Coagulation


coagulation

Coagulation

by cloverqua | main casts Im Yoona – Cho Kyuhyun

support casts Kang Seulgi – Lee Donghae and others

genre AU – Angst – Hurt – Romance | rating PG 17 | length Ficlet

disclaimer This fanfiction is purely my own. Cast belong’s God. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF! Please keep RCL!

Happy reading | Hope you like it

2015©cloverqua

Aku lebih memilih ingatanku tentang dirimu membeku untuk selamanya

“Kita akhiri saja.”

Yoona terbelalak usai mendengar 3 kata singkat yang meluncur bebas dari mulut Kyuhyun. Tubuh gadis itu menegang, seperti ada sengatan listrik yang membuatnya kaku dan tidak bisa bergerak. Entah bagaimana kalimat yang dianggap mengerikan itu keluar begitu saja dari Kyuhyun—laki-laki yang sudah menjadi kekasih Yoona selama 3 tahun.

Oppa … aku tidak mengerti. Apa maksud ucapanmu?” Yoona tergagap hingga sulit mengeluarkan kata-kata untuk meminta kejelasan dari Kyuhyun. Apakah semalam ia bermimpi buruk? Hingga sekarang harus mendengar kata-kata terlarang dari laki-laki itu?

“Kita akhiri saja hubungan ini. Aku lelah, Yoong,” jawab Kyuhyun seadanya.

“Lelah?” suara Yoona sedikit meninggi dengan matanya yang berkilat, “Kenapa kau lelah, oppa? Apakah … aku telah membuat kesalahan besar padamu?”

Kyuhyun menggelengkan kepala, “Bukan kau yang salah, tapi aku.”

Dahi Yoona berkerut, belum sepenuhnya paham dengan maksud perkataan Kyuhyun. Ia mencoba bersikap tenang, meskipun ucapan laki-laki itu sudah mengacaukan suasana hatinya.

“Aku tidak bisa melanjutkan hubungan dengan wanita yang tidak pernah kucintai. Itu membuatku tersiksa, dan kau … juga tersiksa karena aku. Jadi, lebih baik kita akhiri saja,” lanjut Kyuhyun.

“Aku sama sekali tidak tersiksa,” sambar Yoona sedikit berteriak. Kyuhyun terdiam saat melihat cairan bening mengalir dari mata indah gadis itu.

“Bukankah sudah kukatakan jika aku bersedia menunggu oppa untuk menerimaku? Jadi, tidak masalah berapa lama lagi oppa akan menerimaku, aku akan tetap menunggu,” lanjut Yoona terisak.

“Tidak, Yoong. Aku tidak bisa,” Kyuhyun menundukkan kepala sambil membuang nafas kasar. Sementara Yoona menatapnya dengan raut ketakutan yang tergambar jelas di wajah.

“Semalam … Seulgi memberitahuku jika dia akan pulang ke Korea. Calon suaminya membatalkan pernikahan mereka. Dia ingin kembali lagi padaku,” lanjut Kyuhyun tanpa jeda hingga membuat Yoona melongo.

“Dan kau menyetujuinya?” jantung Yoona serasa berhenti berdetak kala melihat anggukan pelan Kyuhyun yang meyakinkan dan membuat hatinya hancur seketika.

“Maafkan aku, Yoong. Selama menjalin hubungan denganmu, perasaanku tidak pernah berubah. Aku masih mencintai Seulgi,” ucap Kyuhyun. Kursi yang didudukinya berderik ketika laki-laki itu mendorong ke belakang.

“Jaga dirimu, selamat tinggal,” sedetik kemudian, Kyuhyun langsung berjalan keluar dari cafe, meninggalkan Yoona yang masih bertahan pada posisinya.

Selanjutnya hanya terdengar isakan tangis Yoona yang memecah keheningan di cafe malam itu.

.

.

.

.

.

