Lovely Couple – Chapter 8


lovelycouple4

Title : 

“Lovely Couple”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Choi Minho Shinee

Choi Sulli F(X)

Other Cast :

Lee Hyukjae Super Junior

Kwon Yuri SNSD

Seo Joo Hyun SNSD

Genre :

Comedy, Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

 

-Previous Story-

“Kau sedang tidak bercanda bukan?” tanya Sulli mulai emosi. “Kenapa mendadak sekali? Kenapa Yoona-eonni tiba-tiba akan pergi ke Jepang?”

BRAK! Sulli menoleh kaget ke arah pintu kamarnya yang tiba-tiba terbuka lebar. Matanya membelalak kala melihat seseorang yang sudah berdiri di depan kamarya dengan raut wajah yang sangat terkejut.

“Sulli, apa yang kau katakan barusan?”

Ponsel Sulli masih dalam keadaan tersambung dengan Minho, tapi gadis itu mengabaikan pembicaraan kekasihnya. Ia kesulitan untuk mengungkapkan semuanya pada kakaknya yang kini sudah berdiri di hadapannya.

“Oppa . . .”

“Apa benar—” Kyuhyun tampak menatap tajam ke arah Sulli. “Yoona akan pergi ke Jepang?”

-End Previous Story-

“Kau sudah yakin dengan keputusanmu?”

Yoona, gadis itu hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan pamannya saat mereka tengah makan malam. Sementara Minho tidak berkata apapun dan terus fokus pada makanannya.

Ajussi, ini keputusan yang sudah kuambil. Aku sama sekali tidak ragu. Sudah kuputuskan aku akan pindah ke Jepang,” jawab Yoona.

Kim ajussi memperhatikan Minho yang dilihatnya tidak berkomentar sedikitpun. Pria paruh baya itu langsung menangkap gelagat Minho yang seolah sudah tahu dengan rencana Yoona tersebut.

“Bagaimana dengan kuliahmu?”

Yoona terdiam. “Tentu, aku akan mengundurkan diri dan akan kuliah di Jepang. Appa dan eomma sudah menyiapkan universitas mana yang akan kumasuki nanti.”

SRET! Minho langsung beranjak dari kursinya dan bergegas meninggalkan meja makan. Meninggalkan kakak dan juga pamannya yang hanya menatap bingung ke arahnya.

“Ada apa dengannya?” tanya Kim ajussi.

Yoona tersenyum tipis. Ia tahu, adiknya tersebut tidak suka dengan keputusannya.

Minho berdiri di halaman belakang rumah mereka. Wajahnya terlihat kusut dan tidak semangat. Secara pribadi, ia tahu jika kakaknya pergi ke Jepang untuk menghindari Kyuhyun. Tapi, pada awalnya ia berpikir jika Yoona tidak serius untuk melakukannya, tapi ternyata tidak. Kakaknya tersebut benar-benar akan pergi ke Jepang.

“Minho . . .”

Minho tidak menjawab dan tetap pada posisinya tanpa berbalik ke belakang. Yoona yang melihatnya hanya tersenyum tipis dan berjalan mendekati Minho hingga keduanya berdiri sejajar.

“Kau marah padaku?”

Hening. Minho hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan kakaknya. Ia lebih memilih untuk terus menatap ke arah halaman rumahnya tanpa menoleh sedikitpun pada Yoona.

“Minho . . .”

“Tanpa perlu menjawab, bukankah noona sudah tahu sendiri jawabannya,” jawab Minho kemudian.

Yoona menghela nafas. Ia tahu, adiknya benar-benar marah padanya. “Aku tahu, kau sangat tidak suka dengan keputusanku ini. Tapi, kumohon mengertilah. Ini keputusan yang sudah kuambil dan aku tidak bisa menariknya kembali.”

“Tapi kenapa harus pindah?” Suara Minho sedikit meninggi. “Jika kau hanya ingin menghindari Kyuhyun-hyung, tidakkah lebih baik hanya berlibur saja? Tidak perlu pindah, noona . . .”

