Return [1]


return2RETURN

by cloverqua | main casts Cho Kyuhyun – Im Yoona

support casts Lee Seunggi and others

genre Angst – Idol Life – Romance | rating PG 15 | length Chaptered

disclaimer This fanfiction is purely my own. Cast belong’s God. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF! Please keep RCL!

Happy reading | Hope you like it

2014©cloverqua

[Poster by macaroos]

TEASER

Kyuhyun Capai All-Kill dengan ‘At Gwanghwamun’

Hanya dua jam setelah dirilis secara online, album solo Kyuhyun Super Junior dengan tittle track ‘At Gwanghwamun’ telah mencapai All-Kill di berbagai situs musik.

Yoona menutup artikel dalam sebuah situs internet yang baru saja selesai ia baca. Gadis itu meletakkan tablet miliknya, pada sebuah sofa yang berada di sudut ruang latihan dance.

Helaan nafas pelan keluar dari bibir mungilnya yang mengerucut. Ia memandangi sekeliling. Ruang latihan itu tampak sepi. Ia berharap tak ada orang lain yang akan masuk, karena saat ini ia ingin menyendiri.

Yoona mendekati sofa dan meraih kembali tablet-nya. Jari tangannya bergerak lincah saat menyentuh layar tablet. Gadis itu memilih untuk mengaktifkan music player. Begitu terdengar alunan musik dengan tempo cepat, tanpa ragu Yoona langsung melakukan dance.

Raut wajahnya tampak tegas, sambil memandangi diri dari balik cermin yang terpasang di ruang latihan. Yoona benar-benar larut dalam latihan dance-nya seorang diri. Seolah berusaha melepaskan bebas yang tengah memberatkan dirinya.

“Oh, noona . . .

Gerakan dance Yoona seketika terhenti, saat terdengar suara selain alunan musik. Yoona terkesiap, melirik pintu masuk ruang latihan. Ia mendapati sosok yang tak asing—lelaki yang tidak lain adalah juniornya, Byun Baekhyun.

“Maaf, noona. Apa aku mengganggumu?” Baekhyun berjalan pelan sambil sedikit membungkuk ke arah Yoona. Ada raut bersalah di wajahnya karena sudah menghentikan kegiatan Yoona.

Yoona menggeleng seraya tersenyum, “Tidak. Aku hanya terkejut. Apa yang membuatmu datang ke sini?”

Wajar jika gadis itu melemparkan pertanyaan demikian. Saat ini ia berada di ruang latihan dance yang biasa digunakan oleh grupnya—Girls Generation. Sementara juniornya itu adalah member dari EXO.

“Ah, Taeyeon-noona menyuruhku mengambilkan barangnya yang tertinggal di ruang latihan. Dia berada di dorm dan kebetulan aku baru saja selesai latihan dengan member lain. Sekalian saja aku mengambil barangnya di sini,” jawab Baekhyun. “Apa noona melihat sebuah earphone?

Yoona mengangguk, kemudian berjalan mendekati sofa. Ia mematikan music player yang menyala di tablet. Lalu mengambil sebuah benda yang sudah ia letakkan dalam tas kecil miliknya.

“Ini,” Yoona menyerahkan benda yang ia yakini adalah earphone milik Taeyeon. “Kebetulan kau datang. Tadinya aku ingin mengembalikan pada eonni jika sudah kembali ke dorm.”

Baekhyun tersenyum dan menerima earphone tersebut, lalu memasukkannya ke dalam saku hoodie yang ia kenakan.

“Terima kasih, noona,” ucap Baekhyun senang dan dibalas anggukan dari Yoona.

“Tunggu sebentar,” Yoona mendadak menghentikan langkah Baekhyun sebelum keluar meninggalkan ruang latihan. Lelaki itu menoleh dan mengernyitkan dahi.

Ne?” Baekhyun bingung karena Yoona hanya terdiam usai menghentikan langkahnya.

“Kau—baik-baik saja?” Entah kenapa gadis itu merasa ragu untuk mengeluarkan pertanyaan tersebut. Ia terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dan di depannya, Baekhyun masih berdiri dengan tatapan bingungnya pada Yoona.

“Maksudku—soal hubunganmu dengan Taeyeon-eonni. Aku hanya khawatir saja pada hubungan kalian. Meskipun berita itu sudah lama, dan juga para fans yang sempat menghujat kalian tidak lagi membahasnya, tetap saja aku khawatir,” lanjut Yoona.

Raut wajah Baekhyun sekilas terlihat murung, namun sedetik kemudian berganti menjadi raut wajah tegar. Lelaki itu tersenyum, seolah ingin memperlihatkan dirinya baik-baik saja.

