Prince as Bodyguard – Chapter 9 [END]


prncasbdygrd5

Title : 

“Prince as Bodyguard”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Other Cast :

Oh Sehun EXO-K

Seo Joo Hyun SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Genre :

Comedy, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

“Mianhae, aku datang terlambat!”

Sebuah suara terdengar di sela-sela pembicaraan mereka. Yoona menoleh ke arah sumber suara dan terkejut saat melihat sosok pria yang sudah berdiri di belakang kursi Mr. Cho. Wanita itu tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Mulutnya seolah terasa kaku saat berusaha mengatakan sesuatu. Pria itu tampak tersenyum ke arahnya, dengan senyum khas yang sudah lama Yoona rindukan.

“Cho Kyuhyun?”

End Previous Story-

  

Semua orang menatap ke arah Yoona yang kini terlihat shock luar biasa atas kedatangan pria yang tidak lain adalah Kyuhyun dalam acara perjodohannya. Entah sudah berapa menit wanita itu hanya menatap lurus ke arah Kyuhyun dengan mulut yang sedikit terbuka namun tidak berkata sedikitpun.

Mianhae, aku datang terlambat . . .” ulang Kyuhyun seraya tersenyum.

Mata Yoona tidak berkedip sedikitpun. Ia masih memandangi Kyuhyun dengan wajah yang dipenuhi tanda tanya besar. Cho Phil Nam tidak dapat menahan rasa gelinya saat melihat reaksi calon menantunya tersebut, begitu juga dengan kedua orang tua Yoona.

“Putraku bernama Cho Kyuhyun. Kebetulan sekali, dia sudah datang . . .” lanjut Mr. Cho pada Yoona.

“Apa . . . apa maksudnya ini?” Yoona terlihat kebingungan seraya memandangi kedua orang tuanya. “Appa,katanya aku akan dijodohkan dengan seorang pewaris tunggal perusahaan ternama di Seoul.”

“Itu benar,” balas Mr. Im.

“Tapi, kenapa bisa Kyuhyun yang . . .” Yoona kembali menatap tak percaya ke arah Kyuhyun yang kini sudah duduk di sebelah Cho Phil Nam. Pria itu tidak berhenti tertawa geli sembari menatapnya.

“Cho Kyuhyun, yang kau kenal sebelumnya adalah pengawal pribadimu,  sebenarnya dia adalah putra dari Cho Phil Nam, pemilik perusahaan Cho Corporation.  Kyuhyun pun sudah ditetapkan sebagai pewaris dari perusahaan tersebut,” lanjut Mr. Im.

MWO?” Yoona sampai berteriak cukup keras karena terlalu kaget mendengar penuturan dari appa-nya.

Yoona kembali mengamati penampilan Kyuhyun. Wajahnya memang sama dengan pengawal pribadi sekaligus pria yang sangat dicintainya. Hanya saja, untuk kali ini memang terlihat sangat berkelas dengan beberapa produk pakaian ber-merk yang dikenakannya.

“Jadi, sebenarnya kau . . . pewaris tunggal dari perusahaan Cho Corporation?” tanya Yoona dengan terbata-bata.

Kyuhyun mengangguk. “Benar, aku adalah pewaris tunggal dari perusahaan Cho Corporation sekaligus orang yang akan dijodohkan denganmu. Akulah calon suamimu itu. Aku juga adalah orang yang bekerja sebagai pengawal pribadimu.”

Yoona tertawa kecil namun dengan raut wajah kecewa. Kedua bibirnya mengatup, seolah menahan kesal dengan semua kondisi yang membingungkan dan serba mengejutkan. Wanita itu pun memlih beranjak dari kursinya lalu bergegas keluar meninggalkan meja makan. Tak pelak sikapnya itu membuat kedua orang tuanya, Kyuhyun beserta Cho Phil Nam terkejut.

“Cepat kejar dia . . .” ucap Mr. Cho pada Kyuhyun.

Tanpa diberitahu appanya pun Kyuhyun sudah lebih dulu mengejar Yoona. Kedua orang tua Yoona terlihat khawatir akan kondisi putri mereka.

“Jangan khawatir, Kyuhyun pasti bisa menenangkan dan menjelaskan semuanya pada Yoona,” ujar Mr. Cho.

“Aku tahu. Aku hanya merasa khawatir jika Yoona marah karena sudah dibohongi seperti ini . . .” balas Mr. Im.

Mrs. Im hanya tersenyum tipis seraya mengusap pelan punggung suaminya.

*****

“Kyuhyun dijodohkan dengan Yoona?”

Eunhyuk mengangguk usai menceritakan semua misi Kyuhyun pada Sooyoung. Walau sebelumnya Sooyoung terus mendesaknya agar mau membeberkan semua tentang misi Kyuhyun, ia baru mulai bercerita tepat saat acara perjodohan Yoona dan Kyuhyun dilakukan. Keduanya tengah berbicara secara serius di apartemen Eunhyuk.

“Kau terkejut?” tanya Eunhyuk khawatir saat melihat reaksi Sooyoung begitu shock.

Bukan jawaban yang Eunhyuk dapatkan, Sooyoung justru tertawa keras menanggapinya. Tak pelak reaksi dari wanita itu membuat dahinya mengkerut.

“Kenapa kau sekarang malah tertawa?”

Sooyoung menggerakkan tangannya ke arah Eunhyuk, mencoba untuk menghentikan tawanya dan fokus kembali pada topik pembicaraan mereka.

“Aku sudah menduga jika mereka berdua itu dijodohkan,” ujar Sooyoung.

Jinjja? Kau sudah menduganya? Darimana kau bisa berpikiran seperti itu? Aku sendiri yang sahabat Kyuhyun sama sekali tidak menduga jika misi Kyuhyun itu adalah merubah sikap calon istrinya dalam waktu satu bulan,” ucap Eunhyuk.

Sooyoung tertawa kecil. “Tidak sepenuhnya aku menduga seperti itu. Aku hanya merasakan saja. Awalnya aku berpikir, untuk apa seorang pewaris tunggal perusahaan ternama di Seoul harus berpura-pura menjadi seorang bodyguard bagi Yoona.  Kenapa orang itu adalah Kyuhyun? Bisa saja appa Yoona memilih orang lain. Tetapi, orang yang dipilihnya adalah sahabatmu sendiri. Mulai dari sini, aku merasa misi yang dilakukan Kyuhyun sepertinya misi yang tidak biasa.”

“Misi yang tidak biasa?” Eunhyuk kembali mengkerutkan dahinya saat mendengar analisa dari Sooyoung.

“Kau pikir apa tugas bodyguard yang sebenarnya? Mereka hanya ditugaskan untuk melindungi dan menjaga seseorang saja bukan? Tapi, Kyuhyun berbeda. Dia juga diberi wewenang untuk mendidik dan merubah sikap Yoona. Inilah yang membuatku berpikir jika ada sesuatu yang lebih dibalik misi Kyuhyun itu. Ternyata dugaanku tepat,” jawab Sooyoung seraya meneguk minumannya. Wanita itu tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya mendengar semua cerita dari Eunhyuk.

“Kira-kira, bagaimana reaksi Yoona sekarang ya? Saat tahu calon suaminya ternyata adalah Kyuhyun,” gumam Sooyoung lirih.

Eunhyuk tersenyum. “Entah dia senang karena calon suaminya adalah pengawal pribadinya yang sangat ia cintai, atau sebaliknya, merasa marah karena sudah dibohongi oleh Kyuhyun dan juga kedua orang tuanya.”

