Sincerely 1


sincerelySincerely

by cloverqua | main cast Cho Kyuhyun – Im Yoona

other cast Wu Yi Fan – Kim Taeyeon – Park Jungsoo – Jung Jessica – Seo Joo Hyun

genre Hurt – Romance | rating PG 15 | length Chaptered

disclaimer This fanfiction is purely my own. Cast belong’s God. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF! Please keep RCL!

Happy reading | Hope you like it

2014©cloverqua

Teaser + Introduce Cast

Seorang wanita melangkahkan kaki jenjangnya, memasuki sebuah gedung perusahaan yang berada di jantung kota Seoul. Kehadirannya langsung menarik perhatian semua orang. Tak hanya kecantikan yang dimiliki wanita itu, ia bahkan sudah dikenal memiliki kepribadian yang mengagumkan banyak orang. Berstatus sebagai putri tunggal pemilik grup perusahaan terbesar di Korea Selatan, tak membuatnya sombong dan angkuh. Ia justru rendah hati dan ramah kepada siapapun.

“Selamat datang, Nona Yoona . . .”

Yoona tersenyum membalas sapaan sekertaris pribadi ayahnya—Sekertaris Lee. Ia melirik ke arah pintu ruang kerja dengan papan yang bertuliskan nama Presdir Im Cheonsa.

“Apa Presdir ada di ruangannya?” tanya Yoona lembut dan dibalas anggukan Sekertaris Lee.

Ne, Presdir sudah menunggu Anda bersama Nyonya,” jawab Sekertaris Lee. Kemudian mengantar Yoona masuk ke dalam ruangan.

Sekertaris Lee masuk lebih dulu dan diikuti Yoona di belakangnya. Wanita itu mengulum senyum saat melihat ayah dan ibunya tengah sibuk berdiskusi di area sofa.

“Presdir, Nona Yoona sudah datang,” ujar Sekertaris Lee pada Presdir Im.

Presdir Im tersenyum ke arah putrinya, lalu berganti melirik Sekertaris Lee, “Kau boleh kembali bekerja.”

Yoona memandangi Sekertaris Lee yang berjalan keluar dari ruangan. Pria itu membungkuk ke arahnya seraya tersenyum. Yoona membalasnya dengan hal yang sama, sebelum ia duduk di depan kedua orang tuanya.

“Kenapa baru datang?” tanya Nyonya Im sambil memperlihatkan wajah lelahnya. Ia melirik jam tangan yang dikenakannya. Sesuai janji, Yoona seharusnya tiba di perusahaan jam 1 siang. Namun wanita itu justru datang jam 2 siang.

Yoona meringis dan terkekeh pelan, “Aku baru saja selesai menghadiri acara amal di daerah Nowon. Terlalu asyik bermain dengan anak-anak panti asuhan di sana, aku jadi lupa waktu. Maafkan aku.”

Nyonya Im menggelengkan kepala. Kebiasaan putrinya itu memang membuatnya menunggu lama, tapi ia sama sekali tidak marah. Sebaliknya, Nyonya Im sangat senang Yoona selalu peduli dengan orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Yoona telah tumbuh menjadi putri kebanggaan orang tuanya. Selain itu, kebaikan hatinya juga mampu membuat kagum banyak orang.

“Sudahlah istriku, yang penting Yoona sudah ada di sini,” ujar Presdir Im menenangkan suasana hati istrinya. Nyonya Im mengangguk dan tersenyum.

Yoona mengamati wajah orang tuanya dengan dahi berkerut. Ia bingung dan penasaran dengan raut wajah mereka.

“Sebenarnya ada apa kalian menyuruhku datang ke sini?” tanya Yoona tak sabar.

Nyonya Im mengambil amplop besar berwarna cokelat dari tasnya. Ia mengeluarkan isi yang ada di dalam amplop ke atas meja. Dari amplop tersebut, langsung berjatuhan beberapa lembar foto yang cukup banyak. Yoona mengerutkan dahinya seraya menatap bingung ke arah foto-foto tersebut. Ia melihat banyak foto pria yang sama sekali tak dikenalnya.

“Ini—apa?” tanya Yoona hati-hati. Firasat buruk langsung menghampiri dirinya.

Presdir dan Nyonya Im tersenyum lebar, “Calon suamimu,” jawab keduanya kompak.

“APA?” Yoona bisa merasakan tenggorokannya seperti tercekat. Bola matanya nyaris keluar lantaran terlalu kaget dengan ucapan orang tuanya.

“Tentu saja kau harus memilih salah di antara mereka,” lanjut Nyonya Im.

Yoona terpaku menatap meja yang dipenuhi foto-foto pria tersebut. Calon suami? Lelucon macam apa ini?

“Kalian bermaksud menjodohkanku?”

Presdir dan Nyonya Im mengangguk kompak. Sementara Yoona hanya menunduk seraya menutupi wajahnya yang begitu malu dengan rencana orang tuanya.

“Pilihlah salah satu dari mereka. Mana yang menurutmu menarik. Kau bisa mencoba berkenalan dengan salah satu dari mereka,” ujar Nyonya Im bersemangat. Tangannya bergerak aktif memilihkan foto pria yang sekiranya cocok dengan Yoona.

Yoona menatap malas pada foto yang disodorkan Nyonya Im padanya. Ia memandangi 3 lembar foto tersebut dengan tatapan tidak tertarik. Sementara Nyonya Im masih sibuk menjelaskan nama serta latar belakang keluarga ketiga pria tersebut.

“Aku tidak mau,” potong Yoona cepat sambil melempar ketiga foto tersebut.

Presdir dan Nyonya Im terkejut melihat reaksi penolakan Yoona.

“Kenapa? Kau tidak suka dengan pilihan eomma? Haruskah appa yang memilihkannya untukmu?” cecar Nyonya Im.

Yoona menghela nafas lalu menggeleng pelan, “Tidak, eomma. Kalian tidak perlu melakukannya. Aku tidak tertarik dengan mereka semua.”

“Kenapa?” tanya Presdir dan Nyonya Im bersamaan.

“Aku masih belum mau menjalin hubungan dengan siapapun. Saat ini aku masih menikmati kegiatan sosial yang sering kulakukan,” jawab Yoona.

