Look, at Me! – Chapter 10 End


lookatme5

Title : 

“Look, at Me!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Angst, Family, Married Life, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii


-Previous Story-

“Oppa, dia menendang. Apa kau mendengarnya?” tanya Yoona.

“Ne, aku mendengarnya,” jawab Kyuhyun. Namun telinganya tetap terus berada di dekat perut Yoona. “Semakin lama semakin sering kudengar.”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya. Ia terkejut ketika mendapati raut wajah Yoona yang berubah. Istrinya tersebut tampak terdiam namun sesekali merintih kesakitan sembari memegangi perutnya.

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun mulai merasa panik.

Yoona menggeleng. “Entahlah, oppa. Kenapa perutku tiba-tiba terasa sakit?”

Kyuhyun terdiam. Pria itu terlihat gusar, saat melihat raut wajah Yoona yang kembali berubah dan tampak semakin kesakitan.

“Oppa—” Yoona tampak menggigit bibirnya sembari memegangi perutnya. “Kurasa ini sudah waktunya. Sepertinya aku akan segera melahirkan.”

“MWO?”

-End Previous Story-

 

Sebuah taksi tampak berhenti di depan rumah Kyuhyun dan Yoona. Sesuai kesepakatan, Kyuhyun tidak akan mengantar Yoona dengan mobil pribadi, namun memilih menaiki taksi agar bisa mendampinginya. Beberapa barang untuk perlengkapan jelang kelahiran buah hati mereka tampak sudah masuk ke dalam bagasi taksi. Sementara Kyuhyun terlihat memapah Yoona yang merintih kesakitan di sebelahnya.

“Bertahanlah, kita akan segera ke rumah sakit. Kau harus tetap kuat, ne?” ucap Kyuhyun berusaha menenangkan istrinya.

Dengan keringat yang mengucur di wajahnya, Yoona tampak mengangguk pelan. Ia berusaha mati-matian menahan efek kontraksi yang perlahan semakin terasa sakit.

Selama perjalanan, tangan Yoona terus meremas baju yang dikenakan Kyuhyun. Hingga pria itu juga terlihat semakin panik dan berantakan penampilannya. Sesekali Kyuhyun mengusap wajah Yoona yang terus bermandikan keringat.

Ajussi, bisakah lebih cepat?” pinta Kyuhyun pada supir taksi. Supir taksi tersebut mengangguk dan menginjak pedal gas semakin dalam hingga kecepatan laju taksi bertambah.

Oppa . . .” Yoona terlihat semakin merintih kesakitan. Kyuhyun langsung kembali mengusap wajahnya dan berusaha menenangkan istrinya.

“Tenanglah, sebentar lagi sampai,” ucap Kyuhyun.

Begitu tiba di rumah sakit Seoul, Yoona segera dibaringkan dalam ranjang pasien kemudian dibawa menuju ruang bersalin. Kyuhyun bertemu dengan Dokter Lee, dokter kandungan Yoona, yang langsung menghampirinya saat mereka tengah membawa Yoona menuju ruang bersalin.

“Dokter Lee . . .” panggil Kyuhyun dengan nada cemas.

Wanita itu tersenyum ke arah Kyuhyun sembari menepuk bahunya. “Kau jangan cemas, Tuan Cho. Proses persalinan pasti akan berjalan lancar.”

Kyuhyun hanya tersenyum tipis menanggapinya. Dalam hatinya belum sepenuhnya merasa tenang.

“Kuserahkan semuanya padamu, Dokter Lee . . .” ucap Kyuhyun.

Dokter Lee tersenyum. Bersama tim medis lainnya, ia masuk ke dalam ruang bersalin. Saat Kyuhyun bersiap berbalik dari pintu, tangan Yoona tiba-tiba menarik pakaian Kyuhyun hingga membuat langkah pria itu terhenti.

“Yoona . . .”

Oppa, temani aku,” pinta Yoona.

Kyuhyun menoleh ke arah Dokter Lee, seolah meminta pendapat jika diperbolehkan untuk mendampingi Yoona selama bersalin. Dokter Lee pun mengangguk dan akhirnya Kyuhyun ikut masuk untuk mendampingi istrinya.

“Tenanglah, aku akan selalu di sisimu . . .”

