Prince as Bodyguard – Chapter 7


prncasbdygrd4a

Title :

“Prince as Bodyguard”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Other Cast :

Oh Sehun EXO-K

Seo Joo Hyun SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Genre :

Comedy, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

Kyuhyun masih terdiam. Kedua matanya terpejam Kyuhyun mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya. Perintah selanjutnya sudah diberikan oleh Mr. Im padanya.

“Ne, arraseo. Aku sudah siap, jika sebentar lagi—” Kyuhyun menggenggam erat saputangan pemberian Yoona. “Aku harus segera meninggalkan rumah ini.”

-End Previous Story-

Kedua mata pria itu perlahan terbuka. Silau cahaya matahari yang menembus kamar berhasil membuatnya terbangun dari tidurnya. Ia mengerjapkan kedua matanya, berusaha membangunkan diri. Kemudian menolehkan kepalanya sebentar ke arah sebelahnya. Ia terkejut, saat mendapati sosok wanita yang sudah menyenderkan kepalanya di ranjangnya dan tengah menatap lurus ke arahnya. Tak pelak kehadiran wanita itu membuatnya langsung terbangun dari ranjangnya.

“Apa yang kau lakukan?” teriak Kyuhyun pada Yoona. Wanita itu hanya meringis. Sementara Kyuhyun masih menata jantungnya yang berdebar tidak karuan.

“Aku menunggumu bangun,” jawab Yoona singkat.

“Sejak kapan?” tanya Kyuhyun.

Yoona kembali meringis. “Sejak 1 jam yang lalu.”

Mwo? Lalu apa yang kau lakukan selama satu jam? Kenapa tidak segera membangunkanku?”

“Memandangimu yang sedang tertidur,” ucap Yoona polos.

Pernyataan Yoona tersebut jelas sangat sukses membuat wajah Kyuhyun memerah. Ketiga pengawal Yoona sekaligus bawahan Kyuhyun tampak menahan tawa melihat tingkah polos dari sang majikan yang berhasil membuat seorang Cho Kyuhyun tak berdaya menghadapi sikapnya.

“Kau ini . . .” Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya. “Baiklah, karena kau sudah di kamarku, sekarang apa yang kau inginkan Nona Im Yoona? Aku akan membebaskan kegiatanmu hari ini.”

Seketika kedua mata Yoona berbinar penuh semangat. “Jinjja? Kau sungguh memberiku waktu bersantai hari ini?”

Kyuhyun mengangguk. “Tentu saja.”

“Kalau begitu—” Yoona langsung menggelayut manja di lengan Kyuhyun. “Kita berkencan. Eotohge?

“Berkencan?”

Ne, berkencan. Bukankah kita ini sudah resmi menjalin hubungan?” tanya Yoona tersipu.

Kyuhyun tersenyum melihat sikap polos dari wanita yang kini tengah bergelayut manja di lengannya itu.

“Baiklah. Kau ingin kita berkencan di mana?”

Pertanyaan Kyuhyun membuat Yoona berpikir sejenak. Ia tampak memutar kedua bola matanya seolah sedang serius berpikir.

“Aku ingin pergi ke pantai,” jawab Yoona kemudian. “Sudah lama aku tidak ke sana.”

Kyuhyun terdiam sejenak, berpikir untuk menanggapi jawaban dari wanita yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu. “Kalau begitu, kita ke Pantai Eurwangni. Kau setuju?”

Senyum manis mengembang di wajah Yoona. Ia tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.

“Baiklah, aku akan segera bersiap. Kau juga,” ucap Yoona lalu bergegas keluar dari kamar Kyuhyun.

Melihat tingkah polos dari Yoona, itu membuat Kyuhyun tak bisa berhenti tersenyum. Namun, di balik senyuman pria itu, ada rasa sedih yang sedang ditahannya.

*****

Seohyun berjalan keluar dari gedung apartemennya. Rencananya hari ini, ia berniat pergi membeli beberapa barang kebutuhannya. Usai mengunci pintu kamar apartemennya, ia terkejut ketika mendapati sosok pria sudah berdiri di depannya.

Annyeong . . .”

Mata Seohyun membulat sempurna. “Sehun, apa yang sedang kau lakukan di sini?”

Rupanya pria itu adalah Sehun, pria yang diyakini memang tengah dekat dengan Seohyun.

“Aku ingin bertemu denganmu, apa kau mau pergi?” tanya Sehun.

Seohyun mengangguk. “Ne, aku harus membeli sesuatu untuk mengajarkan beberapa keterampilan pada seseorang.”

Kedua alis Sehun bertaut. “Seseorang?”

“Ah, dia majikan di tempat sepupuku bekerja,” jawab Seohyun.