“Aku tidak tahu apa yang ada dalam kepalamu. Tapi aku sangat menyayangkan keputusanmu itu, Kyu.”

Kyuhyun tak terpengaruh ketika mendengar rangkaian kalimat dari laki-laki yang berstatus sebagai sahabatnya—Choi Siwon. Ia tetap fokus merapikan diri sebelum pergi ke bandara internasional Incheon. Hari ini Kyuhyun akan menjemput Kang Seulgi—gadis yang menjadi masa lalunya namun akhirnya kembali lagi ke sisinya, tepat dua hari setelah ia putus dengan Yoona.

Semalaman Kyuhyun tidak bisa tidur, tapi bukan karena Seulgi, melainkan Yoona. Gadis yang baru saja dicampakannya setelah selama 3 tahun menemaninya karena keterpurukan dari Seulgi. Gadis yang tidak pernah mengeluh atas perlakuan dinginnya karena mencintai gadis lain. Gadis yang di mata Kyuhyun begitu tegar karena sama sekali tidak memberikan perlawanan ketika ia mengakhiri hubungan mereka.

“Yoona … dia gadis yang baik, Kyu. Benarkah di hatimu sama sekali tidak ada tempat untuknya?” tanya Siwon sedikit mengusik ketenangan Kyuhyun yang sedari tadi dijaga laki-laki itu.

Kyuhyun mendengus pelan sambil melirik sekilas pada Siwon, “Bisakah kita tidak membicarakannya, hyung?

“Kenapa? Kau tidak suka jika aku membicarakan Yoona?” tanya Siwon dengan pandangan menyelidik. Siapa tahu ia bisa menemukan kebohongan di balik sorot mata Kyuhyun yang terlihat tenang.

“Hubungan kami sudah berakhir dan tidak ada alasan bagiku untuk mendengarkan apapun tentang gadis itu. Jadi, kuharap kau tidak lagi membicarakannya. Aku tidak suka itu, hyung,” jawab Kyuhyun setelah beberapa detik mencari alasan untuk menjawab pertanyaan Siwon. Sejujurnya, ia sulit menghindari obrolan yang berkaitan dengan Yoona. Bukan karena ia tidak menyukainya, namun rasa bersalah yang terus menghinggapinya sejak keputusan yang ia ambil dengan mengakhiri hubungan mereka agar bisa kembali bersama Seulgi.

Siwon tersenyum menyeringai, tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Ia hanya menggelengkan kepala ketika berhasil menemukan kebohongan melalui sorot mata laki-laki itu. Cukup jelas baginya jika Kyuhyun masih peduli dengan gadis itu, atau memang sebenarnya peduli namun keegoisan hatinya yang membuat Kyuhyun buta akan cinta sejatinya yang sebenarnya.

Siwon heran kenapa Kyuhyun masih mengelak dan tetap bertahan pada masa lalunya. Jelas-jelas ada gadis lain yang jauh lebih baik dari Seulgi. Kenapa Kyuhyun melepaskan Yoona dan memilih kembali pada Seulgi?

“Kyu, aku tahu mungkin ucapanku tidak ada gunanya. Tapi—” Siwon menggantungkan kalimatnya sambil menatap lurus pada Kyuhyun, “Kuharap kau tidak akan menyesal dengan keputusan yang kau ambil.”

Kyuhyun hanya diam membisu dan tidak mengatakan apapun. Ia menunggu Siwon yang terlihat ingin kembali memberikan penjelasan padanya.

“Sekarang kau memang bisa kembali lagi berhubungan dengan Seulgi, setelah sebelumnya kalian berpisah. Tapi … aku tidak bisa menjamin kau bisa berhubungan lagi dengan Yoona. Ingat itu,” lanjut Siwon sambil menepuk pelan bahu Kyuhyun.