Yoona menatap Minho yang kini sudah menoleh ke arahnya. Tangannya perlahan mengusap wajah adiknya dengan lembut. “Mianhae. Hanya ini yang ada dalam pikiranku. Aku tidak tahu lagi harus melakukan apa. Jika aku hanya berlibur, kurasa waktu akan terlalu singkat bagiku untuk melupakannya. Sungguh, Minho. Aku tidak sanggup, jika harus bertemu lagi dengannya.”

Minho tertegun. Dilihatnya kedua mata Yoona yang perlahan mulai digenangi air. Kakaknya tersebut langsung memalingkan wajahnya dan mengusap air mata yang hampir turun membasahi wajahnya. Ia bisa merasakan beban yang sedang ditanggung oleh Yoona. Kali ini, ia pun tidak bisa lagi untuk menahan semua keputusan yang telah diambil oleh kakaknya tersebut.

Ne, arraseo. Jika memang ini keputusan yang kau ambil—” Minho menghela nafas. “Aku tidak bisa menolaknya.”

ooOoo

“Jadi benar? Kakakmu akan pergi ke Jepang?”

Sulli, gadis itu terlihat shock setelah mendengar penuturan dari Minho. Sementara kekasihnya tersebut hanya mengangguk pelan dengan wajah yang terlihat masam.

Noona sudah memutuskan untuk pindah dan akan melanjutkan kuliah di sana,” lanjut Minho.

MWO?” Sulli semakin terkejut mendengarnya. “Pindah?”

“Kali ini aku tidak bisa lagi menolak keputusannya. Noona benar-benar sudah yakin untuk mengambil keputusan ini,” ucap Minho.

“Tapi—” Sulli kehabisan kata-katanya. “Bagaimana dengan nasib kakakku? Begitu dia mendengar kabar tentang rencana Yoona-eonni yang akan pergi ke Jepang, dia sangat shock. Sejak semalam hingga tadi pagi pun dia diam tak bersuara.”

Minho menghela nafas. “Entahlah. Kurasa, kita tidak bisa memaksakan kehendak kita untuk menyatukan kedua kakak kita.”

Sulli terdiam. Perlahan air matanya turun membasahi wajahnya. Minho pun langsung memeluk dan merangkulnya.

*****

Yuri hanya menatap kosong ke arah Yoona yang tengah mengurus berkas pengunduran dirinya.

Kamsahamnida . . .”

Usai menyerahkan berkas miliknya, Yoona tampak membungkuk ke arah petugas administrasi di kampusnya. Gadis itu pun langsung berbalik dan menghampiri Yuri.

Kajja,” ajaknya pada Yuri.

Namun Yuri tidak bergerak ataupun berpindah dari posisinya. Yoona yang sudah beberapa langkah mendahuluinya tampak bingung dan berbalik menghampirinya.

Wae?

Yuri terdiam. Tak lama kemudian, gadis itu terisak dan akhirnya menangis di hadapan Yoona.

“Kenapa kau menangis?” tanya Yoona bingung.

“Kau tega sekali! Kenapa tiba-tiba kau akan pindah ke Jepang tanpa memberitahuku sebelumnya? Kenapa?” bentak Yuri sambil menangis semakin keras.

Yoona berusaha menenangkan Yuri. Akhirnya, ia pun menarik sahabatnya tersebut dan membawanya menuju taman di sekitar kampus. Keduanya tampak duduk di salah satu bangku taman dan mulai berbicara serius.

Mianhae,” ucap Yoona lirih. “Aku tahu kau keputusanku ini sangat mendadak.”

Yuri mengusap kedua matanya, lalu menoleh ke arah Yoona yang kini tengah menunduk.

“Apa yang terjadi?”

Yoona tidak menjawab. Gadis itu masih terdiam dan murung.

“Ini pasti ada hubungannya dengan Kyuhyun,” lanjut Yuri.