“Sepupu?” Sehun merasa curiga dengan apa yang dituturkan oleh Seohyun. Seingatnya, wanita itu pernah bercerita padanya jika dia memiliki sepupu yang merupakan pewaris tunggal sebuah perusahaan besar di Seoul.

Seohyun terdiam sejenak sembari memandangi wajah kaget Sehun. Seketika ia menutup mulutnya karena tanpa sengaja telah membocorkan rahasia Kyuhyun.

“Apa maksudmu—” Sehun mencoba menebak sosok sepupu Seohyun. “Cho Kyuhyun? Diakah sepupu yang pernah kau ceritakan sebelumnya padaku?”

“Bagaimana kau bisa—” Seohyun terlihat terbata-bata untuk menanggapi pertanyaan Sehun.

“Itu artinya, apakah orang yang sedang kau ajari adalah Im Yoona?” tanya Sehun kembali dan sukses membuat kaget Seohyun.

“Kau mengenalnya?”

Sehun tersenyum tipis. “Dia adalah temanku sejak kecil.”

Mwo?

***

Sehun tengah menyelesaikan pekerjaannya sebagai seorang business consultant. Ia kembali teringat saat Yoona memperkenalkan Kyuhyun kepadanya.

“Pengawal pribadi?” gumam Sehun lirih.

Kedua matanya tampak terpejam seolah sedang mengingat sesuatu.

“Sepertinya aku pernah bertemu dengan pria itu. Tapi dimana?”

Rasa penasaran mendorongnya untuk mencari data pribadi Kyuhyun di sebuah situs internet. Ia mulai mengetikkan nama lengkap Kyuhyun di mesin pencarian internet hingga akhirnya muncul informasi yang mengejutkan baginya.

“Cho Kyuhyun, seorang pewaris tunggal dari Perusahaan Cho Corp . . .” Sehun seolah tak ingin melanjutkan kalimatnya. Pria itu kembali mencocokan foto yang diduga Kyuhyun yang sebagai pewaris tunggal perusahaan ternama dengan Kyuhyun yang dikenalkan oleh Yoona sebagai pengawal pribadi teman kecilnya tersebut. Mereka adalah orang yang sama.

“Tidak mungkin Yoona sama sekali tidak tahu status Kyuhyun yang sebenarnya . . .”

Sehun terdiam sejenak. Ia mencoba menerka apa yang sedang direncanakan oleh Kyuhyun. Seorang pewaris tunggal perusahaan ternama menjadi seorang pengawal pribadi, tidakkah itu seperti sebuah lelucon? Bahkan Kyuhyun sama sekali tidak mengganti namanya dan tetap menggunakan nama aslinya.

“Apa yang sedang direncanakannya?”

***

Sehun memperhatikan Seohyun yang duduk di sebelahnya. Kini keduanya tengah berada di dalam mobil yang dikemudikan oleh Sehun.

“Kita pergi sebentar ke tempat Yoona,” ucap Sehun.

Seohyun menyadari bahwa ia telah membocorkan rahasia besar kepada Sehun. “Baiklah, tapi kumohon padamu untuk tidak mengatakan pada siapapun tentang Kyuhyun-oppa. Terlebih lagi pada Yoona.”

Sehun tersenyum. “Kau jangan khawatir.”

*****

“Cepatlah! Aku sudah tidak sabar ingin segera pergi ke pantai!” teriak Yoona pada Kyuhyun yang masih berjalan melambat menuju mobil yang terparkir di area halaman rumah.

“Kau ini sungguh tidak sabar,” ucap Kyuhyun.

Yoona menyipitkan kedua matanya. “Kau yang lambat.”

Kyuhyun tersenyum geli melihat reaksi Yoona. Apalagi saat melihat berbagai persiapan yang dibawa Yoona untuk acara kencan keduanya di Pantai Eurwangni. Pria itu tidak henti-hentinya untuk tersenyum.

Perhatiannya sesaat teralihkan pada sebuah mobil yang tiba-tiba masuk ke area rumah Yoona. Kyuhyun terlihat serius memperhatikannya, sementara Yoona yang baru menyadari kehadiran mobil itu juga ikut menoleh dan memperhatikannya. Dengan cepat ia langsung mengenali siapa sang pengemudi mobil saat melihat mobil yang sudah berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri.

“Sehun?” gumam Yoona lirih. Namun bagi Kyuhyun cukup keras karena pria itu dapat mendengarnya.

Tepat dugaan Yoona, pengemudi mobil yang tampak keluar memang Sehun. Yoona tidak terkejut, tapi hal yang mengejutkannya adalah keikutsertaan Seohyun dalam mobil tersebut.

Oppa . . .” teriak Seohyun sembari berlari mendekati Kyuhyun. Sementara Sehun tampak berjalan mendekat lalu berhenti di depan Yoona.