“Jangan khawatir, kami baik-baik saja,” jawab Baekhyun dengan senyum khasnya. Sementara Yoona tampak tertunduk dengan wajah murungnya.

“Pada awalnya memang berat, terlebih saat beberapa fans fanatikku yang menghujatnya. Aku merasa bersalah padanya, karena sudah membuatnya menangis dan menderita. Aku juga merasa bersalah pada member lain. Sejak kepergian Kris-hyung, berita hubunganku dengan Taeyeon-noona sampai akhirnya Luhan-hyung juga memutuskan pergi, EXO seperti mendapat ujian terbesar dalam perjalanan karirnya,” Baekhyun menghela nafas pelan sambil memijat keningnya.

Ne, tahun ini memang ujian terberat untuk kalian,” ucap Yoona.

“Benar. Tapi—karena ada Taeyeon-noona yang selalu menyemangatiku, aku tidak lagi merasa sedih. Aku bisa terus maju ke depan dan menjalani semuanya. Sama halnya ketika kalian juga kehilangan Jessica-noona, aku pun menghiburnya,” Baekhyun bersiap melangkah kembali menuju pintu ruang latihan.

“Setidaknya, kami saling melindungi dan menguatkan satu sama lain. Itulah sebabnya, kami bisa melewati semuanya dan tetap menjalin hubungan sampai sekarang. Kuharap—juga untuk selamanya,” lanjut Baekhyun.

Yoona tersenyum melihat sikap dewasa yang diperlihatkan Baekhyun. Meski usianya jauh lebih muda dari mereka, tapi ia bisa menghadapi semua permasalahan yang ada dengan bijak.

“Aku kagum sekaligus iri padamu. Kau dan eonni, bisa mengakui hubungan kalian kepada publik,” puji Yoona.

Baekhyun terkekeh, “Bukankah kau juga sama, noona? Awal tahun 2014, semua orang terkejut dengan berita hubunganmu dan Seunggi-hyung. Kau adalah member Girls Generation pertama yang mengaku tengah menjalin hubungan.”

Yoona terdiam, sebelum akhirnya ia hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Baekhyun. Ia melambaikan tangan saat Baekhyun berpamitan padanya. Meninggalkannya seorang diri di ruang latihan. Gadis itu pun terduduk pelan di lantai, lalu menekuk kedua lututnya sambil menghela nafas.

“Bukan hubungan itu yang aku maksudkan, Baekhyun,” gumam Yoona lirih. “Kau tidak tahu, ada hubungan yang tidak pernah bisa aku akui pada publik.”

“Haruskah kita mengakuinya, oppa?”

“Ne, cepat atau lambat pasti akan ada media yang mengetahui hubungan kita. Saat itu terjadi, kita tak punya pilihan selain mengakuinya.”

“Tapi oppa, aku—”

“Jangan takut pada fans fanatikku. Aku tahu—mereka sering lepas kontrol hingga menghujat siapapun orang yang tengah dekat denganku. Tak terkecuali kau.”

Yoona terdiam, menatap sendu ke arah lelaki yang tengah menggenggam erat tangannya.

“Sudah kubilang, aku akan melindungimu untuk selamanya. Tidak akan kubiarkan mereka menyakitimu.”

Bibir Yoona bergetar. Ia biarkan lelaki itu menarik tubuhnya dalam dekapannya. Ia bisa merasakan kehangatan saat tangan kekar itu memeluknya dengan erat.

“Kita pasti bisa, melewati batu terjal yang menghalangi jalan kita untuk bersama. Percayalah padaku.”

“Ne, Kyuhyun-oppa. Aku percaya padamu.”

Buliran air mata seketika turun membasahi kedua pipi Yoona. Gadis itu menenggelamkan wajahnya, dan terdengar isak tangis yang semakin keras darinya. Terlalu menyakitkan untuk mengingat semua kenangan yang melibatkannya dengan lelaki yang pernah mengisi relung hatinya—bahkan sampai sekarang gadis itu masih mencintainya.

“Kalau saja aku punya keberanian, kalau saja aku—” Tangis Yoona memecah keheningan dalam ruang latihan. Gadis itu benar-benar berada di ambang batas kemampuannya, untuk menjalani sebuah kehidupan yang sebenarnya tak pernah ia inginkan selama hampir setahun ini. Tapi, ia tak punya pilihan lain. Daripada harus melihat orang yang dicintainya gagal meraih impiannya, Yoona rela mengorbankan perasaannya sendiri. Meski harus menyakiti orang itu.