Siwon langsung berjalan keluar dari kamar Kyuhyun, tanpa sempat mendengar helaan nafas pelan yang keluar dari laki-laki bermarga Cho itu. Untuk kesekian kali, Siwon berhasil mengusik kemantapan hatinya yang ingin kembali berhubungan dengan Seulgi. Entah kenapa dalam diri Kyuhyun ada perasaan cemas setelah mendengar peringatan yang disampaikan Siwon.

Apakah keputusan yang kuambil sudah benar? batin Kyuhyun frustasi.

.

.

.

.

.

Donghae menghembuskan nafas panjang ketika melihat Yoona tidak menyantap sarapannya, lagi. Sejak 2 minggu berpisah dengan Kyuhyun, adik sepupunya itu terlihat memprihatinkan, seperti mayat hidup. Sekeras apapun Donghae berusaha menghibur Yoona, tetap tidak membuahkan hasil. Nyatanya kondisi Yoona kian memburuk, bisa dilihat dari tubuh gadis itu yang saat ini benar-benar kurus. Gadis itu sudah berulang kali menolak untuk makan, entah di waktu sarapan, makan siang ataupun makan malam.

“Yoong, kau harus makan. Jangan menyiksa dirimu seperti ini! Kumohon …,” pinta Donghae mulai putus asa. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk mengembalikan keadaan Yoona seperti semula. Ingin rasanya Donghae membunuh Kyuhyun, tapi ia tidak bisa melakukannya karena meskipun Kyuhyun yang membuat Yoona seperti sekarang, kenyataannya hanya laki-laki itu yang bisa mengembalikan Yoona seperti semula.

Yoona hanya menggeleng pelan, lalu meraih segelas air putih yang bertengger manis di atas meja. Setelah meneguk habis minuman tersebut, Yoona berdiri sambil menenteng coat dan juga tas yang dibawanya turun dari kamar.

“Kau mau ke mana?” tanya Donghae bingung sekaligus cemas.

“Aku mau ke rumah Kyuhyun-oppa,” jawab Yoona cepat dan berhasil membuat mata Donghae berkilat marah.

“Untuk apa kau ke sana?” rahang Donghae mengeras dengan tangannya yang tanpa sadar mengepal kuat di atas meja.

Yoona tersenyum tipis, “Oppa tidak perlu khawatir. Aku hanya ingin melihat Kyuhyun-oppa untuk terakhir kali. Setelah itu, aku tidak akan menemui ataupun memikirkannya lagi.”

Donghae tersentak kaget mendengar rentetan kalimat yang keluar dari Yoona. Ia bisa merasakan tidak ada beban sama sekali dalam ucapan gadis itu. Semua terdengar ringan hingga Yoona bisa mengatakannya dengan mudah.

“Kau yakin?” Donghae ragu saat melihat sorot mata Yoona yang tampak kosong. Hampa.

“Apa wajahku tidak meyakinkan?” tanya Yoona polos sambil memperlihatkan ulasan senyum yang sangat kontras dengan keadaannya sekarang.

Tentu saja tidak, pabo. Kau bahkan sangat memprihatinkan, Yoong, batin Donghae.

Oppa?” suara Yoona membuyarkan lamunan Donghae hingga laki-laki itu kembali fokus padanya.

“Begitu selesai, kau harus kembali. Mengerti?” Donghae mengusap kedua bahu Yoona yang gemetar. Tepat seperti dugaannya, gadis itu memaksakan diri agar tampak baik-baik saja di depannya. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Yoona mengangguk lalu memeluk Donghae seerat mungkin, sebelum akhirnya berjalan keluar meninggalkan rumah.

//

Sebuah mobil BMW warna hitam baru saja berhenti di depan rumah yang berada di area perumahan elit kawasan Gangnam. Pengemudi mobil tersebut langsung melepas seat belt, namun tidak segera turun melainkan justru mencium bibir gadis yang duduk di sebelahnya. Gadis itu sama sekali tidak menolak, seolah membiarkan laki-laki itu melumat bibirnya dengan lembut.