Yoona hanya terdiam, namun ia mencoba untuk tersenyum. Walau perasaan sakit itu masih ada dalam hatinya, tapi ia meyakini jika ini adalah pilihan yang terbaik untuk hubungannya dengan Sehun, tetap menjadi seorang teman.

“Lama kau tidak mengunjungiku, Sehun?” tanya Yoona kemudian.

Sehun, pria itu tersenyum kecil menanggapi pertanyaan Yoona. Ia menyadari bahwa sebelumnya sudah menyakiti perasaan wanita yang menjadi teman kecilnya selama 15 tahun.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Sehun.

Yoona tersenyum. “Seperti yang kau lihat, kabarku baik.”

Sejak pengakuan Yoona tentang perasaannya pada Sehun, keduanya memang nyaris tidak ada komunikasi.

Yoona melirik ke arah Seohyun yang sudah berdiri di samping Kyuhyun. Sebelumnya ia menduga jika Seohyun adalah wanita yang disukai Kyuhyun. Tapi, karena ia sudah tahu Seohyun adalah sepupu Kyuhyun, ia merasa lega.

“Sehun . . .” Yoona tampak menatap serius ke arah pria di depannya. “Apa yang kuucapkan tempo hari, kuharap kau melupakannya. Anggaplah kau tidak pernah mendengarnya, aku ingin agar persahabatan kita sejak kecil tidak terganggu hanya karena masalah ini.”

Sehun menatap lurus ke arah Yoona. Kemudian memperhatikan Kyuhyun yang tengah melihat ke arah mereka.

Mianhae, aku tidak bisa menerima perasaanmu. Jika kau menyuruhku untuk melupakan apa yang kau katakan waktu itu, tentu aku tidak bisa melupakannya begitu saja. Aku masih ingat, bahkan sampai sekarang. Tapi, aku hanya menganggapmu sebagai teman. Tidak lebih dari itu. Jeongmal mianhae. Walau aku tahu pernyataanku ini melukai perasaanmu, tapi aku tetap harus mengatakannya,” ucap Sehun.

Yoona tersenyum. Memang sedikit menyakitkan, tapi ia sudah memilih untuk mengubur dalam-dalam perasaannya terhadap Sehun. Karena saat ini, dalam hatinya hanya ada seseorang yang sudah berhasil menggeser Sehun dan selamanya akan selalu berada dalam hati Yoona.

Tidak jauh dari posisi Yoona dan Sehun, dua bersaudara sepupu itu tampak menatap ke arah mereka. Berusaha mendengar pembicaraan serius yang dilakukan keduanya.

“Apa yang sedang mereka bicarakan?” tanya Seohyun penasaran.

Kyuhyun menoleh ke arah Seohyun. “Jadi dia, pria yang pernah kau ceritakan padaku waktu itu?”

Seohyun tersenyum. “Ne, aku tidak tahu jika dia adalah sahabat kecil Yoona.”

Yoona dan Sehun menghampiri keduanya.

Kajja, kita pergi,” ajak Yoona pada Kyuhyun.

“Kalian mau pergi kemana?” tanya Seohyun penasaran.

Belum sempat Kyuhyun menjawab pertanyaan Seohyun, perhatiannya teralih pada sebuah mobil yang datang lalu berhenti tepat di samping mobil Sehun. Tanpa diduga, Eunhyuk dan Sooyoung keluar dari mobil tersebut.

“Hei, apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Eunhyuk penasaran saat melihat Yoona, Kyuhyun, Sehun dan Seohyun.

“Bagaimana jika kita pergi bersama saja?” ucap Kyuhyun tiba-tiba dan sukses membuat Yoona menoleh tajam ke arahnya.

“Pergi bersama? Memangnya kau mau kemana?” tanya Eunhyuk penasaran.

“Kebetulan Yoona memintaku untuk mengajaknya ke pantai. Karena kalian sudah datang, bagaimana jika kalian juga ikut? Bukankah lebih menyenangkan jika pergi bersama-sama?”

Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha meyakinkan empat orang yang baru datang untuk menolak ajakan Kyuhyun.

“Sepertinya menyenangkan . . .” ucap Sooyoung sembari tersenyum ke arah Yoona.

Sehun dan Seohyun juga mengangguk, sementara Eunhyuk sudah bersorak senang lebih dulu.

“Baiklah, kita pergi bersama. Kita ke Pantai Eurwangni,” lanjut Kyuhyun. Ia menyuruh salah satu anak buahnya untuk menyiapkan mobil yang berukuran lebih besar dan muat untuk 6 orang.

Yoona menatap sinis ke arah Kyuhyun. Sementara pria itu hanya berdeham namun tetap dengan senyum yang tidak bisa ia tahan.

