[Twoshoot] Love in First Sight – Chapter 2B [END]


love_in_first_sight_2

Title : 

“Love in First Sight”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Jung Krystal F(X)

Lee Taemin Shinee

Choi Siwon Super Junior

Genre :

Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

“6  bulan bukanlah waktu yang singkat. Kurasa itu sudah lebih dari cukup. Jika dibandingkan Siwon-oppa, aku bisa melihat perasaan cinta yang berbeda dari Kyuhyun-oppa. Dia sangat tulus dan benar-benar mencintaimu, eonni . . .” lanjut Krystal.

Yoona terdiam. Ia kembali memikirkan kembali pendapat Krystal. Namun tetap saja itu membingungkan baginya. Ia akui, ia sangat merindukan Siwon. Ia terlalu terkejut hingga meluapkan kembali kemarahannya setelah dicampakkan oleh Siwon. Di sisi lain, ia menyadari jika kehadiran Kyuhyun perlahan memang mengobati rasa sakitnya akibat Siwon. Yoona menenggelamkan wajahnya di antara kedua tangannya. Wanita itu sedang dilanda perasaan bimbang yang luar biasa. Siwon atau Kyuhyun yang harus ia pilih?

-End Previous Story-

Kona Beans

Kyuhyun terlihat sudah duduk di salah satu kursi pengunjung. Pria itu memesan sebuah minuman untuk menemaninya sembari menunggu kedatangan seseorang yang tak lain adalah mantan kekasih Yoona. Ia begitu penasaran dengan sosok pria yang sudah melukai hati Yoona tempo dulu, seperti yang didengarnya dari Krystal.

Kedua mata Kyuhyun terus memperhatikan sekeliling cafe, hingga akhirnya berhenti pada sosok pria berperawakan tinggi yang baru saja tiba di pintu masuk. Pria itu terlihat melakukan hal yang sama dengannya, sampai akhirnya kedua mata mereka bertemu. Raut wajah Kyuhyun langsung berubah, sementara pria itu tampak berjalan mendekat ke arahnya.

“Apa kau Cho Kyuhyun?” tanyanya.

Kyuhyun mengangguk lalu mempersilakan pria itu untuk duduk di depannya. Kedua bola mata Kyuhyun tak pernah lepas sedetik pun dari pria yang kini sudah duduk tepat di hadapannya. Ia sedang memperhatikan gerak-gerik dari pria tersebut.

“Ini pertama kalinya kita bertemu. Choi Siwon imnida . . .” ucapnya seraya mengulurkan tangan ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam dengan kedua matanya yang masih menatap lurus ke arah tangan Siwon. Ia pun menyambut uluran tangan tersebut. “Cho Kyuhyun imnida.”

Keduanya pun bergegas melepas tangan masing-masing. Situasi pun berubah tegang.

“Kemarin—” Siwon terlihat menatap serius ke arah Kyuhyun. “Kau yang mengangkat ponsel milik Yoona. Apa hubungan di antara kalian berdua?”

Mendengar pertanyaan tersebut, Kyuhyun spontan tersenyum sinis. Hal ini membuat Siwon juga melakukan hal yang sama.

Mianhae, jika aku terkesan frontal dan tidak tahu sopan santun. Tapi, aku bukan tipe orang yang suka berbasa-basi. Aku lebih suka berbicara langsung ke pokok permasalahan. Kau tahu maksudku bukan?” tanya Siwon.

Kyuhyun tersenyum sejenak, kemudian raut wajahnya berubah serius. “Kau sangat ingin tahu, apa hubunganku dengan Yoona?”

“Tentu saja,” ucap Siwon. “Karena bagaimanapun juga . . . dia adalah mantan kekasihku.”

Kyuhyun tidak memperlihatkan wajah kagetnya, karena sebelumnya pria itu sudah tahu jika Siwon adalah mantan kekasih Yoona.

“Lalu, apa tujuanmu muncul kembali di hadapan Yoona? Apa yang kau inginkan?”

Siwon tersenyum menyeringai. “Aku ingin menjalin hubungan kembali dengannya.”

“Kurasa, kau urungkan saja niatmu itu,” ucap Kyuhyun kemudian.

Dahi Siwon mengernyit. “Apa maksudmu?”

“Aku sangat mencintainya. Aku tidak akan membiarkan orang dari masa lalunya datang dan kembali mengusik kehidupannya. Bukankah kau yang sudah mencampakkannya tiga tahun silam?”

Siwon tersenyum sinis. “Benar, memang aku yang telah meninggalkannya tiga tahun silam, atas permintaan kedua orang tuaku yang menjodohkanku dengan wanita lain. Tapi, aku sama sekali tidak mencintai wanita itu. Perasaanku hanyalah untuk Yoona, dan sekarang aku ingin kembali menjalin hubungan dengannya. Apa aku salah?”

Tangan Kyuhyun terlihat mengepal. Emosinya dirasa telah memuncak. Kyuhyun pun langsung beranjak dari posisinya dan mendekat ke arah Siwon. Tangannya menarik kerah baju Siwon, kemudian mendaratkan satu pukulan telak ke arah wajahnya. Situasi pun terlihat tak terkendali dengan amarah Kyuhyun yang mencapai batasnya. Orang-orang yang melihat pertengkaran keduanya terlihat hanya menatap ngeri tanpa bisa berbuat apa-apa.