“Tapi sekarang sudah saatnya kau menikah. Usiamu sudah 24 tahun. usia yang matang bagi seorang wanita untuk hidup berumah tangga,” sahut Presdir Im. “Kau putri semata wayang kami. Sudah saatnya kau melepas masa lajang dan memberi kami cucu.”

Mendengar kata ‘cucu’ yang keluar dari ayahnya, Yoona memicingkan matanya. “Sebenarnya kalian mengharapkan aku menikah hanya karena ingin mendapatkan cucu?” tanyanya sinis.

Ne, tepat sekali,” jawab Presdir dan Nyonya Im lagi-lagi kompak.

Yoona menepuk pelan keningnya. Ia menghela nafas kasar sambil meraih tasnya. Kakinya menghentak lantai bersamaan tubuhnya yang terdorong berdiri.

“Maaf, aku masih belum tertarik sama sekali,” ujarnya seraya membungkuk. Tanpa menunggu orang tuanya memberi respon, Yoona sudah berbalik menuju pintu ruangan.

“Yoona?” Nyonya Im berusaha menghentikan langkah putrinya, namun tangan sang suami lebih dulu menghentikannya. Nyonya Im terdiam, menatap Presdir Im dengan raut wajah bingung.

“Tak apa. Biarlah Yoona yang memutuskannya sendiri,” ucap Presdir Im. “Lebih baik kita tidak memaksanya.”

Keseriusan di wajah Presdir Im membuat istrinya mengangguk setuju. Berapa kali mereka menyuruh Yoona untuk segera menikah, jika bukan karena kemauan sendiri, sampai kapanpun wanita itu tidak akan menuruti kemauan mereka.

.

.

.

“Kau pasti tidak asing dengan sosok ini?”

Presdir Cho Hyunjae—pemilik grup perusahaan yang bersaing dengan Im Corp, yakni Cho Corp, terlihat memberikan majalah kepada putra sulungnya—Cho Kyuhyun. Tangan Kyuhyun menerima majalah dengan sampul yang menampilkan sosok wanita cantik, yang tengah menjadi buah bibir masyarakat. Bukan karena scandal atau hal negatif, melainkan karena sikap dermawannya yang telah mendirikan sebuah yayasan amal. Tak hanya itu, berlatar belakang sebagai putri tunggal pemilik perusahaan terbesar di Korea Selatan, tentu menjadi daya tarik tersendiri wanita itu.

Kyuhyun tersenyum menyeringai, “Tentu aku tahu. Bukankah dia Im Yoona? Putri dari Presdir Im Cheonsa—pemilik grup perusahaan saingan kita?”

“Kau benar, Kyu,” sahut Presdir Cho.

Kyuhyun mengambil posisi duduk di depan ayahnya. Raut wajahnya serius, mencoba memahami alasan sang ayah memperlihatkan majalah itu padanya.

“Lalu—maksud appa memperlihatkannya padaku?” tanya Kyuhyun.

“Banyak pria yang ingin sekali menjadikan Yoona sebagai pendampingnya. Kurasa tidak ada salahnya jika kau melakukan hal yang sama,” ujar Presdir Cho.

Kerutan di dahi Kyuhyun semakin kentara, “Apa maksudnya?”

Presdir Cho tertawa, “Dekati Yoona dan jadikan dia sebagai pendampingmu.”

“APA?” Kyuhyun berteriak kaget mendengar penuturan sang ayah. Emosi langsung menguasainya dan membuat pria itu berdiri dari posisinya.

“Aku sama sekali tidak tertarik dengannya. Kenapa menyuruhku mendekati wanita itu untuk menjadi pendampingku?”

“Tenanglah, Kyu. Aku belum selesai bicara,” balas Presdir Cho seraya menyuruh Kyuhyun untuk duduk kembali. “Kau pikir aku tertarik untuk menjalin hubungan baik dengan Cheonsa? Selamanya aku akan menganggapnya sebagai saingan—ah tidak, lebih tepatnya musuhku.”

Kyuhyun terdiam, mengerutkan dahinya dan menatap bingung Presdir Cho.

“Jika kau menjalin kedekatan dengan Yoona, bukankah kau bisa leluasa berhubungan dengan perusahaan mereka?” tanya Presdir Cho memberi petunjuk pada Kyuhyun.

Kyuhyun memutar otaknya, mencerna kata-kata yang disampaikan Presdir Cho. Sedetik kemudian, pria itu tersenyum menyeringai. Berhasil menangkap arah pembicaraan mereka.

“Aku mengerti sekarang. Appa menyuruhku untuk mendekati Yoona, agar bisa menguasai perusahaan ayahnya. Benar kan?”

Tawa Presdir Cho kian terdengar keras. Pria paruh baya itu sangat bangga terhadap Kyuhyun yang berpikiran cerdas.

“Benar. Analisa yang sangat tepat. Aku bangga memiliki putra secerdas dirimu, Kyu,” puji Presdir Cho membanggakan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum menanggapi pujian ayahnya. Pria itu meneguk teh hangat yang berada di depannya. Ia sudah terbiasa dengan pujian tentang kecerdasan yang dimilikinya. Tak heran jika Kyuhyun memegang peranan penting dalam kemajuan perusahaan ayahnya. Iia bahkan termasuk jajaran pemegang saham terbesar setelah Presdir Cho di Cho Corp.

“Kenapa appa begitu ingin menguasai perusahaan mereka?” tanya Kyuhyun mendadak penasaran.

“Aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Tapi, suatu saat nanti aku akan memberitahumu. Kau hanya cukup melakukan tugasmu dalam mendekati Yoona. Agar kau bisa mempunyai akses yang mudah dengan perusahaan itu,” jawab Presdir Cho.

Kyuhyun menatap serius wajah Presdir Cho. Ia menangkap ada sesuatu yang berusaha disembunyikan oleh ayahnya.

“Kau bersedia kan?” tanya Presdir Cho membuyarkan lamunan Kyuhyun.

Anggukan pelan Kyuhyun membuat Presdir Cho tersenyum senang.

“Jika untuk kemajuan perusahaan, apapun akan aku lakukan,” ucap Kyuhyun.