Tak jauh dari mereka, ada sebuah mobil Audi warna merah yang berhenti, hanya berjarak beberapa meter dari posisi mereka. Pengemudi itu tak dapat menahan air matanya yang terus mengalir. Sikap pasangan kekasih yang baru saja dilihatnya itu tak hanya membuat lubang besar di hatinya, namun seolah mampu menghisap daya hidupnya hingga ia merasa putus asa dan tidak memiliki lagi semangat hidup.

Apapun yang dilihatnya, ia sudah berjanji akan menemui laki-laki itu, laki-laki yang dengan mudahnya mengakhiri hubungan mereka yang sudah berlangsung selama 3 tahun, hanya demi gadis masa lalunya.

Usai menghapus air mata yang sempat membasahi wajahnya, gadis itu bergerak cepat keluar dari mobil yang dinaikinya.

“Kyuhyun-oppa.

Laki-laki pemilik nama itu langsung menoleh kaget saat mendengar suara gadis yang memanggilnya. Kedua bahunya gemetar hebat ketika gadis yang memanggilnya itu berjalan menghampirinya. Kyuhyun bukannya takut jika gadis itu akan memintanya kembali ke sisinya, tapi ia merasa shock melihat perawakan gadis itu yang kini terlihat sangat kurus. Bagaimana tidak? Gadis itu datang dengan mata sembap yang dikelilingi lingkaran hitam dan wajah yang pucat pasi.

“Yoona?”

Yoona mengulas senyum saat mendengar suara Kyuhyun memanggilnya. Untuk beberapa detik, ia merasakan ketenangan ketika berhasil mendengar suara laki-laki itu lagi. Ingin rasanya ia memeluk Kyuhyun seerat mungkin, namun hal itu tidak bisa ia lakukan mengingat Kyuhyun tengah bersama Seulgi.

Pandangan Yoona beralih pada sosok gadis yang terlihat manis di sebelah Kyuhyun. Gadis itu menatapnya dengan tatapan heran. Wajar jika ia bereaksi demikian, karena selama ini Seulgi tidak tahu jika Yoona adalah gadis yang menemani Kyuhyun setelah ditinggal pergi olehnya.

Oppa, dia siapa?” tanya Seulgi setengah berbisik. Kedua tangannya masih memeluk erat lengan Kyuhyun, membuat mata Yoona terasa panas melihatnya.

“Dia temanku. Kau masuklah dulu, nanti aku menyusul,” jawab Kyuhyun sembari mengusap kepala Seulgi dengan lembut.

Yoona terdiam ketika melihat kemesraan yang dilakukan Kyuhyun dan Seulgi. Sekuat tenaga ia menahan air matanya yang siap keluar kapan saja. Apalagi mendengar Kyuhyun menyebut kata ‘teman’ ketika menjawab pertanyaan Seulgi tentang jati dirinya. Semudah itukah laki-laki itu melupakan Yoona?

“Lama tidak bertemu denganmu, oppa …,” setelah membisu dalam keheningan, Yoona akhirnya bersuara. “Syukurlah kau baik-baik saja … dan terlihat bahagia.”

Kyuhyun terdiam setelah mendengar penuturan Yoona. Dadanya bergemuruh ketika melihat gadis itu kembali muncul di hadapannya. 3 tahun bukanlah waktu yang singkat jika mengingat kembali hubungannya dengan gadis itu. Kyuhyun sadar betul jika ia masih peduli, terlebih saat melihat kondisi Yoona yang bisa dikatakan jauh dari kata baik.

“Kau baik-baik saja? Kau terlihat kurang sehat,” Kyuhyun mencoba menyentuh kening Yoona namun langsung ditepis gadis itu. Sikap Yoona yang menunjukkan penolakan membuat Kyuhyun terkejut. Ini kali pertama Yoona menolak perhatian yang ia berikan. Tetapi gadis itu tidak bisa disalahkan karena pada dasarnya Kyuhyun yang bersalah atas semua permasalahan ini.