“Dengar! Aku tidak akan pernah membiarkanmu mendekati Yoona lagi. Camkan itu baik-baik!” ancam Kyuhyun sebelum pergi meninggalkan Siwon.

Usai mengatakannya, Kyuhyun langsung bergegas keluar meninggalkan Siwon yang terlihat sedang mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.

DRRT! Ponsel Siwon berdering, membuat pria itu bergegas mengambil dari saku jasnya.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

Ne, appa. Lusa aku akan segera kembali ke China. Kau jangan khawatir,” ucap Siwon.

KLIK! Pria itu mematikan ponselnya lalu meletakkannya di atas meja. Ia kembali teringat ucapan appanya beberapa hari yang lalu sebelum keberangkatannya ke Korea.

***

“Kau tetap ingin menemuinya?” tanya Mr. Choi geram.

Siwon mengangguk. “Ne, aku ingin kembali ke Korea untuk bertemu dengannya.”

“Apa kau masih mencintainya?”

“Ne, appa. Aku masih mencintainya. Aku tidak bisa melupakannya. Meskipun aku sudah menikah dengan wanita pilihan appa, tapi aku tetap tidak bisa melupakan Im Yoona,” jawab Siwon.

“Choi Siwon!”

Siwon terdiam. Kemudian perhatiannya beralih pada sosok wanita yang sudah berdiri di belakang appanya. Dia adalah Seo Joo Hyun, istri sahnya, yang sudah dinikahinya selama hampir setahun.

“Seohyun,” Mr. Choi tampak terkejut saat melihat menantunya sudah berdiri di belakangnya.

Seohyun berjalan mendekat ke arah Siwon. “Oppa, jika kau memang ingin bertemu dengannya, pergilah.”

Siwon terkejut, begitu juga dengan Mr. Choi.

“Seohyun, apa yang kau—”

“Appa jangan khawatir, aku tidak apa-apa. Aku sudah tahu jika sejak awal, Siwon-oppa bersedia menikah denganku karena menuruti kemauan mendiang appaku sebelum meninggal. Sejak awal, oppa sama sekali tidak mencintaiku. Aku tahu itu,” ucap Seohyun kemudian.

Siwon tersentak mendengarnya. Ada rasa bersalah terhadap Seohyun. Sebenarnya, ancaman Mr. Choi yang mengatakan akan membuat Yoona menderita jika Siwon tidak mau menikahi Seohyun hanyalah bualan semata. Hal itu ia lakukan karena permintaan terakhir Mr. Seo, appa Seohyun sebelum meninggal, yang begitu ingin menjadikan Siwon sebagai menantunya.

“Selesaikan masalahmu dengannya. Jika nantinya, kalian memang ingin merajut kembali hubungan kalian, aku bersedia jika akhirnya harus bercerai darimu,” ucap Seohyun.

***

Siwon memperhatikan cincin yang tersemat di salah satu jari tangannya. Cincin pernikahannya dengan Seohyun masih ia pakai. Kemudian ia mengusap salah satu sudut bibirnya yang mengeluarkan darah akibat pukulan Kyuhyun.

“Apakah kita memang tidak bisa menjalin hubungan kembali, Yoona?” desis Siwon.

Melihat Kyuhyun yang begitu emosi terhadapnya, ia bisa merasakan bahwa pria itu sangat tulus terhadap Yoona. Siwon merasa sesak setiap kali mengingatnya. Sepertinya, kali ini ia memang harus melupakan Yoona. Sebaiknya ia mencari tahu sendiri jawabannya pada Yoona.

ooOoo

Tidak seperti biasanya, hari ini Kyuhyun bangun sedikit terlambat. Cahaya matahari sudah berhasil menembus kamarnya sejak beberapa jam yang lalu. Namun, pria itu masih tetap bertahan di balik selimutnya. Entah karena malas atau terlalu lelah dengan berbagai hal yang menyita pikirannya akhir-akhir ini.

Hyung!

Teriakan Taemin pun tak berhasil membangunkan Kyuhyun dari tidurnya. Hingga akhirnya, Taemin terpaksa menarik selimut Kyuhyun dan sukses membuat kakak sepupunya itu langsung membuka kedua matanya perlahan, karena merasakan silau cahaya matahari di kamarnya.

“Taemin-ah, untuk apa kau membangunkanku?” tanya Kyuhyun kesal.

“Kau mau tidur sampai kapan?” tanya Taemin.

Kyuhyun mengerjapkan kedua matanya, kemudian beranjak bangun sebentar walau masih terduduk di atas ranjangnya.

Taemin masih memperhatikan kakak sepupunya yang terlihat tidak bersemangat. Ada rasa penasaran dalam benaknya terhadap kondisi Kyuhyun yang dinilai sedikit berubah. Seperti ada masalah yang sedang dialami oleh kakak sepupunya tersebut.

Hyung, aku ingin bertanya sesuatu padamu,” ucap Taemin.

Kyuhyun menoleh ke arah Taemin yang sudah duduk di samping ranjangnya.

“Apa?”