*****

Yoona sedari tadi tampak terdiam dengan wajah yang tertekuk, seolah sedang memperlihatkan kekesalannya karena Kyuhyun mengajak Sehun, Seohyun, Eunhyuk dan Sooyoung dalam acara kencan keduanya di Pantai Eurwangni.

Apalagi dengan posisi duduk di dalam mobil yang tidak sesuai dengan harapannya. Kyuhyun sebagai pengemudi duduk di depan bersama Sehun, sementara ia di deretan tengah bersama Seohyun dan Sooyoung, sedangkan Eunhyuk berada di deretan paling belakang.

“Kenapa kau diam saja?” tanya Sooyoung berbisik.

Yoona menoleh tajam ke arah Sooyoung. “Dasar kalian ini! Mengganggu acara kencanku dengan Kyuhyun!”

Sooyoung tidak dapat menahan tawanya. Wanita itu terus tertawa kecil saat mendengar bisikan Yoona yang menumpahkan semua kekesalannya. Sepertinya Seohyun juga ikut mendengar penuturan Yoona, wanita itu juga terlihat tersenyum.

Kyuhyun memperhatikan kondisi Yoona dari layar kaca mobil. Dilihatnya kekasihnya itu tampak diam dengan wajah cemberut. Pria itu tersenyum tanpa sadar. Sementara Sehun terlihat terus memperhatikan Kyuhyun yang tampak fokus mengemudikan mobil.

“Hei, bagaimana jika aku menyanyikan sebuah lagu?” teriak Eunhyuk memecah keheningan.

“Ide bagus, bagaimana jika kita berduet saja?” usul Sooyoung.

Kedua orang itu pun langsung bernyanyi dengan suara keras. Yoona semakin kesal dan bergegas menutupi telinganya. Seohyun tak bisa menahan tawanya melihat tingkah konyol dari Eunhyuk dan Sooyoung. Sementara Kyuhyun dan Sehun sama-sama tersenyum kecil.

*****

Mobil berhenti di sebuah villa yang posisinya berdekatan dengan pantai Eurwangni. Kyuhyun terlihat turun dari mobil lalu masuk ke dalam villa itu. Yoona yang penasaran akhirnya juga ikut turun mendekatinya.

“Kenapa kita berhenti di sini?” tanya Yoona penasaran.

“Aku ingin menyewa villa ini untuk satu hari saja. Kita bisa meletakkan barang-barang di sini, lalu menikmati pemandangan pantai tanpa harus mendirikan tempat berteduh di sana. Bukankah lebih mudah?”

Yoona memperhatikan sekeliling villa. Jika diperhatikan baik-baik, villa itu terlihat besar dan mewah.

“Memangnya kau punya uang untuk menyewa villa ini?” tanya Yoona polos.

Kyuhyun tersentak mendengarnya. Dalam hati, ia tertawa. Villa itu tak lain milik keluarganya. Namun, tentu saja ia harus menyembunyikan fakta itu dari Yoona.

“Ini milik temanku, aku sudah minta izin lebih dulu padanya,” jawab Kyuhyun.

“Ah, Anda sudah datang Tuan Muda?” tanya seseorang tiba-tiba yang mengejutkan keduanya.

Yoona mengernyitkan alisnya. Sementara Kyuhyun tampak memberi isyarat pada wanita paruh baya itu untuk tidak memberitahukan identitas aslinya. Pria paruh baya itu pun terlihat langsung paham dengan perintah Kyuhyun tersebut.

“Tuan Park, lama tidak bertemu,” sapa Kyuhyun pada orang yang senantiasa menjaga villa milik keluarganya tersebut.

Tuan Park tampak membungkuk ke arah Kyuhyun sembari tersenyum. Ia pun langsung mengantarkan Kyuhyun beserta rombongan untuk mengelilingi villa tersebut.

“Baiklah, selesai meletakkan barang-barang, kita bisa segera pergi menikmati pantai,” ucap Kyuhyun.

Eunhyuk dan Sooyoung mengangguk semangat. Kedua orang itu terlihat bergegas meletakkan tas mereka lalu segera berlari keluar villa. Sementara Sehun terlihat membantu Seohyun memindahkan barang miliknya. Yoona sempat melihat kedekatan di antara keduanya.

Kyuhyun yang juga menyaksikan pemandangan itu langsung menarik lengan Yoona dan mengajaknya keluar dari villa.

“Jangan terlalu kau pikirkan! Bukankah ini saatnya bersenang-senang?” bisik Kyuhyun.

Yoona memandangi Kyuhyun yang tengah tersenyum padanya. Ia pun mengangguk lalu mengikuti Kyuhyun berjalan keluar dari villa.