“Kita akhiri saja, oppa . . .”

Kyuhyun mendelik kaget, mendengar pernyataan tiba-tiba yang keluar dari Yoona.

“Apa maksudmu, Yoong?”

“Aku tidak bisa lagi berhubungan denganmu, oppa . . .” jawab Yoona.

“Wae?” Kyuhyun bisa merasakan matanya yang memerah. “Bukankah sudah kubilang untuk percaya padaku? Jangan takut untuk menjalaninya bersama, aku pasti akan melindungimu.”

“Ini bukan masalah aku takut atau tidak untuk mengakui hubungan kita, oppa. Tapi—”

“Apa karena orang lain?” potong Kyuhyun dengan nada berat.

Yoona terdiam. Ia yang sedari tadi memandangi arah lain, memberanikan diri untuk menatap Kyuhyun. Saat matanya bertemu dengan mata Kyuhyun, Yoona bisa merasakan sesak di dadanya. Ia sungguh tak tega, untuk memberikan alasan terkait keinginannya mengakhiri hubungan mereka.

“Ne, oppa. Ini karena orang lain,” jawab Yoona kemudian.

Bibir Kyuhyun bergetar hebat. Perlahan buliran air matanya turun, membasahi pipinya yang terlihat tirus karena kesibukannya dalam mempersiapkan debut solo, tanpa sepengetahuan gadis itu.

“Jangan berbohong padaku! Katakan yang sebenarnya, apa yang kau sembunyikan dariku?” tanya Kyuhyun mulai kehilangan kendali diri.

“Tidak ada. Aku sudah mengatakan semuanya padamu,” jawab Yoona.

“Siapa orang itu?” Kyuhyun belum sepenuhnya percaya dengan penuturan Yoona.

Yoona terdiam dan hanya menghela nafas pelan.

“Jawab aku, Im Yoona!”

“Tak lama lagi, kau akan mengetahuinya,” ucap Yoona, lalu beranjak bangkit dari posisinya.

“Aku harus pergi, jaga dirimu baik-baik, oppa . . .”

Kyuhyun menarik tangan Yoona agar gadis itu tidak pergi dari sisinya.

“Jangan pergi. Jika kau pergi—” Kyuhyun menunduk dan hanya memandangi jalanan. “Jika kau pergi, aku tidak bisa lagi bertemu denganmu. Sekalipun kita satu agensi.”

“Aku tahu. Bahkan jika kau ingin bersikap dingin padaku, aku terima. Karena aku pantas mendapatkannya. Maafkan aku, oppa.”

Yoona tertunduk setiap kali mengingat pembicaraannya dengan Kyuhyun—saat ia memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka November 2013. Air matanya terus mengalir tanpa henti. Entah keputusan yang diambilnya benar atau salah, ia tak bisa menyembunyikan rasa sakit di hati yang terus menderanya.

“Maafkan aku, oppa. Maafkan aku . . .”

Gadis itu membenamkan wajahnya di antara tangannya, dan berikutnya hanya terdengar suara isak tangis yang semakin keras di ruang latihan.

.

.

.

Eunhyuk berjalan memasuki gedung SM Entertainment, setelah baru saja menyelesaikan konsernya bersama Donghae di London, Inggris. Ia bermaksud mengunjungi Kim Young Min—CEO SM Entertainment. Lelaki itu sudah sampai di depan ruang kerja CEO.

“Ah, Eunhyuk-ssi,” sebuah suara berhasil mengalihkan perhatiannya sebelum Eunhyuk menarik kenop pintu. Lelaki itu refleks membungkuk ke arah pria yang tidak lain adalah sekertaris pribadi sang CEO—Sekertaris Lee Chan Yoong.

“Sekertaris Lee!” sapa Eunhyuk senang.

“Kau baru kembali dari London?” tanya Sekertaris Lee dan dibalas anggukan Eunhyuk.

Ne, aku ingin menemui sajangnim. Beliau ada di dalam kan?”

Sekertaris Lee mengangguk, “Langsung masuk saja. Kebetulan Yoona juga sedang berada di dalam. Aku harus turun untuk mengantarkan berkas.”

“Baiklah,” balas Eunhyuk lalu membungkuk pada Sekertaris Lee.

Ia berjalan mendekati pintu ruang Kim Young Min, bersiap untuk menarik kenop pintu sebelum akhirnya ia mendengar suara dari dalam ruangan. Eunhyuk mengernyitkan dahinya, saat menyadari suara dari dalam terdengar suara perdebatan. Jika yang dikatakan Sekertaris Lee ada Yoona yang tengah menemui Kim Young Min, lalu apa yang tengah mereka perdebatkan?