Wajah Taemin berubah serius. “Apa kau sedang ada masalah?”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “Masalah?”

“Beberapa hari terakhir, aku sering melihatmu murung dan melamun. Sejak hari dimana Yoona-noona masuk rumah sakit. Ah, bukankah seharusnya waktu itu adalah hari dimana kau menyatakan perasaanmu padanya? Apa kau sudah melakukannya?”

Kyuhyun terdiam sejenak, lalu menghela nafas panjang. Terlihat sekali ia memang sedang ada masalah yang tidak diketahui oleh Taemin. Berusaha menyembunyikan dari sepupunya tersebut pun percuma.

“Aku sudah menyatakan perasaanku padanya,” jawab Kyuhyun kemudian.

Jinjja?” Wajah Taemin terlihat senang. “Lalu apa jawabannya?”

Kyuhyun menggeleng. “Molla. Dia belum menjawabnya.”

Dahi Taemin mengkerut. “Belum?”

“Entah kenapa aku merasa khawatir,” lanjut Kyuhyun kemudian.

Taemin sedikit bingung dengan ucapan Kyuhyun. “Apa maksudmu?”

Kyuhyun menghela nafas. “Mantan kekasih Yoona sudah kembali ke Korea.”

Mwo?!” Taemin berteriak kaget. “Mantan kekasih?”

Kyuhyun mengangguk. “Krystal tidak memberitahumu?”

Aniyo, dia sama sekali tidak mengatakan apapun. Bahkan masalah Yoona-noona yang pernah memiliki kekasih pun, dia sama sekali tidak pernah bercerita padaku,” jawab Taemin. “Lalu, apa rencanamu selanjutnya?”

“Kemarin aku sudah bertemu dengan mantan kekasih Yoona. Aku sudah memperingatkannya agar mengurungkan niatnya untuk menjalin hubungan kembali dengan Yoona,” ucap Kyuhyun.

“Kau bertemu dengan mantan kekasihnya dan mengancamnya?” tanya Taemin terkejut. “Wah, tidak kusangka kau seberani itu, hyung!

“Kau memuji atau menghinaku?”

“Tentu saja aku memujimu, hyung! Menurutku, kau tidak boleh menyerah begitu saja atas kembalinya mantan kekasih Yoona-noona. Kau harus tetap bersemangat dan yakinlah bahwa Yoona-noona pasti akan lebih memilihmu. Percayalah,” ucap Taemin memberi semangat

Kyuhyun tersenyum. Ia sependapat dengan Taemin. Bagaimana pun juga, Siwon yang sudah mencampakkan Yoona. Tidak mungkin wanita itu berniat menjalin hubungan kembali dengan mantan kekasihnya. Tapi, semua itu belum jelas. Kyuhyun harus memastikan sendiri perasaan Yoona terhadapnya.

SRET! Dengan cepat Kyuhyun menyibakkan selimutnya lalu bergegas keluar dari kamarnya, meninggalkan Taemin yang tampak terbengong menatapnya.

*****

Krystal bergegas membukakan pintu rumah saat mendengar bel rumah berbunyi. Betapa terkejutnya gadis itu saat mendapati sosok pria yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya.

“Lama tidak bertemu . . .”

Raut wajah Krystal berubah. Seolah menunjukkan rasa tidak sukanya pada pria tersebut. “Apa maumu, Siwon-oppa?”

Mendengar reaksi Krystal tersebut, membuat Siwon justru tersenyum. Sikapnya yang biasa-biasa saja itu seolah sudah menduga reaksi dari adik mantan kekasihnya.

“Aku ingin bertemu dengan kakakmu,” jawab Siwon.

Krystal mendengus kesal. Bagaimana tidak? Pria yang berdiri di hadapannya adalah orang yang sudah membuat kakaknya menderita. Sekarang dengan mudahnya tiba-tiba muncul kembali dan tanpa berbasa-basi ingin bertemu dengan Yoona.

“Untuk apa oppa menemuinya? Oppa sudah tidak ada hak lagi untuk bertemu dengannya!” bentak Krystal.

“Kau tidak memberiku izin?” tanya Siwon sembari tersenyum.

“Tentu saja. Aku menolak!” jawab Krystal yakin.

“Krystal . . .”

Krystal menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Rupanya sejak dia membuka pintu, Yoona sudah mendengar semua pembicaraannya dengan Siwon.

Eonni . . .” Krystal tampak menunduk dan berharap Yoona menolak untuk berbicara dengan Siwon. Sementara Siwon, pria itu terlihat menunggu.

“Kembalilah ke kamarmu,” ucap Yoona pada Krystal.

Mendengar perintah dari Yoona, Krystal langsung berbalik dan meninggalkan kakaknya bersama Siwon.

“Ada perlu apa ingin bertemu denganku?” tanya Yoona dingin.

Siwon terdiam. Namun kedua matanya tak pernah lepas dari sosok Yoona.

“Ikut aku. Kurasa akan lebih jika kita berbicara di luar rumahmu,” ajak Siwon.

Yoona menggeleng. “Jika kau mau, kita bisa berbicara di taman.”

Siwon menghela nafas. “Baiklah . . .”

