I Win Your Heart


i win your heartI Win Your Heart

by cloverqua | main cast Cho Kyuhyun – Im Yoona

genre Romance | rating PG 15 | length Ficlet

disclaimer This fanfiction is purely my own. Cast belong’s God. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF! Please keep RCL!

Happy reading | Hope you like it

2014©cloverqua

[Also published in YoongEXO with YoonTao version]

 

CTAK! CTAK! CTAK!

Suara itu kembali terdengar dari kamar Kyuhyun, membuat gadis yang tengah menaiki tangga menuju kamar tersebut hanya menggelengkan kepala. Sepertinya ia sudah tahu, bahkan sudah hafal—apa yang tengah dilakukan pacarnya di dalam kamar.

KLEK! Tangan kanannya menarik kenok pintu kamar Kyuhyun secara perlahan, sementara tangan kirinya mengangkat nampan yang membawa dua gelas jus jeruk serta beberapa camilan. Begitu pintu terbuka, gadis itu—Yoona—langsung tersenyum kecil melihat pacarnya tengah duduk di depan televisi yang ada di kamar, dengan mata pandanya menatap serius ke arah layar. Sementara kedua tangannya tengah memegang joystick. Jari-jemarinya terlihat lihai menekan tombol-tombol yang ada pada joystick tersebut. Ya, pemuda itu kembali menghabiskan waktu senggangnya dengan playstation. Kyuhyun memang seperti sudah kecanduan game-game yang ada dalam playstation tersebut, khususnya game dengan genre RPG.

Kyuhyun masih asyik dengan game yang dimainkannya. Terlalu asyik sampai tidak menyadari kedatangan Yoona di kamarnya.

“Berhenti, Kyu,” titah Yoona sambil meletakkan nampan di meja kecil yang berdekatan dengan posisi Kyuhyun. Lalu ia duduk di atas ranjang yang dipunggungi oleh Kyuhyun. Melihat tak ada respon dari pacarnya, Yoona mendengus kesal. Ia mengambil sebuah bantal lalu melemparnya tepat mengenai kepala Kyuhyun.

“Aish, Yoong!” Kyuhyun berteriak kesal sambil memegangi kepalanya. “Kenapa kau melempariku bantal? Aku hampir saja memenangkan game ini.”

Bibir Yoona mengerucut, seiring reaksi Kyuhyun yang lebih mementingkan game­ dibandingkan keberadaannya.

“Kau tahu, aku selalu gagal memenangkan game ini. Padahal tinggal sedikit lagi. Tapi kau malah mengganggu konsentrasiku dengan melempariku bantal. Aish, aku harus mengulangnya lagi dari awal,” gerutu Kyuhyun panjang lebar.

“Sampai kapanpun kau tak akan berhasil memenangkan game ini,” balas Yoona. “Hanya Sehun yang bisa memenangkannya.”

Mwo?!” Tubuh Kyuhyun serasa tersengat listrik begitu mendengar nama Sehun—sahabatnya yang dulu pernah menyukai Yoona. Kini mata Kyuhyun beralih memandangi Yoona. Gadis itu tampak merengut sambil mengalihkan pandangannya, seolah tak mau melihat ke arah Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun sadar telah melakukan kesalahan padanya.

“Coba aku tanya—” Kyuhyun terlihat memutar kedua bola matanya, lalu memasang senyum terbaiknya ke arah Yoona. “Sudah berapa lama kau di sini?”

Yoona tersenyum sinis. “Oh, akhirnya kau sadar juga dengan keberadaanku.”

“Iya, iya, aku minta maaf,” ucap Kyuhyun terkekeh. “Kau sendiri yang terlalu lama mengobrol dengan ibuku. Karena bosan menunggumu di kamar, aku main game saja seperti biasa.”

“Kebiasaanmu memang tidak pernah berubah,” cecar Yoona sambil menyentil hidung Kyuhyun. “Aku datang ke sini untuk memenuhi ajakan makan malam ibumu, bukan untuk melihatmu bermain game, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun tertawa kecil, lalu meletakkan joystick yang dipegangnya. Tangannya kini berpangku di atas paha Yoona. Matanya menatap lekat ke arah Yoona.