“Kau melanggarnya, sajangnim . . .”

Kim Young Min terdiam. Suasana di ruangannya terasa tegang dengan kehadiran Yoona yang menatap tajam padanya.

“Aku masih ingat, kau menyuruhku untuk mengakhiri hubunganku dengan Kyuhyun-oppa sebelum kami mengumumkannya pada publik. Alasanmu agar dia bisa sukses dengan debut solonya,” lanjut Yoona dengan suara yang bergetar.

“Aku benar kan? Debut solo Kyuhyun sangat sukses, seperti yang kau lihat,” ucap Kim Young Min.

“Lalu, kenapa kau mengizinkan Taeyeon-eonni dan Baekhyun mengakui hubungan mereka? Sedangkan aku tidak boleh. Kenapa?!” Yoona berteriak kencang untuk meluapkan semua emosinya yang selama ini ia tahan.

“Itu bukan kemauanku!” balas Kim Young Min tak kalah keras. “Aku sudah memperingatkan mereka untuk berhati-hati agar tidak tertangkap oleh media. Sampai akhirnya foto-foto itu muncul dan agensi harus segera memberikan statement terkait pemberitaan itu. Tak ada pilihan lain, selain membenarkan hubungan mereka. Kau bisa lihat, bagaimana respon publik begitu mengetahui mereka menjalin hubungan.”

“Mereka mendapatkan cibiran. Bukan hanya dari segi umur tapi juga karena fans fanatik Baekhyun. Kau bisa melihat betapa Taeyeon mendapat tekanan dari berbagai fans Baekhyun. Belum lagi Baekhyun yang semakin stress setelah kasus Kris memutuskan pembatalan kontrak dengan agensi. Ini sangat berdampak pada karir grup EXO, yang baru saja melakukan comeback tapi langsung terkena 2 scandal sekaligus. Sampai akhirnya Luhan juga memutuskan untuk pembatalan kontrak,” jelas Kim Young Min panjang lebar.

“Mereka beranggapan jika berita hubungan Taeyeon dan Baekhyun muncul untuk pengalihan isu atas keluarnya Kris. Sehingga mereka semakin menghujat Taeyeon dan Baekhyun,” lanjut Kim Young Min. “Tidakkah kau pikir itu hal yang mudah mereka lalui sampai sekarang?”

Yoona terdiam. Ia akui, semua penuturan yang disampaikan pria itu benar. Respon publik begitu buruk terhadap pemberitaan hubungan antara Taeyeon dan Baekhyun. Meski ada yang mendukung mereka, tetap saja jauh lebih banyak yang menghujat hubungan mereka.

“Jika kau mengingat apa yang kukatakan padamu waktu itu, kau pasti akan mengerti kenapa aku melakukannya,” ucap Kim Young Min.

Mata Yoona memerah. Ia bisa merasakan kristal bening itu siap turun membasahi wajahnya lagi. Namun Yoona segera mengusapnya dan mencoba mengendalikan diri. Ia tidak berkata banyak dan hanya membungkuk ke arah Kim Young Min.

“Aku mengerti. Aku sangat menghargai apa yang kau lakukan padaku dan juga Kyuhyun-oppa. Tapi, setidaknya mereka masih bisa menghadapi semua permasalahan itu bersama. Itulah yang membuatku iri dengan mereka,” Yoona berbalik dan berjalan mendekati pintu.

“Sepertinya aku tidak bisa menepati lagi janjiku padamu. Aku sudah berada di ambang batas kesabaranku selama ini. Aku tidak bisa menjamin, apakah aku masih bisa melanjutkan hubungan ini. Karena sampai sekarang, aku masih mencintai Kyuhyun-oppa,” ujar Yoona sebelum gadis itu keluar meninggalkan ruangan.

KLEK!

Yoona berjalan menunduk saat keluar dari ruangan Kim Young Min. Saat itulah ia tak sengaja bertabrakan dengan seseorang.

“Oh, maafkan aku,” ucap Yoona sambil menunduk. Ia lalu mendongakkan kepalanya dan merasakan tatapan tajam yang terarah padanya.

“Eunhyuk-oppa?

“Apa yang sebenarnya kalian bicarakan? Apakah ada sesuatu—yang selama ini kau sembunyikan dari kami?” Eunhyuk melontari 2 pertanyaan sekaligus untuk Yoona, hingga membuat gadis itu berdiri mematung di depannya.

Oppa . . .”