“Kau memang putra kebanggaanku. Berjanjilah kau tidak akan mengecewakanku,” pinta Presdir Cho.

“Tentu. Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu, appa,” balas Kyuhyun.

.

.

.

Yoona merenung di dalam mobil yang mengantarnya menuju sebuah restoran mewah, yang berlokasi tak jauh dari perusahaan. Wajahnya terlihat murung. Beberapa kali ia menghela nafas berat. Permintaan orang tuanya sedikit menyita pikirannya.

“Kenapa mereka begitu ingin aku segera menikah?” gumam Yoona bingung. Ia akui, meski usianya sudah matang untuk menikah, namun sampai sekarang wanita itu belum menemukan pria yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya. Sejak kecil, ia sudah memiliki impian untuk menikah dengan seseorang yang merupakan pilihan hatinya, bukan pilihan orang tua ataupun perjodohan.

“Kau bisa pulang sekarang,” suruh Yoona pada Supir Han. Pria paruh baya itu menatapnya bingung. Keduanya kini sudah berhenti tepat di depan restoran mewah daerah Seoul.

“Maafkan saya, Nona. Saya tidak bisa meninggalkan Nona sendirian. Bagaimana pun ini tugas saya sebagai supir pribadi Nona,” tolak Supir Han.

“Kau pasti lelah menemaniku seharian di Nowon. Aku hanya ingin kau beristirahat,” ucap Yoona gemas. Entah kenapa keinginannya agar orang-orang yang melayaninya beristirahat selalu ditolak.

“Tapi—”

“Im Yoona?”

Sebuah suara tiba-tiba menyela pembicaraan mereka. Yoona dan Supir Han menoleh pada sosok pria berperawakan tinggi yang sudah berdiri di depan mereka. Pria itu tersenyum senang saat menatap Yoona, semakin memperlihatkan wajah tampan yang dimilikinya.

Yoona sendiri tak dapat menyembunyikan perasaan senangnya, ketika mengenali sosok pria itu. “Kris?”

“Tidak kusangka bisa bertemu denganmu di tempat ini,” ucap Kris—teman semasa kecil Yoona yang merupakan putra tunggal Wu Corp. Kris yang memiliki nama asli Wu Yi Fan, adalah pria keturunan China-Canada.

Yoona membalas pelukan dari Kris. Senyum cantik terus terukir di wajahnya, “Aku senang sekali bertemu lagi denganmu, Kris.”

“Kau mau menikmati makan siang di restoran ini?” tanya Kris dan dibalas anggukan Yoona. Wanita itu menoleh pada Supir Han dengan wajah sumringah.

“Supir Han, pulanglah dan beristirahat. Kau jangan khawatir, aku akan pulang bersama Kris,” ujar Yoona. Kris yang tidak tahu obrolan keduanya hanya mengangguki ucapan Yoona. Supir Han tidak bertanya lagi dan memilih mengiyakan perintah Yoona. Pria paruh baya itu membungkuk ke arah Yoona dan Kris. Sebelum pergi meninggalkan mereka.

“Ayo. Kau harus bercerita banyak padaku tentang kehidupanmu selama tinggal di Canada,” ajak Yoona sambil bergelayut manja di lengan Kris. Pria itu tersenyum geli memandangi tingkah Yoona yang seperti anak kecil. Keduanya pun berjalan bersama memasuki restoran tersebut untuk makan siang bersama. Sekaligus berbagi cerita untuk melepas rindu.

.

.

.

Kyuhyun memberhentikan mobilnya, saat tiba di sebuah perusahaan arsitektur milik temannya. Gedung itu tidak terlalu besar, namun memiliki kesan yang begitu artistik.

Pria itu mengeluarkan ponsel, mencoba menghubungi teman yang ingin ditemuinya.

Yeoboseyo?

Bibir Kyuhyun melengkung saat mendengar suara temannya, “Leeteuk-ah, aku sudah sampai di depan kantormu.”

Benarkah? Masuklah, Kyu. Aku masih menyelesaikan pekerjaanku. Tunggulah di ruanganku sebelum kita pergi makan siang bersama.

Senyum Kyuhyun kian kentara, seiring jawaban temannya yang bernama Leeteuk. Pria itu memasukkan kembali ponselnya ke dalam jas, sebelum berjalan masuk ke dalam gedung.

Perusahaan arsitektur itu memang tidak memiliki karyawan dalam jumlah banyak. Namun, perusahaan itu cukup terkenal dan mampu bersaing dengan perusahaan arsitektur besar lainnya. Terbukti dari kualitas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Leeteuk, atau yang bernama asli Park Jungsoo, merupakan arsitek yang berbakat. Ia kerap menerima proyek client dari berbagai kalangan. Banyak yang menyukai hasil kerja Leeteuk bersama anak buahnya.

Kyuhyun berhenti di depan ruangan Leeteuk saat sekertaris pribadi temannya itu berdiri menyambut kedatangannya.

“Senang bertemu lagi denganmu, Taeyeon-ssi,” sapa Kyuhyun pada wanita bernama Kim Taeyeon.

Taeyeon tersenyum senang ke arah Kyuhyun. “Ne, selamat datang, Kyuhyun-ssi.”

“Apa kakimu sudah sembuh?” tanya Kyuhyun kemudian.

Taeyeon mengangguk, “Ne, berkat kau kakiku tidak apa-apa. terima kasih.”

Kyuhyun tersenyum, lalu memberi isyarat pada Taeyeon untuk masuk ke dalam ruangan Leeteuk. Taeyeon mempersilakan Kyuhyun masuk dan bersiap menyiapkan minuman untuknya.

Sebelum pergi, Taeyeon sesekali melirik ke arah pintu ruangan atasannya. Wajah Taeyeon mendadak bersemu merah. Ia menghela nafas pelan sambil mengusap dadanya. Rupanya wanita itu mencoba mengendalikan rasa gugupnya, saat bertemu dengan Kyuhyun. Sikapnya itu bukan tanpa alasan. Sejak pertemuan pertamanya dengan Kyuhyun beberapa hari yang lalu, Taeyeon telah jatuh cinta pada pria itu. Terlebih Kyuhyun menolongnya saat dirinya nyaris menjadi korban pemerasan sekelompok pria tak dikenal.

