Camera


cameraCamera

by cloverqua | main cast Cho Kyuhyun – Im Yoona

genre Fluff – Romance | rating PG 15 | length Ficlet

disclaimer This fanfiction is purely my own. Cast belong’s God. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF! Please keep RCL!

Happy reading | Hope you like it

2014©cloverqua

[Poster by Harururu98 @ CafePoster]

Oppa, apa yang kau lakukan?”

Kyuhyun menjauhkan benda kecil berbentuk kotak yang memiliki lensa optik dari pandangan matanya. Lelaki itu tertawa pelan, melihat wajah gadisnya yang kini tertekuk. Gadis itu tampak tak senang dengan apa yang baru saja dilakukannya.

“Memotretmu,” jawab Kyuhyun santai.

Yoona merotasikan matanya malas, mendengus kesal sambil menghadapkan pandangannya pada TV di depan mereka. Rasanya kenikmatan menonton acara TV yang disukainya harus terganggu. Berkat kejahilan yang selalu dilakukan Kyuhyun, mengambil fotonya diam-diam.

Wae? Kau marah?”

Bibir mungil Yoona mengerucut, seiring tatapan tajam menusuknya yang ia berikan pada Kyuhyun. Sayang, lelaki itu terlalu asyik dengan kamera yang bahkan tak membuatnya mengalihkan pandangan sedikit pun untuk Yoona.

Oppa?” Yoona bisa saja meluapkan emosinya. Tapi ia memilih untuk bersabar. Lantaran tak mau merusak suasana kebersamaan mereka.

Nyatanya justru Kyuhyun yang selalu memulainya lebih dulu. Merusak mood Yoona setiap kali datang berkunjung ke apartemen lelaki itu.

“Bisakah kau letakkan kameramu sebentar?” Tangan Yoona merebut benda yang sedari tadi mengalihkan perhatian Kyuhyun darinya. Kerutan di dahi Yoona sedikit terlihat, ketika ia menunjukkan kekesalan yang sedang menguasai dirinya.

“Berhentilah mengambil fotoku—tanpa seizinku. Atau, aku akan menghancurkan kameramu ini,” ancam Yoona sambil mengangkat kamera Kyuhyun. Bersiap untuk melemparkannya ke lantai.

Kyuhyun terkesiap dan merebut kembali kameranya dari tangan Yoona. Lelaki itu mendengus, sedikit kesal dengan reaksi Yoona yang dinilainya berlebihan.

“Kenapa kau begitu marah? Aku hanya ingin mengabadikan setiap moment yang kuhabiskan bersamamu,” ucap Kyuhyun berusaha membela diri.

“Tapi tidak harus selalu memotretku seperti itu, oppa,” keluh Yoona. Ia merebut kembali kamera Kyuhyun. Jari-jemarinya bergerak lincah menekan tombol melalui touch-screen pada kamera. Ia bermaksud memeriksa hasil jepretan kamera yang sudah diambil Kyuhyun.

“Lihat, memori kameramu bahkan hampir penuh. Dan isinya—astaga! Kapan kau mengambil fotoku yang ini?” Yoona berseru kaget saat menemukan fotonya yang tengah tertidur pulas di ranjang Kyuhyun.

“Itu—saat kau menginap di apartemenku minggu lalu. Kau tidak ingat? Waktu itu hujan lebat dan kau menolak kuantar pulang. Kau lebih suka jika menginap di sini,” jawab Kyuhyun terkekeh.

Yoona bisa merasakan hawa panas di sekitar wajahnya. “Jadi—waktu itu kau memandangiku diam-diam dan asyik mengambil foto tanpa sepengetahuanku?”

Kyuhyun mengangguk, “Mau bagaimana lagi, wajahmu sangat manis saat sedang tidur.”

Kedua pipi Yoona bersemu merah. Gadis itu menutup wajahnya dengan telapak tangan. Lalu mendesah pelan, gemas dengan kebiasaan Kyuhyun yang gemar mengumbar rayuan untuknya.

“Kenapa kau suka sekali memotretku?”

“Harus kujawab?” Kyuhyun bertanya dengan raut wajah polosnya. Anggukan pelan dari gadisnya cukup memberikan jawaban sekaligus perintah untuknya.

“Karena—dengan menyimpan fotomu, aku bisa melihatmu setiap waktu, kapanpun aku mau,” jawab Kyuhyun. “Kita tidak sering bertemu kan? Aku sibuk mengurusi perusahaan ayahku. Sementara kau—sebagai designer juga selalu sibuk di boutique yang kau kelola.”

“Kelak jika kita sudah menikah, kau akan sering melihatku. Apa menurutmu belum cukup?” tanya Yoona lagi.

Kyuhyun menahan dagunya dengan punggung tangan kanan. Lalu memandangi Yoona yang hanya melirik kesal ke arahnya.