Sooyoung dan Eunhyuk saling memandang, kemudian keduanya tertawa kecil. Membayangkan pertemuan kedua sahabat mereka di acara perjodohan itu pasti sangat menghebohkan.

*****

Wanita itu tengah menangis seraya mempercepat langkahnya meninggalkan restoran tempat ia dipertemukan dengan calon suaminya yang ternyata adalah Kyuhyun. Im Yoona, ia merasa dipermainkan karena telah dibohongi oleh kedua orang tuanya dan juga Kyuhyun.

“Keterlaluan! Mereka sungguh keterlaluan!” desahnya kesal.

“YOONA!”

Mendengar namanya dipanggil, Yoona hanya menoleh sekilas namun ia tidak berhenti dan justru semakin mempercepat langkahnya. Masa bodoh dengan Kyuhyun yang terus memanggilnya seraya mengejar langkahnya dari belakang.

Kyuhyun sendiri tak kehabisan akal agar Yoona mau berhenti. Pria itu kini mengejar Yoona dengan berlari.

“Tidak mungkin pria itu masih mengejarku . . .” desis Yoona lirih. Ia tengokkan kepalanya ke belakang sebentar. Ia kaget saat diketahuinya Kyuhyun sudah berlari ke arahnya dan hanya tinggal beberapa langkah kaki saja sukses mengejarnya. Yoona terlihat panik dan ikut mempercepat langkah kakinya dengan berlari kecil. Sepertinya, Kyuhyun sudah menebak jika Yoona kesulitan karena high heels yang dikenakannya. Pria itu menyeringai saat melihat wanita di depannya itu tersusul olehnya. Kini keduanya bahkan sudah sejajar. Yoona pun menoleh ke arah Kyuhyun dengan tatapan kesalnya.

“Kesulitan berlari?” tanya Kyuhyun dengan senyum khasnya.

Yoona mengabaikan pertanyaan Kyuhyun dan mempercepat langkahnya. Namun, high heels yang dikenakannya memang tidak bisa diajak kerjasama. Tanpa sengaja, salah satu haknya patah dan sukses membuat sang pemakai terjatuh. Tak pelak kondisi itu membuat Yoona merintih kesakitan sembari memegani pergelangan kaki kanannya. Kyuhyun yang melihat hal tersebut langsung berlari ke arah Yoona yang kini tengah terduduk seraya terisak.

“Inilah akibatnya jika kau tidak mau mendengarku. Dengan high heels seperti ini kau masih ingin berlari?”

Yoona menatap tajam ke arah Kyuhyun. Kekesalan itu semakin memuncak saat melihat Kyuhyun berusaha menyentuh pergelangan kaki Yoona yang terkilir. Dengan cepat wanita itu langsung menepis tangan Kyuhyun.

“Tidak perlu!” bentak Yoona.

Kyuhyun terkejut dengan reaksi Yoona. Namun, pria itu tidak membalas sikap kasar yang ia terima dari Yoona. Ia menghela nafas. Kedua matanya tak sedikitpun berpaling dari Yoona. Kyuhyun dapat melihat sorot mata Yoona yang menunjukkan kekecewaan yang sedang dialami oleh wanita tersebut.

“Kau marah padaku?” tanya Kyuhyun tetap tersenyum.

“Apa aku perlu menjawabnya?!” jawab Yoona cepat.

Kyuhyun hanya menatap reaksi Yoona tersebut dengan ekspresi datarnya. Yoona kembali mengabaikan Kyuhyun dan berjalan meninggalkan pria itu. Tak berapa lama ada sebuah taksi lewat. Dengan cepat wanita itu berteriak untuk memanggil taksi tersebut agar berhenti.

“TAKSI!” seru Yoona sembari berlari mengejar taksi yang hampir saja terlewatkan olehnya.

Taksi tersebut berhenti, kemudian Yoona bergegas masuk ke dalamnya. Kyuhyun yang melihat sikap Yoona itu langsung berlari mengejarnya. Tapi, terlambat. Yoona sudah lebih dulu masuk dan sama sekali mengabaikan panggilannya.

“Yoona, dengarkan penjelasanku! Yoona!” teriak Kyuhyun seraya mengetuk kaca jendela taksi. Tapi Yoona tidak merespon sama sekali dan hanya menatap Kyuhyun dari dalam taksi dengan raut kekecewaannya.

“Jalan!” suruh Yoona pada supir taksi.

Taksi itu pun berjalan. Kyuhyun kembali berusaha mengejarnya. Tapi, semakin lama semakin kencang hingga akhirnya tak bisa terkejar lagi olehnya. Pria itu terlihat menata nafasnya yang terengah-engah. Ia memandangi taksi yang perlahan semakin tak terlihat lagi.

DRRT! Perhatian Kyuhyun teralihkan pada ponselnya yang tiba-tiba berdering. Ia melihat nama appanya tertera di layar.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

Mianhae, aku tidak berhasil mengejarnya. Yoona sudah pergi menaiki taksi,” ucap Kyuhyun dengan lirih.

“. . .”

Arraseo. Aku akan kembali ke restoran,” balasnya lagi.

Kyuhyun mematikan ponselnya, lalu bergegas kembali ke restoran seperti saran appanya. Namun, dalam hatinya ia terus memikirkan kondisi Yoona yang terlihat sangat kecewa dengannya.

*****

Di tempat yang berbeda, yaitu di Cheonggyecheon Stream, terlihat Seohyun sedang menikmati pemandangan malam Seoul bersama Sehun. Wajah Seohyun terlihat sangat senang dengan kebersamaan mereka.

“Sebenarnya, untuk apa kau mengajakku ke sini?” tanya Seohyun penasaran.

Sehun tersenyum. “Kenapa? Apa kau tidak suka?”

Seohyun menggeleng cepat. “Tidak. Tentu saja aku menyukainya. Ini tempat yang sangat indah. Sudah lama aku ingin ke sini. Terima kasih.”

“Aku memang sengaja mengajakmu ke sini untuk mengatakan sesuatu padamu,” ucap Sehun.

“Mengatakan sesuatu?” Seohyun mengernyitkan dahinya. “Apa?”

Perlahan kedua mata Sehun menatap dalam ke arah Seohyun. Memperhatikan satu per satu setiap bagian dari wajah Seohyun. Pria itu tersenyum, kemudian ia mendekatkan pada telinga Seohyun seraya membisikkan sesuatu.

“Maukah kau menjadi kekasihku?” bisik Sehun kemudian.

Wajah Seohyun berubah kaget setelah mendengarnya.

“Sehun . . .”

“Aku tidak tahu, apakah ini terlalu cepat. Mengingat perkenalan kita memang belum ada dua bulan. Tapi, sejak mengenalmu, aku merasa nyaman dan cocok. Aku sangat menyukai kepribadianmu yang baik dan pintar. Selain itu, kau juga sangat cantik dan anggun. Aku suka semua yang ada dalam dirimu, Seohyun. Saranghae . . .” lanjut Sehun.

Seohyun tidak bisa menahan rasa harunya karena terlalu bahagia atas pernyataan cinta Sehun padanya.

Nado saranghae . . .” balas Seohyun singkat seraya tersenyum. Wajahnya terlihat memerah.