Saat masuk ke dalam ruangan Leeteuk, Kyuhyun mendapati temannya itu masih sibuk berkutat di depan layar komputer. Wajah Leeteuk tampak stress, dengan berulang kali menghela nafas kasar. Kyuhyun tersenyum geli sambil berjalan mendekati mejanya.

“Sibuk sekali,” celetuk Kyuhyun mengalihkan perhatian Leeteuk. Pria itu tersenyum lebar saat melihatnya.

“Ah, kau sudah di sini rupanya. Maaf, aku tidak sadar jika kau sudah berada di ruanganku,” ucap Leeteuk terkekeh.

Kyuhyun duduk di kursi depan meja Leeteuk. Pria itu tertawa geli melihat ekspresi wajah Leeteuk.

“Tak apa. Selesaikanlah pekerjaanmu, sebelum kita pergi makan siang bersama. Banyak hal yang ingin kutanyakan padamu,” ujar Kyuhyun.

Gerakan tangan Leeteuk terhenti, pria itu menatap Kyuhyun penasaran. Namun sedetik kemudian, Leeteuk kembali fokus pada pekerjaannya. Sampai konsentrasinya kembali buyar ketika Taeyeon masuk membawakan minuman untuk Kyuhyun. Perhatian Leeteuk langsung beralih pada wanita itu. Ia terus mengamatinya sampai keluar dari ruangan.

Kyuhyun menyadari perubahan wajah Leeteuk saat Taeyeon masuk. Sambil meneguk teh yang sudah dibawakan, Kyuhyun memandangi Leeteuk yang masih menatap pintu.

“Dia sudah keluar, untuk apa melihat pintu itu terus?”

Leeteuk terkesiap dan kembali fokus pada komputernya. Wajah pria itu memerah dan sukses mengundang tawa Kyuhyun.

“Jadi, kau menyukainya?” tanya Kyuhyun lagi dan membuat Leeteuk menoleh kaget.

“Siapa yang menyukai siapa?”

Jari Kyuhyun menunjuk Leeteuk, lalu beralih menunjuk arah pintu. “Kau menyukai Kim Taeyeon. Aku benar kan?”

Wajah Leeteuk kian memerah. Pria itu menggeleng cepat seraya mendengus ke arah Kyuhyun.

“Aish, berhenti menggodaku! Aku sedang sibuk, jangan menggangguku atau kau keluar dari ruanganku!” ancam Leeteuk dan disambut tawa oleh Kyuhyun.

.

.

.

“Kau akan menetap di Korea Selatan?”

Kris mengangguki pertanyaan Yoona. Pertemuan tak terduga keduanya, mendorong mereka untuk makan siang bersama. Hubungan pertemanan yang terjalin sejak 15 tahun silam, tentu membuat mereka sangat dekat. Meski Kris harus tinggal di Canada selama 10 tahun, tak membuat komunikasi mereka putus begitu saja. Keduanya masih saling berkomuikasi melalui jejaring sosial atau aplikasi messenger lainnya.

“Rencananya mulai tahun ini, perusahaan ayahku yang berpusat di Canada, akan membuka cabang di sini. Ayah menyuruhku menangani perusahaan di sini,” jawab Kris.

Yoona menatap takjub pada Kris, “Artinya kau menjadi direktur utama perusahaan ayahmu di sini?” tanyanya antusias.

“Kurang lebih seperti itu,” jawab Kris malu.

Yoona tertawa geli melihat reaksi Kris, “Usiamu masih muda, tapi kau sudah sangat sukses. Aku kagum padamu.”

Kris menyipitkan matanya ke arah Yoona, “Kau sendiri, bukankah juga sudah meraih kesuksesan?”

Yoona hanya tersenyum seraya meneguk minumannya.

“Kau sudah dikenal banyak orang. Mungkin hampir seluruh masyarakat Korea Selatan sangat mengenalmu. Selain karena latar belakang ayahmu, kepribadianmu yang dikenal ramah, santun dan dermawan, membuat kagum banyak orang. Kudengar kau sekarang juga mendirikan yayasan amal,” tutur Kris.

Ne, saat ini aku memang lebih aktif di kegiatan sosial. Daripada mengurus perusahaan ayahku sendiri,” sahut Yoona terkekeh.

“Bagaimana pun juga kau akan mewarisi perusahaan itu. Karena kau putri satu-satunya kedua orang tuamu,” balas Kris.

Yoona terdiam sejenak. Ucapan Kris memang benar. Tapi Yoona tidak terlau berminat untuk mengurusi perusahaan ayahnya. Ia lebih senang dengan kegiatan sosial yang sudah dijalaninya selama hampir 3 tahun belakangan ini.

“Tapi, kurasa nantinya menantu ayahku yang akan—“ mendadak Yoona menghentikan kalimatnya. Wajahnya seketika memerah.

“Menantu ayahmu?” mata Kris membulat sempurna. “Apa sebentar lagi kau akan menikah?”

Yoona memberi isyarat pada Kris untuk menurunkan volume suaranya, “Tidak. Aku hanya salah bicara, karena terlalu memikirkan ucapan orang tuaku.”

Dahi Kris berkerut, “Ucapan?”

“Mereka menyuruhku untuk segera menikah,” ucap Yoona. “Kau tahu tidak? Mereka sampai menyiapkan puluhan lembar foto pria yang ingin mereka jodohkan denganku.”

Tawa Kris meledak mendengar cerita yang disampaikan Yoona. Pria itu tak henti-hentinya memukul meja. Yoona sampai kebingungan melihat reaksi Kris yang dianggapnya cukup berlebihan.

“Hei, kenapa kau sampai tertawa seperti ini, Kris?” tanya Yoona bingung.

Kris berusaha menghentikan tawa seraya berdeham pelan, “Ah, maaf. Aku hanya tidak bisa membayangkan, berapa banyak foto pria yang ditawarkan padamu.”

“Sangat banyak dan langsung kutolak semua,” sahut Yoona.

“Kau menolak semuanya?” tanya Kris kaget. “Apa sama sekali tidak ada yang menarik perhatianmu?”