*****

Eunhyuk dan Sooyoung terlihat asyik bermain air pantai. Jika dilihat sekilas, mereka berdua memang terlihat seperti pasangan kekasih, tapi entahlah. Yoona hanya bisa memandangi keduanya dari jauh dengan wajah iri. Kemudian, ia menoleh ke arah Kyuhyun yang dilihatnya justru sibuk dengan membantu Sehun dan Seohyun menyiapkan makan.

“Kyu!”

Suara teriakan Yoona sukses mengalihkan Kyuhyun. Pria itu terlihat menatapnya dengan tanya yang tergurat di wajahnya.

“Kita kesana . . .” ajak Yoona sambil menunjuk ke arah Eunhyuk dan Sooyoung. “Aku ingin bermain air pantai denganmu.”

Kyuhyun terdiam, kemudian memperhatikan beberapa menu makanan yang belum selesai.

“Kau ke sana saja dulu, nanti aku menyusul,” ucap Kyuhyun kemudian.

Jelas jawaban itu membuat Yoona kecewa. Bukankah sebelumnya Kyuhyun yang lebih dulu menariknya keluar dari villa? Ia pikir pria itu akan langsung menemaninya menikmati suasana pantai. Ternyata justru lebih memilih menyiapkan menu makanan untuk mereka nanti.

Ia pun berjalan sembari mengurucutkan bibirnya. Menatap hamparan pasir putih yang indah namun dengan perasaan kesal.

“Aish, kenapa acara kencan kami jadi ada gangguan seperti ini? Menyebalkan!” gerutu Yoona. Ia tetap berjalan mendekati Eunhyuk dan Sooyoung yang kini tengah bermain pasir. Tiba-tiba . . .

CRASH! Yoona berteriak sembari merintih kesakitan. Ia perhatikan telapak kaki kanannya yang ternyata tanpa sengaja menginjak sebuah kerang. Perlahan cairan merah itu keluar

Kondisinya itu jelas mengundang kepanikan Eunhyuk dan Sooyoung yang posisinya lebih dekat darinya. Sementara Kyuhyun yang posisinya cukup jauh langsung berlari begitu melihat Yoona sudah terduduk sembari memegangi kakinya.

“Apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun panik.

Yoona tidak dapat menjawab dan hanya terisak. “Kakiku . . .”

Kedua mata Kyuhyun langsung menatap ke arah telapak kaki kanan Yoona. Dilihatnya goresan yang cukup dalam akibat menginjak sebuah kerang hingga mengakibatkan darah keluar dari telapak kaki kekasihnya tersebut.

“Harus segera diobati, kau bisa berjalan?” tanya Kyuhyun.

Yoona menggeleng. Kakinya terasa sangat perih. “Sakit sekali, Kyu . . .”

Kyuhyun langsung membopong tubuh Yoona kemudian bergegas membawanya ke dalam villa untuk mengobati lukanya. Eunhyuk dan Sooyoung yang melihatnya langsung bergegas menghampiri Sehun dan Seohyun. Kedua orang itu juga terlihat mencemaskan kondisi Yoona.

“Apa yang terjadi?” tanya Sehun pada Sooyoung.

“Yoona tidak sengaja menginjak kerang. Akibatnya telapak kaki kanannya berdarah,” jawab Sooyoung.

“Benarkah?” Seohyun terlihat cemas lalu bergegas menyusul Kyuhyun.

Sehun tampak memperhatikan ke arah Kyuhyun dan Yoona yang sudah masuk ke dalam villa.

Kyuhyun tampak mendudukkan Yoona di sofa ruang tengah. Seohyun yang baru tiba langsung mengambil peralatan obat yang ada. Sepupu Kyuhyun itu terlihat telaten dalam mengobati

“Aww . . .” Yoona tak dapat menahan rasa perihnya saat obat itu dioleskan pada luka di telapak kaki kanannya.

“Tahanlah, aku harus membalut lukamu ini,” ucap Seohyun.

Kyuhyun terlihat duduk di sebelah Yoona yang tengah memeluk erat lengannya. Pria itu tampak menenangkan Yoona yang terus merintih kesakitan. Tak lama kemudian, Sehun datang menyusul mereka dan hanya menyaksikan ketiganya dari pintu.

“Sudah selesai, bagaimana menurutmu?” tanya Seohyun.

Yoona terdiam sejenak, kemudian tampak memperhatikan telapak kaki kanannya. Ia pun tersenyum karena merasa sudah lebih baik dari sebelumnya.

“Sudah lebih baik, aku sangat berterima kasih padamu,” ucap Yoona pada Seohyun.

Cheonma . . .”

“Kyuhyun-ssi, bisakah kita bicara sebentar?” tanya Sehun tiba-tiba. Pria itu terlihat sudah berjalan mendekati mereka.

Yoona tampak memandangi Kyuhyun sejenak. Wanita itu terlihat penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh kedua pria tersebut.