Keduanya pun berjalan menuju taman belakang rumah Yoona. Krystal sedikit kesal dengan kehadiran Siwon. Bagaimana tidak? Gadis itu masih ingat saat Yoona merasa terpukul ketika Siwon mengakhiri secara sepihak hubungan keduanya.

***

Yoona menangis dalam pelukan Krystal. Ia tak kuasa menahan kesedihannya karena mendapati kekasihnya memutuskan hubungan dengannya.

“Eonni . . .”

“Bagaimana bisa dia berbuat seperti itu padaku?” isak Yoona. “Tega sekali dia memutuskan hubungan secara sepihak.”

Krystal berusaha keras untuk menenangkan kakaknya yang sangat terpuruk tersebut. Tangannya tampak mengepal. Ia bisa merasakan kesedihan yang dialami oleh Yoona. Hubungan kakaknya dengan Siwon sudah berjalan hampir dua tahun. Namun, dengan mudahnya harus diakhiri hanya karena Siwon dijodohkan oleh kedua orang tuanya.

“Eonni, kau harus melupakannya! Pria seperti itu tak pantas untuk kau tangisi! Pria yang hanya memikirkan perasaannya sendiri tanpa memperdulikanmu. Kau harus melupakannya!”

***

TING! Krystal tersadar dari lamunannya saat mendengar bel rumahnya yang kembali berbunyi. Gadis itu pun bergegas membuka pintu rumahnya. Seketika tubuhnya terasa kaku saat melihat sosok pria yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya.

“Kyuhyun-oppa . . .”

“Apa kakakmu ada?” tanya Kyuhyun sambil tersenyum.

Krystal menelan ludah. Jawaban apa yang harus ia berikan pada Kyuhyun? Apakah ia harus mengatakan bahwa saat ini Yoona sedang berbicara berdua dengan Siwon?

“Ngg . . .”

Kyuhyun sedikit bingung dengan sikap Krystal yang tampak kesulitan menjawab pertanyaannya.

“Ah, iya. Saat aku datang ke sini, aku melihat ada sebuah mobil. Apa di rumahmu sedang ada tamu?” tanya Kyuhyun sembari menunjuk ke arah mobil yang terlihat asing baginya.

Jantung Krystal serasa dihujam pisau. Pertanyaan Kyuhyun tersebut semakin menyudutkannya.

Oppa, sebenarnya . . .”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya, semakin penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh Krystal.

*****

“Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Yoona.

Siwon terdiam. Ia menyadari bahwa saat ini Yoona memang terkesan dingin terhadapnya. Tidak lagi seperti Yoona yang dulu, yang selalu ada kehangatan tiap kali ia berbicara dengannya.

“Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu,” jawab Siwon kemudian.

Yoona menoleh ke arah Siwon yang tengah berdiri di sebelahnya.

“Apa kau masih mencintaiku?”

Pertanyaan yang keluar dari mulut Siwon sangat mengejutkan bagi Yoona.

“Jawaban apa yang kau inginkan dariku?”  Yoona berbalik bertanya pada Siwon.

Siwon berjalan lalu berpindah posisi hingga akhirnya ia berdiri tepat di hadapan Yoona.

“Jika kau memang masih mencintaiku, aku bersedia untuk kembali ke sisimu. Kita bisa mulai lagi dari awal. Aku tidak peduli dengan keputusan orang tuaku,” ucap Siwon.

Yoona menunduk. “Bagaimana jika seandainya aku tidak lagi mencintaimu?”

“Jika memang itu kenyataannya, aku akan terima. Aku tidak akan memaksakan diri lagi untuk kembali ke sisimu,” jawab Siwon.

Yoona terdiam. Kemudian perhatiannya teralihkan pada sebuah cincin yang tersemat di salah satu jari tangan Siwon.

“Pada awalnya, saat kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita karena dijodohkan oleh wanita lain, aku sangat terpukul menerima kenyataan tersebut. Aku selalu murung dan semakin terpuruk. Eomma dan Krystal selalu berusaha menghiburku, tapi sia-sia. Semakin hari aku semakin tersiksa dengan semua kenyataan ini. Hingga akhirnya, saat Krystal tengah dekat dengan teman satu sekolahnya dan berniat menjalin hubungan dengan temannya tersebut. Krystal sempat ragu, karena ia memikirkan kondisiku pasca berpisah darimu. Saat itulah, aku sadar bahwa aku tidak boleh terlalu berlarut dalam kesedihan. Aku harus bangkit dan melupakan semua kesedihanku karenamu. Walau sesekali aku masih teringat, tapi aku mampu melewatinya selama tiga tahun, sampai sekarang . . .” jelas Yoona panjang lebar.

“Apakah di hatimu sekarang—” Siwon tampak menatap serius ke arah Yoona. “Sudah ada orang lain yang berhasil menggantikan posisiku?”

Yoona paham dengan maksud pertanyaan dari Siwon. Tanpa ragu, ia pun mengangguk. “Ne, kau benar. Sudah ada orang lain di hatiku.”

Mata Siwon membulat sempurna. Kini ia telah mendapatkan kepastian jika dirinya tidak bisa menjalin hubungan kembali dengan Yoona. Pasti orang yang dimaksud Yoona adalah Kyuhyun.