Tanpa pikir panjang, Sehun langsung memeluk Seohyun setelah pernyataan cintanya diterima oleh Seohyun. Seohyun sendiri juga terlihat senang dengan rona bahagia yang terpancar dari wajahnya. Mungkin, malam ini akan menjadi moment yang tak terlupakan oleh keduanya.

DRRT! Ponsel Seohyun yang berdering membuat keduanya harus melepaskan pelukan mereka. Seohyun bergegas mengambil ponselnya dari dalam tas. Ia melihat nama Kyuhyun tertera di layar ponselnya.

Chakkaman . . .” ucapnya pada Sehun. Kemudian ia menekan tombol ponselnya untuk menjawab panggilan yang masuk dari Kyuhyun.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

“Yoona? Dia tidak menemuiku ataupun menghubungiku. Wae? Bukankah seharusnya malam ini kalian makan bersama?”

“. . .”

Mwo? Dia pergi menaiki taksi dan kau tidak tahu dimana dia sekarang?” tanya Seohyun kaget seraya menoleh ke arah Sehun. Pria itu juga terlihat mendengarkan pembicaraannya dengan Kyuhyun.

Arraseo, jika memang nanti dia pergi menemui atau menghubungiku, aku akan segera memberitahumu . . .” ucap Seohyun.

“Apa yang terjadi?” tanya Sehun penasaran dan terlihat mencemaskan Yoona, sahabatnya sendiri sejak kecil. “Kau bilang, Kyuhyun dan Yoona makan malam bersama?”

Ne, tidak hanya berdua, tetapi juga dengan keluarga masing-masing. Mereka berdua telah dijodohkan,” jawab Seohyun mengejutkan.

“Dijodohkan?” Sehun terkejut mendengar jawaban dari Seohyun.

“Maaf jika aku tidak menceritakan ini sebelumnya. Sebenarnya, oppa dan Yoona sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Tapi, appa Yoona menginginkan calon menantunya itu berpura-pura menjadi bodyguard bagi putrinya. Perbedaannya dengan bodyguard pada umumnya, oppa tidak hanya bertugas menjaga dan melindunginya. Tapi, oppa juga diharuskan mendidik dan merubah kebiasaan buruk Yoona agar dia tidak lagi menjadi pribadi yang manja dan terlalu mengandalkan orang lain . . .” jelas Seohyun.

“Lalu?”

“Malam ini mereka berdua dipertemukan setelah seminggu yang lalu, oppa keluar dari rumah Yoona. Tidak disangka, Yoona sepertinya sangat kecewa hingga akhirnya ia meninggalkan restoran tempat mereka akan malam bersama, dengan menaiki taksi,” lanjut Seohyun.

“Wajar jika dia merasa seperti itu,” ucap Sehun. “Hal yang paling dibenci oleh Yoona adalah dibohongi.”

Seohyun tertegun mendengar penuturan Sehun. Tapi, akhirnya ia paham, bagaimana pun juga, pria yang sudah menjadi kekasihnya tersebut adalah sahabat Yoona sejak kecil. Pasti, dia sangat mengenal Yoona lebih dari siapapun.

“Apa kau mau membantu mencarinya? Oppa sepertinya sangat khawatir karena sampai sekarang belum berhasil menemukannya. Bahkan, Yoona belum pulang ke rumahnya,” pinta Seohyun.

“Kau jangan khawatir. Kali ini, biar aku yang mengurusnya. Sampaikan pada Kyuhyun, aku akan segera menemukannya . . .” ucap Sehun.

*****

Sebuah taksi terlihat berhenti di dekat Sungai Han, sungai yang melintasi kota Seoul dan terkenal akan pemandangan yang indah, terutama saat di malam hari dari sungai tersebut. Seorang wanita tengah berdiri di tepi sungai tersebut. Kedua matanya menatap ke arah sungai yang memperlihatkan ketenangan airnya dan sorotan lampu-lampu yang begitu cantik di sekitar sungai. Wanita itu tidak lain adalah Yoona. Ia memang sangat menyukai Sungai Han. Sebelumnya, ia selalu menghabiskan waktunya bersama Sehun di tempat tersebut, jika sedang merasa bosan.

Saat ini, hati Yoona tengah kalut. Perasaan bahagia itu bercampur dengan kekecewaan. Ia akui, ia senang jika pada akhirnya memang diizinkan berhubungan dengan Kyuhyun yang ia kenal sebelumnya hanyalah seorang bodyguard. Tapi, ia juga tidak bisa berbohong jika dirinya sangat kecewa setelah mengetahui bahwa selama ini Kyuhyun sudah bersekongkol dengan appanya dengan berpura-pura menjadi bodyguard. Ternyata Kyuhyun adalah seorang pewaris tunggal dari Cho Corporation, perusahaan ternama di Seoul. Yoona merasa tidak terima dengan kondisi tersebut, lebih tepatnya belum bisa menerima. Ia membutuhkan waktu sendiri untuk berpikir.

Tak berselang lama, sebuah mobil berhenti tepat di belakang taksi yang sebelumnya dinaiki oleh Yoona. Sehun terlihat keluar dari dalam mobil tersebut, kemudian ia menghampiri supir taksi yang tengah berdiri seraya memperhatikan ke arah Yoona.

Sehun menyuruh supir taksi itu untuk pergi meninggalkan Yoona. Pria itu pun membayar semua biaya ongkos taksi, lalu perlahan berjalan menghampiri sahabatnya yang masih tenggelam dalam kesendiriannya.

“Rupanya kau di sini . . .”

Yoona menoleh ke arah suara yang tidak asing baginya. Ia terkejut setelah mendapati Sehun sudah berdiri di sebelahnya.

“Sehun? Apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Yoona kaget.

“Justru aku yang ingin bertanya padamu, kenapa kau tidak segera pulang? Semua orang mencarimu . . .” ucap Sehun.

Yoona tertunduk. Ia kembali menghadapkan dirinya ke arah Sungai Han. “Kau sudah tahu semuanya? Apakah Seohyun yang memberitahumu?”

Sehun mengangguk sembari menjawab pertanyaan Yoona. “Aku sudah tahu semuanya dari Seohyun. Selain itu, Kyuhyun tadi juga sempat menghubungi Seohyun. Dia tanya, apakah kau menghubungi atau pergi menemuinya? Sepertinya, pria itu sangat mengkhawatirkanmu.”

Yoona menghela nafas. Kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan. Ia terlihat kebingungan atas kondisi yang menimpanya. Sehun hanya terdiam. Namun kedua matanya terus mengawasi gerak-gerik Yoona yang sedari tadi berjalan mondar-mandir di sebelahnya.

“Aku tidak tahu, keputusan apa yang harus kuambil saat ini . . .” desah Yoona. “Ini semua terlalu mengejutkan bagiku.”

Sehun memilih diam dan menjadi pendengar setia bagi Yoona. Sahabatnya itu memang perlu mengeluarkan semua yang tengah ia rasakan dalam hatinya.

“Kau tahu bukan, hal yang paling aku benci di dunia ini?” tanya Yoona.

Sehun mengangguk. “Kau paling tidak suka jika dibohongi.”

“Itulah yang membuatku tidak terima dengan kondisi ini, Sehun,” ucap Yoona lirih. “Aku memang sangat mencintai Kyuhyun. Tapi, setelah aku mengetahui kenyataan bahwa dia adalah seorang pewaris tunggal Cho Corp dan juga telah berkomplot dengan appa, menyamar sebagai bodyguard untukku, aku merasa kecewa. Sangat kecewa.”