“Seohyun, temani dia sebentar,” ucap Kyuhyun berpesan pada Seohyun.

Seohyun mengangguk. Ia pun tampak serius memperhatikan sepupunya dan Sehun yang perlahan berjalan keluar dari villa. Dalam hati, ia mencoba menebak jika Sehun akan membicarakan masalah identitas Kyuhyun yang sebenarnya.

“Ada apa?” tanya Yoona saat melihat raut wajah Seohyun yang berubah.

“Tidak apa-apa,” jawab Seohyun cepat.

 Yoona terlihat fokus memperhatikan Seohyun yang tengah merapikan peralatan obat.

“Sehun . . .” Wajah Yoona terlihat berubah sedih saat mencoba mengkonfirmasi kedekatan Seohyun dengan Sehun. “Apakah dia, pria yang sedang dekat denganmu?”

Tangan Seohyun terhenti dari kegiatannya. Ia tampak menoleh ke arah Yoona dengan wajah yang sedikit terkejut. Tak lama kemudian, barulah ia mengangguk membenarkan pertanyaan Yoona.

“Begitu rupanya,” ucap Yoona lirih.

“Aku sama sekali tidak menduga, jika dia adalah temanmu sejak kecil,” lanjut Seohyun.

Yoona terdiam. Harus ia akui, ada perasaan iri terhadap Seohyun. Wanita di hadapannya itu baru saja dikenal Sehun beberapa bulan, namun mampu meluluhkan hati pria itu. Sedangkan Yoona, yang sudah menjadi teman Sehun sejak 15 tahun silam, tidak berhasil meluluhkan hati Sehun.

“Sebelumnya, aku juga minta maaf karena sudah salah sangka padamu. Kukira, kau menjalin hubungan dengan Kyuhyun,” ujar Yoona.

Seohyun tersenyum kecil. “Ini semua karena sikap oppa waktu itu yang terlalu berlebihan. Memelukku dengan mesra hingga membuatmu salah paham. Mianhae.”

Yoona pun ikut tersenyum. Ia merasa, wajar jika Sehun tertarik dengan Seohyun. Wanita yang baik hati dan juga pandai beberapa keterampilan. Parasnya juga cantik. Mungkin, kali ini memang saatnya ia mengubur dalam-dalam semua perasaanya terhadap Sehun. Selain itu, sudah ada Kyuhyun di sisinya.

*****

“Apa alasanmu menyamar menjadi pengawal pribadi Yoona?”

Kyuhyun menoleh kaget ke arah Sehun yang terlihat menatap serius padanya. Keduanya tengah berbicara serius di tempat yang berjarak agak jauh dari villa dan juga dari posisi  Eunhyuk dan Sooyoung.

“Kau sudah tahu?”

Sehun mengangguk. “Cho Kyuhyun, pewaris tunggal perusahaan Cho Corp. Bukankah itu identitas aslimu? Aku heran, kenapa kau sama sekali tidak mengganti namamu dan tetap menggunakan nama aslimu?”

“Rupanya kau sudah tahu banyak hal tentang diriku,” balas Kyuhyun.

Sehun berjalan mendekati Kyuhyun. “Apa alasannya?”

Kyuhyun menatap lurus ke arah Sehun. “Aku tidak bisa mengatakannya. Misiku, hanya diketahui olehku, appaku dan Tuan Im.”

“Kau tidak bermaksud—”

“Kau jangan khawatir. Aku sama sekali tidak bermaksud jahat terhadap Yoona,” potong Kyuhyun.

Sehun terdiam sejenak. Ia melihat kejujuran dari sorot mata Kyuhyun.

“Aku hanya bisa mengatakan, aku ditugaskan untuk melindungi dan menjaga Yoona sampai Tuan Im kembali. Selain itu, aku juga diberi tanggung jawab untuk mendidik Yoona, agar dia menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya,” lanjut Kyuhyun.

Sehun menoleh ke arah yang sedang diperhatikan oleh Kyuhyun. Ia melihat Yoona tampak keluar dari villa dengan digandeng oleh Seohyun. Mereka terlihat berjalan menuju Eunhyuk dan Sooyoung yang tengah asyik menyantap makanan yang sudah disiapkan.

“Aku dan Yoona sudah berteman sejak kami berusia 7 tahun. Aku sama sekali tidak menduga jika dia menganggapku lebih dari teman.  Waktu itu, yang terlintas dalam pikiranku, bahwa aku hanya menganggapnya teman. Tidak lebih. Akhirnya, aku hanya melukai perasaannya saja,” ucap Sehun.

 Kyuhyun terdiam. “Kau tidak perlu mencemaskannya. Sampai sekarang, kondisinya baik-baik saja. Setelah kau menolaknya secara halus, kurasa Yoona bisa segera bangkit dan tidak lagi murung.”