Yoona terkekeh, “Saat ini aku belum tertarik berhubungan dengan pria manapun. Aku masih ingin fokus dengan kegiatan sosial yang kujalani 3 tahun belakangan ini. Lagipula, sejak kecil aku sudah mempunyai impian. Ingin menikah dengan pria pilihanku sendiri, bukan pilihan orang tuaku ataupun perjodohan.”

Kris terdiam. Ia menatap Yoona yang kembali fokus menyantap makanannya. Senyum pria itu mengembang, seiring matanya yang berbinar tiap kali melihat Yoona.

“Ada apa?” Yoona heran dengan Kris yang sedari tadi menatapnya. Kris hanya menggeleng sambil mengulum senyum. Sebenarnya tersirat sesuatu dari senyuman Kris, namun Yoona tak menyadarinya.

.

.

.

“Kenapa kau tiba-tiba menanyakan tentang Im Yoona padaku?”

Kyuhyun bereaksi datar dengan pertanyaan Leeteuk. Pria itu tetap fokus pada makanannya tanpa melirik sedikit pun pada temannya.

“Aku—hanya ingin tahu saja,” jawab Kyuhyun kemudian.

Leeteuk meneguk minumannya sejenak, lalu beralih menatap Kyuhyun. Ia menyadari jika Kyuhyun menyembunyikan sesuatu darinya.

“Katakan dengan jujur. Kau tidak sedang merencanakan sesuatu kan?” tanya Leeteuk curiga.

Kyuhyun tersenyum tipis, “Apa maksudmu? Memangnya aku merencanakan apa?”

“Sebelumnya setiap kali aku bercerita tentang Yoona, kau sama sekali tidak tertarik. Kenapa tiba-tiba sekarang kau menanyakannya? Bagiku terdengar aneh,” jelas Leeteuk panjang lebar. Leeteuk sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak pria yang sangat mengagumi kepribadian Yoona.

Kyuhyun memperlihatkan sorot mata seriusnya, “Sungguh, aku hanya ingin tahu saja. Kenapa kau begitu mencurigaiku?”

Leeteuk masih terdiam, ia memandangi wajah Kyuhyun dengan teliti. “Apa kau menyukainya?” bisiknya kemudian.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya seraya menggeleng cepat. “Tidak.”

“Lalu kenapa kau ingin tahu tentang dia?” tanya Leeteuk lagi. Entah kenapa pria itu seperti detektif yang sedang menginterogasi. Kyuhyun menjadi gemas dengan sikapnya.

“Aku tidak bisa mengatakannya sekarang,” jawab Kyuhyun. “Sudahlah, ayo ceritakan apa yang kau ketahui tentang Yoona.”

Leeteuk mengerucutkan bibirnya, “Kenapa kau tidak mencarinya sendiri, Kyu? Bukankah kau memiliki akses yang mudah untuk mencari informasi orang lain?”

Kyuhyun mengeluarkan tatapan mata elangnya. Leeteuk langsung meringis melihat wajah menakutkan Kyuhyun.

“Baiklah, baiklah. Aku tidak bertanya lagi. Akan kukatakan apa yang kuketahui tentang Yoona,” ujar Leeteuk menyerah. Kyuhyun mengangguk-anggukan kepala dan menunggu Leeteuk memulai penjelasannya.

“Informasi terbaru yang kudengar, Yoona sekarang tengah fokus dengan kegiatan yang dilakukannya beberapa tahun belakangan ini. Dia sudah mendirikan yayasan amal sendiri dan mulai disibukkan dengan kegiatan sosialnya itu,” ucap Leeteuk.

“Apa dia sama sekali tidak mengurusi perusahaan ayahnya?” tanya Kyuhyun terkesan frontal.

“Entahlah. Kudengar dari Taeyeon, untuk saat ini Yoona belum tertarik sama sekali dengan perusahaan ayahnya. Meskipun dia putri tunggal Tuan Im Cheonsa dan tidak diragukan lagi akan menjadi pewaris perusahaan itu, Yoona lebih memilih fokus dengan kegiatan sosialnya,” lanjut Leeteuk.

“Tunggu—kau bilang mendengarnya dari Taeyeon? Bagaimana bisa dia—”

“Taeyeon berteman dekat dengan Yoona. Tentu saja wanita itu tahu lebih banyak tentang Yoona, Kyu,” potong Leeteuk.

Mata Kyuhyun membulat sempurna, “Taeyeon teman dekat Yoona?” tanyanya kaget.

Ne, aku tahu cukup banyak informasi tentang Yoona dari Taeyeon. Kami bahkan pernah beberapa kali bertemu,” jawab Leeteuk.

Kyuhyun terdiam sejenak, ia letakkan peralatan makannya. Pria itu berpikir serius dengan tatapan tertuju pada meja makan. Sedetik kemudian ia tersenyum menyeringai.

Leeteuk berhasil menangkap seringaian Kyuhyun. Pria itu pun kembali mencurigai gelagat Kyuhyun. Tapi Leeteuk tak mau bertanya lagi karena enggan berdebat dengan Kyuhyun.

“Apa kau juga tahu tempat-tempat yang sering didatanginya?” tanya Kyuhyun lagi.

“Tidak semuanya. Hanya beberapa,” jawab Leeteuk lagi.

Kyuhyun kembali mengulum senyum, “Beritahu aku. Tak hanya tempat yang sering didatanginya, tapi juga kawasan yang sering dilalui saat perjalanan pulang ke rumah.”

Leeteuk mengernyitkan dahinya. Ia benar-benar penasaran dengan tujuan Kyuhyun menanyakan informasi Yoona sedemikian detail. Apa yang sebenarnya direncanakan temannya itu?

.

.

.

CKIT!

Kris memberhentikan mobilnya di sebuah jalan menuju perumahan mewah. Yoona yang duduk di sampingnya, terlihat melepaskan seat belt seraya tersenyum pada Kris. Ia bersiap turun dari mobil tersebut.

“Terima kasih sudah mengantarku, Kris,” ucap Yoona senang.

“Benar tidak apa-apa jika aku hanya mengantarmu sampai di sini?” tanya Kris ragu.

Yoona mengangguk, “Ne, tidak apa-apa. Aku bisa jalan kaki sampai ke rumahku, Kris. Tidak terlalu jauh dari sini.”

