Our Story : This is Really Goodbye


os_this is really goodbye

Our Story : This is Really Goodbye

Sequel of Coagulation

Cho Kyuhyun and Im Yoona

with Lee Donghae, Choi Siwon, Kang Seulgi and Lee Jongsuk

AU, Angst, Hurt, Romance || PG 17 || Threeshot

Summary : Ini adalah perpisahan yang tidak kuinginkan

2015©cloverqua

Growing Pain

 

Tangan kekar laki-laki itu memeluk erat gadis di depannya yang duduk di atas ranjang, dengan selang infus yang masih terpasang di tangan kanan. Tak banyak kata yang keluar dari mulut laki-laki bermarga Cho itu, selain rasa syukur atas doa yang selama ini ia panjatkan akhirnya dikabulkan Tuhan. Im Yoona—gadis itu telah kembali membuka kedua matanya setelah terbaring koma hampir 1 bulan dan kini dinyatakan dalam kondisi baik-baik saja.

“Syukurlah. Aku senang kau sadar kembali, Yoong,” ucap laki-laki itu—Kyuhyun. Di sekelilingnya ada Donghae, Ny. Hyunri, Siwon dan juga Jongsuk yang turut merasa senang atas pulihnya kondisi Yoona.

Yoona terdiam dengan tatapan kosong yang tertuju pada Kyuhyun, selagi laki-laki itu masih menatapnya dengan sorot mata penuh keharuan.

“Kau siapa?”

Semua orang terbelalak mendengar ucapan yang keluar dari mulut gadis bermarga Im itu. Tak terkecuali Kyuhyun, yang kini bisa merasakan sekujur tubuhnya menegang seketika. Bola matanya terlihat lebih besar dari biasanya, seiring bibirnya yang bergetar hebat dan terasa kelu.

“A—apa maksud ucapanmu, Yoong?” Kyuhyun tergagap hingga merasakan detak jantungnya serasa berhenti. “Ini aku, Cho Kyuhyun.”

“Cho Kyuhyun?” Yoona mengernyitkan dahi lalu menggeleng pelan, “Maaf, sepertinya kau salah. Aku tidak pernah mengenal orang yang bernama Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun seperti merasakan ada palu besar yang langsung menghantam kepalanya. Oksigen yang ada di sekitarnya seolah habis hingga membuatnya sulit bernafas, seiring rasa sesak yang begitu menyiksa dalam dadanya. Mata laki-laki itu menatap tak percaya pada gadis di depannya, yang selama ini ia jaga sampai terbangun dari masa koma. Kyuhyun berharap ada kesempatan baginya untuk memperbaiki kesalahan yang pernah ia lakukan pada gadis itu.

Sayang, tampaknya kini ia harus memetik apa yang ia tanam pada diri Yoona. Luka. Kyuhyun bisa merasakan apa yang Yoona rasakan dulu ketika kehadirannya sama sekali tidak berarti bagi orang yang mereka cintai. Di saat ia memiliki cinta untuk Yoona, gadis itu justru sama sekali tidak mengenalinya.

/

Kyuhyun terbangun dari tidur dengan nafas tidak beraturan. Matanya sedikit memerah, serta keluar keringat dari bagian pelipis. Laki-laki itu tertunduk sembari memegangi dadanya yang kembali sesak. Kesunyian yang memenuhi kamar Kyuhyun, sedikit membantunya untuk menenangkan diri. Di tengah upaya mengembalikan suasana hati yang kembali kalut, ia justru semakin larut dalam kesedihan yang seolah tak bisa lepas darinya selama 1 bulan terakhir, tepatnya sejak Yoona terbangun dari masa koma.

Setiap malam Kyuhyun bermimpi hal yang sama di mana ia seperti dibawa kembali pada memori saat Yoona terbangun dari masa koma. Tak pernah terbesit dalam benak Kyuhyun, jika gadis itu tidak bisa mengenalinya. Berulang kali ia mencoba mengingatkan gadis itu, tetap tidak membuahkan hasil. Semua ingatan tentang Kyuhyun seolah terkunci dan tidak bisa dibuka lagi.

Sakit begitu menyiksa disertai kemarahan pada dirinya sendiri, itulah yang dirasakan Kyuhyun sekarang. Apalagi hanya dirinyalah yang sama sekali tidak bisa diingat oleh Yoona, sementara gadis itu mampu mengingat dan mengenali orang-orang terdekatnya.

Sebuah ucapan yang pernah keluar dari Jongsuk (dokter yang menangani Yoona), kembali muncul dalam benaknya. Setiap kali Kyuhyun mengingatnya, ia hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat banyak untuk mengembalikan ingatan Yoona seperti semula, jika pada akhirnya penyebab gadis itu melupakannya karena kesalahannya sendiri.

“Hasil CT-Scan tidak menunjukkan masalah yang serius terhadap kondisi Yoona. Secara fisik, dia baik-baik saja. Kurasa apa yang menimpa Yoona terkait ingatannya tentang Kyuhyun, lebih berhubungan dengan kondisi mentalnya. Rasa cinta yang begitu besar pada seseorang, dalam sekejap bisa saja terlupakan, jika dia mengalami penderitaan yang begitu menyakitkan.”

Tubuh Kyuhyun menegang, seiring bahunya yang kembali naik turun serta buliran air mata yang begitu mudah turun membasahi kedua pipinya. Bodoh, satu kata yang selalu ia ucapkan untuk dirinya sendiri. Kini penyesalan itu benar-benar tidak ada artinya lagi. Sungguh ironi, di saat ia menyadari perasaannya yang mencintai Yoona, gadis itu justru tidak lagi mengenalinya. Semua kenangan tentang Kyuhyun agaknya memang sudah terkunci dan membeku dalam ingatan Yoona.

.

.

.

.

.