“Begitu rupanya,” gumam Siwon. Walau terasa menyedihkan baginya, entah kenapa justru senyum yang tergurat di wajahnya.

“Kembalilah ke China. Istrimu pasti sangat mengkhawatirkanmu,” ucap Yoona tiba-tiba.

Siwon menatap ke arah Yoona. “Kau sudah tahu jika aku sudah menikah?”

“Bukankah cincin di jarimu adalah cincin pernikahanmu? Apa aku salah?” tanya Yoona sembari tersenyum.

Siwon tersenyum. “Kau benar. Ini memang cincin pernikahanku.”

“Apa kau masih merasa terbebani dengan pernikahanmu?”

Siwon terdiam. Yoona dapat merasakan beban yang sedang dialami oleh pria di hadapannya tersebut. Namun, tak berapa lama kemudian, Siwon tersenyum. Seolah beban tersebut perlahan mulai berkurang.

“Awalnya iya. Tapi, setelah melihatmu sekarang, kurasa aku mulai bisa menerima semuanya. Aku memang pengecut. Tidak berani menentang keputusan orang tuaku dan akhirnya justru melukai perasaanmu. Kau pasti sangat marah padaku, mianhae . . .” jawab Siwon.

Nan gwaenchana, kau tidak perlu lagi mengkhawatirkanku. Kau bisa lebih tenang sekarang dan jalanilah hidupmu bersama wanita yang sudah kau nikahi. Apakah dia tahu, jika kau kembali ke Korea untuk menemuiku?”

Siwon mengangguk. “Justru dialah yang menyuruhku untuk menyelesaikan semua masalahku denganmu. Bahkan, jika akhirnya kita nanti akan menjalin hubungan kembali, dia bersedia untuk bercerai dariku.”

“Dia pasti sangat mencintaimu. Kurasa kau harus kembali padanya. Kisah cinta kita sudah selesai Choi Siwon. Sekarang, kita harus menjalani kebahagiaan kita masing-masing. Bukankah begitu?”

“Kau benar. Bolehkah aku memelukmu, untuk terakhir kalinya,” pinta Siwon.

Yoona mengangguk. Siwon pun langsung mendekap tubuh Yoona dalam pelukannya.

“Kau harus hidup bahagia,” ucap Siwon membisiki Yoona.

“Kau juga,” balas Yoona. Ia tak dapat menyembunyikan air matanya yang perlahan mulai turun.

Siwon semakin mempererat pelukannya terhadap Yoona. Keduanya pun telah siap untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan cinta masing-masing.

Namun, tanpa mereka sadari, ada seseorang yang diam-diam telah memperhatikan keduanya cukup lama. Pemandangan yang baru saja dilihatnya tak pelak menjadi pukulan bagi pria tersebut. Dialah Kyuhyun, yang tanpa sengaja melihat Yoona dan Siwon berpelukan. Sudah pasti, pria itu menafsirkan hal lain terhadap apa yang baru saja dilihatnya.

Eonni!

Teriakan Krystal membuat Yoona terkejut. Ia pun langsung sadar dan bergegas melepas pelukannya. Seketika tubuhnya terasa kaku saat menoleh ke arah Krystal yang tanpa diduganya berdiri bersama Kyuhyun.

“Kyu . . .”

Kyuhyun tidak menjawab. Pria itu memilih berbalik dan bergegas meninggalkannya. Tanpa pikir panjang, Yoona pun langsung mengejarnya. Siwon yang melihat hal tersebut meyakini jika Kyuhyun telah salah paham terhadapnya.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Krystal kesal. “Apa kalian akan kembali berhubungan?”

Siwon tersenyum, lalu menggeleng pelan. “Kau jangan khawatir. Kali ini kami benar-benar telah berpisah.”

Krystal mengernyitkan dahinya. Siwon tampak berjalan mendekati Krystal.

“Tolong berikan ini pada Cho Kyuhyun,” ucap Siwon.

Krystal terkejut saat melihat sebuah amplop yang disodorkan Siwon padanya. “Chakkaman, bagaimana kau tahu tentang—”

“Aku sudah tahu semuanya. Kurasa, pria bernama Cho Kyuhyun itu adalah sosok yang tepat untuk Yoona. Tolong berikan ini padanya,” pinta Siwon.

“Baiklah, jika it memang maumu akan kusampaikan padanya,” balas Krystal. “Lalu, apa rencanamu sekarang?”

“Aku akan kembali ke China,” jawab Siwon. “Aku akan menjalani kehidupanku sebagai pria yang sudah menikah. Membuka hatiku untuk wanita yang sudah kunikahi. Aku yakin, perlahan aku pasti dapat menerima kehadirannya dan mencoba untuk mencintainya.”

Krystal tersenyum. “Semoga kau bahagia, oppa . . .”

*****

Rasa lelah itu Yoona abaikan saat berusaha mengejar Kyuhyun yang terus berjalan tanpa memperdulikan panggilannya.

“Kyuhyun!”

Berkali-kali ia memanggil Kyuhyun, tapi pria itu tidak mendengarnya sama sekali dan terus berjalan.

CKIT! Tiba-tiba ada sebuah mobil yang hampir saja menabrak Yoona saat wanita itu berlari melewati pertigaan.