“Yuri-ah, aku—”

“Kejadian kemarin, saat kau melihat Kyuhyun dan Seohyun berpelukan. Hal itulah yang membuatmu mengambil keputusan ini untuk menghindarinya. Aku benar kan?” tanya Yuri dengan nada meninggi.

Yoona terdiam, tak lama kemudian ia mengangguk pelan membenarkan tebakan Yuri. Seketika Yuri hanya bisa menghela nafas sembari memandangi sahabatnya.

“Ayolah, semua masalah ini bisa diselesaikan baik-baik. Kau sama sekali tidak tahu kejadian yang sebenarnya. Kurasa Kyuhyun tidak ada niat untuk menjalin hubungan kembali dengan Seohyun. Begitu tahu kau melihat mereka sedang berpelukan, bukankah Kyuhyun langsung mengejarmu? Dia lebih memilihmu daripada Seohyun. Itu sudah jelas jika laki-laki itu menyukaimu, Yoona . . .” jelas Yuri panjang lebar.

Yoona mendesah. “Kau tidak mengerti.”

Dahi Yuri mengkerut. “Apa maksudmu?”

Yoona menunduk. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya lalu mengibaskan rambutnya yang jatuh tergerai.

“Seohyun—” Yoona menoleh ke arah Yuri dengan ekspresi wajah yang terlihat ragu. Sementara Yuri memperhatikan sahabatnya dengan raut wajah penasaran.

Wae?

“Dia pernah datang menemuiku,” jawab Yoona. “Saat itulah, dia meminta padaku untuk menjauh dari Kyuhyun.”

MWO?” pekik Yuri keras. Tangan Yoona refleks langsung membekap mulut Yuri.

“Bisakah kau kecilkan suaramu!” pinta Yoona kesal.

Yuri mengangguk. “Apa Kyuhyun tahu?”

Gadis itu kembali terdiam saat Yuri melontarkan pertanyaan yang sulit baginya. Kemudian ia menggeleng pelan dan sukses membuat Yuri tercengang.

“Kau selama ini merahasiakannya dari Kyuhyun?” tanya Yuri tidak percaya.

Ne . . .”

Yuri terdiam. Kali ini ia dapat merasakan beban yang sedang ditanggung oleh Yoona.

“Karena itulah kau memilih untuk segera pindah ke Jepang?”

Yoona tidak menjawab. Namun perlahan, ia merasakan pandangan matanya yang buram karena air yang mulai menggenangi matanya. Yoona menangis. Yuri langsung memeluknya.

“Ini keputusan yang sangat berat untukku, Yuri. Sejujurnya, aku tidak ingin jauh dari Kyuhyun. Aku sangat mencintainya,” ucap Yoona putus asa.

Yuri mengusap punggung Yoona. Tubuh sahabatnya itu bergetar hebat.

Arraseo, aku tahu jika kau sangat mencintai Kyuhyun begitu juga dengannya yang sangat mencintaimu,” ucap Yuri.

Saat mendengarnya, Yoona langsung melepas pelukannya dari Yuri. Ia pun bergegas mengusap wajahnya.

“Aku tidak tahu, bagaimana perasaannya. Kurasa dia masih mencintai Seohyun. Bukankah dia sedang menunggu kehadiran cinta pertamanya itu,” kata Yoona.

“Tapi—” Yuri berusaha untuk meyakinkan Yoona.

“Sudahlah, kau jangan berusaha menghiburku,” potong Yoona.

Yuri terdiam. Tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk membahagikan sahabatnya tersebut. Keduanya pun bergegas meninggalkan taman untuk mengikuti perkuliahan selanjutnya.

*****

Eunhyuk hanya menatap diam ke arah Kyuhyun yang dilihatnya duduk dengan tatapan kosong di hadapannya. Keduanya tengah menikmati makanan di cafetaria kampus.

“Kyuhyun-ah!” Eunhyuk berusaha memanggil sahabatnya tersebut namun tetap tidak bereaksi.