Sehun tidak bisa berbuat banyak untuk menenangkan sahabatnya yang bersiap kembali menangis. Pria itu langsung merangkulnya, hingga Yoona pun menangis cukup keras dalam dekapan Sehun.

“Jangan terlalu memaksakan diri, kau hanya perlu waktu. Ini tidaklah buruk bagimu. Kenyataannya memang menyakitkan karena kau telah dibohongi, tapi kau juga harus ingat satu hal. Ada sisi positif yang kau peroleh dari kesepakatan antara Kyuhyun dengan ahjussi . . .” Sehun memang sudah terbiasa memanggil Mr. Im dengan sebutan ahjussi.

Yoona melepaskan diri dari dekapan Sehun. Wanita itu masih terisak, walau tidak lagi menangis seperti sebelumnya. “Kau benar. Kyuhyun, dia memang telah membuatku menjadi orang yang lebih baik. Aku tidak lagi menjadi wanita yang manja, lebih dispilin, dan tidak terlalu bergantung pada orang lain.”

“Ada satu hal lagi yang terpenting selain itu,” lanjut Sehun mengingatkan.

Yoona mengernyitkan dahinya. “Apa?”

“Kyuhyun adalah orang yang mampu menggeser posisiku dalam hatimu. Aku benar bukan?” goda Sehun sembari terkekeh.

Wajah Yoona memerah. Tangannya lalu mencubit pelan lengan Sehun hingga pria itu merintih kesakitan.

“Sepertinya suasana hatimu sudah jauh lebih baik. Kau bahkan masih punya tenaga untuk mencubitku . . .” ujar Sehun.

Yoona membuang mukanya dengan sengaja, tapi tetap saja terlihat senang menanggapi ucapan Sehun. Sahabatnya itu memang sukses membuat dirinya merasa lebih tenang dan bisa berpikir lebih jernih dari sebelumnya.

Gomawo. Berkat dirimu, aku jauh lebih tenang sekarang,” ucap Yoona.

“Itulah gunanya sahabat. Kapanpun kau ada masalah, jangan sungkan untuk menceritakannya padaku. Kuharap kau bisa bahagia dengan Kyuhyun. Jadi, pikirkanlah baik-baik . . .” saran Sehun.

Yoona mengangguk sembari tersenyum. Kemudian terlihat memperhatikan Sehun yang disadarinya terus tersenyum sambil memandangi Sungai Han.

“Kuperhatikan dari tadi, kau tidak berhenti tersenyum? Apa ada sesuatu yang menyenangkan?” tanya Yoona penasaran.

Sehun tersadar dari lamunannya dan langsung menoleh cepat ke arah Yoona. Pria itu tidak segera menjawab dan hanya kembali tersenyum.

Yoona ingat jika sahabatnya itu dekat dengan Seohyun. Mungkinkah mereka . . .

“Apa kau dan Seohyun sudah resmi berpacaran?” tebak Yoona tiba-tiba.

Tak pelak pertanyaannya itu membuat wajah Sehun merah padam, persis seperti kepiting rebus. Yoona tidak bisa lagi menahan rasa bahagianya dan langsung berteriak histeris, bahkan terlihat heboh hingga Sehun hanya menatap bingung ke arahnya.

“Aku turut senang mendengarnya. Chukkae . . .” ujar Yoona. Entah kenapa, ia begitu mudah memberi ucapan selamat kepada Sehun. Padahal, ia pernah mencintai Sehun dalam waktu yang lama.

Senyuman Sehun tidak pernah memudar tiap kali Yoona terlihat senang. Pria itu sangat menyayangi Yoona, tidak hanya sebagai sahabat tapi layaknya seperti saudara sendiri. Tangannya pun langsung mengusap kepala Yoona, kebiasaan yang selalu ia lakukan tiap kali bersama Yoona.

Yoona sendiri pun tidak terlalu bersedih lagi jika terkait Sehun yang akhirnya memang resmi menjalin hubungan dengan Seohyun. Ia ikut senang jika melihat Sehun bahagia.

Kajja, kita pulang. Aku akan mengantarmu. Semua orang pasti sudah menunggumu,” ajak Sehun.

Yoona mengangguk. Bersama Sehun, keduanya pun memutuskan pergi meninggalkan Sungai Han, tempat favorit keduanya.

*****

Di halaman rumah Yoona, tepatnya di depan pintu masuk, Kyuhyun sedari tadi tampak mondar-mandir dengan wajah yang diselimuti kecemasan. Pria itu terus melirik ke arah jam tangan yang dikenakannya. Sudah jam 11 malam, dan sampai sekarang Yoona belum tiba di rumahnya. Kedua orang tua Yoona yang ikut menunggu bersama Kyuhyun, juga terlihat sama cemasnya.

Kyuhyun kembali mencoba menghubungi ponsel Yoona. Namun seketika harapannya pupus setelah mendengar operator yang menjawabnya.

Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil hingga membuat petugas keamanan yang sedang berjaga langsung bergegas membukakan pintu gerbang. Kyuhyun terlihat menoleh dan memperhatikan dengan cermat sang pengemudi yang sudah memasukkan mobilnya hingga berhenti tepat di hadapannya dan kedua orang tua Yoona. Kyuhyun terkejut setelah berhasil meyakinkan diri jika pengemudi tersebut adalah Sehun yang datang bersama Yoona, calon istrinya yang sudah lama ia tunggu sejak pergi dari acara perjodohan keduanya.

Kedua orang tua Yoona langsung memeluk erat putri mereka begitu Yoona tiba di rumah.

“Kau darimana saja? Kenapa baru pulang sekarang?” tanya Mrs. Im cemas.

“Sikapmu ini sudah membuat orang khawatir, terutama Kyuhyun. Dia sangat mencemaskanmu . . .” lanjut Mr. Im.

Yoona memperhatikan Kyuhyun yang tengah memandanginya dengan kelegaan di wajahnya.

Mianhae, aku tidak akan mengulanginya lagi . . .” balas Yoona seraya membungkuk.

“Sehun, terima kasih kau sudah mengantar Yoona pulang,” ucap Mr. Im.

Sehun mengangguk. Pria itu pun menoleh ke arah Kyuhyun yang masih terlihat cemas.

Yoona kemudian berjalan meninggalkan kedua orang tuanya. Wanita itu berniat langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia melewati Kyuhyun begitu saja, tidak menyapa Kyuhyun sama sekali. Padahal pria itu sudah lama menunggunya dengan rasa cemas.

“Na-ya . . .” panggil Kyuhyun hingga berhasil membuat langkah Yoona terhenti.

Yoona tidak menoleh sedikitpun dan teurs menghadap arah jalan menuju kamarnya.

“Aku perlu waktu. Untuk sementara, kau jangan menemuiku ataupun menghubungiku . . .” balas Yoona dingin.

Kyuhyun shock mendapati sikap dingin dari Yoona tersebut. Wajahnya langsung muram dan terlihat drop. Kedua orang tua Yoona juga kaget melihat reaksi putri mereka. Sehun sendiri tidak bisa berkomentar banyak. Ia sudah menduga jika Yoona akan bersikap demikian.

Sehun menghampiri Kyuhyun dan menepuk bahunya pelan. “Biarkan dia sendiri untuk berpikir secara jernih. Saat ini, dia sedang kalut. Satu hal yang paling dibenci oleh Yoona adalah dibohongi. Dia perlu waktu,” ucap Sehun.