“Hei! Kau cari mati ya!” teriak pengemudi mobil berwarna hitam tersebut.

Yoona tampak membungkuk dan meminta maaf kepada sang pengemudi. Kemudian ia kembali melanjutkan langkahnya dan mendapati Kyuhyun sudah berhenti tak jauh darinya. Pria itu sudah berbalik memperhatikannya, namun dengan raut kekesalan di wajahnya. Sepertinya, insiden yang hampir saja menimpa Yoona membuat Kyuhyun terkejut dan berbalik memandang ke arahnya.

Yoona yang melihat Kyuhyun sudah berbalik ke arahnya langsung berlari dan mendekati pria tersebut. Matanya tampak berkaca-kaca.

“Ada apa denganmu? Kenapa kau tidak berhenti saat aku memanggilmu?” tanya Yoona kesal.

Kyuhyun hanya diam dan tidak berbicara sepatah katapun.

“Sepertinya aku tadi sudah mengganggumu. Kau bisa lanjutkan kembali, jangan pedulikan aku,” jawab Kyuhyun kemudian.

Yoona terperangah. Ia melihat Kyuhyun kembali berjalan meninggalkannya. Dengan cepat wanita itu langsung berlari dan memeluk pria itu dari belakang. Tindakannya itu sukses membuat langkah Kyuhyun terhenti.

“Jangan pergi! Tolong dengarkan penjelasanku . . .” pinta Yoona.

Kyuhyun kembali diam. Namun perlahan, tangannya tampak menarik pelan kedua tangan Yoona yang melingkar di tubuhnya. Ia pun melepaskan diri dari pelukan Yoona.

“Dia adalah mantan kekasihmu bukan? Choi Siwon?”

Yoona terkejut luar biasa. Ia tidak menduga jika Kyuhyun sudah tahu tentang Siwon.

“Kau sudah tahu?” tanya Yoona berhati-hati.

Kyuhyun mengangguk. “Aku sudah bertemu dengannya kemarin.”

Yoona menunduk. Ia merasa bersalah karena tidak menceritakan semua kejadian yang sebenarnya kepada Kyuhyun.

“Kemarin lusa, bukankah kau bertemu dengannya saat aku mengajakmu bertemu di Namsan Tower? Hari dimana kau jatuh pingsan dan dirawat semalam di rumah sakit. Kau bertemu dengannya bukan?”

Yoona masih menunduk. Seolah berusaha menyembunyikan masalahnya dari Kyuhyun. Tapi apa mau dikata, pria di hadapannya itu sudah tahu semua masalah yang sedang menimpanya.

“Kukira aku bisa menyelesaikan masalah ini sendiri tanpa melibatkanmu. Tapi ternyata, kau sudah tahu semuanya,” ucap Yoona. “Mianhae, aku sama sekali tidak bermaksud menyembunyikannya darimu, Kyu. Aku hanya terlalu takut jika kau terpengaruh dan—”

“Jika kau memang masih mencintainya, aku tidak akan menghalangimu,” potong Kyuhyun tiba-tiba.

DEG! Jantung Yoona terasa sakit mendengar penuturan Kyuhyun tersebut. Sorot mata Kyuhyun yang memperlihatkan bahwa pria itu sudah siap jika pada akhirnya ia kembali menjalin hubungan dengan Siwon.

“Aku tahu, hubungan pertemanan kita memang baru berjalan sekitar 6 bulan. Tapi, antara kau dan Siwon berbeda. Walau dia yang sudah mencampakkanmu, jauh dalam lubuk hatimu, kau pasti merindukannnya. Mungkin, perasaan cinta itu masih ada dalam dirimu. Jadi, jika kau memang masih mencintainya, aku tidak akan menghalangimu,” ucap Kyuhyun. Pria itu berusaha tegar di hadapan Yoona, tapi sebenarnya tidak demikian. Dalam hatinya ia merasa sakit jika harus melepas wanita yang sangat dicintainya tersebut. Apalagi, pemandangan yang baru saja dilihatnya memang membuatnya kecewa.

Yoona tidak dapat lagi menahan air matanya, saat melihat Kyuhyun kembali berbalik dan berjalan meninggalkannya. Sepertinya Kyuhyun telah salah paham saat melihatnya berpelukan dengan Siwon. Ia pun berlari mengejar Kyuhyun hingga akhirnya ia sudah berdiri tepat di hadapan Kyuhyun.

PLAK! Sebuah tamparan kecil berhasil mendarat di pipi kiri Kyuhyun. Entah apa yang ada dalam pikiran Yoona, tapi wanita itu telah menampar Kyuhyun dan sukses membuat pria itu menatap bingung ke arahnya.

Pabo!” Tangis Yoona pecah. “Jika aku memang masih mencintainya, lalu untuk apa aku berdiri di sini?”

Kyuhyun masih menatap lurus ke arah Yoona, memperhatikan wajah cantik Yoona yang mulai dibasahi oleh air mata.

“Aku memang sudah menemukan kebahagiaanku, tapi bukan pada Siwon. Melainkan ada pada—” Kalimat Yoona terhenti. Wanita itu tampak menatap lurus ke arah Kyuhyun yang tengah menatap bingung padanya.