“Kuharap kau mau menceritakannya semua padaku,” pinta Eunhyuk dengan wajah cemasnya. Ia menggenggam erat tangan Yoona, lalu menarik gadis itu keluar meninggalkan gedung SM Entertainment.

Yoona tak punya pilihan, selain membiarkan lelaki itu mengajaknya pergi. Ia masih kaget karena Eunhyuk tak sengaja mendengar pembicaraannya dengan Kim Young Min. Otomatis lelaki itu akan tahu rahasianya—rahasia yang hampir 1 tahun ini Yoona simpan dari siapapun.

.

.

.

Sebuah restoran yang berada tak jauh dari gedung SM Entertainment, menjadi pilihan Eunhyuk dan Yoona untuk berbicara secara empat mata. Keduanya terlihat memesan minuman yang berbeda. Eunhyuk mengamati wajah Yoona dengan teliti. Gadis itu masih fokus pada minuman dan sama sekali tidak memandang ke arahnya.

Oppa baru saja kembali dari London?”

Ne,” jawab Eunhyuk singkat. Bahkan saat berbicara pun, Yoona hanya menatap meja.

Helaan nafas keluar dari sela-sela bibir Eunhyuk. Lelaki itu meneguk minumannya, untuk menenangkan diri agar siap mendengarkan cerita pengakuan Yoona yang tidak diketahuinya—bahkan mungkin seluruh artis yang bernaung di agensi mereka juga tidak ada yang mengetahuinya.

“Album solo Kyuhyun sangat sukses. Kau sudah menemuinya?”

Yoona langsung melirik Eunhyuk dengan sorot mata sendu. Gadis itu kembali menunduk sambil memainkan jari-jari tangannya.

“Dia sangat sibuk dengan persiapan debut solonya, aku belum bisa menemuinya,” jawab Yoona seraya tersenyum tipis. Ia baru ingat, Kyuhyun melakukan debut solo pada bulan November 2014. Tepat satu tahun mereka berpisah. Seperti yang sudah diperkirakan, debut solo Kyuhyun mencapai kesuksesan.

“Bukan karena kau tidak ingin menemuinya kan?”

“Tidak seperti itu, oppa,” elak Yoona.

Eunhyuk terdiam. Ia kembali memandangi Yoona yang hanya tertunduk di depannya.

“Aku ingin bertanya padamu satu hal, Yoong. Kuharap kau mau menjawabnya dengan jujur. Apa kau bahagia bersama Seunggi?”

Gadis itu kembali bungkam. Sungguh ia tidak menduga jika Eunhyuk akan melemparinya pertanyaan yang berkaitan dengan Seunggi, sebelum lelaki itu menanyakan pembicaraan yang dilakukannya dengan Kim Young Min.

“Tentu saja. Kenapa oppa bertanya seperti itu?” Yoona berusaha tersenyum tapi tetap saja raut kesedihannya tak bisa disembunyikan.

“Karena wajahmu tidak terlihat bahagia,” jawab Eunhyuk ringan dengan wajah seriusnya.

“Oppa . . .”

“Tidak bisakah kau kembali pada Kyuhyun? Dia selalu menunggumu, Yoong,” lanjut Eunhyuk.

Yoona mulai terusik dengan ucapan Eunhyuk. gadis itu terlihat memijat keningnya sambil berulang kali menghela nafas kasar.

“Aku tidak tahu. Apakah aku masih bisa kembali padanya,” Yoona tak bisa berkomentar banyak untuk menanggapi ucapan lelaki di depannya itu.

Eunhyuk hanya menganggukan kepalanya. Ia yakin jika gadis di depannya itu memang tengah menyembunyikan rahasia.

“Sekarang aku mau mendengarkan apa yang sebenarnya kau katakan di ruang sajangnim. Kesepakatan apa yang kau lakukan dengannya? Rahasia apa yang kau sembunyikan dari kami selama ini?”

Yoona mendongakkan kepalanya. Ia melihat raut keseriusan pada wajah Eunhyuk. Sorot mata Eunhyuk yang menatapnya teduh, membuat Yoona merasa nyaman dan tidak ragu untuk menceritakan apa yang selama ini ia sembunyikan dari semua orang.

.

.

.

“Putuskan hubunganmu dengan Kyuhyun!”

Mata Yoona nyaris keluar saat mendengar kata-kata tajam dari Kim Young Min—CEO SM Entertainment.

“Kenapa—sajangnim tiba-tiba berkata seperti itu?”

“Bukankah selama ini kau dan Kyuhyun menjalin hubungan secara diam-diam?”

Yoona terdiam, bibirnya terasa kelu untuk mengakui pertanyaan yang dilontarkan pria di depannya tersebut.