Sehun memperhatikan Yoona yang terlihat ceria walaupun baru saja mendapat kecelakaan kecil.

“Kurasa aku tahu, apa yang membuatnya bisa seceria ini,” ucap Sehun.

“Maksudmu?”

Sehun menoleh ke arah Kyuhyun. “Kau, adalah orang yang sudah membuatnya tetap ceria. Bahkan aku bisa melihat berbagai perubahan sikap dalam dirinya. Kau adalah sosok pria yang pantas untuknya, dibandingkan diriku.”

Kyuhyun memandangi Yoona dari tempat mereka berdiri. Ia pun tersenyum tanpa sadar saat melihat keceriaan wanita tersebut.

“Kuharap kau bisa membahagiakannya,” ucap Sehun sambil menepuk bahu Kyuhyun. Kemudian berjalan pergi menyusul keempat orang yang tengah asyik menyantap hidangannya.

Kyuhyun tersenyum kecil menanggapinya. Ia pun bergegas menyusul Sehun dan ikut bergabung dengan Yoona, Seohyun, Eunhyuk dan Sooyoung. Mereka pun tampak larut dalam kebersamaan sambil menikmati suasana pantai di waktu senja.

*****

Hari perlahan mulai gelap. Sebuah mobil tampak masuk ke dalam rumah Yoona. Terlihat para penumpang keluar dari mobil yang dikemudikan oleh Kyuhyun. Sehun, Seohyun, Eunhyuk dan Sooyoung berpamitan pada Kyuhyun dan Yoona.

Setelah memastikan keempat orang itu pergi, Yoona tampak berjalan di belakang Kyuhyun. Ia tak dapat menyembunyikan rasa senangnya karena pergi berkencan dengan Kyuhyun, walaupun harus mengajak Sehun, Seohyun, Eunhyuk dan Sooyoung dalam acara kencan mereka.

“Kau senang?” tanya Kyuhyun.

Yoona mengangguk. “Tapi aku akan lebih senang lagi jika kita hanya pergi berdua.”

Kyuhyun menatap Yoona sembari tersenyum. “Lain kali kita pergi berdua saja.”

“Kau harus memegang janjimu itu,” ucap Yoona mengingatkan.

“Kau jangan khawatir, aku pasti menepatinya,” balas Kyuhyun sembari tersenyum.

Keduanya pun berjalan beriringan masuk ke dalam rumah. Kyuhyun memperhatikan Yoona yang masih berjalan tertatih-tatih. Sepertinya luka kaki Yoona akibat menginjak kerang di pantai masih terasa sakit bagi wanita itu.

Kyuhyun berjalan mendahului Yoona kemudian duduk merendah di depannya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Yoona bingung.

“Naiklah ke punggungku, sepertinya kau masih kesulitan untuk berjalan,” jawab Kyuhyun.

Yoona tersipu mendengarnya. Ia pun tampak bergegas mendekati Kyuhyun, lalu menempelkan tubuhnya pada punggung pria itu. Kyuhyun dengan mudah langsung mengangkat tubuh Yoona dalam gendongannya.

Yoona tampak melingkarkan kedua tangannya pada leher Kyuhyun. Wajah keduanya terlihat dekat. Wajah yang menunjukkan betapa keduanya sedang berada dalam pusaran cinta yang begitu kuat.

Saat memasuki area ruang tengah, keduanya terkejut ketika melihat seorang pria paruh baya sudah duduk dengan raut wajah kecewa. Seketika mata keduanya terbelalak ketika menyadari bahwa pria itu adalah Mr. Im. Mereka sama sekali tidak menduga jika pria paruh baya itu sudah kembali ke Seoul.

Appa . . .” Yoona seolah kesulitan untuk mengatakan sesuatu. Refleks ia pun langsung turun dari gendongan Kyuhyun. Reaksi yang sama juga diperlihatkan Kyuhyun. Wajah keduanya menegang.

Mr. Im berjalan mendekati Yoona dan Kyuhyun. Entah apa yang sedang dalam pikiran pria paruh baya itu, namun yang jelas dari sorot matanya memperlihatkan rasa tidak suka atas apa yang baru saja dilihatnya.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Mr. Im sinis.

“Kami dari—”

“Aku yang mengajak Yoona pergi ke pantai. Walau aku tahu tidak seharusnya aku melakukan hal itu. Bagaimanapun juga, kewajibanku hanyalah menjaga dan mendidiknya, bukan mengajaknya pergi bermain ke pantai. Ini salahku,” potong Kyuhyun.

Yoona langsung menoleh dan menatap miris ke arah Kyuhyun. Pria itu tengah melindunginya dari amarah yang kemungkinan akan diterimanya oleh Mr. Im.