Ekor mata Donghae menangkap sosok gadis yang sedang berjalan mengendap-endap, melewatinya yang kini tengah menikmati secangkir kopi di ruang tengah. Ia hanya tersenyum melihat kebiasaan Yoona yang kini selalu menghabiskan akhir pekan dengan berpergian keluar rumah, bersama seseorang yang sudah menjadi lembaran baru bagi gadis itu.

“Kau mau pergi ke mana?”

Yoona spontan berdiri tegak setelah suara Donghae menginterupsi langkah kakinya. Ia meringis lebar hingga memamerkan deretan giginya yang berjejer rapi. Sedetik kemudian wajahnya berubah kikuk, bersamaan gesture tangan yang menggaruk tengkuk. Ia menunduk dalam dan terus tersenyum.

“Pergi dengan Jongsuk?” Donghae mengeluarkan seringaian yang khas darinya, seolah bisa membaca pikiran Yoona sebelum gadis itu menjawab pertanyaannya.

Yoona tersipu malu, sebelum mengangguk pelan dengan wajah memerahnya.

“Sekarang kau lebih banyak menghabiskan waktu dengannya daripada denganku?” sindir Donghae dengan mata yang lebih sipit dari biasanya. Sedetik kemudian ia mengeluarkan senyum smirk-nya dengan sorot mata yang menggoda ke arah Yoona, membuat gadis itu kian tertunduk malu.

Oppa, berhenti menggodaku!” pekik Yoona sembari menutupi wajah memerahnya dengan kedua tangan. Ia heran dengan sikap Donghae yang kini sangat suka menggodanya jika berkaitan dengan Jongsuk.

“Ngomong-ngomong … apa Kyuhyun masih pergi menemuimu?”

Pertanyaan tiba-tiba dari Donghae membuat langkah Yoona terhenti. Gadis itu berbalik, ia menatap Donghae dengan kerutan di dahi yang semakin kentara. Sejujurnya ia ingin menolak pembicaraan yang berkaitan dengan Kyuhyun. Yoona sendiri tidak tahu apa alasannya begitu antipati terhadap laki-laki bermarga Cho tersebut, meskipun laki-laki itu berulang kali memberikan perhatian kepadanya. Satu hal yang Yoona yakini bahwa ia tidak terlalu mengenal sosok Kyuhyun dan semua perhatian yang didapatnya dari laki-laki itu membuatnya tidak nyaman.

“Tidak, memangnya kenapa?” tanya Yoona penasaran dengan sorot mata menyelidik. Ia heran kenapa semenjak dirinya terbangun dari masa koma, Donghae selalu ingin tahu bagaimana kehidupan pribadinya, tidak hanya berkaitan dengan Jongsuk tetapi juga dengan Kyuhyun. Ia merasa jika Donghae begitu mengawasinya.

“Tidak apa, aku hanya ingin tahu saja. Syukurlah kalau dia tidak lagi pergi menemuimu,” jawab Donghae kemudian.

Oppa senang jika Kyuhyun-oppa tidak pergi menemuiku?”

“Tentu saja. Bukankah itu yang kau inginkan?” tanya Donghae tepat sasaran.

Yoona tidak menjawab, ia memilih bungkam sebelum akhirnya mengangguk dan kembali berjalan keluar rumah.

//

“Aku ingin membatalkan rencana pernikahanku dengan Seulgi.”

Siwon hampir saja mati tersedak setelah mendengar pengakuan mengejutkan dari Kyuhyun yang duduk di hadapannya. Ia sempat menganggap apa yang keluar dari mulut sahabatnya itu adalah lelucon, namun segera terbantahkan ketika ia melihat wajah serius dari Kyuhyun.

“Kau tidak mungkin serius dengan ucapanmu, ‘kan? Kau pasti sedang bercanda,” Siwon berusaha menepis keyakinan Kyuhyun yang semakin kentara di wajahnya.

“Apa raut wajahku belum cukup menjawab pertanyaanmu, hyung?

Kalimat sarkastik Kyuhyun membuat Siwon terdiam untuk beberapa detik. Ia menghembuskan nafas panjang sembari memijat kening ketika merasakan kepalanya berdenyut karena shock dengan pengakuan Kyuhyun.

“Lalu … kau akan kembali ke sisi Yoona?”

Ne, hyung. Aku akan kembali ke sisi Yoona, setelah membatalkan rencana pernikahanku dengan Seulgi,” jawab Kyuhyun santai.

“Jangan bertindak bodoh!” tiba-tiba saja suara Siwon meninggi disertai gebrakan cukup keras di meja dan membuat seisi cafe menoleh kaget pada keduanya.

“Lebih baik kau urungkan saja niatmu untuk kembali ke sisi Yoona. Fokuslah pada rencana pernikahanmu dengan Seulgi,” Siwon menatap Kyuhyun dengan sorot mata serius.

“Aku tidak mau,” tolak Kyuhyun bersi keras dengan keputusannya.

“Yoona sudah melupakanmu, Kyu!”

“Suatu saat nanti dia akan mengingatku lagi, hyung,” jawab Kyuhyun, kali ini tidak terdengar lantang namun lirih, menyiratkan keraguan yang terus-menerus bersarang dalam pikirannya.

Siwon tersenyum remeh saat melihat perubahan raut wajah Kyuhyun, “Kau bahkan tidak yakin saat mengucapkannya. Tidak ada yang bisa menjamin jika Yoona akan mengingatmu kembali.”

Hyung!

“Sudah kuperingatkan sebelumnya padamu, kau memang bisa menjalin hubungan kembali dengan Seulgi. Tapi, aku tidak menjamin kau bisa berhubungan lagi dengan Yoona,” Siwon melipat kedua tangannya di depan dada, kemudian melirik pada pintu cafe yang baru saja dimasuki oleh pengunjung lain.