CUP! Tanpa diduga, Yoona mendaratkan satu kecupan manis tepat di bibir Kyuhyun. Ciuman yang cukup lama, hingga Kyuhyun tampak berdiri kaku setelah Yoona melepasnya.

Yoona menunduk, namun kedua tangannya masih melingkar di leher Kyuhyun. Wanita itu pun tersenyum walau dengan kedua matanya yang belum kering setelah air matanya mengalir.

“Kebahagiaanku bukan pada Siwon, melainkan pada dirimu Cho Kyuhyun,” ulang Yoona. “Aku mencintaimu.”

Satu kalimat terakhir yang diucapkan oleh Yoona, sukses membuat Kyuhyun terkejut luar biasa. Pria itu baru menyadari bahwa dirinya telah salah paham terhadap Yoona, mengira wanita tersebut masih mencintai Siwon.

GREP! Dengan cepat Kyuhyun langsung menarik tubuh Yoona ke dalam pelukannya. Pelukan itu semakin lama semakin erat.

“Benarkah? Benarkah kau mencintaiku?” tanya Kyuhyun memastikan.

Air mata Yoona kembali mengalir. “Tentu saja. Aku sangat mencintaimu.”

Kyuhyun terharu mendengarnya. Pria itu pun langsung mencium kening Yoona.

Mianhae, aku telah salah paham terhadapmu. Kukira kau dan Siwon—”

Jari telunjuk Yoona langsung berhenti tepat di bibir Kyuhyun. “Sudah, jangan bicara lagi.”

Kyuhyun kembali memeluk tubuh Yoona dalam dekapannya. “Aku janji padamu, aku tidak akan pernah mengecewakanmu. Aku pasti akan membuatmu bahagia.”

Saranghaeyo, Yoona . . .”

Nado saranghae, Kyuhyun . . .”

ooOoo

Hari ini, tepat hari keberangkatan Taemin ke Inggris. Krystal, Kyuhyun dan Yoona ikut pergi mengantarnya sampai ke bandara.

“Semua sudah beres?” tanya Kyuhyun mengingatkan Taemin yang tengah memeriksa barang.

Taemin mengangguk. Kemudian ia menoleh ke arah Krystal yang berdiri di samping Yoona. Ia pun berjalan mendekat ke arahnya.

“Jaga dirimu,” ucap Taemin sembari menggenggam erat kedua tangan Krystal.

Mata Krystal perlahan mulai berkaca-kaca. Gadis itu pun langsung memeluk Taemin untuk terakhir kalinya.

“Kau juga. Setelah sampai di London, jangan lupa menghubungiku,” ucap Krystal sembari terisak.

Arraseo,” balas Taemin. Keduanya pun saling menatap satu sama lain. Kemudian, perlahan wajah Taemin mendekat, Krystal tampak memejamkan kedua matanya. Bibir keduanya pun menempel dalam satu kecupan manis.

Tak berapa lama, terdengar sebuah suara pemberitahuan bahwa pesawat dengan tujuan London, Inggris, sudah bersiap untuk berangkat.

“Sudah saatnya, aku harus pergi,” ucap Taemin.

Krystal mengangguk. Kemudian ia tersenyum manis ke arah Taemin.

“Kau jangan terlalu khawatir, Taemin-ah. Krystal pasti baik-baik saja,” ucap Yoona.

Taemin pun berjalan ke arah Yoona lalu memeluknya, kemudian ia berjalan ke arah Kyuhyun.

“Jaga dirimu baik-baik,” ujar Kyuhyun.

Taemin mengangguk. Kemudian ia berjalan menuju boarding pass room, sebelum akhirnya masuk ke dalam pesawat. Sesaat ia berbalik, lalu melambaikan tangan ke arah Krystal, Kyuhyun dan Yoona. Hingga akhirnya, ia kembali masuk setelah selesai melakukan pemeriksaan boarding pass.

Setelah memastikan Taemin sudah masuk ke dalam pesawat, wajah Krystal yang semula tampak lesu berubah cerah. Gadis itu berusaha keras untuk merelakan kepergian Taemin selama studi di Inggris.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun.

Krystal mengangguk. “Ne, oppa. Kau jangan khawatir.”

Kajja, kita pulang,” ajak Yoona.

Chakkaman,” potong Krystal tiba-tiba. Yoona dan Kyuhyun yang sudah berjalan lebih dulu menghentikan langkah mereka.

“Ini untukmu,” ucap Krystal sembari menyodorkan sebuah amplop kepada Kyuhyun.

Kyuhyun menatap bingung ke arah amplop yang dipegang Krystal. “Apa ini?”

“Siwon-oppa yang menyuruhku untuk memberikannya padamu,” jawab Krystal.

Mendengar hal tersebut, Yoona menoleh kaget ke arah Krystal. “Kau sama sekali tidak mengatakan apapun padaku tentang surat ini.”

“Surat ini hanya untuk Kyuhyun-oppa. Memangnya aku harus memberitahumu,” ledek Krystal.

Kyuhyun tersenyum melihat pertengkaran kecil antara Yoona dan Krystal. Ia pun bergegas membuka amplop tersebut dan mendapati sebuah kertas yang sudah bertuliskan pesan untuknya.