“Kau masih marah padaku?” tanya Kyuhyun namun tetap tersenyum. “Ayolah, aku hanya memainkan game yang membuatku penasaran, Yoong.”

“Sudah kubilang kau tidak akan pernah berhasil memenangkannya. Hanya Sehun yang bisa. Dia itu selalu berhasil memenangkan semua game yang pernah kau mainkan,” balas Yoona makin gencar membandingkan Kyuhyun dengan Sehun. Rupanya gadis itu masih kesal dengan Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam. Ia hanya tersenyum melihat reaksi pacarnya tersebut.

“Kau benar. Dalam urusan game, Sehun memang lebih jago daripada aku,” ucap Kyuhyun. “Tapi kau melupakan satu hal, Yoong. Ada hal yang tidak bisa dimenangkan oleh Sehun.”

Dahi Yoona berkerut. Terlalu bingung dengan pernyataan Kyuhyun hingga memaksanya harus menoleh ke arah pemuda itu. “Memangnya—apa yang tidak bisa dimenangkan oleh Sehun?”

Senyum Kyuhyun kian mengembang. “Hatimu, karena hanya aku yang berhasil memenangkan hatimu.”

Tawa Yoona meledak usai mendengarkan jawaban dari Kyuhyun. Wajahnya bersemu merah sambil memandangi Kyuhyun yang tersenyum lebar padanya.

“Dasar! Kau sedang merayuku kan?” tanya Yoona geli.

“Memang. Tidak boleh?”

Yoona berdeham pelan. “Boleh saja. Tapi, kau pikir dengan merayu seperti itu akan berhasil menghilangkan rasa kesalku. Sayangnya sampai sekarang aku masih kesal padamu Kyuhyun.”

Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya. “Wah, berarti hanya ini yang bisa kulakukan untuk menghilangkan rasa kesalmu.”

Yoona kembali mengernyitkan dahinya. Ia bingung saat melihat Kyuhyun berlutut sambil mendekatkan wajahnya. Yoona bisa merasakan nafas Kyuhyun saat wajah pemuda itu kian dekat.

“Kau mau apa?”

Kyuhyun tersenyum. “Menghilangkan rasa kesalmu.”

Yoona menelan saliva-nya. Ia tahu apa yang akan dilakukan Kyuhyun.

“Hei, jangan sembarangan melakukannya. Ini di rumahmu. Bagaimana jika ada yang melihat?”

“Aku jamin tidak akan ada yang melihatnya,” jawab Kyuhyun kian mendekatkan wajahnya. Yoona justru memundurkan tubuhnya untuk menghindari Kyuhyun.

“Tentu ada. Ayahmu?”

“Belum pulang.”

“Ibumu?”

“Memasak di dapur.”

Yoona menggigit bagian bawah bibirnya. Ia tampak berpikir keras untuk mencari alasan lain. “Ah, adikmu?”

“Dia pergi ke rumah temannya,” jawab Kyuhyun. “Sudahlah, Yoong. Memang apa salahnya jika aku ingin menciummu?”

“Itu—itu karena—” Yoona tampak kesulitan berucap membalas pernyataan Kyuhyun. “Aku hanya merasa tidak nyaman jika melakukannya di rumahmu. Aku khawatir ada yang—”

SET! Jari telunjuk Kyuhyun menyentuh bibir Yoona, membuat gadis itu menghentikan kalimatnya.

“Sudah kubilang tidak akan ada yang melihatnya. Aku jamin,” ujar Kyuhyun seraya tersenyum nakal. Sikapnya itu membuat Yoona tersenyum geli dengan kegigihan Kyuhyun.

“Baiklah, terserah kau saja,” balas Yoona akhirnya menyerah.

Kyuhyun tersenyum senang. Ia pun melanjutkan kembali apa yang tertunda. Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Yoona. Sementara Yoona mulai memejamkan kedua matanya. Perlahan bibir keduanya kian dekat. Hanya tinggal beberapa inci lagi bibir itu akan berciuman.

Satu.

Dua.

Tiga.

KLEK!

“Apa yang sedang kalian lakukan?”