*****

Proses persalinan pun berlangsung. Dokter Lee dan tim medis lainnya bekerja keras dalam membantu proses persalinan Yoona. Suasana berubah tegang, saat Yoona berupaya keras mengikuti instruksi dari Dokter Lee. Wajahnya yang terlihat kelelahan seolah menunjukkan bagaimana perjuangannya seorang ibu yang melahirkan anaknya. Kyuhyun sendiri yang ikut mendampingi Yoona juga terlihat tegang. Jantungnya berdebar kencang ketika melihat perjuangan yang tengah dilakukan istrinya tersebut.

“Ayo, Nyonya Cho! Sedikit lagi . . .” ucap Dokter Lee.

Tangan kanan Yoona berpegangan pada kedua tangan Kyuhyun, sementara tangan kirinya dipegangi oleh salah satu tim medis. Nafas Yoona terengah-engah. Waktu sudah berjalan hampir 2 jam. Rasa lelah itu pasti sedang dirasakannya.

“Sedikit lagi, Nyonya Cho!” seru Dokter Lee. “Satu kali lagi. Tarik nafas panjang, tahan . . .”

Yoona kembali menarik nafas panjang. Sementara Kyuhyun semakin mempererat genggaman tangan Yoona.

“Ayo!” seru Dokter Lee.

Mendengar instruksi Dokter Lee tersebut, Yoona mengerahkan seluruh tenaganya.

“Berjuanglah . . .” ucap Kyuhyun lirih sembari terus memantau raut wajah Dokter Lee yang terlihat bersemangat.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara tangisan keras. Suasana ruang bersalin yang semula tegang perlahan mulai mencair. Salah satu tim medis langsung membersihkan darah yang masih menempel pada bayi yang baru saja dilahirkan oleh Yoona, kemudian memberikannya pada Dokter Lee setelah menyelimutinya. Dokter Lee tersenyum bahagia ketika memperhatikan wajah mungil dari bayi yang baru saja lahir ke dunia tersebut.

“Selamat Tuan dan Nyonya Cho! Bayi laki-laki yang sangat sehat dan tampan,” ucap Dokter Lee.

Kyuhyun tidak dapat lagi menyembunyikan rasa bahagianya, begitu juga dengan Yoona walau kondisinya tampak lemas. Kyuhyun tampak hati-hati saat menerima buah hatinya bersama Yoona tersebut. Saat perlahan ia melihat wajah dari  buah hatinya tersebut, air matanya tidak bisa dibendung lagi. Pria itu tampak terharu lalu mencium dengan lembut kening buah hatinya. Kemudian beralih pada Yoona yang menatapnya dengan tersenyum. Tim medis masih memberikan perawatan untuk pemulihan Yoona.

Kyuhyun memperlihatkan wajah bayi yang digendongnya pada Yoona.

“Lihatlah, tidakkah dia sangat mirip denganku?” tanya Kyuhyun antusias.

Yoona mengangguk. “Ne, oppa. Dia sangat mirip denganmu.”

Kyuhyun tak dapat lagi menyembunyikan perasaan bahagianya. Ia pun tampak mencium kening Yoona. Melihat semua perjuangan yang telah dilakukan oleh istrinya, membuatnya semakin yakin bahwa Yoona adalah sosok gadis yang luar biasa.

“Kau sudah berjuang dengan baik . . .”

*****

“Laki-laki?”

Dokter Lee tampak mengangguk sembari tersenyum. Kedua orang tua Yoona dan Kyuhyun sudah berdiri di depan ruang bersalin. Yuri yang ikut datang juga tak bisa menghentikan air mata harunya. Mereka terlihat bahagia saat mendengar proses persalinan berjalan lancar.

“Kami akan segera memindahkan mereka di ruang inap pasien. Permisi,” ucap Dokter Lee.

Kedua orang tua Yoona dan Kyuhyun saling berjabat tangan dan berpelukan. Mereka begitu senang dengan kabar yang membahagiakan ini. Tentu kedua keluarga itu juga berharap, dengan hadirnya buah hati di tengah keluarga kecil Kyuhyun dan Yoona, hubungan pasangan tersebut akan selalu terasa harmonis.

DRRT! Perhatian Yuri beralih pada ponselnya. Ada sebuah pesan masuk untuknya. Begitu membaca isinya, ia pun tampak berpamitan pada kedua orang tua Yoona dan Kyuhyun. Dengan cepat bergegas meninggalkan rumah sakit untuk menuju suatu tempat.