Untuk Cho Kyuhyun

Kau pasti terkejut atas surat ini. Surat ini kutulis setelah aku bertemu denganmu. Tepat satu hari sebelum keberangkatanku kembali ke China.

Aku tidak akan menulis banyak, karena hanya ada satu permintaanku padamu

Tolong jaga Yoona, bahagiakanlah dia. Kau benar, aku memang tidak pantas untuk bersamanya lagi. Dia lebih pantas untuk bersamamu, membuka lembaran baru dalam hidupnya. Maafkan atas sikapku sebelumnya yang terkesan egois. Aku hanya ingin melihatnya bahagia dan aku sadar kebahagiaannya bukan pada diriku, melainkan ada pada dirimu.

Terima kasih, kudoakan semoga kalian hidup bahagia.

-Choi Siwon-

 

Kyuhyun tersenyum puas setelah selesai membaca isi surat dari Siwon.

“Apa isinya?” tanya Yoona penasaran.

“Kau tidak perlu tahu,” tolak Kyuhyun sembari terkekeh.

Yoona mengerucutkan bibirnya. “Aish, aku juga penasaran. Sedikit saja ya, beritahu aku apa yang ia katakan.”

Yoona berusaha merebut kertas dari tangan Kyuhyun, tapi selalu gagal. Hingga akhirnya, Kyuhyun menarik tangan Yoona dan sukses menghentikan usaha wanita tersebut. Wajah Yoona tampak tertekuk karena kesal tidak berhasil mendapatkan surat Siwon.

“Dia hanya berpesan padaku untuk selalu membahagiakanmu,” ucap Kyuhyun kemudian.

Jinjja?

“Kau tidak percaya?” tanya Kyuhyun pada Yoona.

Yoona hanya tersenyum dengan kedua matanya yang tampak menyipit, seolah meremehkan penuturan Kyuhyun.

“Baiklah, aku akan membuktikannya padamu,” lanjut Kyuhyun.

CUP! Sebuah kecupan manis sukses Kyuhyun daratkan tepat di bibir Yoona. Krystal menatap tak percaya ke arah sepasang kekasih di hadapannya yang terlihat tidak malu melakukannya di tempat umum. Bagaimana tidak? Mereka masih berada di bandara, tapi Kyuhyun dengan mudahnya mencium Yoona.

“Apa sekarang kau percaya?” tanya Kyuhyun dengan senyum di wajahnya.

Wajah Yoona memerah. Kemudian ia mengangguk, lalu memeluk Kyuhyun. Keduanya pun sukses menjadi pusat perhatian banyak orang yang berada di bandara.

“Aish, hentikan!” teriak Krystal sembari memisahkan kakaknya dengan Kyuhyun.

Eonni, selama Taemin di Inggris, aku tidak akan membiarkanmu bersenang-senang dengan Kyuhyun-oppa,” ucap Krystal sembari menggandeng lengan Kyuhyun.

“KRYSTAL!”

Yoona bergegas mengejar Krystal yang membawa lari Kyuhyun keluar dari bandara. Sementara Kyuhyun tidak bisa berhenti tertawa melihat kejahilan Krystal terhadap Yoona. Mereka pun saling berkejaran menyusuri seluruh area bandara hingga melewati pintu keluar.

Kyuhyun dan Yoona, kini keduanya saling mencintai satu sama lain. Siapa yang menduga, jika pertemuan pertama antara Kyuhyun dan Yoona tanpa diduga karena perbuatan Krystal dan Taemin. Berawal dari pertengkaran Krystal dan Taemin yang melibatkan keduanya, hingga akhirnya membawa Kyuhyun dan Yoona menjadi dekat satu sama lain. Ya, keduanya memang telah meyakini jika cinta pada pandangan pertama itu memang ada. Seperti yang tengah mereka rasakan saat ini. Cinta antara keduanya, memanglah cinta pada pandangan pertama.

 

-THE END-

Finally, akhirnya selesai juga menulis part terakhir dari FF ini. Maaf jika ada typo dan feel nya yg kurang dapat, akhir-akhir ini sedang dipusingkan dengan proposal Skripsi (jiah curhat, hehe). Selain itu, mood menulis juga mengalami gangguan (kayak sinyal aja, hehe) ^^v. Semoga kalian suka ya, gomawo😉

80 thoughts on “[Twoshoot] Love in First Sight – Chapter 2B [END]

  1. Mayang says:

    Nah nah krystal sirik karna KyuNa kisseu di bandara , nah dya sendiri tdi juga kan kisseu , kkkkk
    akhirnya happy ending🙂
    untung aja yoona ngejelasin nya cepet jd salah faham nya cepet teratasi ^^

  2. titakyu haeppa says:

    Aaaaaahhhhhh mauuu jugaa dong dicintai samaaa seorang cho kyuhyun kayaa yoona gituuu. Asli envy bgt!!!
    Waaahhhh semangat yaahh eonnii smogaa proposal skripsinyaaa di terimaa.amin🙂

  3. Firna Nafisa says:

    Akhirnya happy ending.
    Daebaaaak pokoknya.
    Ditnggu ya eon lanjutan ff yg lainnya .
    Sukses buat skripsinya eon.
    Fighting.

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s