“Seharusnya aku mengantar sampai ke depan rumahmu, Yoong. Maafkan aku,” sesal Kris.

Yoona tersenyum. Lalu mengusap lembut pipi Kris, berusaha membuat Kris merasa senang. “Sungguh, aku tidak apa-apa. Kau harus pergi menemui orang-orang kepercayaan ayahmu. Aku tidak mau, karena mengantarku kau jadi terlambat datang ke sana.”

Kris mengusap pipinya yang baru saja disentuh Yoona. Wajah pria itu bersemu merah. Ia tersenyum senang seraya mengangguk.

“Baiklah. Lain waktu, aku akan mengunjungi rumahmu. Sudah lama aku tidak bertemu dengan orang tuamu,” sahut Kris.

“Tentu. Orang tuaku pasti senang jika bertemu kembali denganmu. Datanglah kapan saja, jika kau ada waktu,” ucap Yoona lalu bersiap keluar dari mobil Kris.

Kris membuka kaca jendela sejenak saat Yoona masih berdiri di dekat mobilnya. Kris berpamitan pada Yoona sambil melajukan mobilnya perlahan meninggalkan wanita itu. Yoona melambaikan tangannya ke arah mobil Kris yang semakin jauh dari penglihatannya. Setelah itu, ia berbalik dan menghadapkan tubuhnya ke arah jalan menuju rumah.

Hari mulai senja, sebentar lagi jam makan malam tiba. Yoona sedikit mempercepat langkah kakinya lantaran tak mau pulang terlambat. Meskipun sering diantar oleh supir pribadi, Yoona sama sekali tidak keberatan jika harus berjalan pulang ke rumahnya. Terkadang Yoona menikmatinya. Bagi wanita itu, berjalan kaki merupakan salah satu olahraga ringan yang tidak boleh dilewatkannya.

Tanpa Yoona sadari, ada sebuah mobil yang berhenti tak jauh di depan Yoona. Dalam mobil tersebut, seorang pria sedari tadi mengawasinya. Pria itu tak lain adalah Kyuhyun. Setelah mendapatkan informasi tempat tinggal Yoona, Kyuhyun langsung pergi ke rumah Yoona. Ia sengaja menunggu kepulangan Yoona di dalam mobilnya.

Mata Kyuhyun terus mengikuti Yoona yang mulai mendekati mobilnya. Sebentar lagi wanita itu bersiap masuk ke dalam rumahnya. Rumah yang begitu besar dan luas, serta kesan mewah yang terlihat. Walau tak melihat bagian dalam, hanya sekilas dari luar, Kyuhyun langsung tahu jika keluarga Yoona memang sangat kaya raya. Bisa dikatakan setara dengan keluarganya.

DRRT!

Kyuhyun terkesiap saat menyadari ponselnya berdering. Pria itu segera menjawab panggilan masuk dari ayahnya.

Yeoboseyo . . .” sapa Kyuhyun.

Di mana kau sekarang?

“Di depan rumah Tuan Im Cheonsa,” jawab Kyuhyun jujur. Ia bisa mendengar suara kaget dari sang ayah.

Apa yang kau lakukan di sana?

“Tidak ada. Aku hanya ingin melihat Yoona, appa. Bukankah appa menyuruhku untuk mendekatinya? Paling tidak, aku harus melihatnya lebih dulu,” lanjut Kyuhyun.

Kali ini Kyuhyun mendengar gelak tawa. Pria itu hanya bereaksi datar, mencoba tetap fokus mengamati Yoona yang sudah hampir sampai di gerbang utama.

Baiklah, bagaimana cara pendekatanmu dengan Yoona, itu terserah padamu. Appa tidak akan terlalu ikut campur.

Ne, arraseo,” balas Kyuhyun. Presdir Cho langsung memutus obrolannya dengan Kyuhyun.

Kyuhyun memasukkan kembali ponselnya dalam jas. Pria itu bersiap turun untuk menghampiri Yoona. Namun, kejadian tak terduga justru terjadi selanjutnya. Entah dari mana, muncul sekelompok pria tak dikenal. Mereka langsung mengepung Yoona dan menarik wanita itu pergi dari rumahnya. Sedetik kemudian muncul sebuah mobil yang langsung berhenti di depan mereka. Yoona terlihat dibekap oleh salah satu pria dan dipaksa masuk ke dalam mobil.

“Apa mereka bermaksud menculiknya?” gumam Kyuhyun bingung sekaligus kaget.

Beberapa pria itu terlihat berusaha mengawasi keadaan sekitar. Setelah memastikan situasi aman, mereka langsung masuk ke dalam mobil yang segera melesat pergi meninggalkan rumah Yoona.

Kyuhyun tak punya pilihan. Ia nyalakan mesin mobilnya, lalu mulai menginjak pedal gas. Ia berusaha mengikuti mobil yang membawa Yoona.

Di sisi lain, Yoona yang masih belum mengerti dengan situasi yang menimpanya, hanya terdiam dengan tatapan kesal pada sekelompok pria itu. Ia kesal lantaran tak sempat melawan mereka ataupun memberontak.

“Siapa kalian?” tanya Yoona kesal. “Mau apa kalian membawaku pergi?”

Salah satu pria justru tertawa menanggapi pertanyaan Yoona. Hal itu membuat Yoona semakin kesal.

“Aku sedang tidak bercanda, Tuan,” teriak Yoona. “’Aku mau dibawa ke mana?”

“Ternyata putri pengusaha Im Cheonsa memang sangat cantik,” sahut pria yang baru saja tertawa. Tangan pria itu berusaha menyentuh pipi Yoona namun langsung ditepis olehnya.

“Kita bisa untung besar jika menculiknya seperti ini,” sambung rekan lainnya.

Yoona membelalakkan matanya, “Apa kalian bermaksud memeras ayahku dengan menculikku?”

“Ternyata selain cantik, kau juga memiliki otak yang cerdas, Nona Yoona,” balas pria bertubuh gemuk itu.

Yoona menghela nafas kasar. Ia lalu berusaha mencari jalan untuk melarikan diri.