*****

Incheon International Airport

Yuri tiba di bandara setelah mendapat pesan dari Donghae. Di saat yang bersamaan dengan kelahiran putra Kyuhyun dan Yoona, Jessica akan berangkat ke Amerika untuk menemui kedua orang tuanya. Selain itu, ia juga berkeinginan untuk menenangkan diri atas semua permasalahan yang menimpanya selama ini.

Kedua mata Yuri tampak mencari sekeliling bandara, berusaha menemukan Donghae dan Jessica, hingga akhirnya berhenti di satu titik

“Kau sudah mau berangkat?” tanya Yuri pada Jessica.

Jessica mengangguk sembari tersenyum.

“Kenapa kau baru datang?” tanya Donghae.

Mianhae, karena tadi aku harus pergi ke rumah sakit untuk menemui Yoona. Jadi, datang terlambat,” jawab Yuri.

“Apakah Yoona sudah melahirkan?” tanya Jessica antusias.

Yuri mengangguk semangat. “Ne, kurang lebih hampir 3 jam di ruang persalinan. Lahirlah bayi laki-laki yang sangat tampan. Wajahnya sangat mirip dengan Kyuhyun.”

Jessica dan Donghae saling memandang dengan tersenyum.

“Syukurlah, proses persalinan berjalan lancar. Aku turut senang mendengarnya,” balas Jessica. “Setidaknya, ini kabar yang membahagiakan sebelum aku pergi ke Amerika.”

Wanita itu tampak mengeluarkan sebuah amplop lalu menyodorkannya pada Yuri.

“Apa ini?” tanya Yuri bingung.

“Bisakah kau memberikannya pada Yoona dan Kyuhyun? Ini hanya berisi sebuah pesan yang kutulis untuk mereka. Sebelum aku pergi, tentu aku ingin mengatakan sesuatu pada mereka. Tapi, karena aku sudah menduga kondisi ini, aku memutuskan untuk menulisnya melalui sebuah surat,” jawab Jessica.

Arraseo, akan kusampaikan pada mereka,” balas Yuri sembari tersenyum.

Di sela pembicaraan mereka, terdengar sebuah pemberitahuan bahwa pesawat dengan pemberangkatan tujuan New York, Amerika, akan segera berangkat.

“Sudah waktunya. Aku harus bergegas,” ucap Jessica.

Sebelum Jessica pergi, Donghae tampak memeluk erat wanita yang sangat dicintainya tersebut. “Jaga dirimu baik-baik.”

Jessica tersenyum. “Kau juga.”

“Kau jangan khawatir, akan kupastikan Donghae tidak berselingkuh dengan wanita lain,” celetuk Yuri tiba-tiba dan sukses membuat sepasang kekasih itu tertawa. Jessica pun berjalan menuju pintu masuk pesawat. Sesekali ia tampak berbalik dan melambaikan tangan ke arah Donghae dan Yuri.

*****

Kyuhyun terlihat setia mendampingi Yoona di rumah sakit. Ia tengah asyik memperhatikan putranya yang ikut dibaringkan di ranjang khusus di samping ranjang Yoona. Sementara Yoona tampak serius membaca surat dari Jessica yang dititipkan pada Yuri.

Untuk Yoona dan Kyuhyun

Aku menulis surat ini sebagai salam perpisahanku pada kalian setelah aku memutuskan untuk pergi ke Amerika, ke rumah kedua orang tuaku. Aku ingin menenangkan diriku atas semua permasalahan yang terjadi.

 Sebelum aku pergi, aku ingin menyampaikan permintaan maafku pada kalian. Keegoisanku yang terobsesi pada jalinan cinta terlarangku dengan Kyuhyun, sudah membuat Yoona menderita. Sikapku ini juga membuat Donghae, orang yang sangat mencintaiku dengan tulus menderita. Sekali lagi, maafkan aku.

Kini aku sadar, tidak selamanya perasaan cinta itu bisa dipaksakan. Saat melihat ketulusan cinta Donghae, seolah menyadarkanku pada ketulusan cintamu terhadap Kyuhyun. Aku pun memutuskan untuk melepaskan Kyuhyun dan membiarkannya memilih untuk menerima Yoona sebagai istri dan juga orang yang sangat dicintainya. Kurasa kau, Yoona, adalah orang yang sangat tepat dan juga pantas untuk di sisi Kyuhyun.