“Kau pikir aku tidak tahu?” Kim Young Min kembali menghela nafas. “Sebelum aku resmi menjadi CEO, pendiri perusahaan ini sudah memberitahuku, untuk berhati-hati pada scandal percintaan yang menjerat sesama artis SM Entertainment. Salah satunya, kau dan Kyuhyun.”

“Sajangnim . . .”

“Masalah hati, aku memang tidak bisa menghalangi ataupun mengendalikannya. Tapi, aku hanya ingin kau mengikuti saranku. Putuskan hubunganmu dengan Kyuhyun. Jika hubungan kalian sampai terkuak, ini akan berdampak pada karir individu maupun grup kalian. Apalagi, tahun depan Kyuhyun dipastikan debut solo,” lanjut Kim Young Min.

“A—apa? Debut solo?”

“Dia tidak memberitahumu?”

Yoona menggeleng, “Aku tahu jika Kyuhyun-oppa punya impian untuk debut solo. Tapi, aku sama sekali tidak tahu jika dia akan melakukannya tahun depan.”

Kim Young Min menghela nafas, sambil memijat keningnya perlahan. Kemudian ia menyodorkan sebuah foto.

“Apa ini?”

“Sepertinya ada yang berhasil memotret Lee Seunggi saat datang mengunjungi apartemenmu. Aku yakin mereka berasumsi jika kau menjalin hubungan dengannya,” jawab Kim Young Min.

“Itu tidak benar. Saat itu, aku hanya diajak Seunggi-oppa jalan-jalan ke Sungai Han,” elak Yoona.

“Aku tahu. Tapi, cepat atau lambat mereka akan segera menyebarkannya,” ucap Kim Young Min.

Yoona terdiam, sambil memandangi beberapa lembar foto yang berada di atas meja.

“Bagaimana—jika kau menjalin hubungan saja dengan Lee Seunggi?”

“Sajangnim?” Yoona tentu tak terima dengan saran yang diberikan pria itu. “Aku hanya menganggapnya sebagai kakakku. Bagaimana bisa kau menyuruhku untuk menjalin hubungan dengannya? Sementara orang yang aku cintai hanyalah Kyuhyun-oppa.”

“Bukankah dia sudah menjadi penggemarmu selama 5 tahun? Kurasa tidak hanya sekedar fans, aku yakin perasaan pria terhadap seorang wanita. Lagipula, jika kau tetap mempertahankan hubunganmu dengan Kyuhyun, lalu mengakuinya pada publik, bagaimana jika foto ini muncul? Tidakkah mereka akan menganggapmu ‘bermain’ di belakang Kyuhyun? Itu akan semakin merusak reputasimu dan juga Lee Seunggi,” lanjut Kim Young Min.

Seperti ada gembok besar yang terpasang di bibir Yoona, hingga gadis itu tak mampu berkata apa-apa.

“Jika kau akhiri hubunganmu dengan Kyuhyun, lalu menjalin hubungan dengan Lee Seunggi, maka saat foto itu muncul ke publik, kami siap untuk mengkonfirmasi hubungan kalian,” terang Kim Young Min. “Lalu, hubunganmu dan Kyuhyun tidak akan pernah tercium oleh media. Dia bisa melanjutkan rencananya untuk debut solo.”

Yoona terdiam. Tangannya bergetar sambil memegangi foto-foto tersebut.

“Lakukan ini untuk Kyuhyun. Jika dia terkena scandal sebelum melakukannya, aku khawatir pemberitaan itu akan menghancurkan apa yang sudah dipersiapkannya untuk debut solo itu,” ucap Kim Young Min.

Eunhyuk menatap tak percaya ke arah Yoona yang tengah menunduk. Gadis itu lebih memilih memainkan sedotan yang terpasang pada gelas minuman miliknya.

“Apa semua itu benar?” tanya Eunhyuk untuk kesekian kali dan hanya mendapat anggukan pelan dari Yoona.

Lelaki itu mengacak rambutnya, lalu melepaskan syal yang ia kenakan. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, sambil mendengus kesal. Ia terlalu bingung dengan sikap yang dilakukan gadis di depannya. Bagaimana bisa selama hampir 1 tahun, menyembunyikan fakta mengejutkan itu dari semua orang dan hanya memendamnya seorang diri.

“Tidak ada yang tahu sama sekali?”

“Kau yang pertama mengetahuinya, oppa,” ucap Yoona lalu meneguk minumannya. Wajahnya kembali terlihat murung, meski minuman miliknya terasa manis.

“Yoong, kenapa kau bertindak bodoh seperti ini?”