“TOLONG!” tiba-tiba Yoona berteriak sangat keras hingga membuat seisi mobil kaget. Yoona mencoba mengulanginya lagi, namun dua pria yang mengapitnya langsung membekap mulutnya. Yoona tak kehabisan akal, ia langsung menggigit tangan pria itu. Mereka pun tak segan langsung mengikat tangan Yoona dengan tali. Yoona berusaha memberontak sampai membuat pria-pria itu kerepotan.

“Ada apa dengan mobil di belakang itu? Apa dia sedang mengikuti kita?”

Suara pria yang tengah menyetir mobil berhasil mengalihkan perhatian Yoona beserta lainnya. Mereka menoleh ke arah mobil yang dikemudikan Kyuhyun. Yoona langsung menggedor bagian belakang mobil untuk menarik perhatian Kyuhyun, namun berhasil dihentikan kembali oleh dua pria yang mengapitnya.

Kyuhyun sendiri bisa melihat Yoona yang berusaha memberontak. Pria itu pun segera membunyikan klakson untuk menghentikan mobil yang membawa Yoona.

“Sial! Dia memang sedang mengikuti kita . . .” seru supir itu.

Supir itu langsung menginjak pedal gas dalam-dalam. Mobil itu pun bertambah kecepatan lajunya. Hal sama juga dilakukan Kyuhyun. Pria itu bahkan terlihat memasang earphone, mencoba meminta bantuan untuk menghentikan mobil di depannya. Kyuhyun menghubungi pihak kepolisian Seoul.

“Aku ingin melaporkan peristiwa penculikan,” ucap Kyuhyun pada pihak kepolisian. “Ada sekelompok pria tak dikenal yang menculik seorang wanita. Saat ini aku tengah berupaya mengikuti dan menghentikan mereka. Kami menuju daerah Incheon. Segera kirim bantuan.”

Kyuhyun langsung melepas earphone dan kembali fokus mengikuti mobil yang membawa Yoona. Pria itu menambah kecepatan laju mobilnya.

Mobil yang dikemudikan Kyuhyun melaju dengan sangat cepat. Bahkan berhasil sejajar dengan mobil penculik itu. Kyuhyun menatap tajam ke arah supir mobil yang terlihat ketakutan. Dalam hitungan detik, Kyuhyun langsung membelokkan mobilnya tepat di depan mobil penculik itu.

Akibatnya, sang supir mobil kaget dan langsung menginjak rem. Kecepatan mobil yang cukup tinggi membuat supir itu kesulitan. Bahkan sampai terdengar suara decitan ban dengan aspal jalan. Yoona terlihat memejamkan matanya karena takut jika akan terjadi tabrakan keras. Beruntung mobil berhasil berhenti, hanya berjarak beberapa inci dari mobil Kyuhyun.

“Kurang ajar!” runtuk pria yang duduk di sebelah supir. Ia langsung keluar dari mobil, diikuti oleh rekan-rekannya. Yoona yang masih dijaga salah satu pria, tak bisa berbuat apa-apa.

Kyuhyun keluar dari mobil dan menghampiri keempat pria yang langsung mengepungnya.

“Siapa kau? Kenapa mencampuri urusan kami?” tanya pria bertubuh gemuk.

Kyuhyun hanya tersenyum sinis ke arah empat pria itu. Mata Kyuhyun lalu beralih pada Yoona yang menatapnya. Ia bisa melihat sorot mata ketakutan dari Yoona. Kyuhyun menghela nafas pelan, sebelum kembali fokus pada empat pria yang mengepungnya. Beberapa di antara mereka ada yang membawa tongkat pemukul.

“Lepaskan wanita itu!” titah Kyuhyun dengan nada meninggi.

“Huh, sombong sekali. Kau pikir kau siapa, hah?!” salah satu pria langsung melayangkan pukulan ke arah Kyuhyun.

SET!

Dengan sigap, Kyuhyun menahan tangan pria itu. Tak hanya itu, Kyuhyun justru berhasil memukul perut pria itu hingga jatuh tersungkur. Melihat sikap Kyuhyun, ketiga rekan lainnya langsung menyerang Kyuhyun.

Tanpa mereka duga, ternyata Kyuhyun memiliki kemampuan beladiri. Berulang kali serangan mereka berhasil ditangkis oleh Kyuhyun. Mereka justru menerima serangan balik dari Kyuhyun yang membuat mereka kewalahan.

“Sial!” Pria yang sedari tadi menunggui Yoona akhirnya geram dan ikut keluar membantu mereka. Yoona terkejut. Mereka lengah dan terlalu fokus pada Kyuhyun hingga mengabaikannya. Yoona pun bergegas keluar dari mobil dengan hati-hati.

Kyuhyun masih berusaha membalas serangan pukulan yang ditujukan padanya. Namun pria itu mulai kelelahan dan beberapa kali kehilangan konsentrasi. Ia sempat terkena pukulan di bagian wajah. Bahkan terkena pukulan tongkat di bagian bahu hingga membuatnya berteriak kesakitan. Mengetahui Kyuhyun mulai tumbang, mereka langsung memukul kaki Kyuhyun.

Yoona menutup mulutnya saat melihat Kyuhyun terduduk lemas. Kelima pria itu tampak tertawa menyeringai ke arahnya.

“Lihat, kau bisa apa sekarang?” ejek salah satu pria. Ia bersiap melayangkan tongkatnya pada kepala Kyuhyun.

Tiba-tiba terdengar suara sirine mobil polisi yang mendekat. Kelima pria itu terkejut luar biasa. Mereka langsung panik dan berusaha melarikan diri, saat mengetahui pihak kepolisian datang mendekati mereka.

Beruntung, upaya mereka untuk melarikan diri berhasil digagalkan oleh kepolisian Seoul yang tiba di lokasi perbatasan antara Seoul dan Incheon. Dengan jumlah anggota kepolisian yang lebih banyak, mereka berhasil dibekuk dan diamankan.

Kyuhyun menghela nafas lega setelah melihat pihak kepolisian datang tepat waktu. Pria itu mencoba berdiri namun terlihat kesulitan. Yoona dengan spontan langsung berlari membantunya. Membuat keduanya bertatapan secara langsung untuk pertama kalinya. Yoona tertegun saat melihat wajah tampan Kyuhyun walau berkeringat dan sedikit kusam. Sementara Kyuhyun, ia terpaku menatap wajah Yoona. Ia terpesona dengan kecantikan yang dimiliki wanita itu.