Kudoakan semoga kalian bahagia

-Jessica-

Yoona tampak menyeka air matanya yang menetes. Perhatiannya kemudian beralih pada Kyuhyun yang masih asyik memandangi wajah putranya.

Oppa, kau terlihat senang sekali?” tanya Yoona dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Saat ini Yoona tengah dalam proses pemulihan usai melahirkan. Sesaat jika diperhatikan, kondisinya masih terlihat kelelahan.

Kyuhyun menoleh sembari tersenyum. “Tentu saja. Mana mungkin aku tidak senang melihat putraku sendiri.”

Pria itu berjalan mendekati ranjang Yoona. Perlahan tangannya tampak menggenggam erat tangan Yoona.

“Apa kau sudah menyiapkan nama untuk anak kita?” tanya Yoona kemudian.

Kyuhyun mengangguk. “Bagaimana dengan Sehun. Cho Sehun.”

Yoona tersenyum. “Nama yang bagus. Aku sangat menyukainya.”

Kyuhyun berjalan mendekati ranjang Yoona. Tangannya tampak menggenggam erat tangan Yoona.

“Banyak hal yang sudah kita lalui hingga saat ini. Aku sangat berterima kasih karena kau selalu bersabar dalam menghadapi perlakuan burukku padamu. Tentu aku menyesali semua perbuatanku itu,” ucap Kyuhyun tiba-tiba.

Oppa . . .”

Kyuhyun tersenyum. “Setelah aku mendampingimu selama proses persalinan hari ini, kini aku semakin yakin, bahwa kau adalah sosok gadis yang luar biasa. Aku berjanji tidak akan mengecewakan ataupun menyakitimu lagi. Dengan kehadiran Sehun di tengah keluarga kecil kita, kuharap keharmonisan keluarga kita akan selalu terjaga . . .”

Usai mengatakannya, Kyuhyun mencium tangan dan kening Yoona. Wajah istrinya tersebut tampak beruraikan air mata bahagia.

Ne, oppa. Gomawo—” Yoona terisak. “Kau sudah mau memandang dan menerimaku sebagai istrimu, dan juga menerima perasaan cintaku yang tulus padamu.”

Keduanya pun berpelukan. Kini keduanya telah siap untuk menjalani masa baru dalam kehidupan rumah tangga mereka. Kehidupan rumah tangga yang akan selalu dihiasi oleh tawa dan juga tangisan dari putra pertama mereka, yang telah diberi nama Cho Sehun.

ooOoo

5 years later . . .

Appa! Appa!

Kedua mata pria itu perlahan terbuka. Suara teriakan anak kecil seolah sukses membangunkannya dari tidur. Dengan mata yang masih setengah terpejam, Kyuhyun memperhatikan sosok anak kecil yang sudah duduk di atas dadanya.

Appa!” Anak kecil tersebut menatapnya dengan mata yang berbinar-binar.

“Sehun, pagi sekali kau sudah membangunkan appa. Kau sudah tidak sabar ingin segera ke rumah harabeoji dan halmeoni?

Cho Sehun, putra Kyuhyun dan Yoona yang kini telah berusia 5 tahun, terlihat mengangguk semangat menjawab pertanyaan appanya.

Ne, appa. Aku ingin segera bertemu dengan mereka,” jawab Sehun polos.

Kyuhyun beranjak dari posisinya hingga kini ia sudah berhadapan langsung dengan Sehun.

“Baiklah, hari ini kita mandi bersama? Mana eomma?” tanya Kyuhyun.

Eomma sedang menyiapkan sarapan,” jawab Sehun.

Tangan Kyuhyun pun tampak menggendong Sehun hingga keduanya beranjak dari ranjang. Keduanya tampak keluar dari kamar dan bergegas menuju kamar mandi. Saat melewati dapur, Yoona yang tengah sibuk menyiapkan sarapan tersenyum geli melihat suami dan putranya dengan penampilan yang masih acak-acakan.

“Kalian baru mau mandi? Sehun, bukankah eomma sudah menyuruhmu untuk bangun lebih awal?” tanya Yoona.

Sehun menekuk wajahnya dan menggeleng keras. “Aniyo, eomma. Aku sudah bangun lebih dulu, tapi appa yang belum bangun.”