Mendengar penuturan Sehun tersebut membuat Kyuhyun semakin merasa bersalah. Pria itu tampak menundukkan wajahnya. Kedua orang tua Yoona saling memandang satu sama lain. Mereka juga ikut merasa bersalah, terutama Mr. Im yang sudah merencanakan semuanya dan tidak tahu akan membuat putrinya terluka sampai seperti ini.

ooOoo

Mungkin hal ini tidak pernah Kyuhyun duga sebelumnya. Hampir selama dua minggu, ia kesulitan untuk menghubungi ataupun menemui Yoona. Wanita itu selalu mengurung diri di kamar tiap kali Kyuhyun mendatangi rumahnya. Tidak berbeda dengan panggilan Kyuhyun yang selalu Yoona abaikan. Bahkan Yoona sering mematikan ponselnya hingga Kyuhyun kesulitan untuk meneleponnya.

“Apa yang harus kulakukan sekarang?”

Eunhyuk dan Sooyoung saling memandang satu sama lain. Ia melihat Kyuhyun sangat frustasi dan terus menunduk di hadapan keduanya.

“Setiap kali aku datang menemuinya, selama itu pula dia menolak untuk bertemu denganku. Tidak kusangka, dia akan begitu kecewa seperti ini . . .” lanjut Kyuhyun putus asa.

“Kurasa, dia hanya perlu waktu untuk menerima semua kenyataan ini. Berilah waktu sedikit lagi . . .” ujar Sooyoung berusaha menenangkan.

“Tapi sampai kapan? Ini sudah hampir dua minggu dan dia sama sekali tidak mau menerima teleponku ataupun bertemu denganku,” ulang Kyuhyun seraya mengacak rambutnya.

“Tenanglah, kami pasti akan membantumu . . .” ucap Eunhyuk. Tangan kanannya menepuk bahu Kyuhyun secara pelan.

Sooyoung terdiam sejenak. Ia tengah berpikir keras, mencari jalan keluar dari semua permasalahan Kyuhyun dan Yoona. Sama seperti Sehun, ia tahu sahabatnya tidak bisa menerima begitu saja jika sudah dibohongi. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menetralkan kembali hatinya yang sudah bercampur aduk karena misi yang dilakukan Kyuhyun atas perintah Mr. Im sendiri.

CTAK! Tiba-tiba Sooyoung menjentikkan jarinya seraya berteriak. “Aku ada ide!” serunya terlihat senang dan sukses menarik perhatian Kyuhyun dan Eunhyuk.

“Apa?” tanya Kyuhyun penasaran.

Sooyoung memberi isyarat agar kedua pria tersebut mendekat ke arah wajahnya. Senyum kecil tersungging di sudut Kyuhyun. Pria itu mengangguk semangat, menyetujui usulan yang diberikan oleh Sooyoung. Berbeda dengan Eunhyuk yang terlihat justru ragu dengan rencana Sooyoung.

“Kau yakin ini akan berhasil?” tanya Eunhyuk. Lalu menoleh ke arah Kyuhyun yang terlihat sudah semangat untuk segera menjalani rencana tersebut.

“Aku setuju. Lebih baik, segera kita lakukan . . .” ujar Kyuhyun seraya beranjak dari kursinya.

Eunhyuk tidak bertanya lagi dan memilih untuk mengikuti kemauan sahabatnya saja.

“Serahkan semuanya padaku. Lakukan saja bagianmu dengan Eunhyuk,” kata Sooyoung, kemudian ia bergegas pergi meninggalkan dua pria yang masih berdiskusi di ruang tengah rumah Kyuhyun.

*****

TAP! TAP! TAP! Suara hentakan kaki terdengar keras dari salah satu ruang latihan dance yang ada di kediaman keluarga Im. Walaupun ruangan tersebut merupakan ruang kedap suara, tetap saja sedikit terdengar dari luar ruang. Sepertinya, seseorang yang tengah menggunakan ruangan tersebut sengaja menyalakan musik dengan keras.

Si pemakai ruang tersebut, tidak lain adalah Yoona. Entah sudah ke berapa kalinya ia menghabiskan waktunya dengan berlatih dance. Sengaja ia lakukan hal itu hanya untuk menumpahkan semua kekesalannya sejak acara perjodohan dengan calon suaminya yang ternyata adalah Kyuhyun, kurang lebih dua minggu yang lalu.

Ia berusaha keras menghindari Kyuhyun sampai sekarang. Kedatangan pria itu selalu ia tolak dengan berbagai alasan. Panggilan Kyuhyun ke ponselnya sengaja dialihkan agar pria itu tidak bisa menghubunginya.

Yoona memang membutuhkan waktu sendiri, seperti yang diucapkan Sehun sebelumnya. Pertanyaanya, sampai kapan ia terus menghindari Kyuhyun seperti ini? Mungkin hal ini tidak disadari oleh Yoona. Wanita itu, tanpa sadar justru menghindari masalah dan tidak segera menyelesaikannya.

“Arrgh!” Yoona berteriak frustasi seraya merebahkan tubuhnya di lantai. Buliran keringat mengucur membasahi wajah cantiknya. Nafasnya terengah-engah. Pandangan mata tertuju pada langit-langit ruang. Kemudian ia pejamkan sejenak, mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Berusaha untuk bersikap tenang.

Setelah merasa jauh lebih baik, ia segera mengambil remote lalu mematikan musik yang masih bermain. Diambilnya handuk kecil yang tersampir pada sebuah kursi yang ada di ruang latihan. Lalu berjalan keluar menuju bathroom kesayangannya untuk membasuh tubuhnya yang sudah dipenuhi keringat setelah hampir 4 jam melakukan dance.

Mrs. Im yang melihat putrinya berjalan keluar dari ruang latihan hanya menatap prihatin. Wanita paruh baya itu merasa sedih melihat Yoona menjadi pemurung dan lebih suka menyendiri dibandingkan sebelumnya. Mr. Im sendiri sedang berpikir keras, berdiskusi dengan appa Kyuhyun, Cho Phil Nam, untuk menemukan jalan keluar dari masalah yang mendera kedua anak mereka. Kepala Pelayan Kim dan juga ketiga pengawal pribadi Yoona juga prihatin melihat kondisi majikan mereka. Pengawal Jang, terus melaporkan kondisi majikannya tersebut pada Kyuhyun.

Keluar dari bathroom, tubuh Yoona terasa segar. Ia berjalan menuju balkon yang berada di kamarnya. Angin yang berhembus pelan membuat hatinya terasa tenang.

BRAK! Tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka secara keras. Yoona melonjak kaget. Pandangannya langsung tertuju pada Sooyoung yang secara mendadak sudah berada di kamarnya.

“Kau rupanya, mengagetkanku saja . . .” gumam Yoona.

Sooyoung tidak berkomentar dan hanya menatap lurus ke arah Yoona. Matanya pun tampak berkaca-kaca. Yoona hanya mengkerutkan dahinya melihat reaksi sahabatnya tersebut.

“Ada apa?” tanya Yoona penasaran.

“Yoona . . .” Sooyoung perlahan mendekat lalu meremas lengan Yoona secara perlahan. Tak pelak sikapnya itu membuat Yoona semakin dirundung rasa penasaran.

Wae?” tanya Yoona lagi.

“Kyuhyun kecelakaan . . .” lanjut Sooyoung kemudian.

