Secret Admirer [2]


secret-admirer

Secret Admirer

Cho Kyuhyun and Im Yoona

with Lee Hyukjae, Choi Siwon and others

Campus Life and Romance || PG 15 || Chaptered

2015©cloverqua

[Poster by bekey @ CafePoster]

PREV : 1

Jelang jam 3 sore, Yoona berjalan seorang diri sambil mengeratkan tas selempang miliknya. Gadis itu baru saja berniat pulang, setelah mengembalikan buku yang ia pinjam di perpustakaan. Tak seperti biasanya, ia yang selalu menghindari lapangan basket, kini terlihat berjalan mendekati tempat yang sedang digunakan oleh beberapa mahasiswa di kampusnya.

Sejak berkenalan dengan Kyuhyun, Hyukjae, dan Siwon, ada sesuatu yang membuat Yoona ingin kembali merasakan kesenangan saat mempunyai banyak teman. Perubahan itu sangat jelas terlihat dengan sikapnya yang kini berani melewati lapangan basket. Jinri memberitahunya jika ketiga lelaki tersebut kerap menghabiskan waktu senggang dengan bermain basket.

Yoona berjalan mendekati lapangan basket yang dipenuhi gerombolan gadis. Ia sudah menduga jika banyak gadis yang akan menonton permainan basket dari Kyuhyun, Hyukjae, dan Siwon.

Tiba-tiba saja mata Yoona terlihat lebih sipit dari biasanya. Gadis itu heran karena ia hanya melihat Siwon dan Hyukjae. Lalu—di mana Kyuhyun?

“Awas!” tiba-tiba terdengar teriakan keras dari Hyukjae setelah menyadari bola basket yang dimainkannya terlempar jauh dari area lapangan. Bola itu tertuju pada Yoona yang masih sibuk mengedarkan pandangan ke sekeliling.

Yoona terkejut saat merasakan seseorang tiba-tiba menarik tubuhnya. Gadis itu terlalu kaget hingga refleks memejamkan mata. Setelah ia membuka mata, Yoona baru mengetahui jika dirinya sudah berada dalam dekapan seseorang.

“Kyuhyun?”

Kerutan di dahi Yoona kian kentara setelah ia hanya mendapati Kyuhyun berulang kali mengatur napasnya.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun sambil menelan saliva-nya.

Untuk sekian detik, tak ada reaksi dari Yoona. Gadis itu tak berkutik sedikit pun dari posisinya. Pandangannya masih tertuju pada kedua tangan Kyuhyun yang memegangi bahunya. Sadar atau tidak, Yoona dibuat terpaku oleh ketampanan wajah Kyuhyun.

Kyuhyun yang menyadari arah pandangan Yoona, lantas menarik tangannya dan hanya berdeham pelan. Sorot mata kecemasan yang sempat ia tujukan pada Yoona, kini berganti seperti semula—cuek dan terkesan dingin. Lelaki itu mengambil bola basket yang berada tak jauh dari posisinya, sebelum bergabung dengan Hyukjae, Siwon, dan teman lainnya.

“Ya, Lee Hyukjae! Perhatikan arah lemparan bolamu!” umpat Kyuhyun keras sambil mengarahkan bola pada Hyukjae.

Yoona melirik Kyuhyun yang tampak emosi dan bersiap memberikan hukuman untuk Hyukjae. Pemandangan tersebut sempat membuat jantung Yoona berdebar. Ia buru-buru menepis anggapan aneh yang menghampiri kepalanya. Yoona yakin jika Kyuhyun hanya bersimpati, bukan memiliki perasaan khusus terhadapnya. Bisa juga karena ia berteman dengan Jinri (sepupu Kyuhyun), sehingga laki-laki itu tidak sungkan untuk menolongnya.

“Sepertinya aku berkhayal terlalu tinggi,” gumam Yoona tanpa mengindahkan pandangannya sedikit pun dari Kyuhyun. Ia mendapati Hyukjae tengah memandang ke arahnya, memberi isyarat permintaan maaf karena hampir saja melukainya. Yoona hanya membalas dengan anggukan pelan dan senyum tipisnya.

Tiba-tiba saja Yoona merasakan tatapan tajam menusuk yang ditujukan padanya. Ekor mata Yoona menangkap segerombol gadis yang kini beralih menatapnya. Sorot mata kebencian yang mereka berikan, membuat gadis bermarga Im itu tidak nyaman hingga memilih untuk meninggalkan lapangan basket.