“Lihat! Itu Yoona!”

Tanpa menunggu diperintah, Kyuhyun langsung menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Eunhyuk. Tapi ia tidak mendapati sosok gadis yang dikatakan oleh Eunhyuk. Seketika mata elangnya langsung menatap tajam ke arah Eunhyuk yang dilihatnya tengah tertawa kecil.

“Kau mengerjaiku!”

Eunhyuk masih tertawa. “Kau sedang memikirkan Yoona. Aku sudah menduganya.”

Kyuhyun mendesah. “Cih, kau benar-benar keterlaluan. Suasana hatiku sedang tidak senang dan kau malah menambahnya.”

Usai mengatakannnya, Kyuhyun langsung beranjak dari posisinya. Eunhyuk yang melihatnya itu tampak kaget. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung mengejar sahabatnya tersebut.

“Kyuhyun-ah!” seru Eunhyuk keras. Tapi sahabatnya itu mengabaikan panggilannya.

Eunhyuk semakin mempercepat laju larinya hingga berhasil berdiri sejajar dengan Kyuhyun yang sudah berdiri di depan pintu lift.

“Hei, aku hanya bercanda,” ucap Eunhyuk dengan nafas terengah-engah. “Sebenarnya kau ada masalah apa?”

Kyuhyun tidak menjawab dan memilih fokus untuk menunggu pintu lift terbuka. TING! Begitu pintu lift terbuka, ia langsung masuk ke dalam lift. Eunhyuk yang melihatnya juga turut bergegas masuk.

Selama di dalam lift, Kyuhyun tidak berbicara sedikitpun. Eunhyuk merasa bersalah padanya. Dalam hati, ia penasaran dengan kondisi sahabatnya itu. Masalah Kyuhyun, sepertinya ada kaitannya dengan Yoona, tapi apa?

TING! Pintu lift tiba-tiba terbuka. Rupanya ada orang lain yang menghentikan lift tersebut di lantai 2. Kyuhyun dan Eunhyuk memperhatikan ke arah luar pintu lift. Saat melihat sosok gadis yang berdiri di depan pintu lift, mata Kyuhyun terbelalak. Sementara Eunhyuk hanya tersenyum ke arah mereka yang ternyata adalah Yoona dan Yuri.

“Kebetulan sekali kami bertemu dengan kalian,” ucap Eunhyuk santai.

Yuri memaksakan dirinya untuk tersenyum. Kemudian mengalihkan perhatiannya pada Yoona yang terlihat berdiri mematung. Hal yang sama juga terjadi pada Kyuhyun.

“Hei, ada apa dengan kalian berdua?” tanya Eunhyuk bingung.

Tanpa menjawab pertanyaan dari Eunhyuk, Yoona langsung berbalik dan berlari meninggalkan mereka. Kyuhyun yang melihatnya pun ikut berlari menyusul Yoona.

Eunhyuk yang merasa ditinggalkan langsung keluar dari lift hingga berdiri sejajar dengan Yuri. Ia terlihat kebingungan dengan sikap Kyuhyun dan Yoona.

“Sebenarnya ada apa dengan mereka? Sikap mereka begitu aneh,” tanya Eunhyuk semakin penasaran.

Yuri menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. “Masalah semakin rumit.”

Mendengar penuturan dari gadis di sebelahnya, membuat Eunhyuk menoleh ke arahnya. “Apa maksudmu?”

“Yoona—” Yuri menatap ke arah Eunhyuk. “Dia akan pindah ke Jepang.”

MWO?

*****

Yoona berlari menuruni tangga menuju lantai 1, lalu keluar dari gedung kampusnya. Kyuhyun yang berada tak jauh di belakangnya semakin mempercepat laju larinya. Begitu jarak semakin dekat, Kyuhyun langsung menarik tangan Yoona hingga sukses membuat langkah gadis itu terhenti.

“Lepaskan!” seru Yoona.