“Tuan dan Nona, Anda berdua baik-baik saja?” suara seseorang berhasil mengalihkan perhatian keduanya. Kyuhyun dan Yoona saling memandang, lalu mengangguk pada pria tersebut.

Ne, kami baik-baik saja,” jawab Kyuhyun.

“Perkenalkan nama saya Jang Hee Jae, Kepala Kepolisian Seoul. Jika tidak keberatan, ikutlah bersama kami ke kantor polisi. Kami membutuhkan informasi dari kalian untuk kasus penculikan ini,” pinta Kepala Polisi Jang.

“Tentu,” balas Kyuhyun. Kepala Polisi Jang lalu undur diri dari hadapan Kyuhyun dan Yoona. Ia bersama anak buahnya dengan membawa kelima pria itu, langsung pergi menuju Kepolisian Seoul.

Kyuhyun menoleh ke arah Yoona. Wanita itu tampak menunduk dalam dan sedikit gemetar.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun.

Yoona mengangguk, “Terima kasih sudah menolongku,” ucap Yoona tulus. Ia memandangi wajah Kyuhyun terlihat kusam serta berdarah di bagian bibir. Yoona mengeluarkan sapu tangannya lalu perlahan mengusapkannya pada wajah Kyuhyun, khususnya bagian bibir yang mengeluarkan darah.

Kyuhyun terkejut dengan perlakuan Yoona padanya. Pria itu berusaha menolak namun Yoona tetap bersi keras untuk membersihkan luka di bibir Kyuhyun.

Saat Yoona memeriksa bagian wajah lainnya yang mungkin terluka, tanpa sadar matanya justru bertatapan dengan Kyuhyun. Tubuh Yoona seketika menegang. Jantungnya berdegup kencang. Reaksi yang sama juga diperlihatkan Kyuhyun. Ia kembali tak bisa mengalihkan perhatiannya dari Yoona. Mata pria itu terus menatap Yoona dengan tatapan kosong.

Pertemuan pertama Kyuhyun dan Yoona, tanpa keduanya sadari telah memunculkan sesuatu di antara mereka. Mungkinkah itu perasaan cinta?

.

.

.

.

.

-To Be Continued-

Setelah sekian lama akhirnya bisa juga membuat FF KyuNa yg Long Fiction. Oke, ini part 1 nya dulu. Tadinya aku mau publish malam, ternyata sore udh kelar, hehe.

Gimana? Anehkah atau gaje? Haha, aku minta maaf kalau kurang memuaskan dan jika ada typo bertebaran *bow*

Aku nggak nyangka kalo respon dari kalian sangat antusias *seneng banget*😀

Sedikit informasi, alasan kenapa aku jadikan Seohyun sebagai adik Kyuhyun (bukan pihak ketiga seperti biasanya), ya karena aku mau ganti suasana aja. Sekali-kali pihak ketiganya bukan Seohyun hehe😄

Penasaran kelanjutannya? Tunggu part berikutnya aja ya *senyum evil*

Terima kasih sudah membacanya, semoga kalian suka❤😉

-cloverqua-

84 thoughts on “Sincerely 1

  1. Dyan says:

    Wah,pertemuan tak terduga dan mengejutkan.baru pertama ketemu aja udah pada keliatan tertarik. .oke sepertinya pihak ketiga entar kris ama taeye0n

  2. dias puspita says:

    Baguss niii,,saya suka…mudah2an happy end yaaa…╔╗╔═╦═╗╔╦╦╦══╗
    ║║║║║║║║║║╠╗╔╝
    ║╚╣╦║║╠╝║║║║║
    ╚═╩╩╩╩╩═╩═╝╚╝ k part selanjutnya oeni

  3. tirza nanda says:

    moga2 aja itu kyuna uda jatuh cinta di pandangan yg pertama..
    gak rela kalo nanti kyuhyun nyakitin yoona..
    izin lanjut baca thor🙂

  4. Chogyuyoong says:

    owh… baru ubek2 ff kyuna lgi. akhirnya kyuna love story udh beraktivitas lgi…
    sellu tggu ide kreatifnya author d setiap ff…
    ffny keren n ceritanya seru, jgn lama2 next ny ya… fighting….

  5. GalihSigma says:

    Oh god its so sweet, greget banget sama. Yoona, terlalu baik_- tapi sedikit ftv pas penculikan._.v ya masak di kawasan rumah Yoona yg pastinya élite ada penculik kek gitu._.v terus kok tau kalo Yoona mau jalan kaki lewat situ_- maafin komenku, ini hanya saran eonni. Keep writing {}

  6. Diani says:

    duh eon aku lupa udah komen apa belum. soalnya aku baca lagi wkwk
    oke deh. menurut ku ayahnya kyuhyun punya masalah sama orang tua yoona? mungkin masalah cinta segitiga antara ortu yoona sama ayah kyu *plak* *imajinasi terlalu liar*

  7. Im Shanty_ says:

    Bukan Seohyun? Terus siapa thor? Ayahnya Kyuhyun kah?😀 *ngaco-_-
    Penasaran bingits nih thor, gak nyangka pertemuan pertama tapi udah bikin errr🙂
    Keep writing thor~

    Love,

    Yoonaddict

  8. selpii LJCKookie says:

    Hello… Q pmbaca baru di sni… Thorr.. Nie kerenn bgt… Satukan kyuna ya thor n jgn sampai rncana kyuhyun n appax trlaksana… Jdikan kyuhyun n yoona jatuh cinta beneran… Dan jgn sampai mrka trsakiti…

  9. desbbuing says:

    yipppppppyyyyyyy finally you comeback eonnie >< seneng banget bisa baca ff kyuna hususnya karya karya eonni.. aku juga seneng baca beberapa ff yoongexo karya eonni.. bagus bagus. tapi rasanya seneng aja gitu baca ff kyuna lagi ^^
    ckck ternyata oh ternyata keduanya malah saling jatuh cinta pada pertemuan pertama?? hihi
    kayanya kris juga suka ama yoona deh. fighting eonni

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s