“Apalagi jika Yoona sudah bersama laki-laki lain. Semakin kecil kesempatanmu untuk kembali menjalin hubungan dengannya,” Siwon mengedikkan dagunya ke arah dua orang yang baru saja masuk ke dalam cafe.

Kyuhyun mengernyit, lalu menengok ke belakang. Ia terbelalak ketika mendapati gadis yang tengah mereka bicarakan datang bersama Jongsuk. Sejak keluar dari rumah sakit, sudah bukan rahasia lagi jika Yoona menjalin kedekatan dengan laki-laki yang tidak lain adalah dokternya tersebut.

Darah Kyuhyun serasa mendidih setiap kali melihat Yoona bersama dengan Jongsuk. Ia terbakar api cemburu dengan hubungan dua orang tersebut yang tampaknya menuju arah seperti dirinya dan Yoona sebelumnya—pasangan kekasih.

“Kyu, kau baik-baik saja?” Siwon menyadari perubahan raut wajah Kyuhyun yang sedari tadi menatap ke arah Yoona dan Jongsuk. Tanpa mendengar jawaban dari Kyuhyun, Siwon sudah tahu jika laki-laki itu dalam kondisi tidak baik-baik saja.

Hati kecil Kyuhyun ingin sekali berteriak, meluapkan rasa irinya kepada Jongsuk yang kini mendapatkan apa yang pernah ia dapatkan sebelumnya dari Yoona. Perhatian, senyuman, serta beberapa gesture yang memperlihatkan betapa gadis itu sangat nyaman bersama orang yang ia cintai.

Suara berdecit tiba-tiba terdengar saat Kyuhyun memundurkan kursi yang ia duduki, lalu bangkit berdiri dengan tatapan yang masih tertuju pada Yoona dan Jongsuk.

“Kyu?”

“Kita pergi, hyung,” ajak Kyuhyun singkat, lantas berjalan menuju pintu cafe. Siwon hanya menghela nafas melihat reaksi sahabatnya tersebut, sebelum akhirnya mengikuti laki-laki bermarga Cho yang lebih dulu keluar meninggalkan cafe.

Tanpa disadari Kyuhyun dan Siwon, sepasang mata mengamati gerak-gerik keduanya yang kini sudah berada di luar cafe.

“Jongsuk-oppa?

Laki-laki itu terkesiap karena kegiatannya mengamati dua orang yang baru saja keluar dari cafe terhentikan oleh panggilan gadis yang sedang bersamanya.

“Ada apa, Yoong?” Jongsuk memusatkan perhatiannya pada Yoona yang tengah menatapnya dengan kerutan di dahi.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang sedang kau lihat, sampai kau tidak memperhatikanku?” tanya Yoona penasaran sambil memicingkan matanya.

Jongsuk menggeleng lalu tersenyum, “Bukan apa-apa.”

//

Eonni, sebenarnya Kyuhyun-oppa pergi ke mana?”

Ahra mengerutkan dahinya saat Seulgi melempari pertanyaan tentang Kyuhyun. Gadis itu hanya terdiam dengan ekspresi wajah yang tidak bisa diartikan.

“Memangnya Kyuhyun tidak memberitahumu?” tanya Ahra heran setelah mendapati ekspresi wajah Seulgi yang tampak murung.

Seulgi menggeleng, “Dia tidak memberitahuku, bahkan aku tak bisa menghubungi ponselnya.”

Ahra memutar bola matanya, tanda sedang berpikir untuk mengingat-ingat ucapan sang adik sebelum pergi meninggalkan rumah beberapa jam yang lalu.

“Tadi Kyuhyun hanya berpamitan ingin pergi menemui Siwon,” jawab Ahra setelah berhasil mengingat pesan Kyuhyun.”

“Untuk apa?” tanya Seulgi penasaran.

“Aku tidak tahu,” Ahra terkekeh pelan, “Biasanya jika pergi menemui Siwon, dia ingin berkeluh kesah pada laki-laki itu. Kyuhyun memang lebih sering mencurahkan isi hatinya pada Siwon daripada aku yang notabene kakaknya sendiri.”

“Benarkah?” Seulgi tidak berkomentar banyak selain memperlihatkan senyum yang terkesan dipaksakan.

Ahra tampaknya menyadari ada yang tidak beres antara Kyuhyun dengan Seulgi. Bisa dilihat dari sorot mata Seulgi yang terlihat sedih setiap kali membicarakan Kyuhyun.

“Apa hubungan kalian baik-baik saja?”

Seketika mata Seulgi membulat setelah Ahra menanyakan perihal hubungannya dengan Kyuhyun. Gadis itu terdiam cukup lama, hingga tersenyum tipis seiring kepalanya yang menunduk.

“Kami … baik-baik saja, eonni,” jawab Seulgi dengan nada pelan.

Siapapun yang mendengar jawaban Seulgi, tentu bisa menebak jika hubungan gadis itu dengan Kyuhyun tidak lah baik seperti yang ia katakan.

“Wajahmu tampak pucat. Apa kau sedang sakit?” tanya Ahra lagi saat menangkap raut pucat dari tunangan adiknya tersebut.

Ne, eonni. Aku baik-baik saja,” jawab Seulgi seadanya.

“Kau ya—” kalimat Ahra mendadak terhenti ketika ia tidak sengaja mendengar suara keributan dari ruang tengah. Reaksi serupa juga tampak dari Seulgi yang langsung terlihat senang, ketika meyakini jika suara yang mereka dengar adalah suara Kyuhyun.

“Sepertinya Kyuhyun-oppa sudah pulang,” Seulgi tersenyum sumringah dan lantas bangkit berdiri dari ranjang di kamar Ahra. Ia langsung berlari keluar kamar sementara Ahra mengikutinya dari belakang.