“Aku baik-baik saja. Kau jangan khawatir,” Yoona menundukkan kepala karena berusaha menyembunyikan matanya yang memerah. Sementara Kyuhyun terus memandanginya dengan pandangan menyelidik. Ia tidak yakin jika kondisi gadis itu baik-baik saja.

“Besok … aku akan bertunangan dengan Seulgi. Kuharap kau bisa datang,” Kyuhyun tidak tahu kenapa ia begitu mudah mengatakan rencana pertunangannya dengan Seulgi pada Yoona. Padahal ia sadar ucapannya akan membuat gadis itu semakin terluka karenanya.

“Benarkah? Kalau begitu kuucapkan selamat atas pertunangan kalian,” jawab Yoona sambil tersenyum, mencoba memperlihatkan dirinya baik-baik saja dan bisa menerima kabar tersebut.

“Aku tidak bisa janji akan datang,” lanjut Yoona begitu lancar, walau sesekali ia menahan nafasnya ketika merasakan sesak di dada.

“Jika kau datang, kebahagiaanku akan terasa lengkap,” sahut Kyuhyun yang membuat mata Yoona berkilat.

“Jangan mengharapkan kedatanganku! Aku tidak bisa menjanjikannya,” tegas Yoona dengan nada sedikit meninggi.

Kyuhyun tertegun saat melihat mata Yoona mulai berkaca-kaca. Entah kenapa ia merasa sakit melihat kondisi Yoona. Apakah sikapnya benar-benar keterlaluan hingga membuat gadis itu tampak memprihatikan seperti sekarang?

“Kau marah padaku?”

Yoona tersenyum tipis, “Aku tidak punya hak untuk marah padamu. Sejak awal seharusnya aku sadar, jika cintamu bukanlah untukku, tapi untuk Seulgi. Kudoakan semoga kalian bahagia.”

Usai mengucapkan kalimat itu, Yoona membungkuk lalu berbalik meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri di depan rumah. Gadis itu kembali masuk ke dalam mobil dan bersiap meninggalkan rumah Kyuhyun.

Kyuhyun menatap nanar ke arah mobil Audi merah yang semakin menjauh dari pandangannya. Ia tidak tahu kenapa, tapi yang pasti rasa sesak di dadanya kian menjadi setelah melihat kepergian Yoona.

Maafkan aku, Yoong.

Tanpa sadar buliran air mata itu mengalir, membuat Kyuhyun terisak seorang diri di depan rumahnya.

//

Usai menemui Kyuhyun, kondisi Yoona semakin kacau. Sudah cukup ia terluka karena Kyuhyun meninggalkannya demi Seulgi. Sekarang ia harus merelakan laki-laki yang dicintainya itu bertunangan dengan gadis masa lalunya. Hal itu jelas memperlihatkan jika dalam hati Kyuhyun sama sekali tidak ada tempat untuknya.

“Berhenti!” suara Yoona terdengar parau ketika ia mengutuk cairan bening yang kembali keluar dari matanya.

“Aku bilang berhenti!” pertahanan Yoona hancur hingga akhirnya ia menangis sejadi-jadinya. Ia tidak peduli dengan kondisinya yang sedang mengemudi karena suasana hatinya benar-benar kalut. Ia biarkan air matanya itu terus mengalir tanpa henti, tak peduli jika mengganggu penglihatannya.

“Kenapa?” Yoona terisak setiap kali mengingat ciuman mesra yang dilakukan Kyuhyun dan Seulgi.

“Kenapa kau lakukan ini padaku, oppa?” isakan tangis Yoona kembali terdengar hingga gadis itu sedikit menunduk, “Apakah … aku sama sekali tidak berarti bagimu?”

Yoona tidak bisa lagi menahan emosinya. Tangannya memukul kemudi setir untuk meluapkan amarahnya yang selama ini ia pendam. Nafasnya menderu seiring gesture tangan yang kini beralih mengusap kedua matanya yang sembap.