“Belum. Tidak ada jaminan kita akan sering bertemu, apalagi dengan kesibukan pekerjaan yang kita miliki. Saat kau tidak ada di sisiku, setidaknya aku masih bisa melihat sosokmu dari foto yang aku ambil ini,” jawab Kyuhyun. “Terkadang—aku juga suka berinteraksi denganmu hanya melalui foto.”

“Memangnya—kau tidak suka berinteraksi denganku secara langsung?”

Kyuhyun bisa mendengar nada kecemburuan dari suara Yoona. Sekuat tenaga Kyuhyun menahan tawanya, tapi tetap gagal. Lelaki itu terbahak hingga membuat suasana apartemen dipenuhi tawa kerasnya.

“Kau cemburu dengan kameraku?”

“Tentu saja, pabo,” tukas Yoona. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Kyuhyun tertawa, sampai memegangi perutnya yang kesakitan. Reaksinya itu jelas membuat kekesalan Yoona kian memuncak.

Oppa, jadi kau benar-benar tidak suka berinteraksi denganku secara langsung?”

“Tidak, bukan seperti itu,” jawab Kyuhyun cepat. “Meski aku suka memotretmu dan memandangimu melalui foto yang kuambil, tetap saja aku lebih suka berinteraksi denganmu secara langsung. Kamera ini ada kelemahannya.”

“Kelemahan?”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan Yoona. Ia tersenyum simpul, “Dengan kamera ini, aku hanya bisa memandangimu lewat foto saja.”

Yoona mengernyitkan dahinya, belum mengerti dengan penjelasan yang disampaikan Kyuhyun.

“Tapi—jika aku berinteraksi denganmu secara langsung, aku bisa menyentuhmu seperti ini,” tangan Kyuhyun menggenggam erat tangan Yoona. Ia lalu beralih menarik tubuh Yoona dalam dekapannya.

“Memelukmu seperti ini,” Kyuhyun melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Yoona. Ia bisa mendengarkan tawa Yoona saat membenamkan wajah gadis itu dalam pelukannya.

“Membelai rambutmu seperti ini,” Kyuhyun memejamkan matanya. Aroma khas dari shampoo yang digunakan Yoona berhasil merasuki indra penciumannya.

“Lalu yang terpenting—” Perlahan Kyuhyun mengendurkan pelukannya, mengembalikan posisi mereka seperti semula, saling bertatapan satu sama lain.

Yoona terdiam, menunggu tindakan apa yang dilakukan Kyuhyun selanjutnya. Gadis itu tak bisa lagi menahan debaran jantungnya, saat perlahan wajah Kyuhyun mendekati wajahnya.

“Aku bisa melakukan ciuman ini, kapanpun aku mau . . .”

Dalam hitungan detik, bibir Kyuhyun dengan mudahnya menyentuh bibir Yoona. Keduanya tampak larut menikmati ciuman mesra yang mereka lakukan. Setelah puas mencium bibir Yoona, Kyuhyun perlahan menjauhkan wajahnya. Lelaki itu tersenyum, sambil mengusap bibirnya sambil memperlihatkan wajah menggodanya. Membuat Yoona tertunduk dengan wajahnya yang memerah.

Kyuhyun meraih kembali kameranya. Ia tersenyum menyeringai, sambil mendekatkan kamera dengan wajahnya.

“Lihat ke sini, Yoong!” seru Kyuhyun, mencoba mengalihkan Yoona agar melihatnya.

Saat gadis itu menoleh, tangan Kyuhyun menekan salah satu tombol hingga terdengar suara dari kamera.

Mata Yoona nyaris keluar, begitu menyadari Kyuhyun telah berhasil memotretnya secara tiba-tiba.

Bingo! Aku dapatkan lagi fotomu saat kau tersipu seperti ini,” ucap Kyuhyun senang dengan tawa kerasnya.

Oppa!

Ya, moment romantis mereka kembali rusak berkat kejahilan Kyuhyun yang memotret Yoona. Entah apa yang ada dalam pikirannya, Kyuhyun sangat suka ketika ia berhasil memotret wajah Yoona—khususnya setelah ia membuat gadis itu tersipu seperti sekarang.

“Sekali lagi,” Kyuhyun tiba-tiba mencium pipi Yoona, dengan tangan kanannya memegang kamera yang terarah pada mereka.

KLIK!

Kamera itupun berhasil menangkap moment saat Kyuhyun tengah mencium pipi kanan Yoona.

-THE END-

A/N : Akhir-akhir ini banyak ide FF short fiction muncul. Salah satunya ini. Aneh ya? Haha, maaf deh kalau kurang memuaskan😄 *bow*

34 thoughts on “Camera

  1. thefoursix says:

    Relationship goals ini mah. Rela deh dijahilin sama Kyuhyun kalo akhirnya kaya gitu /lah/. Udah kak intinya i can’t describe how much i love this story so muuuuchhhhhhh😘

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s