“Apakah . . .” Mr. Im tampak memandangi ke arah Yoona dan Kyuhyun. “Kalian berdua sedang berkencan?”

Kyuhyun tertegun mendengarnya, begitu juga dengan Yoona. Saat pria itu ingin menjawab, Yoona langsung menggenggam tangannya dan melingkarkan pelukan di lengan Kyuhyun.

Ne, appa. Kami memang sedang berkencan dan menjalin sebuah hubungan,” jawab Yoona.

Kyuhyun menoleh ke arah Yoona. Dilihatnya wanita itu tampak serius. Seolah tidak ada keraguan dalam dirinya dan mengakui hubungan mereka yang baru berjalan hampir seminggu.

“Kau mencintainya?” tanya Mr. Im pada Yoona.

Yoona mengangguk. “Ne, aku sangat mencintainya. Aku tidak peduli dengan statusnya yang hanya seorang pengawal pribadi. Bagiku, Kyuhyun lebih dari segalanya. Dia yang telah mengajarkanku berbagai hal. Tentang kemandirian, rasa menghargai terhadap orang-orang yang melayani kita dan masih banyak lagi yang aku pelajari darinya. Selain itu, Kyuhyun selalu melindungiku, menjagaku kapanpun dan dimanapun. Aku sangat mencintai Kyuhyun.”

“Apa kau juga mencintai putriku?” tanya Mr. Im. Kali ini pertanyaan itu ditujukan untuk Kyuhyun.

Pria itu menatap Yoona yang terlihat mengangguk, seolah mengisyaratkan pada Kyuhyun untuk mengatakan hal yang sama dengannya.

Ne, aku sangat mencintainya . . .” jawab Kyuhyun.

PLAK! Sebuah tamparan keras langsung mendarat tepat di pipi kiri Kyuhyun. Yoona menutup mulutnya, menatap tak percaya atas pemandangan yang baru saja dilihatnya. Ketiga pengawal pribadi Yoona yang menjadi anak buah Kyuhyun juga terkejut melihatnya. Mr. Im terlihat marah besar.

“LANCANG! Beraninya kau mencintai putriku, padahal statusmu hanyalah seorang pengawal pribadi. Aku menyuruhmu untuk menjaga dan mendidik putriku, tapi apa yang kuterima? Kau justru memanfaatkan situasi dan mengencani Yoona di belakangku. Sungguh tidak tahu malu . . .”

Kyuhyun terdiam. Ia tidak membalas pernyataan dari Mr. Im.

Yoona yang melihat kemarahan appanya berusaha membela Kyuhyun. “Appa jangan hanya menyalahkan Kyuhyun. Jika appa marah, seharusnya padaku saja. Jangan salahkan Kyuhyun atas hubungan kami. Akupun juga bersalah jika membuat appa marah. Tapi, jika appa menyuruhku untuk mengakhiri hubungan kami, aku tidak bisa. Aku tidak peduli, aku tidak mau berpisah dengan Kyuhyun.”

Mr. Im langsung menatap tajam ke arah Yoona yang sudah lebih dulu menatap serius ke arahnya.

“Hentikan! Kau jangan membuatku semakin marah,” ucap Mr. Im. “Lebih baik kau segera akhiri hubunganmu dengan Kyuhyun. Karena aku sudah menjodohkanmu dengan seorang pria pewaris tunggal sebuah perusahaan ternama di Seoul.”

Mata Yoona terbelalak. “Shireo! Aku tidak mau menikah jika tidak dengan Kyuhyun. Aku menolak perjodohan itu!”

“IM YOONA!”

“Aku tidak peduli dengan keputusan appa, karena aku sudah memutuskan untuk tetap bersama Kyuhyun,” ucap Yoona bersi keras.

Kyuhyun tampak menatap miris ke arah Yoona yang dilihatnya tampak berkaca-kaca, seolah sedang menahan air mata yang hampir keluar dari mata indahnya.

Mr. Im terdiam sejenak. Kemudian berjalan mendekati Kyuhyun.

 “Cepat kemasi barangmu dan—” Mr. Im menatap lurus ke arah Kyuhyun. “Tinggalkan tempat ini!”

-TBC-

Yey, akhirnya bisa juga publish kelanjutan FF. Untuk sementara kelanjutan FF ini dulu ya yang baru kelar. Sepertinya ceritanya makin ke sini semakin gaje ^^v
P.S : Hayo, siapa yang sudah bisa menebak apa misi Kyuhyun? Di bagian part akhir udah ada clue nya loh. Semoga suka, gomawo😉

 

148 thoughts on “Prince as Bodyguard – Chapter 7

  1. Kim rae gun says:

    What what what ??? Sinetron kah?? Aaaah gedeeeg niih mr.im kok egoiiiisss !! Mau gmn yoong ga egois,mr.im aja egois bgt ..

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s