Raut wajah Yoona berubah seketika. Tubuhnya terasa kaku, tatapannya kosong. Sooyoung sendiri tampak masih menangis di hadapan Yoona.

“Apa katamu? Kyuhyun kecelakaan?”

*****

Seoul Hospital

Seohyun dan Sehun sudah menunggu di depan salah satu ruang UGD yang ada di rumah sakit Seoul. Sepupu Kyuhyun itu terlihat tak kuasa menahan tangisnya setelah mendapat kabar bahwa Kyuhyun mengalami kecelakaan dan kondisinya kritis. Sehun sendiri memeluk erat kekasihnya dan ikut bersedih atas apa yang menimpa Kyuhyun.

Tak berapa lama kemudian, Yoona tiba di rumah sakit bersama Sooyoung. Penampilannya tak kalah berantakan. Wanita itu terlihat panik setengah mati setelah diberitahu Sooyoung bahwa Kyuhyun kecelakaan.

“Dimana dia?” tanya Yoona pada Seohyun yang masih terisak dalam pelukan Sehun.

“Yoona . . .” Seohyun menangis dan tidak mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Yoona.

Melihat reaksi Seohyun membuat hati Yoona semakin cemas. Ia pun menghampiri Eunhyuk yang tengah berdiri di dekat pintu ruang UGD. Beberapa bagian tubuh pria itu tampak dibalut oleh perban.

“Apa yang terjadi?” tanya Yoona dengan sorot mata yang ketakutan jika hal buruk akan menimpa Kyuhyun.

Eunhyuk terdiam. Pandangan matanya terus menatap ke lantai, seolah tidak berani memandangi Yoona. “Saat itu, Kyuhyun mengajakku pergi ke Chunceon. Aku tidak tahu, untuk apa dia pergi ke Chunceon. Ketika kami melintasi jalan tol dari arah Seoul ke Chunceon, tiba-tiba mobil yang kami naiki mengalami pecah ban. Mobil kehilangan kendali dan akhirnya menabrak pembatas jalan hingga masuk ke jurang. Aku terlempar dari mobil dan terjatuh di aspal jalan. Sedangkan Kyuhyun, dia terjebak dan ikut terperosot ke dalam jurang.”

Seperti terkena pukulan besar yang mengenai kepalanya. Yoona tampak shock dan sempoyongan, lalu bersender di dekat pintu UGD tempat Kyuhyun masih diberikan pertolongan untuk menyelamatkan kondisinya yang kritis.

“Tidak mungkin. Ini tidak mungkin terjadi padanya . . .” gumam Yoona terisak. Sooyoung memeluknya dan berusaha menguatkan Yoona.

KLEK! Suara kenok pintu terdengar. Mereka mendapati seorang dokter dan dua suster yang menangani kondisi Kyuhyun keluar dari ruang. Wajah dokter itu tampak tertekuk dan muram.

“Bagaimana kondisinya?” tanya Yoona cemas.

Mianhae, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi, nyawanya tidak bisa tertolong. Jeongmal mianhae . . .”

Tubuh Yoona terasa kaku. Wanita itu ambruk terduduk di lantai. Seohyun menangis histeris dalam pelukan Sehun. Sementara Eunhyuk menundukkan kepalanya dan tampak meneteskan air mata. Yoona berteriak dan menangis sekencang-kencangnya. Sooyoung memeluk erat sahabatnya itu dan ikut menangis.

“Tidak. Kau tidak boleh pergi, Cho Kyuhyun! Tidak!”

Yoona beranjak dari posisinya dan bergegas masuk ke dalam ruang UGD. Ia berharap semua itu hanya mimpi. Tapi, kenyataan pahit harus ia terima setelah melihat kain putih yang menutupi ranjang pasien di dalamnya. Langkah kaki Yoona terasa berat saat ingin mendekati ranjang pasien tersebut. Ia berniat membuka kain penutup dan ingin memastikan bahwa pasien yang ditutupi kain tersebut bukanlah Kyuhyun melainkan orang lain. Tangannya gemetar hebat. Kaki Yoona terasa lemas.

Perlahan ia tarik kain penutup tersebut hingga berhasil memperlihat sosok pria yang sudah terkujur kaku. Yoona menutup mulutnya setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa pria itu memang Kyuhyun. Yoona langsung memeluk erat tubuh Kyuhyun dan menangis.

“Kau tidak boleh pergi seperti ini. Kau tidak boleh pergi sebelum aku mengatakan semuanya padamu,” isak Yoona.

Yoona menenggelamkan wajahnya di atas tubuh Kyuhyun. Ia berusaha membangunkan pria itu tapi tetap sia-sia.

“Buka matamu . . .”

Sooyoung memeluk Yoona, berusaha menenangkan sahabatnya tersebut. Eunhyuk terlihat berdiri mendekati ranjang Kyuhyun.

“Apa kau masih marah pada Kyuhyun?” tanya Eunhyuk.

Yoona mengangkat kepalanya lalu menoleh ke arah Eunhyuk. Kemudian ia tertunduk, seolah menyesali sikapnya yang lamban dalam mengambil keputusan.

“Kyuhyun mengakui jika dia berbuat salah dengan membohongimu. Tapi, dia sama sekali tidak ada maksud untuk berbuat demikian. Semua ini dia lakukan juga bukan kemauannya sendiri. Appamu juga turut andil dalam kesepakatan mereka. Selain itu, Kyuhyun terlihat frustasi karena kau selalu menolak untuk bertemu dengannya. Dia sangat tersiksa. Rasanya menyakitkan jika diperlakukan dingin oleh orang yang sangat kita cintai,” lanjut Eunhyuk.

Buliran air mata Yoona kembali mengalir. Kali ini Yoona benar-benar menyesal. Tak pernah terbesit dalam benaknya jika Kyuhyun akan pergi secepat ini.

Mianhae, seharusnya kukatakan padamu lebih awal. Aku memang kecewa karena kau telah berbohong padaku dengan menyembunyikan identitasmu dan bersekongkol dengan appa. Tapi, rasa cintaku padamu juga sangatlah besar, hingga membuatku yakin bahwa kemarahanku selama ini tidak ada gunanya. Kupikir jika kau hari ini akan datang kembali ke rumahku, aku akan mengatakan semua isi hatiku padamu, bahwa aku sudah memaafkan semua perbuatanmu dan aku bersedia menerima perjodohan yang telah diatur kedua orang tua kita. Tapi, kenapa kau justru pergi seperti ini sebelum mendengar pengakuanku, kenapa?”

Yoona terduduk di bawah ranjang pasien yang digunakan Kyuhyun. Wanita itu tidak bisa berhenti menangis. Apakah ia terlambat? Terlambat mengakui perasaannya pada Kyuhyun dan tidak mengatakan lebih awal jika ia sudah memaafkan sikap pria itu dan bersedia menerima perjodohan keduanya.

“Kau sungguh memaafkanku?”

Hening. Yoona tersentak. Di sela-sela tangisnya ia mendengar suara yang tidak asing baginya. Jelas suara yang baru saja didengarnya adalah suara Kyuhyun. Tapi, tidak mungkin?

“Kyuhyun, apa kau mendengarku dari atas surga?” tanya Yoona kaget.

“Jika maksudmu dari atas ranjang itu benar.”