Ahra menuruni anak tangga yang terhubung di ruang tengah. Tiba-tiba saja langkahnya terhenti ketika ia melihat kedua orang tuanya menatap marah pada Kyuhyun yang baru saja pulang, tak terkecuali Seulgi yang juga terlihat heran dengan situasi di ruang tengah. Pandangan Ahra beralih pada Siwon yang berdiri di belakang Kyuhyun. Raut wajah laki-laki itu tampak gelisah, hingga akhirnya pandangan mereka tanpa sengaja bertemu di satu titik. Ahra bertanya pada Siwon dengan isyarat, situasi apa yang sebenarnya terjadi, namun ia hanya mendapat gelengan pelan dari Siwon.

“Ulangi sekali lagi, apa yang baru saja kau katakan?” tanya Cho Kangnam (ayah Kyuhyun). Sementara sang istri—Bae Subin, tampak berusaha menenangkan emosinya yang terpancing karena ucapan Kyuhyun.

“Aku ingin membatalkan rencana pernikahanku dengan Seulgi,” jawab Kyuhyun lantang dan terdengar meyakinkan.

Siwon melirik Ahra yang langsung menutup mulut begitu mendengar jawaban Kyuhyun, kemudian beralih pada Seulgi yang masih berdiri mematung. Wajah gadis itu terlihat pucat dan mata yang memerah. Siwon yakin jika Seulgi sangat shock dengan keputusan Kyuhyun.

“Apa aku pernah mengajarimu menjadi orang yang ingkar pada janjinya sendiri?” tanya Tn. Kangnam dengan tangan yang mengepal.

Kyuhyun tidak menjawab, ia terus menunduk dan enggan memperhatkan wajah Tn. Kangnam.

“Kau sendiri yang mengatakan pada kami jika ingin menikah dengan Seulgi. Bagaimana bisa sekarang tiba-tiba ingin membatalkan pernikahan?”

“Karena aku mencintai gadis lain, makanya aku ingin membatalkan rencana pernikahanku dengan Seulgi,” jawab Kyuhyun lancar tanpa jeda.

BRUK!

“Seulgi!”

Kyuhyun terkesiap ketika mendengar suara teriakan Ahra. Matanya membulat sempurna setelah mendapati Seulgi terkulai lemas di atas lantai. Kyuhyun masih berdiri mematung dari posisinya, sementara Ahra berusaha membangunkan gadis itu. Semua orang terkejut ketika melihat darah segar mengalir dari hidung Seulgi. Gadis itu pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.

//

DRAP! DRAP!

Semua orang yang tengah menunggu di depan ruang UGD, menoleh kompak pada dua orang yang baru saja datang dan berhasil mengalihkan perhatian semua orang. Mereka adalah Kang Minhyuk dan Lee Bomi (orang tua Seulgi). Keduanya lansgung mendatangi rumah sakit Seoul setelah mendapat kabar dari Ahra jika Seulgi jatuh pingsan. Kecemasan tergambar jelas di wajah orang tua Seulgi, khususnya Ny. Bomi yang tidak bisa menyembunyikan cairan bening yang menggenangi matanya.

“Bagaimana kondisinya?” tanya Tn. Minhyuk pada Kyuhyun.

Kyuhyun menunduk, ia merasa bersalah pada orang tua Seulgi. “Dokter masih memeriksa kondisinya,” jawab Kyuhyun seadanya.

Ny. Bomi langsung menumpahkan air matanya dalam pelukan Tn. Minhyuk. Ayah Seulgi itu berulang kali menenangkan sang istri yang begitu terpukul dengan kabar putri mereka. Sementara orang tua Kyuhyun, Ahra, dan Siwon yang ikut menunggu, tak bisa berbuat banyak selain berdoa untuk kondisi Seulgi. Hal itu membuat Kyuhyun semakin didera rasa bersalah, karena menurutnya gadis itu pingsan akibat shock dengan keputusan yang ia sampaikan.

“Keluarga Nona Seulgi?” tiba-tiba terdengar suara yang segera mengalihkan pandangan semua orang.

“Dokter, bagaimana kondisi putriku?” tanya Tn. Minhyuk pada wanita yang baru saja keluar dari ruang UGD.

“Ini gejala lanjutan yang dialami oleh penderita leukimia. Saya harap, Nona Seulgi segera menjalani kemoterapi. Jika tidak, saya tidak tahu lagi berapa lama Nona Seulgi akan bertahan,” terang wanita tersebut—Dokter Kim Hee Sun.

Air mata Ny. Bomi tidak bisa dibendung lagi setelah mendengar penuturan dari dokter yang baru saja menangani Seulgi. Reaksi serupa juga diperlihatkan Tn. Minhyuk yang langsung memeluk erat sang istri. Sementara Kyuhyun beserta keluarganya dan Siwon, tampak saling memandang dengan raut kebingungan di wajah masing-masing.

“Apa maksud ucapanmu, Dokter Kim? Siapa yang kau maksud penderita leukimia?” tanya Kyuhyun bingung.

“Nona Seulgi … dia mengidap leukimia stadium 2. Jika tidak segera menjalani kemoterapi, nyawanya tidak akan tertolong,” jawab Dokter Kim yang langsung disambut reaksi kaget dari semua orang yang tidak tahu-menahu soal kondisi Seulgi sebelumnya.

Ahjussi … benarkah apa yang dikatakan Dokter Kim tentang kondisi Seulgi? Dia—”

“Maafkan kami,” potong Tn. Minhyuk dengan kepala tertunduk. “Kami tidak bermaksud menyembunyikannya dari kalian. Ini semua adalah keingian Seulgi.”

“Apa maksudmu, ahjussi?” pikiran Kyuhun semakin kacau hingga ia tidak sabar ingin mendengar semua penjelasan dari orang tua Seulgi. Siwon terlihat mengusap pelan bahu Kyuhyun yang gemetar, berusaha menenangkan suasana hati dari sahabatnya tersebut.