Yoona justru terkekeh menanggapi penuturan Eunhyuk.

“Kau benar, oppa. Aku memang bodoh,” ucapnya sambil menjitak kepalanya sendiri.

Eunhyuk menatapnya iba, terlebih saat gadis itu kembali meneteskan air mata yang buru-buru dihapusnya. Eunhyuk menyadari jika Yoona berusaha tegar dan kuat di hadapan semua orang. Walau sebenarnya gadis itu sangat rapuh karena menanggung beban yang begitu besar.

“Aku akan membantumu. Bagaimana jika kita memberitahu Kyuhyun?”

Yoona menggeleng cepat, “Tidak, oppa. Itu tidak ada gunanya. Saat ini aku tidak bisa kembali pada Kyuhyun-oppa. Aku tidak mungkin mengabaikan Seunggi-oppa begitu saja. Perasaannya padaku benar-benar tulus. Aku tidak tega.”

“Tapi, Kyuhyun harus tahu, Yoong. Jika tidak, dia akan salah paham padamu untuk selamanya,” bujuk Eunhyuk. “Kau sudah sangat menderita selama ini. Kau harus mengatakannya pada Kyuhyun.”

“Tidak untuk sekarang, oppa. Aku belum siap dan tidak mau bertindak gegabah. Dengan kasus yang menimpa Taeyeon-eonni dan Baekhyun, aku menyadari jika pernyataan sajangnim ada benarnya,” ucap Yoona.

“Yoong . . .”

Yoona menggenggam erat tangan Eunhyuk, “Oppa, kumohon. Jangan katakan pada siapapun termasuk Kyuhyun-oppa. Tolong jaga rahasia ini.”

Eunhyuk terdiam sejenak. Awalnya ia ragu untuk mengiyakan permintaan Yoona. Namun, setelah melihat sorot mata gadis itu, Eunhyuk tak punya pilihan selain menganggukkan kepalanya.

“Terima kasih, oppa,” ucap Yoona senang sambil meneteskan air matanya. Eunhyuk bisa melihat bahu Yoona yang bergetar. Ia pun mengusapnya dengan lembut, berusaha menenangkan gadis di depannya itu.

Saat Eunhyuk memindah posisinya di sebelah Yoona, ia berhasil menangkap seseorang yang baru saja masuk ke dalam restoran tempat mereka sekarang.

“Aku akan menjaga rahasia ini. Tapi, jangan halangi aku untuk mendekatkanmu lagi dengan Kyuhyun. Kalian terlalu lama untuk terlihat saling menjauhi,” bisik Eunhyuk yang langsung mendapat tatapan kaget dari Yoona.

Belum sempat Yoona bertanya, ia sudah mendengar teriakan keras dari Eunhyuk.

“KYUHYUN!”

DEG!

Yoona bisa merasakan debaran jantungnya yang tak beraturan. Ia gugup, begitu mendengar nama yang dipanggil Eunhyuk. Gadis itu tak berani menoleh dan hanya menatap lurus ke arah gelas minumannya. Sementara Eunhyuk tampak memberi kode pada Kyuhyun untuk berjalan mendekatinya.

Kyuhyun awalnya melangkah mantap saat melihat Eunhyuk. Namun, ketika beberapa langkah, ia mengenali sosok yang duduk di sebelah hyung-nya itu. Meski hanya dari punggung, Kyuhyun tetap bisa mengenalinya. Lelaki itu menghela nafas sejenak, sebelum kembali berjalan ke arah mereka.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun dengan nada dinginnya.

Eunhyuk melirik Yoona yang masih menunduk di sebelahnya. Ia sadar, gadis itu berusaha keras untuk tidak memandangi Kyuhyun.

“Temani Yoona, aku mau ke toilet,” pinta Eunhyuk.

Kyuhyun terdiam. Eunhyuk bisa melihat sorot mata dongsaeng-nya itu seolah berkata ‘aku tidak mau’.

“Atau kau mengantarnya kembali ke dorm?” tanya Eunhyuk lagi dan sukses membuat Kyuhyun berjalan dan duduk di depan Yoona.

Eunhyuk tidak bertanya lagi dan segera pergi ke toilet. Ia sengaja memberikan kesempatan pada Yoona dan Kyuhyun berdua saja. Eunhyuk memandangi keduanya sekilas, lalu tersenyum senang. Ia tahu atmosfer di antara keduanya masih canggung. Tapi mereka harus memulainya kembali agar bisa berbaikan seperti dulu.

Sepeninggalan Eunhyuk, suasana antara Yoona dan Kyuhyun terasa tegang. Keduanya hanya diam dan tidak ada yang memulai untuk bicara.

