.

“. . .”

Ne, Tuan Im. Semua sudah berjalan sesuai rencana, bahkan jauh lebih cepat dari waktu yang kita perkirakan.”

“. . .”

Kedua mata Kyuhyun terbelalak. Entah apa yang didengarnya dari Mr. Im, sesaat ada perasaan sesak yang tengah dirasakan oleh Kyuhyun. Ia pun terlihat berusaha fokus kembali untuk mendengarkan semua perintah selanjutnya dari Mr. Im.

“. . .”

Kyuhyun masih terdiam. Kedua matanya terpejam Kyuhyun mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya. Perintah selanjutnya sudah diberikan oleh Mr. Im padanya.

Ne, arraseo. Aku sudah siap, jika sebentar lagi—” Kyuhyun menggenggam erat saputangan pemberian Yoona. “Aku harus segera meninggalkan rumah ini.”

-TBC-

Yey, akhirnya kelar juga nulis kelanjutan FF ini, hehe. Oh iya, mungkin untuk beberapa hari ke depan, sementara saya break dulu, karena banyak kegiatan di rumah selama lebaran. Ah, sekalian mau ngucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H, saya minta maaf jika selama ini ada kesalahan baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja😀

P.S : Typo, alurnya kecepatan atau ceritanya yang semakin geje? Kkkk . Semoga kalian suka dengan kelanjutannya, gomawo😉

82 thoughts on “Prince as Bodyguard – Chapter 6

  1. @RickaAsnita says:

    Apakah ini udah 6 bulan? Eeemm enytal laa, dichap ini aku udah bisa nebak sehun oppan sama seo unnie, sedangkan hyuk oppa sama soo unnie, itu tebakan ku aja sih, tp tambah lagi penasara, apa kenapa appa yoon unnie nyuruh kyu oppa untuk pergi apakah udah 6bln, teruss apa misinyaaaaaa, omo… ga sabar^^

  2. safira says:

    annyeong eonn, maaf bru bsa coment, coment d hp error. jdi gk smpet coment FF ini deh. ceritanya bagus eonn, lnjutin terus yy.. mission of diamond nya jga d lnjutin y eonn. eh, semuanya deh eonn d lnjutin. kkk
    GOMAWO EONNIE..

  3. Ai_evilligator says:

    Bru juga mulai hubngan’a , ko udh mau d pisahin z..
    Gmn sma nasib, yooneonn klo kyuppa pergi??
    Bnr2 pnsaran sma next part’a… ><

  4. Nayla meisya says:

    Jangan-jangan yoona mau dijodohkan ama namja lain,
    wah….gimana nasibnya kyu ya, kan’ baru jadian ama yoona:(
    nggak sabar nih nunggu part selanjutnya,,

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s