Shireo! Aku tidak akan melepaskan tanganmu sebelum kau mau bicara denganku,” ancam Kyuhyun.

Ia pun langsung membawa Yoona menuju mobilnya. Sementara Yoona terlihat meronta dan berusaha melepaskan diri dari cengkaraman Kyuhyun tapi sia-sia karena tenaga Kyuhyun jauh lebih kuat. Ia pun tidak melawan lagi dan membiarkan Kyuhyun membawanya pergi entah kemana. Kyuhyun langsung menyalakan mesin mobil lalu menginjak pedal gas dalam-dalam. Mobil pun melesat pergi meninggalkan kampus.

Selama perjalanan, Yoona sama sekali tidak berkata sedikitpun. Begitu juga dengan Kyuhyun. Laki-laki itu terlihat fokus mengemudi dan seolah hanya menatap lurus ke arah jalan.

“Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan, lebih baik aku turun,” ucap Yoona memecah keheningan.

Mendengar hal itu, Kyuhyun langsung memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Karena berhenti mendadak, Yoona sempat terkejut karena tubuhnya sedikit terdorong ke depan. Untung saja mereka mengenakan seat belt.

“Kau—” Kyuhyun menatap tajam ke arah Yoona. “Kenapa tiba-tiba kau akan pindah ke Jepang?”

“Kau tahu dari siapa? Sulli? Ah, pasti Minho yang memberitahunya,” balas Yoona cuek.

“IM YOONA!” Kyuhyun mulai kehabisan kesabaran. “Jangan mengalihkan topik pembicaraan!.”

“Memangnya aku harus memberitahu alasanku pindah ke Jepang padamu?!” bentak Yoona ikut kesal.

“Tentu saja!” balas Kyuhyun tidak mau kalah.

“Kau pikir kau siapa?” cibir Yoona. “Hanya karena Minho dan Sulli berpacaran, kau pikir aku akan terbuka semuanya padamu. Jangan harap!”

Yoona terlihat berusaha melepas seat belt yang dikenakannya. Kyuhyun yang melihat hal itu langsung menggenggam erat tangan Yoona untuk menahannya agar tidak keluar dari mobil.

Chakkaman . . .” Kyuhyun seolah kehabisan kata untuk menanggapi sikap Yoona yang tiba-tiba terlihat temperamental tersebut. Ia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, kemudian kembali memperhatikan ke arah Yoona yang kini tengah menunduk.

Yoona sendiri juga tidak tahu kenapa dia bisa se-emosional seperti ini. Ia hanya merasa tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya pada Kyuhyun. Akhirnya, yang terjadi justru kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya.

Mianhae,” ucap Kyuhyun kemudian. Yoona pun menoleh ke arahnya.

“Aku tidak bisa mengatakan alasan soal kepindahanku ke Jepang. Berapa kalipun kau menanyakannya, aku tetap tidak akan mengatakannya,” balas Yoona.

Kyuhyun terdiam mendengar penuturan Yoona tersebut. “Tidakkah ini ada kaitannya dengan Seohyun?”

Seketika Yoona menoleh kaget ke arah Kyuhyun. Dilihatnya laki-laki itu tampak menatap sayu ke arahnya.

“Tidak,” elak Yoona.

Kyuhyun kembali terdiam. Dalam diamnya, kedua matanya tampak mengamati secara teliti kondisi Yoona. Ia menemukan gelagat aneh dari gadis yang tengah duduk di sebelahnya. Hingga akhirnya ia melihat buliran air mata yang hampir jatuh dari gadis itu, namun berhasil dihapus olehnya.

“Kau benar-benar tidak ingin mengatakannya padaku?” tanya Kyuhyun.

Yoona menggeleng pelan.

“Lalu—” Kali ini wajah Kyuhyun terlihat lebih serius. “Bagaimana perasaanmu terhadapku?”

Pertanyaan itu hampir saja membuat pertahanan hati Yoona runtuh. Gadis itu berusaha mati-matian menahan perasaannya.