“Kau masih ingat, calon suami Seulgi sebelumnya membatalkan pernikahan mereka?” tanya Tn. Minhyuk yang langsung dibalas anggukan oleh Kyuhyun.

“Alasan kenapa calon suami Seulgi membatalkan pernikahan mereka, karena dia mengetahui tentang penyakit yang diderita Seulgi, yaitu leukimia, seperti yang sudah disampaikan Dokter Kim pada kalian semua,” lanjut Tn. Minhyuk.

Ahra dan orang tua Kyuhyun tak dapat menyembunyikan raut kaget mereka. Sementara Siwon mengawasi perubahan raut wajah Kyuhyun yang jelas terlihat shock mendengar fakta tersebut.

“Itulah sebabnya, Seulgi menyembunyikan penyakitnya tersebut karena dia tidak ingin kau pergi meninggalkannya, sama seperti calon suami Seulgi sebelumnya,” ucap Ny. Bomi.

Kyuhyun tidak tahu lagi harus berkata apa. Ia merasa dirinya adalah orang paling kejam sedunia. Setelah sebelumnya melukai perasaan Yoona, kini ia melukai perasaan Seulgi tanpa tahu kondisi gadis itu yang sebenarnya.

Tn. Minhyuk menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat dan menghadiahi sorot mata memohon pada laki-laki tersebut.

“Aku punya satu permintaan, bisakah kau mengabulkannya?” pinta Tn. Minhyuk memohon.

Ahjussi?

“Kumohon menikahlah dengan Seulgi. Aku tahu kalian sudah bertunangan, tapi sekarang kau sudah mengetahui kondisi putriku. Bisakah kau tetap berada di sisinya? Paling tidak ini adalah keinginan terakhir Seulgi selain bertahan hidup melawan penyakitnya,” lanjut Tn. Minhyuk dengan suara yang gemetar hebat.

Kyuhyun terdiam, ia tidak tahu harus menjawab apa terkait permintaan Tn. Minhyuk. Di satu sisi, ia begitu ingin kembali pada Yoona, satu-satunya gadis yang sangat ia cintai saat ini bahkan untuk selamanya. Di sisi lain, ia tidak bisa mengabaikan kondisi Seulgi begitu saja. Semua terlalu memusingkan bagi Kyuhyun, hingga membuat laki-laki itu ingin berteriak sekencangnya, meluapkan rasa dilema yang kini mengikat dalam hatinya.

Tuhan, cobaan apalagi yang Kau berikan padaku?

//

Hujan deras mengguyur kota Seoul, membuat semua orang berlari panik untuk mencari teduhan. Tak sedikit dari mereka yang mengenakan payung untuk melindungi diri dari guyuran hujan. Salah satunya adalah Yoona. Gadis itu baru saja mengantar Jongsuk sampai ke depan pintu gerbang rumah sakit Seoul. Kini ia dalam perjalanan pulang kembali ke rumah dengan menaiki bis.

Yoona keluar dari bis yang berhenti di halte bis terdekat dengan rumahnya. Gadis itu mengeluarkan payung yang ia bawa dalam tas. Ia melangkah dengan hati-hati karena takut tergelincir karena kondisi jalan yang licin setelah diguyur air hujan. Sesekali Yoona menengadahkan tangannya, ingin memastikan seberapa deras guyuran air hujan kala itu.

Pandangan Yoona tiba-tiba berhenti pada seseorang yang terlihat berdiri di depan pintu gerbang rumahnya. Yoona memicingkan matanya, berusaha mengenali sosok laki-laki tersebut yang terlihat membiarkan tubuhnya basah kuyup diguyur air hujan. Hal itu pun mengundang rasa penasaran sekaligus kekhawatiran dalam diri Yoona. Ia mempercepat langkah kakinya, menghampiri laki-laki tersebut kemudian berbagi payung dengannya. Mata Yoona membulat sempurna setelah laki-laki mendongakkan kepala hingga memperlihatkan wajah yang terlihat pucat.

“Kyuhyun-oppa?

Laki-laki yang dipanggil Yoona itu hanya tersenyum tipis, sebelum akhirnya terhuyung ke arah Yoona.

Oppa!” Yoona berteriak panik saat Kyuhyun tiba-tiba jatuh pingsan ke dalam pelukannya. Ia tak punya pilihan selain memapah Kyuhyun masuk ke dalam rumah.

Donghae yang membukakan pintu rumah, terkejut melihat kepulangan Yoona bersama Kyuhyun yang dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Apa yang terjadi?” tanya Donghae bingung sambil melirik Kyuhyun yang dipapah Yoona. Ia memposisikan tangan kiri Kyuhyun pada bahunya dan ikut membantu memapah laki-laki tersebut.

“Aku juga tidak tahu. Saat aku pulang, aku melihat Kyuhyun-oppa sudah berdiri di depan rumah, di tengah guyuran hujan yang cukup deras. Tubuhnya basah kuyup dan wajahnya terlihat pucat. Tubuhnya juga menggigil. Setelah aku dekati, tiba-tiba saja dia tidak sadarkan diri seperti sekarang,” jelas Yoona panjang lebar hingga membuat Donghae tercengang.

“Baringkan dia di kamarku. Kita harus mengganti pakaiannya yang basah kuyup. Jika tidak, demamnya akan semakin tinggi,” lanjut Yoona. Donghae tidak berkomentar banyak selain menuruti perintah gadis itu.

Donghae mengambil pakaian ganti untuk Kyuhyun, sementara Yoona menyiapkan sebaskom air dan handuk kecil. Gadis itu menunggu di luar kamarnya selagi Donghae mengganti pakaian Kyuhyun. Setelah Kyuhyun berganti pakaian, barulah Yoona masuk ke kamarnya dan menyiapkan kompres untuk laki-laki tersebut.