Yoona menutup mulutnya untuk menahan tawa. Sementara Kyuhyun langsung mengarahkan jari telunjuknya di bibir mungil Sehun.

“Aish, kau jangan membocorkan rahasia appa pada eomma. Appa kan jadi malu, Sehun . . .” bisik Kyuhyun.

Sehun ikut menutup mulutnya sembari tertawa kecil. Yoona yang melihatnya ikut tertawa. Tak terasa, pernikahan Kyuhyun dan Yoona sudah berjalan hampir 7 tahun. Kini keduanya tampak selalu harmonis dan begitu bahagia dengan kehidupan rumah tangga mereka. Terlebih lagi karena putra pertama mereka, Sehun, sudah berusia 5 tahun dan menjadi kebahagiaan yang utama bagi Kyuhyun dan Yoona.

*****

Incheon International Airport

Pesawat dari New York, Amerika, terlihat mendarat di bandara Incheon. Tampak di antara para penumpang yang berhamburan keluar, seorang wanita dengan kacamata hitam yang dikenakannya, berjalan keluar dengan berbagai barang miliknya. Setelah 5 tahun tinggal di Amerika, kini ia kembali ke Seoul untuk menepati janjinya pada seseorang yang sangat dirindukannya.

Kedua matanya tampak memperhatikan sekeliling, lalu berhenti di satu titik. Perlahan ia melepas kacamatanya lalu tersenyum ke arah yang sedang ditujunya. Tampak seorang pria melambaikan tangan padanya dengan rona wajah bahagia. Wanita itu tampak mempercepat langkahnya dan langsung memeluk pria tersebut.

“Selamat datang. Aku sangat merindukanmu, Jessica . . .”

“Aku juga sangat merindukanmu, Donghae . . .”

Keduanya pun masih berpelukan satu sama lain, tidak peduli berada di tempat umum.

DRRT! Tiba-tiba ponsel Donghae berdering. Pria itu langsung bergegas mengambil ponselnya. Ia melihat nama kontak yang tertera di layar. Ternyata ada panggilan masuk dari Kyuhyun.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

“Aku sedang di bandara. Ada apa meneleponku?”

“. . .”

Ne, Jessica baru saja tiba . . .”

“. . .”

Donghae masih serius mendengarkan pembicaraannya dengan Kyuhyun. Seketika kedua matanya tampak berbinar sembari memandang ke arah Jessica. Sementara Jessica hanya menatap bingung sekaligus penasaran padanya.

Ne, arraseo. Kami pasti datang,” balas Donghae.

KLIK! Usai memutus pembicaraan di telepon, Donghae tampak tersenyum ke arah Jessica.

“Ada apa?” tanya Jessica penasaran.

“Kyuhyun mengajak kita untuk ikut berkumpul bersama keluarganya. Kau mau?”

Mendengar hal itu, Jessica tampak antusias. Ia pun mengangguk semangat. “Tentu. Tapi sebelumnya, aku harus membereskan barang-barangku dulu.”

Donghae tersenyum. “Ne, arraseo. Chagi . . .

*****

Di rumah kedua orang tua Kyuhyun, tampak semua orang berkumpul. Kyuhyun, Yoona, Sehun, kedua orang tua Yoona serta Yuri terlihat menikmati pesta yang diadakan di halaman belakang. Sehun tampak asyik bercanda ria dengan kedua orang tua Kyuhyun dan Yoona. Sebagai cucu pertama, tentu dirinya sangat dimanja.

Tak lama kemudian, Donghae dan Jessica datang. Kehadiran keduanya tampak mendapat sambutan baik dari semua orang, khususnya Jessica yang baru kembali dari Amerika. Ia tampak berpelukan dengan Yoona dan Yuri, kemudian dengan Kyuhyun.

“Selamat datang kembali, Jessica . . .” sapa Kyuhyun.

Jessica tersenyum. Ia terlihat bergelayut manja di lengan Donghae. Yuri yang melihatnya langsung muncul ide jahil dalam pikirannya.

“Kapan kalian akan segera menikah?” tanya Yuri.

Donghae dan Jessica saling memandang dan tersenyum.

“Segera, tidak lama lagi,” jawab Donghae.

“Kau sendiri tidak segera mencari kekasih, eonni?” tanya Yoona tiba-tiba. Pertanyaannya itu sukses membuat Yuri tersipu malu. Melihat reaksinya itu, kedua pasangan di hadapannya tampak penasaran.