“Yoona . . .”

“Tentu saja kau adalah—” Yoona terlihat menatap ke arah Kyuhyun. “Teman sekaligus kakak dari kekasih adikku.”

DEG! Dada Kyuhyun terasa sesak mendengar jawaban dari Yoona tersebut. Sebenarnya ia berharap lebih, tapi kenyataannya tidak demikian.

DRRT! Ponsel Kyuhyun berdering keras. Yoona langsung mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Sementara Kyuhyun tampak menatap lurus ke arah layar ponselnya. Tertera nama Seohyun di layar ponselnya.

Yeoboseyo—” Kyuhyun melirik ke arah Yoona. “Seohyun.”

Yoona semakin kesulitan menahan rasa sedihnya saat mengetahui Seohyun menelepon Kyuhyun. Walaupun ia sudah menduganya, tetap saja terasa menyakitkan.

“Besok kau ingin bertemu denganku?” tanya Kyuhyun.

Yoona menoleh ke arah Kyuhyun. Matanya tampak menatap lurus ke arah Kyuhyun yang tengah berbicara dengan Seohyun. Dalam hati ia ingin memberitahu Kyuhyun bahwa besok adalah hari keberangkatannya ke Jepang.

Ne, arraseo. Besok aku pasti datang,” jawab Kyuhyun.

KLIK! Usai memutus sambungan telepon, Kyuhyun kembali memperhatikan Yoona.

“Kurasa, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Aku pamit,” ucap Yoona kemudian. Kyuhyun hanya diam dan tidak menanggapinya. Kedua matanya terus memperhatikan Yoona.

Yoona mempercepat geraknya saat melepas seat belt dan juga langkahnya saat berjalan meninggalkan mobil Kyuhyun. Begitu sudah cukup jauh, ia pun tak kuasa menahan buliran air mata yang turun membasahi wajahnya.

Mianhae, Kyu . . .”

Yoona berjalan dengan kesedihan yang mendalam. Sementara Kyuhyun masih terdiam di mobilnya. Tak ada semangat lagi dalam dirinya.

“Padahal aku berharap, kau juga mencintaiku seperti aku yang baru menyadari perasaanku bahwa aku sangat mencintaimu . . .” gumam Kyuhyun lirih.

ooOoo

Kim ajussi dan Minho tampak membantu Yoona untuk memasukkan barang-barangnya di bagasi mobil. Hari ini, Yoona sudah dipastikan akan berangkat ke Jepang.

“Semua sudah masuk ke bagasi?” tanya Kim ajussi.

Yoona mengangguk. Kemudian menoleh ke arah Minho yang terlihat menunduk. Ia pun tampak menepuk pelan bahu Minho dan sukses menyadarkan adiknya dari lamunan.

Kajja . . .”

Minho menoleh ke arah Yoona dengan senyum kecil di wajahnya. Dalam hati, ia merasa berat untuk kembali berpisah dengan kakaknya. Rasanya baru kemarin ia menyusul Yoona ke Korea, tapi kini kakaknya justru akan kembali ke Jepang bersama kedua orang tuanya. Yoona tahu jika Minho masih sulit untuk menerima keputusannya. Selama perjanalan menuju bandara, tangannya tampak terus menggenggam tangan Minho.

“Kau harus terus belajar dan menjadi orang sukses sampai aku kembali nanti,” ujar Yoona.

Minho mengangguk. “Ne, arraseo.”

“Dan—” Yoona menyenderkan kepalanya di bahu Minho. “Semoga hubunganmu dengan Sulli tetap terjaga. Kudoakan kau selalu bahagia bersamanya.”

Minho tersenyum. “Tentu. Kuharap kau juga akan menemukan kebahagiaanmu, noona . . .”

Yoona merasa lega mendengarnya. Gadis itu pun tersenyum mendengarnya. Tanpa mereka sadari, mobil hampir tiba di bandara.