Im Yoona, katakan sesuatu. Kau sudah lama tidak bertemu dengannya, apalagi hanya berdua saja seperti sekarang. Katakan sesuatu padanya,” batin Yoona.

“Bagaimana kabarmu, oppa?

“Baik, seperti yang kau lihat,” jawab Kyuhyun.

Yoona menelan saliva-nya. ia menyadari Kyuhyun bersikap dingin padanya.

“Aku sudah mendengar soal pencapaian album solo-mu. Selamat ya, oppa. Single­-mu mencapai all-kill di berbagai situs musik,” ucap Yoona sambil berusaha tersenyum seperti biasa.

“Terima kasih,” jawab Kyuhyun singkat.

Yoona memberanikan diri untuk memandangi Kyuhyun. Ia bisa merasakan sesak di dadanya. Kyuhyun terlihat enggan untuk menatapnya. Lelaki itu hanya menatap meja yang berada di antara mereka.

Sebenarnya Yoona sudah terbiasa dengan sikap Kyuhyun yang seolah menjauhinya. Semenjak mereka putus dan juga berita hubungan Yoona dan Lee Seunggi yang muncul ke publik. Tapi ia tak pernah membayangkan terasa sangat menyakitkan, ketika orang yang sangat ia cintai bersikap dingin padanya. Yoona tak punya hak untuk membalas sikap dingin Kyuhyun. Karena ia beranggapan, ia memang pantas untuk menerimanya.

Saat Yoona kembali menatap Kyuhyun, gadis itu terkejut karena matanya tak sengaja bertemu dengan mata Kyuhyun. Ia bisa melihat, tatapan dari Kyuhyun yang selama ini ia rindukan. Yoona terhenyak. Gadis itu mati-matian menahan air matanya yang nyaris keluar.

Hyung sudah kembali. Aku pergi,” ucap Kyuhyun memecah keheningan. Tanpa menunggu respon dari Yoona, ia langsung bangkit dari kursi dan berjalan meninggalkannya. Ia pun tak mengatakan apapun saat bertemu Eunhyuk.

Eunhyuk terkejut dengan sikap Kyuhyun yang mengacuhkannya. Ia berlari mendekati Yoona yang masih terdiam di tempat mereka.

“Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?” tanya Eunhyuk. Ia khawatir jika terjadi pertengkaran antara Yoona dan Kyuhyun.

Yoona menggeleng, “Tidak ada apa-apa, oppa. Kau jangan khawatir.”

“Kau yakin?” tanya Eunhyuk lagi.

Yoona hanya mengangguk saat Eunhyuk kembali menanyakan kondisinya.

“Ya sudah. Aku akan mengantarkanmmu kembali ke dorm. Kajja,” ajak Eunhyuk dan dibalas anggukan Yoona.

Saat gadis itu berdiri, tiba-tiba ia merasakan sakit di bagian perutnya. Refleks Yoona langsung terduduk kembali sambil memegangi perutnya. Ia merintih kesakitan karena tak sanggup menahan rasa sakit yang tiba-tiba menderanya.

“Yoona, kau kenapa?” Eunhyuk berteriak panik karena mendapati Yoona tiba-tiba ambruk di depannya. Ia berusaha menenangkan gadis yang tengah merintih kesakitan itu.

Kyuhyun yang belum keluar dari restoran, mendengar suara Eunhyuk yang membuatnya berbalik menghadap ke arah mereka. Seketika mata lelaki itu membulat sempurna, saat melihat Yoona sudah mengerang kesakitan dalam pelukan Eunhyuk. Hati kecilnya kembali berteriak. Sikap tidak peduli yang selama ini ia tunjukkan pada gadis itu, seolah luntur begitu melihat Yoona tampak kesakitan di depannya.

Terlihat jelas, jika Kyuhyun masih peduli dengan Yoona. Karena sampai sekarang pun, ia masih mencintai gadis itu.

-TO BE CONTINUED-

A/N : Ingat, ini hanya imajinasi lho ya. Meskipun ada bagian yang berdasarkan fakta, selebihnya hanya imajinasiku saja, hehe. Semoga suka, terima kasih sudah membaca🙂❤

72 thoughts on “Return [1]

  1. raraprameswari says:

    Aaaaaaaaaa.,Yoona pasti mendem fakta itu bulat bulat,pasti menyakitkan banget yaaa? Makin kesel dah sama Kim Youngmin yang gak punya perasaan. Semoga Kyuhyun sama Yoona bisa bersatu kembali,deh ditunggu ff lainnya😉

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s