Setelah mengusap kedua matanya, Yoona terbelalak ketika menyadari mobil yang dikemudikannya sudah berada di sisi jalan yang berlawanan arah. Matanya membulat sempurna saat ia mengetahui ada truk yang melaju kencang dari arah yang berlawanan. Suara klakson truk itu terdengar keras hingga mampu memekakkan telinga Yoona.

Yoona membanting setir, berusaha menghindari truk itu namun terlambat. Bagian sisi kanan mobilnya tetap menyenggol badan truk, hingga membuat mobil yang dikemudikan Yoona terbalik lalu terseret selama beberapa meter dari lokasi awal tabrakan.

Suasana mencekam dirasakan oleh pengemudi kendaraan lain yang juga berada di sekitar lokasi kejadian kecelakaan yang menimpa Yoona. Beberapa orang, termasuk supir truk yang terlibat dalam kecelakaan itu, langsung berhamburan keluar dari kendaraan mereka untuk menyelamatkan nyawa gadis itu. Tak sedikit dari mereka yang menjerit ketika melihat kondisi Yoona yang mengenaskan.

Samar-samar Yoona bisa mendengar suara orang-orang yang tengah berupaya menolongnya. Ia hanya terdiam karena sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Kini wajah cantiknya sudah tertutupi oleh cairan kental berwarna merah. Yoona bisa merasakan sakit di sekujur tubuh, hingga ia lemas dan tidak sanggup membuka kedua matanya.

Tuhan, apakah sekarang Kau akan mengambil nyawaku? Apakah sudah saatnya aku kembali ke sisi-Mu?Ataukah Kau masih memberiku kesempatan kedua untuk tetap hidup? Jika aku kembali diberi kesempatan kedua untuk hidup, kumohon bantu aku melupakan Cho Kyuhyun. Aku berharap ingatanku tentang laki-laki itu akan membeku untuk selamanya. Termasuk hatiku yang membeku untuknya. Dengan demikian, aku bisa melanjutkan kembali hidupku tanpa rasa sakit yang menyiksa ini.

-THE END-

A/N : Halo, maaf baru bisa posting FF lagi setelah sekian lama (jadi inget lagu dangdut *plak) berkelana di blog lain. Apalagi malah posting FF dengan genre seperti ini dan bukannya FF chaptered yang seharusnya udah dilanjut atau projek FF lain yang masih betah nongkrong di page “COMING SOON” (maaf, saya nge-blank dan sempat bingung mau nulis kelanjutan yang mana, jeongmal mianhae). Belum lagi FF ini yang saya sadar sekali jika itu masih ngegantung endingnya *akhirnya senyum evil bareng Kyuhyun*plak*😄

Tenang, tenang. Jangan pada emosi dulu ya #apasih

Rencananya bakal saya buat sequel kok (tapi nggak tahu kapan *tuh kan mulai lagi*kekeke). Sebelumnya mau lihat dulu respon kalian. Sudah lama dan bahkan jarang sekali saya menulis FF dengan genre seperti ini (rada kurang pede sebenernya^^’ )

Tapi, apapun itu saya berterima kasih karena kalian masih senang membaca FF KyuNa buatan saya. Syukur-syukur kalo kalian mau meninggalkan jejak *eaaa modus*kekeke😄

Once again, thanks for reading😉❤

100 thoughts on “Coagulation

  1. Mayang says:

    nyesek nya bener” nyesek tau😥
    tega bangett kyuhyun -_-
    yakin itu cint kyu bukan terobsesi masa lalu -,-
    gw berharap seh kyu nyesel se nyesel nya uda ninggalin yoona , dan yoona nemuin jodoh yang lebih baik dari kyuhyun ^^

  2. Uchiha Yoona^^ says:

    hai thorr …
    aku readers baru ,, izin ubek ubek blog nya ya🙂
    ff nya daebak
    kasian yoong onnie😦

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s