*****

Sulli bergegas keluar dari kamarnya. Ia terlihat sudah rapi. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Kyuhyun yang baru saja juga keluar dari kamar.

Oppa . . .” sapa Sulli.

“Kau mau pergi?” tanya Kyuhyun.

Sulli mengangguk. “Kau sendiri, sepertinya juga mau pergi. Mau kemana?”

“Hari ini aku ada janji dengan Seohyun.”

Sulli terkejut mendengarnya. “MWO?

Kyuhyun terlihat cuek dan memilih langsung pergi meninggalkan Sulli yang masih tercengang menatapnya. Melihat kakaknya berjalan keluar dari rumah, Sulli bergegas mengejarnya. Berusaha memberitahukan pada Kyuhyun bahwa hari ini adalah hari keberangkatan Yoona ke Jepang.

Oppa!

Sayangnya Kyuhyun sama sekali tidak mendengar panggilan Sulli. Laki-laki itu tetap berjalan menuju mobilnya.

Oppa! Chakkaman!” seru Sulli sembari mengetuk kaca mobil saat Kyuhyun sudah masuk ke dalamnya. Laki-laki itu hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Sulli lalu menginjak pedal gas dalam-dalam dan melesat pergi bersama mobilnya.

Sulli terlihat lemas. Ia menyesal tidak memberitahu Kyuhyun semalam. Namun apa daya, Minho sudah memintanya untuk tidak memberitahu Kyuhyun karena ini kemauan Yoona sendiri.

*****

Incheon International Airport

Terlihat di sebuah lobby bandara, Yoona tampak menunggu pesawat tujuan Narita, Jepang. Minho dan Kim ajussi tampak mendampingi Yoona, sementara Sulli juga datang bersama Eunhyuk dan Yuri. Ketiganya terlihat cemas karena gagal menghubungi Kyuhyun.

Eotohge?” tanya Yuri.

Eunhyuk menggeleng. “Aish, sebenarnya apa yang sedang dilakukan anak itu?”

“Dia sedang ada janji dengan Seohyun-eonni . . .”

MWO?” teriak Eunhyuk dan Yuri bersamaan.

“Kenapa kau tidak mencegahnya?” tanya Eunhyuk. “Apa dia tidak tahu jika hari ini Yoona berangkat ke Jepang.

Sulli menggeleng. “Minho melarangku untuk memberitahu oppa atas permintan Yoona-eonni. Tadi pagi aku sudah berusaha untuk mengatakan padanya walaupun itu dilarang. Tapi oppa justru mengabaikanku dan tetap pergi menemui Seohyun-eonni,” jawab Sulli.

Ketiganya terlihat lemas.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Yuri sedih.

Sulli dan Eunhyuk saling memandang satu sama lain. Keduanya pun menggeleng bersamaan dengan wajah sedih.

*****

Kona Beans

Di tempat yang berbeda, Kyuhyun terlihat sedang menikmati hidangan yang disajikan bersama Seohyun. Gadis itu tampak ceria dan senang, namun tidak dengan Kyuhyun. Wajahnya terlihat masam dan tidak bersemangat. Seohyun berkali-kali mengajaknya bersenda gurau dan berusaha membuatnya tertawa, tapi Kyuhyun sama sekali tidak terpengaruh. Ia justru memikirkan hal lain, tepatnya orang lain. Ya, orang itu adalah Im Yoona. Sejak pagi pikirannya terus dipenuhi oleh Yoona.

Kembali mengingat semua kenangan bersama Yoona, baik tentang permusuhan konyol mereka, saat Minho dan Sulli mempertemukan mereka, dan juga berbagai kebersamaan yang direncana ataupun tidak di antara keduanya.