Donghae terdiam saat melihat raut wajah cemas dari Yoona yang kini tampak cekatan merawat Kyuhyun. Jauh di dalam lubuk hatinya, Donghae merasa bersalah karena tidak mengatakan jati diri Kyuhyun yang sebenarnya kepada Yoona. Sejak gadis itu tidak mengenali Kyuhyun, Donghae memang membiarkan semua itu terjadi dan sama sekali tidak ada niat untuk membantu Yoona mengingat Kyuhyun kembali. Apa yang ia lakukan sangat beralasan, khususnya dengan perlakuan Kyuhyun terakhir kali pada Yoona, sebelum gadis itu mengalami kecelakaan.

Pemandangan yang baru saja ia lihat, tentu membuktikan bahwa sekalipun Yoona tidak mengingat Kyuhyun, masih ada rasa cinta dalam diri Yoona untuk laki-laki tersebut. Hanya ingatan yang hilang, tapi rasa cinta Yoona pada laki-laki itu masih ada. Donghae bisa melihatnya dari sorot mata Yoona ketika merawat Kyuhyun yang jatuh sakit seperti sekarang.

Entah apa yang ia lakukan sekarang benar atau tidak, Donghae tidak tahu. Ia hanya ingin Yoona bahagia dengan laki-laki pilihannya—Lee Jongsuk, meskipun ia sadar jika suatu saat nanti ingatan Yoona akan kembali.

//

Aroma masakan yang begitu menggoda, tampaknya berhasil merasuki indra penciuman Kyuhyun. Laki-laki itu tampak mengerjapkan mata hingga akhirnya terbangun setelah beberapa jam terbaring tidak sadarkan diri di kamar Yoona. Mata Kyuhyun membulat sempurna ketika ia mengenali suasana kamar yang sangat ia rindukan.

Dengan posisi terduduk, Kyuhyun mengingat-ingat kembali kejadian sebelum dirinya berakhir di kamar Yoona.

“Aish, aku benar-benar tidak tahu diri,” gumamnya lirih, menyadari kebodohannya yang tanpa sadar pergi ke rumah Yoona dan Donghae, padahal semula ia hanya bermaksud menenangkan diri setelah shock mendengar fakta tentang kondisi Seulgi.

Kyuhyun terdiam sejenak, sembari mengedarkan pandangan ke sekeliling. Tak ada yang berubah dari kamar Yoona, masih sama seperti dulu saat ia masih menjalin hubungan dengan gadis itu. Hanya saja, Kyuhyun tak lagi melihat fotonya bersama Yoona dalam bingkai yang biasa diletakkan di atas meja nakas. Kini ia hanya melihat bingkai foto yang menampilkan sosok Yoona bersama Jongsuk.

“Jadi, kau benar-benar sudah melupakanku?” Kyuhyun tersenyum miris menyaksikan foto tersebut. Sulit untuk menerima kenyataan yang begitu pahit baginya, tapi apa yang bisa ia lakukan jika pada akhirnya yang ia terima sekarang adalah karma atas perbuatannya terdahulu. Perbuatan menyia-nyiakan perasaan seorang gadis yang jelas-jelas begitu mencintainya dengan tulus.

KLEK!

Kyuhyun menoleh ke arah pintu yang baru saja dibuka dan menampilkan sosok gadis yang datang membawa nampan dengan mangkuk dan segelas minuman di atasnya.

“Oh, kau sudah bangun,” ucap Yoona dengan wajah sumringah. Ia meletakkan nampan yang dibawanya ke atas meja nakas. Sementara Kyuhyun masih memandanginya dengan ekspresi datar.

Yoona duduk di tepi ranjang, tepat di sebelah Kyuhyun. Tangannya refleks menyentuh kening Kyuhyun untuk memeriksa suhu tubuh laki-laki tersebut. Sesaat ada semburat rona merah yang menghiasi wajah Kyuhyun ketika gadis itu menyentuh keningnya.

“Syukurlah demammu sudah turun,” seru Yoona senang, kemudian menyodorkan semangkuk bubur yang sudah ia masak kepada Kyuhyun.

“Makanlah selagi hangat. Setelah itu, oppa minum air madu ini,” ucap Yoona memberikan perhatian penuh kepada Kyuhyun.

Kyuhyun tidak berkata apapun selain menyantap bubur yang sudah dimasak Yoona. Sementara gadis itu hanya memandangi Kyuhyun dengan kerutan di dahi karena laki-laki itu terus diam sampai menghabiskan bubur yang dibuatnya. Tak lupa Kyuhyun juga menghabiskan air madu yang sudah disiapkan. Setelah merasa lebih baik, laki-laki itu beranjak dari ranjang dan tampak bersiap pergi.

“Terima kasih sudah menolongku,” ucap Kyuhyun tulus sembari tersenyum. “Maaf jika belakangan ini aku sudah menyusahkanmu. Mulai hari ini, aku tidak akan mengganggumu lagi.”

Oppa?” Yoona refleks berdiri dari posisinya dan menatap Kyuhyun dengan sorot mata bingung. Ia semakin mengerutkan dahinya, saat laki-laki itu tiba-tiba saja memeluknya dengan begitu erat.

“Jaga dirimu baik-baik. Semoga kau hidup bahagia bersama Jongsuk,” bisik Kyuhyun dengan lembut.

Yoona terbelalak mendengarnya. Tidak tahu harus berkata apa, ia biarkan Kyuhyun pergi begitu saja melewatinya. Tanpa sadar air matanya menetes setelah melihat punggung Kyuhyun tak terlihat lagi, bersamaan pintu kamarnya yang tertutup. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Kyuhyun, namun ucapan laki-laki tersebut membuat dadanya terasa sesak. Bahkan air matanya pun tidak bisa berhenti mengalir.

“Aneh. Apa yang terjadi denganku?” gumam Yoona sembari menyeka air matanya.

Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar Yoona hanya menatap daun pintu itu dengan miris. Perhatiannya beralih pada Donghae yang tiba-tiba menghampirinya dengan raut wajah serius.

“Kau sudah merasa lebih baik?” tanya Donghae yang hanya dibalas anggukan Kyuhyun.

“Maaf sudah merepotkanmu, hyung,” ucap Kyuhyun seadanya.

“Kurasa Yoona yang merasa repot akibat sikap keras kepalamu yang memaksanya untuk mengingatmu kembali,” balas Donghae sarkastik.

Kyuhyun tersenyum tipis, “Aku tahu, tapi kau jangan khawatir. Mulai hari ini aku tidak akan mengganggunya lagi. Aku tidak akan menemuinya lagi, aku janji.”

Donghae terkejut mendengar penuturan Kyuhyun. Ia yang semula bersandar pada dinding kamar Yoona, segera berdiri tegak dengan sorot mata meminta kejelasan.

“Kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu itu?” tanya Donghae memastikan.

Anggukan pelan serta senyuman yang diperlihatkan Kyuhyun, membuat Donghae semakin didera rasa bersalah. Ia sadar jika hati Kyuhyun sudah berubah sepenuhnya, bahwa hanya ada Yoona dalam hati laki-laki tersebut.

Donghae menatap sendu ke arah Kyuhyun yang sudah berjalan meninggalkannya. Hingga punggung itu tak terlihat lagi, Donghae menghela nafas panjang sembari memijat keningnya. Seharusnya ia senang jika Kyuhyun dan Yoona benar-benar berpisah. Kenapa sekarang rasa bersalah itu justru kian menggelayuti hatinya?

//

Jongsuk berjalan menyisiri lorong rumah sakit setelah selesai memeriksa salah satu pasiennya. Sesekali ia tersenyum ramah saat berpapasan dengan beberapa rekan kerjanya. Di saat bersamaan, muncul Kyuhyun dari arah berlawanan. Jongsuk yang bersiap masuk ke dalam ruangannya, menghentikan langkahnya sejenak karena memandangi Kyuhyun yang sedari tadi menunduk.

“Kyuhyun-ssi?” Jongsuk memanggil Kyuhyun karena laki-laki itu melewatinya begitu saja.

Kyuhyun terkesiap dan menengok ke belakang. Ia hanya bereaksi datar saat Jongsuk berjalan mendekatinya.

“Oh, kau rupanya,” sapa Kyuhyun datar.

Dahi Jongsuk berkerut, matanya mengamati satu per satu bagian wajah Kyuhyun. Bagi Jongsuk, Kyuhyun terlihat sangat tidak bersemangat, terlebih dengan raut wajahnya yang begitu pucat.

“Kau baik-baik saja? Sepertinya kau tampak kurang sehat,” tanya Jongsuk. Nalurinya sebagai dokter sangat kuat hingga rasa cemas itu akan muncul kapan saja setiap kali melihat orang lain dalam kondisi tidak sehat.

“Aku baik-baik saja. Terima kasih atas perhatianmu, Jongsuk-ssi,” jawab Kyuhyun seadanya dengan senyum tipis. Kini raut wajahnya terlihat serius dan membuat Jongsuk penasaran dengan arah pembicaraan mereka.

“Bisakah aku mengajukan satu permintaan padamu?”

Jongsuk sedikit terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba dari Kyuhyun. Ia terdiam sejenak, sebelum akhirnya mengangguk pelan karena melihat keseriusan dari sorot mata Kyuhyun.

“Kuharap kau bisa membahagiakan Yoona. Dia pantas mendapatkan laki-laki sebaik dirimu,” lanjut Kyuhyun.

Hening, belum ada tanggapan dari Jongsuk setelah Kyuhyun menyampaikan permintaannya. Pandangannya beralih pada tangan Kyuhyun yang meremas bahu kirinya.

“Jaga dia baik-baik, aku percaya padamu, Jongsuk-ssi,” setelah mengucapkannya, Kyuhyun pergi meninggalkan Jongsuk yang masih berdiri mematung dengan raut wajah bingung.

“Kau jangan khawatir,” Jongsuk menyela hingga Kyuhyun berhenti beberapa langkah di depannya, “Aku pasti akan membahagiakannya.”

Kyuhyun hanya melirik sekilas pada Jongsuk dan kembali melangkah meninggalkan laki-laki itu. Jongsuk memandangi punggung Kyuhyun yang perlahan semakin menjauh dari pandangannya. Ia kembali teringat dengan permintaan Donghae beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada saat Yoona keluar dari rumah sakit Seoul.

/

“Bisakah aku meminta bantuanmu?”

Jongsuk terheran dengan ucapan tiba-tiba Donghae, sebelum mengantar Yoona yang baru saja keluar dari rumah sakit.

“Meskipun kalian baru bertemu sebentar, tapi aku bisa melihat jika kau tertarik dengan Yoona. Aku ingin kau menjalin hubungan dengannya,” pinta Donghae kemudian yang membuat bola mata Jongsuk melebar.

“Hyung?”

“Aku hanya ingin membahagiakan Yoona dan itu bisa kudapatkan darimu. Tolong bahagiakan dia,” lanjut Donghae.

Jongsuk terdiam sejenak, ia mencoba menyelami semua permintaan Donghae yang terkesan mendadak, sekalipun tebakan laki-laki itu tentang perasaannya terhadap Yoona memang benar adanya.

“Tapi … tidakkah hanya Kyuhyun yang bisa membahagiakan Yoona?”

“Laki-laki brengsek itu sudah tidak ada lagi dalam ingatan Yoona. Kau tidak perlu mengurusinya dan aku pun tidak mau Yoona kembali berhubungan dengannya. Itu hanya membuat Yoona kembali mengingat luka yang ditorehkan Kyuhyun dalam hatinya,” jelas Donghae panjang lebar tanpa jeda, membuat Jongsuk tak bisa menyela hingga akhirnya menyanggupi permintaan laki-laki tersebut.