Kyuhyun dan Yoona tersentak kaget saat mendengar suara seseorang yang menyela kegiatan mereka. Keduanya menoleh ke arah pintu dan terkejut, saat mendapati ibu Kyuhyun sudah berdiri dengan celemek yang masih melekat dan sendok sayur yang dipegangnya.

Eomma . . .” Kyuhyun terlihat gugup saat aksinya hampir ketahuan oleh ibunya sendiri.

Nyonya Cho sepertinya tahu apa yang akan dilakukan Kyuhyun dan Yoona. “Kalian tadi ingin berciuman?”

Sontak saja pertanyaan itu membuat wajah Kyuhyun dan Yoona memerah. Keduanya kompak langsung menggeleng seraya bangkit dari posisi mereka.

“Tidak, eomma. Aku hanya sedang membantu Yoona membersihkan debu di matanya,” ucap Kyuhyun mengelak. Diiringi anggukan Yoona sambil tersenyum.

Nyonya Cho memicingkan kedua matanya. Ia yakin dengan apa yang dilihatnya jika Kyuhyun dan Yoona akan berciuman. Namun setelah melihat reaksi keduanya tampak meringis dengan wajah lucu mereka, Nyonya Cho hanya tersenyum.

“Ya sudah. Kalian cepat turun dan bantu aku menyiapkan makan malam,” suruh Nyonya Cho. Saat berjalan keluar melewati pintu, ia kembali tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.

Kyuhyun dan Yoona menghela nafas lega setelah Nyonya Cho keluar dari kamar Kyuhyun. Yoona langsung menatap tajam ke arah Kyuhyun.

“Sudah kubilang jangan melakukannya di sini,” ucap Yoona malu.

Kyuhyun terkekeh. Kejadian itu justru membuatnya tak kehabisan akal. Ia pun beralih mencium pipi Yoona. Kontan saja sikapnya itu membuat wajah Yoona memerah. Gadis itu masih memegangi pipinya yang baru saja dicium oleh Kyuhyun.

“Ingat ucapanku tadi, Yoong,” ujar Kyuhyun sambil tersenyum nakal.

Yoona tersenyum. Lalu menepuk kedua pipi Kyuhyun. “Ne, arraseo. Akan kuingat selamanya. Hanya Cho Kyuhyun yang berhasil memenangkan hati Im Yoona. Kau puas?”

Kyuhyun mengangguk, lalu menarik tubuh Yoona dalam dekapannya. Ia memeluk gadis itu dengan begitu erat.

Saranghae . . .” ujar Kyuhyun berbisik dengan senyum khasnya.

Yoona tersenyum. “Nado saranghae . . .”

Wajah keduanya terlihat bahagia. Sesekali mereka saling menyentil hidung masing-masing dengan gelak tawa mereka, sebelum akhirnya turun menuju ruang makan.

Kyuhyun memandangi wajah Yoona yang berjalan di sebelahnya. Pemuda itu tersenyum senang. Meski selalu gagal memenangkan game, setidaknya ia berhasil memenangkan hati Yoona.

­-THE END-

Tadinya nggak mau re-make dari FF yang sudah ada. Tapi, karakter cerita di sini menurutku pas sama Kyuhyun yang doyan main game. Jadi aku buat ulang lagi versi KyuNa (sebelumnya versi YoonTao).

Terima kasih sudah membaca FF ini😉

-cloverqua-

42 thoughts on “I Win Your Heart

  1. yoongyuyoong says:

    KYUNAAAA T.T KEREN DEH POKOKNYA FF MU GA BISA COMMENT APA APA EMANG UDAH DAEBAAAK!!!! DITUGGU FF YG LAIN ^^♡HWAITIIING

  2. YoonAddict_Sparkyu says:

    Omo😮
    law pon dah bca yg versi yoontao nya, tpi ntah knp lbih suka yg ne,,
    kyuna jjang !!
    Author jjang !!
    Tetap smangat y author.nim🙂

  3. Im Shanty_ says:

    Kakakakak~
    Makanya cepetan dong Kyu kalau mau nyium Yoona eonni. Noh keburu ketahuan kan, haha
    Kocak bingitttss. Gombalannya Kyuhyun itu loh bikin hati *aku* klepek-klepek *ditendangYoonaeonni* bwahahaha.
    Fighting yah thor!

    Love,

    Yoonaddict.

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s