Dalam hati, ingin rasanya ia berterus terang terhadap Yoona. Tapi, mengingat pengakuan Yoona kemarin membuat hatinya merasa ragu. Sekali lagi ia dihadapkan pada pilihan yang rumit. Ia tahu, dirinya terlalu bodoh dan juga lambat dalam mengambil keputusan. Mengetahui Yoona akan pergi ke Jepang, dirinya justru semakin jatuh dalam kesedihan dan tidak segera bangkit untuk mengejar cintanya dan selalu meluapkan kekesalan pada dirinya sendiri.

“Kau benar-benar bodoh, Cho Kyuhyun . . .”

*****

~Pesawat dengan pemberangkatan menuju Narita, akan segera berangkat. Kepada para penumpang, harap segera . . .~

“Sudah waktunya, aku harus pergi,” ucap Yoona lalu mengambil tasnya. Di tangannya tampak memegang boarding pass dan juga passpor miliknya.

Yoona pun berpamitan dengan Minho dan Kim ajussi. Ia tampak memeluk erat paman dan juga adiknya tersebut. Kemudian ia memeluk Sulli, Yuri dan juga Eunhyuk yang sudah datang untuk mengantarnya. Sulli terus menangis. Ia merasa sedih karena Yoona harus pergi. Selain itu juga merasa kasihan pada kakaknya yang tidak ikut mengantar Yoona ke bandara. Padahal, mungkin saja ini terakhir kalinya mereka bertemu dan berharap ada keajaiban yang menyebabkan Yoona batal untuk berangkat. Namun semua itu hanya tinggal harapan semata tanpa bisa terwujud. Ia dan Eunhyuk berkali-kali mencoba menghubungi Kyuhyun tapi tetap gagal.

“Ayolah, Sulli. Berhentilah menangis,” ucap Yoona sembari mengusap wajah Sulli. “Kau harus baik-baik dengan Minho, arraseo?

Sulli mengangguk. Walaupun dengan nada yang masih terisak, gadis itu mencoba untuk tetap tersenyum pada Yoona.

“Kalau kau sudah sampai, cepat hubungi aku,” kata Yuri.

“Jaga dirimu baik-baik,” ucap Eunhyuk.

Yoona mengangguk. Ia pun berjalan menuju pintu masuk pesawat. Sesekali ia tampak melambaikan tangan ke arah semuanya yang sudah mengantarnya. Setelah petugas memeriksa boarding pass dan juga paspor, Yoona langsung bergegas masuk ke dalam pesawat. Ia pun segera duduk di salah satu kursi penumpang.

Ia menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya. Kemudian terdiam sembari mengamati luar pesawat dari jendela.

~Kepada para penumpang, pesawat sebentar lagi akan lepas landas. Harap untuk mengencangkan sabuk pengaman masing-masing~

Yoona dapat merasakan pesawat yang perlahan mulai bergerak. Gadis itu tampak tersenyum. Mungkin ini keputusan yang terbaik saat ini. Pergi ke Jepang dengan membawa semua perasaanya pada Kyuhyun.

“Selamat tinggal, Cho Kyuhyun . . .”

­-TBC-

Halo, saya kembali dengan kelanjutan FF ini, hehe. Tadinya chapter ini mau langsung tamat, ternyata saya harus butuh 1 chapter lagi untuk bagian terakhir. Maaf ^^v . Semoga kalian suka dengan kelanjutannya dan selalu bersabar menunggu hehe😀

P.S : Maaf, saya belum bisa menyelesaikan chapter terakhir FF Look, at Me! Selain karena kemarin masih nuansa lebaran, kondisi badan saya juga drop karena cuaca ekstrim akhir-akhir ini. Waktu nyelesain FF ini saja saya sudah terkena gejala flu dan batuk *jiah curhat* . Dan FF yang lain sepertinya juga lama. Sekali lagi saya minta maaf ^^v .

64 thoughts on “Lovely Couple – Chapter 8

  1. zubaidah says:

    Yah yoona nya bnr2 pergi..
    Kyu sih kelamaan
    Ungkapin perasaannya..
    Seharusnya kyu gk perlu nanya tentang perasaan yoona
    Kalo suka langsung nyatain aja langsung.

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s