Yoona mendongakkan kepalanya. Ia melompat kaget saat mengetahui Kyuhyun sudah setengah duduk di atas ranjang. Pria itu terlihat tersenyum ke arahnya. Yoona shock. Kemudian pandangannya tertuju pada Eunhyuk, Sooyoung, Sehun dan juga Seohyun yang sudah tertawa kecil. Wanita itu belum mengerti situasi yang sebenarnya. Dia hanya menatap bingung sekaligus takut ke arah Kyuhyun. Ia berpikir jika pria di hadapannya itu adalah arwah Kyuhyun.

“Kau . . .” Yoona terbata-bata saat berusaha mengucap sesuatu. “Kau ini roh atau memang kau masih hidup?”

Kyuhyun menyipitkan kedua matanya. Kemudian ia menarik tangan Yoona hingga membuat wanita itu bergidik ketakutan karena masih mengira Kyuhyun sudah meninggal dan menganggapnya sudah menjadi hantu.

“Jika aku ini roh, mana mungkin aku bisa menyentuhmu seperti ini,” ucap Kyuhyun.

Yoona mengerjapkan kedua matanya berulang kali. Hasilnya tetap sama. Pria yang dilihatnya sudah setengah duduk di ranjang memang Kyuhyun. Tak berapa lama kemudian, terdengar tawa Eunhyuk dan Sooyoung yang begitu keras. Yoona menoleh kaget ke arah mereka.

“Apa kau masih belum paham juga?” tanya Eunhyuk sambil tertawa ke arah Yoona.

Yoona mengkerutkan dahinya. Ia memperhatikan Sehun dan Seohyun yang ikut tertawa kecil. Kemudian matanya terbelalak setelah mengerti dengan situasi tersebut.

“Ah, kalian sedang mengerjaiku?!” tanya Yoona dengan nada meninggi.

Kelima orang yang baru saja melakukan akting itu langsung tertawa keras menyambut pertanyaan Yoona. Ya, mereka sedang bersandiwara tentang Kyuhyun yang mengalami kecelakaan bahkan sampai meninggal. Semua ini atas ide Sooyoung dengan tujuan menyadarkan Yoona agar segera mengambil keputusan dan tidak mengulur waktu sebelum semuanya terlambat.

Mianhae, kami harus melakukan ide gila Sooyoung ini karena kau sama sekali tidak segera mengambil keputusan. Mau sampai kapan kau membuatku menunggu dan terus menolak ingin bertemu denganku? Kau pikir aku tidak tersiksa dengan dua minggu tidak bertemu denganmu?!” aku Kyuhyun.

Yoona masih shock dengan sandiwara yang dilakukan oleh kelima orang di ruangan itu.

“Lalu, luka-lukamu ini?” tanya Yoona seraya menunjuk bagian tubuh Kyuhyun yang terlihat memar, khususnya bagian pipi kiri Kyuhyun.

“Tentu saja ini hanya make up. Terlihat mirip luka sungguhan ya?” tanya Kyuhyun dengan senyum khasnya. “Dokter dan dua suster tadi juga orang suruhan kami yang ikut berpartisipasi dalam sandiwara ini.”

Emosi Yoona meluap. Ia mengepalkan tangannya di hadapan Kyuhyun. Ia kesal setengah mati dengan sikap pria tersebut. “Tanpa perlu make up, kau bisa mendapatkan luka yang sebenarnya.”

Tangan Yoona sudah terangkat dan bersiap melayang ke arah pipi Kyuhyun. Namun niatnya itu berhasil dihentikan oleh Sehun. Yang terjadi, Yoona justru meronta dan berbalik ingin menyerang Eunhyuk yang sudah memohon ampun kepadanya.

“Sebaiknya, kalian perlu waktu untuk berbicara berdua. Kami akan keluar,” ucap Sehun berusaha menenangkan situasi yang mulai gaduh.

Setelah meninggalkan Kyuhyun dan Yoona berdua saja, dari luar ruang pun Eunhyuk dan Sooyoung penasaran. Mereka berdua tampak merapat ke pintu, berusaha mencuri dengar pembicaraan Kyuhyun dan Yoona. Sehun dan Seohyun yang melihatnya hanya tersenyum geli.

Kyuhyun masih memperhatikan Yoona yang terlihat sangat kesal dan terus mengusap air matanya.

“Na-ya . . .”

“Keterlaluan! Sandiwara yang kau lakukan ini benar-benar gila! Aku sungguh percaya jika kau sudah meninggal. Aku sangat takut. Awalnya aku berharap ini adalah mimpi. Tapi, saat aku melihat kondisimu yang terkujur kaku dengan wajah putih dan tubuh yang terasa dingin, aku terpaksa mempercayainya jika kau memang sudah meninggal . . .” isak tangis Yoona kembali terdengar.

Kyuhyun terdiam. Dalam hatinya ia merasa bersalah karena kembali membuat Yoona kecewa. Pria itu turun dari ranjangnya, lalu menarik pelan tubuh Yoona ke dalam dekapannya. Yoona kembali menangis.

Mianhae . . .” ujar Kyuhyun.

“Kumohon kau jangan melakukan hal ini lagi. Aku sungguh ketakutan jika kau akan pergi dari sisiku. Aku sudah tidak marah lagi. Maafkan aku yang tidak segera berterus terang padamu,” ucap Yoona menyesal.

“Jadi, kau bersedia menikah denganku?” tanya Kyuhyun kemudian.

Yoona mendongakkan kepalanya, menatap Kyuhyun yang kini tengah menatap hangat padanya. Kemudian senyum kecil tersungging di sudut bibir Yoona.

“Tidak peduli kau seorang pengawal pribadi ataupun pewaris tunggal perusahaan ternama di Seoul, aku tetap mencintaimu, Cho Kyuhyun . . .” ujar Yoona.

Kyuhyun ikut tersenyum mendengarnya. Wajahnya keduanya perlahan mendekat. Kyuhyun memajukan wajahnya sedangkan Yoona tampak memejamkan kedua matanya. Perlahan bibir keduanya saling bertaut. Setelah melakukan ciuman itu, keduanya tertawa bersama lalu saling berpelukan.

*****

Cho Phil Nam tersenyum senang sambil memperhatikan layar ponselnya. Pesan yang baru saja diperoleh dari Kyuhyun terus saja membuatnya tertawa. Hingga membuat kedua orang tua Yoona yang tengah berkunjung di kediamannya hanya menatap bingung.

“Ada apa?” tanya Mr. Im penasaran.

“Sepertinya rencana mereka berhasil,” jawab Mr. Cho seraya menyodorkan ponselnya.

Kedua orang tua Yoona pun membaca isi pesan yang dikirim oleh Kyuhyun.

Appa, sebentar lagi putramu ini akan menikah

-Kyuhyun-

Mereka pun tertawa bersama mendengar kabar bahagia yang disampaikan oleh Kyuhyun. Mr. Im dan Mr. Cho tersenyum puas. Misi berjalan sesuai rencana.

ooOoo

A few days later . . .

Beberapa orang terlihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing di sebuah rumah mewah yang tidak lain adalah milik dari Keluarga Cho. Di area depan rumah tersebut, sudah berdatangan para wartawan yang bersiap meliput acara pernikahan putra-putri dari dua orang pengusaha dari perusahaan ternama yakni Im Corp dan Cho Corp. Berbagai karangan bunga ucapan selamat untuk kedua mempelai juga sudah berjejer rapi di area depan rumah Keluarga Cho.