“Jangan-jangan, kau—” Donghae mencoba menebak dari raut wajah Yuri.

Yuri tersenyum lebar. “Sebenarnya aku ini sudah punya kekasih.”

MWO?

Jawaban dari Yuri spontan membuat kedua pasangan itu kaget sekaligus senang mendengarnya. Sedikit terkejut, karena selama ini Yuri tak pernah memperkenalkan seorang pria di hadapan mereka.

“Siapa orangnya? Aku penasaran eonni . . .” tanya Yoona.

“Nanti jika sudah ada waktu yang tepat, akan kuperkenalkan pada kalian,” jawab Yuri sembari terkekeh.

“Dasar . . .” balas Yoona sedikit kesal.

Semuanya pun tertawa bersama. Saat tengah asyik mengobrol, tiba-tiba Sehun berlari-lari kecil menghampiri mereka. Donghae langsung merendah di hadapan Sehun.

“Halo, jagoan! Kita bertemu lagi,” sapa Donghae sambil mengajak Sehun untuk ber-high five ria. Sehun tampak tersenyum mendengarnya. Kemudian kedua matanya memperhatikan Jessica yang baru saja dilihatnya untuk pertama kali. Ia pun menanyakannya pada Donghae.

Donghae ajussi, siapa wanita ini?” tanya Sehun dengan wajah polosnya.

Jessica yang mendengar pertanyaan dari Sehun langsung ikut merendah di samping Donghae.

Annyeong, Jessica imnida. Senang bertemu denganmu,” ucap Jessica memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangan pada Sehun.

Sehun terlihat menunjukkan ekspresi senangnya saat bersalaman dengan Jessica. “Sehun imnida. Apakah ahjumma adalah kekasih Donghae ajussi?

Pertanyaan polos dari Sehun itu berhasil mengundang gelak tawa bagi Kyuhyun dan Yoona.

Donghae membisikkan sesuatu pada Sehun. “Dia ini bukan hanya kekasihku, tapi sebentar lagi akan menjadi istriku.”

Sehun memutar kedua bola matanya. Wajahnya tampak polos dan lucu. “Istri? Kalian akan segera menikah? Seperti appa dan eomma?

Donghae dan Jessica terkejut mendengarnya. Walaupun baru berusia 5 tahun, tapi Sehun seolah mengerti dengan apa yang mereka katakan.

“Sehun, kau pandai sekali,” puji Jessica.

Sehun tersenyum. Sementara Kyuhyun dan Yoona tersenyum melihat perkembangan putra mereka tersebut. Kyuhyun langsung menggendong Sehun dan mendekapnya dalam tubuhnya.

Appa, eomma . . .”

Kyuhyun dan Yoona tampak serius memperhatikan raut wajah Sehun.

“Ada apa, Sehun?” tanya Yoona penasaran.

“Bolehkah aku mengajukan permintaan pada kalian?” tanya Sehun.

Kyuhyun dan Yoona saling memandang. “Permintaan?”

“Aku ingin punya adik,” ucap Sehun polos.

Kyuhyun dan Yoona terdiam. Sementara Donghae dan Jessica tak dapat menyembunyikan tawa mereka.

“Aku ingin punya adik,” ucap Sehun mengulang perkataannya. “Katanya jika aku sudah berusia 5 tahun, aku sudah bisa mempunyai seorang adik.”

“Siapa yang mengatakan hal itu?” tanya Kyuhyun.

Yuri imo [1] . . .” jawab Sehun polos.

Kyuhyun dan Yoona langsung menatap tajam ke arah Yuri. Sementara Yuri hanya terkekeh sembari meneguk minumannya. Tawa Donghae dan Jessica meledak. Kedua orang tua Kyuhyun dan Yoona yang melihat dari kejauhan juga tertawa melihat tingkah polos dan lucu dari Sehun. Mereka turut bahagia atas keharmonisan hubungan Kyuhyun dan Yoona. Setelah melewati berbagai hal, akhirnya keduanya dapat hidup berdampingan dengan damai dan harmonis.