/

Jongsuk menghela nafas pelan dan kembali memandangi arah yang baru saja dilalui Kyuhyun. Di satu sisi ia merasa senang karena mempunyai kesempatan untuk membahagiakan Yoona, namun di sisi lain ia merasa kasihan pada Kyuhyun karena melihat cinta yang begitu besar dalam diri Kyuhyun untuk Yoona. Jongsuk pun meyakini jika suatu saat nanti ingatan Yoona tentang laki-laki itu akan kembali. Saat hari itu datang, maka itu akan menjadi kebersamaannya yang terakhir dengan Yoona.

“Maafkan aku, Kyuhyun-ssi,” lirih Jongsuk dengan kepala yang tertunduk.

//

“Kyuhyun, apa yang terjadi denganmu?”

Kyuhyun tersenyum tipis saat kedatangannya di ruang inap Seulgi disambut reaksi kaget dari Ahra. Kakak perempuannya itu langsung mengusap keningnya yang kembali berkeringat, serta rambutnya yang masih basah akibat kehujanan beberapa waktu lalu.

“Kau sakit?” tanya Ahra lagi dengan nada cemas. Kyuhyun menggeleng pelan dan mengusap bahu Ahra.

“Aku baik-baik saja, noona,” jawab Kyuhyun singkat, kemudian mengalihkan pandangan pada orang tua Seulgi yang sedang duduk di samping ranjang tempat Seulgi berbaring. Ia berjalan menghampiri mereka dengan raut wajah serius. Sementara Ahra dan orang tua Kyuhyun terlihat saling memandang karena penasaran dengan apa yang akan dilakukan Kyuhyun.

“Kita percepat saja rencana pernikahanku dengan Seulgi,” ucap Kyuhyun tiba-tiba yang sontak saja membuat semua orang menoleh kaget padanya.

“Kyuhyun-ssi, kau—” Tn. Minhyuk tidak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya terhadap apa yang disampaikan Kyuhyun, “—bersedia menikah dengan Seulgi?”

Kyuhyun melirik sejenak pada Seulgi yang masih terbaring di ranjang, kemudian memandangi Tn. Minhyuk dan Ny. Bomi sambil menganggukkan kepala.

Ne, ahjussi. Aku bersedia menikah dengan Seulgi,” jawab Kyuhyun kemudian yang lantas disambut haru oleh orang tua Seulgi. Tn. Minhyuk dan Ny. Bomi langsung memeluk Kyuhyun dengan erat. Keduanya sangat berterima kasih karena Kyuhyun tetap pada rencana awal akan menikahi Seulgi seperti yang sudah ia janjikan setelah bertunangan dengan gadis itu.

Tn. Kangnam dan Ny. Subin menghampiri Kyuhyun dan memberikan pelukan hangat untuk putra bungsu mereka. Keduanya tersenyum lega mendengar keputusan yang diambil Kyuhyun.

Reaksi yang berbeda terlihat dari Ahra. Kakak perempuan Kyuhyun tersebut berulang kali menggelengkan kepalanya saat Kyuhyun memandanginya dengan senyuman. Ahra tahu Kyuhyun berusaha bersikap baik-baik saja di hadapan semua orang. Mungkin Kyuhyun bisa membohongi semua orang, tapi tidak dengan Ahra karena ia satu-satunya orang yang paling tahu bagaimana isi hati Kyuhyun yang sebenarnya.

Ahra berusaha mati-matian menahan air matanya yang bersiap turun, ketika ia bisa melihat sorot mata sendu dari Kyuhyun yang menatapnya, seolah berkata ‘aku baik-baik saja, noona’.

Kyuhyun kembali larut dalam pelukan yang diberikan orang tua Seulgi. Dalam hatinya ia ingin sekali menangis dengan keputusan yang baru saja diambilnya. Semua memorinya bersama Yoona kembali berputar dalam kepalanya. Ini adalah saat terakhir di mana ia memperjuangkan cintanya pada Yoona yang akhirnya berakhir dengan kegagalan.

Yoona, sebenarnya ini adalah perpisahan yang tidak kuinginkan. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa, selain mengambil keputusan ini. Kupikir aku bisa kembali lagi padamu, tapi ternyata aku salah. Kau sudah melupakanku dan sekarang kita harus benar-benar berpisah. Seulgi membutuhkanku dan aku tidak bisa mengabaikannya. Semoga kau hidup bahagia bersama Jongsuk. Kau memang pantas mendapatkan kebahagiaan yang tidak bisa kuberikan padamu sebelumnya. Maafkan aku yang begitu bodoh telah melepaskanmu begitu saja. Walaupun kita tidak bisa bersama, tapi sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu, selamanya.

-TO BE CONTINUED-

70 thoughts on “Our Story : This is Really Goodbye

  1. specialsky15 says:

    Sedihh.. Tpi gimana lgi, aku kesel ingat perlakuan kyuhyun sma yoona. Klau menurut ku sih, secara relistis yoona bakal tumbuh dewasa, jdi skalipun dia ingat kyuhyun di ttep sma jongsuk karna jongsuk org yg perlahan membuat nya nyaman & menyembuhkan lukanya.. walau dia cinta sma kyuhyun, dan klau yoona sadar, bahwa jongsuk berada diposisi yoona saat kyuhyun masih menyukai seulgi jdi pasti dia ga mau buat jongsuk ngerasakan hal yg sama.. *T.T kyaknya ini aku deh yg memposisikan diri jdi yoona :” * karna aku yakin, skalipun yoona sdh cinta sma jongsuk, pasti ada tempat dihatinya buat kyu yg ga bisa digantikan oleh siapapun. *Tiiit.. Curhatan seorang musketeers yg lgi mood2an gara kangen moment KyuNa ~,~*

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s