Kedua pria paruh baya yang bersahabat itu terlihat sangat bahagia dalam melaksanakan acara pernikahan putra-putri mereka, Cho Kyuhyun dan Im Yoona. Mr. Im dan Mr. Cho tampak mengenakan setelan tuxedo berwarna abu-abu. Sedangkan Mrs. Im terlihat cantik dan anggun dengan menggunakan busana adat Korea, hanbok.

Di tempat yang berbeda, sebuah ruang yang digunakan untuk merias pengantin wanita, tidak kalah sibuknya dengan kondisi yang ada di luar ruangan. Dua orang wanita itu tampak menatap takjub ke arah seorang wanita yang mengenakan gaun bernuansa putih.

“Kau terlihat sangat cantik . . .” puji Sooyoung pada sahabatnya, Yoona.

Yoona tersenyum malu. Kemudian ia memperhatikan ke arah Seohyun yang ikut tersenyum senang ke arahnya. Seperti yang sudah direncanakan, hari ini adalah hari pernikahan Yoona dengan Kyuhyun. Keduanya memutuskan untuk langsung menikah tanpa perlu mengadakan pertunangan terlebih dahulu.

“Kau harus hidup bahagia,” ujar Seohyun sembari memeluknya.

Yoona mengangguk. “Tentu.” Tangannya tampak menggengam erat bucket bunga dengan nuansa warna serba putih.

Upacara pernikahan Kyuhyun dan Yoona dilaksanakan di halaman rumah Kyuhyun yang luas. Konsep pernikahan keduanya adalah garden party. Para tamu undangan terlihat sudah berdatangan dan tengah duduk di kursi masing-masing.

Kyuhyun tiba lebih dulu di halaman rumahnya dengan setelan tuxedo berwarna putih. Pria itu terlihat tampan dengan setelan busana pengantin yang dikenakannya. Ia berjalan menuju altar dengan didampingi Eunhyuk dan Sehun yang sudah didapuk sebagai pendamping pengantin pria. Riuh tepuk tangan para tamu undangan mengiringi langkah kakinya menuju altar. Setelah sampai di altar, baik Eunhyuk dan Sehun tampak memeluk Kyuhyun, mengucapkan selamat kepada sahabat mereka yang akan segera melepas masa lajangnya.

Dan inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, saat dimana pengantin wanita datang di lokasi upacara pernikahan.

Yoona berjalan dengan anggun menuju altar didampingi oleh Sooyoung dan Seohyun yang tampak cantik mengenakan gaun bernuansa merah muda. Kyuhyun sudah menunggu di altar. Pria itu terlihat menatap bahagia ke arah calon istrinya yang sangat cantik hingga membuat semua para tamu undangan yang hadir tampak terpesona. Yoona mengenakan gaun panjang berwarna putih dengan mahkota bunga yang ada di kepalanya. Wajahnya dipoles make up yang natural sehingga wanita itu terlihat sangat cantik dan anggun. Kedua mata Yoona tampak berbinar sembari memandang ke arah Kyuhyun.

Kini Yoona sudah berdiri tepat di samping Kyuhyun. Keduanya tampak menatap satu sama lain. Rona bahagia terpancar di wajah masing-masing. Pandangan keduanya beralih pada pria paruh baya yang bertugas memimpin jalannya upacara pernikahan mereka. Tangan Kyuhyun dan Yoona saling bertaut, seolah tak ingin lepas. Janji suci pernikahan itu pun terucap dan keduanya telah resmi menjadi suami istri. Para tamu undangan bertepuk tangan atas peristiwa haru nan sakral di hadapan mereka. Seohyun, Sehun, Eunhyuk dan Sooyoung langsung menabur bunga ke arah pasangan yang telah resmi menjadi suami istri tersebut. Rasa bahagia tidak hanya dimiliki Kyuhyun dan Yoona, melainkan juga dirasakan oleh kedua orang tua mereka.

Dengan demikian, misi yang dilakukan Kyuhyun selesai dan berjalan sesuai rencana, walaupun tidak semulus perkiraan sebelumnya. Sampai sekarang, Yoona sendiri masih tidak percaya jika pria yang telah sah menjadi suaminya, pernah menjadi bodyguardnya. Terlepas dari status Kyuhyun yang merupakan pewaris tunggal dari Cho Corp, wanita itu masih menganggapnya sebagai pengawal pribadinya.

“Selamanya aku akan mencintaimu, Pengawal Cho . . .” bisik Yoona pada Kyuhyun.

“Pengawal Cho?” tanya Kyuhyun sembari menahan tawanya.

Yoona tersenyum. “Sepertinya pendapat orang tentang dirimu ada benarnya. Kau memang seorang pangeran.”

“Lalu?”

Tiba-tiba Yoona mendaratkan sebuah kecupan di pipi kiri Kyuhyun. “Bagiku, kau seorang pangeran sekaligus pengawal pribadiku.”

Senyum Kyuhyun merekah, membuat wajahnya semakin terlihat tampan. Ia lalu memeluk Yoona erat. Keduanya pun tersenyum menyambut sorak sorai semua orang yang ikut berbahagia dengan mereka. Kyuhyun dan Yoona, keduanya telah bersatu dan berjanji akan sehidup semati dan hidup bahagia bersama, selamanya.

-THE END-

Huwaa . . . akhirnya kelar juga nulis part akhir dari FF ini. Wuah, part ini cukup panjang, mungkin bisa dibilang seperti oneshoot aja jadinya, hehe. Maaf misalnya ending kurang memuaskan😦 . Kemarin sempat mengalami kesulitan hingga harus berkali-kali ganti alur dan banyak scene yang dirubah juga. Bahkan ada ide dadakan yang nggak kepikir sebelumnya.
Well, makasih udah ngikutin ceritanya dari awal ampe part akhir ini, sampai pada belain nunggunya lumutan karena terlalu lama publish, hehe (just kid ^^v)
Semoga kalian suka dan jangan lupa untuk ikutin terus FF KyuNa yang ada di sini.
Kamsahamnida *bow* ^^

123 thoughts on “Prince as Bodyguard – Chapter 9 [END]

  1. gebrina moezain says:

    wahhhh so sweet. . .fantastis ! akhirnya nikah jg haha kasian yoona eonni dikerjain gtu ,2 jempol deh buat author ,maaf jika saya hanya brkomentar di part 9 krna untuk mengefisienkan wktu alias buru2.khamsahamnida #bow

  2. Diani says:

    Huaaaaa akhirnya selesai juga baca ini. dari awal cerita aku udah duga kalo kyu bakal dijodohin sama yoona. agak kaget juga waktu tau2 appanya yoona nentang hubungan mereka. eh ternyata itu cuma bagian dari misi mereka –” walaupun di prolog udah dijelasin sehun cuma nganggep yoona sekedar teman, tapi dalem hati aku berharap kalo sehun ternyata suka yoona :v eh ekspetasi ku salah juga akhirnya hahaha abisnya kan lebih seru kalo cinta segitiga wkwk

  3. @RickaAsnita says:

    Waaaah puas buat kyu oppa sama yoon unnie, tp masih agak gantung bagai mana sm soo unnie hyuk oppa, kabar mereka berdua gimana, tp ya udah laa, daebak thoor gumawo^^

  4. Idha_Sparkyu says:

    wwwaahhh DAEBAK Eonnie !!!😀
    Yeeyeyeyeyey akhirnya Happy Ending😉
    hihihihi Kyuhyun Oppa tega bnget ngerjain Yoong Eonnie😄
    Di tnggu yahhh kLanjutan FFnya yg Lain😀😀😀

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s