Perjalanan pernikahan Kyuhyun dan Yoona, setidaknya akan selalu dikenang oleh keduanya. Berawal dari perjodohan, serta penolakan Kyuhyun yang semula belum menerima kehadiran Yoona. Namun, berkat kesabaran Yoona yang selalu menunggu Kyuhyun untuk menerimanya, kini berakhir manis dengan Kyuhyun yang telah menerima cintanya dan bahkan menjadi sangat mencintainya. Kehadiran Sehun di antara mereka juga semakin menambah kebahagiaan mereka. Keluarga kecil yang sangat bahagia.

Cintailah orang yang mencintaimu dengan tulus. Kebahagiaanmu yang sejati pasti akan kau miliki.

-Cho Kyuhyun-

Mencintai orang dengan setulus hati, akan mendapatkan kebahagiaan yang tak ternilai harganya.

-Im Yoona-

-THE END-

Imo [1]  = bibi dari pihak ibu

Akhirnya kelar juga chapter terakhir FF ini *tebar bunga*halah😀
Maaf membuat kalian lama menunggu. Jujur, cukup susah buat endingnya. Mungkin karena dari chapter awal udah terlalu sering nuansa sedih, tiba-tiba harus buat yang nuansa ceria, takut kalau nggak nyambung atau malah jadi aneh.

Well, terima kasih bagi readers yang sudah mengikuti ceritanya dari awal sampai akhir, yang ikutan nangis bombay gara-gara ceritanya yang kayak sinetron *author lebai lagi*kekeke ^^v. Semoga kalian suka dengan endingnya. Maaf kalau kurang ngena feel-nya. Lagi-lagi karena kondisi badan belum pulih total, malah semakin menurun *oke abaikan*hehe, imajinasi sedikit terganggu. Untuk kelanjutan FF lainnya, saya belum tahu bakal publish lagi kapan. Kemungkinan molor lagi karena sebentar lagi saya harus kembali fokus dengan kegiatan KKN-PPL T.T
Oke, sekian dan gomawo 😉

86 thoughts on “Look, at Me! – Chapter 10 End

  1. lja says:

    Bahagia itu sederhana. Baca ff ini dari chapter 1 sampai 10 itu sudah lebih dari cukup. #plakk #abaikan
    Siapa bilang kurang ngena.. aku bacanya sampai nangis.. cekikikan sendiri.. nangis lagi.. aku terharu thor.. sayang udah the end..
    oke dah sampe jumpa di ff selanjutnya

  2. via says:

    hwaaa akhirnya happy end,, ceritanya bagus thor, ditunggu karya lainnya ehehe:) mian baru ninggalin jejak ehehe baru baca kemaren soalnya jadi langsung lanjut terus bacanya, mian:)

  3. HanA says:

    Akhirx happy end, awlx bingung jessica mngtkn akn prg ke amrik wktu yoona eonni dirmhskit & kthuan hamil? Tpi knp bru brngkt stlh yoona eonni melahirkn?, tpi mungkin jessica menundax kali ya, sdhlah yg itu tdk penting, yg penting yoona eonni bahagia., & sehun putra kyuna!! Lucu sekaliiii, Semangat Selalu Ya Author

  4. HanA says:

    Akhirx happy end, awlx bingung jessica mngtkn akn prg ke amrik kn tkt yoona eonni dirmhskit & kthuan hamil? Tpi knp bru brngkt stlh yoona eonni melahirkn?, tpi mungkin jessica menundax, yg penting smuax bahagia. Semangat Selalu Ya Author

  5. Zahra says:

    Wow,wow,wow !! Yee akhirnya happy ending juga, setelah beberapa chapter sad mulu:-) Hehe piss eonnie !! Ditunggu ff kyuna yang lainnya nee:-D

  6. SparEvil says:

    Huahhh~ knpa udh ending ><
    pdhal bguss p'tma bca crta itu awlnya keren…Sad bget -,- smpe' ksian sma yoona..Trs aku jdi ksian sma kyuhyun pass Yoona nglakuin hal yg dingin buat kyuhyun😀 sngnya pass mrka udh memulai hdup bru..wkwks~
    knpa jadi curhat XDD #ngekk
    eonni…syangnya endingnya terlalu formal mnrut ku😀 cba dehh eonni buat ff yg KyuNa nya itu couple tpi ska bertengkar😄 cma saran sihh eonni..Tpi bgus kok..aku suka :3 buat FF yg lainnya ne eon..FAIGHTING !!
    *mian comentnya panjang*

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s