“Benar-benar gadis tidak tahu diri. Kau lihat apa yang dilakukan Kyuhyun padanya? Aish, itu membuatku semakin membencinya,” runtuk Sora sambil mengepalkan kedua tangan.

“Dia harus diberi pelajaran,” Haewon berjalan menuju arah yang baru saja dilalui Yoona. Mirae dan Sora bergegas menyusul Haewon yang tampak mempercepat langkah kakinya.

Tanpa disadari ketiganya, gerak-gerik mereka berhasil diketahui oleh Kyuhyun. Raut wajah laki-laki itu perlahan berubah cemas.

“Ada apa, Kyu?” Siwon menepuk pelan bahu Kyuhyun saat menyadari laki-laki itu tidak fokus pada permainan basket.

“Tunggu sebentar,” Kyuhyun tidak berkata lagi dan langsung berlari menuju tasnya yang ia letakkan di tepi lapangan. Laki-laki itu mengais isi tas hingga tangannya mengeluarkan sebuah buku. Ia lalu meninggalkan permainan basket yang tengah berlangsung, tanpa berkata apapun pada teman-temannya. Sikap cueknya tersebut kontan saja membuat Hyukjae dan Siwon saling memandang dengan kerutan di dahi masing-masing.

“Dia mau pergi ke mana?” Hyukjae bertanya pada Siwon yang langsung mendapatkan gelengan pelan dari laki-laki bermarga Choi tersebut. Sedetik kemudian, Siwon melakukan hal serupa dengan Kyuhyun dan membuat Hyukjae semakin didera kebingungan.

//

Tinggal beberapa langkah lagi, Yoona akan keluar melewati pintu gerbang Universitas Kyunghee. Berjalan seorang diri menikmati suasana kampus yang mulai sepi, merupakan hal yang paling disukai Yoona. Ia senang saat melihat beberapa mahasiswa masih beraktivitas di kampus, meski hari mulai menjelang malam.

DRRT!

Yoona terkesiap setelah merasakan getar ponsel yang digenggamnya. Bola matanya bersinar karena ia kembali menerima pesan dari secret admirer-nya.

            From : Secret Admirer

            To : Yoona

            Untung saja kau tidak terkena lemparan bola

Kedua sudut bibir Yoona tertarik hingga membentuk lengkungan sempurna. Semakin lama, Yoona semakin penasaran dengan sosok secret admirer-nya tersebut.

“Apa mungkin dia berada di sekitar lapangan basket?” gumam Yoona merasa curiga. Tangannya terus menggenggam ponsel dan kini ia tampak menimang-nimang pemikiran yang berkutat di kepalanya.

“Sebaiknya aku kembali ke sana. Siapa tahu dia memang ada di sana,” Yoona memutar tubuhnya dan berjalan masuk kembali ke area kampus, namun langkahnya terhenti ketika ia melihat ketiga gadis yang sudah berjalan menghampirinya. Yoona memang tidak mengenal secara pasti sosok mereka, ia hanya mengingat bahwa ketiga gadis itu adalah mereka yang menabraknya tadi pagi.

“Berhenti!” Yoona bisa merasakan bulu kuduknya berdiri setelah salah satu dari mereka berteriak keras. Ia mendengar derap langkah kaki yang semakin mendekatinya.

“A—ada apa?” suara Yoona bergetar, bahkan tubuhnya mulai gemetar dan ia terus menunduk tanpa mau memperlihatkan wajahnya di hadapan Haewon, Mirae dan Sora.

“Kau benar-benar—” Haewon menyilangkan kedua tangan di depan dada, sambil menatap tajam pada Yoona, sementara Mirae dan Sora berpindah posisi mengapit Yoona.

“YOONA!”

Suara keras Kyuhyun membuat Haewon, Mirae, dan Sora melonjak kaget. Ketiga gadis itu mengalihkan pandang pada Kyuhyun yang sedang berlari menghampiri mereka. Wajah Yoona yang semula tampak takut, langsung tergantikan dengan wajah tenang berkat kehadiran Kyuhyun.

“Kau diam saja setelah aku memanggilmu?” Kyuhyun memicingkan kedua matanya karena Yoona sama sekali tidak bereaksi.

“Ah, maafkan aku,” Yoona menundukkan kepala sejenak, sebelum berani menatap Kyuhyun yang sudah berdiri hanya beberapa jengkal dari posisinya. “Ada apa kau mencariku?”

Sebelum Kyuhyun menjawab, ia melemparkan tatapan tajam pada ketiga gadis yang masih bertahan di belakangnya. Haewon cs menatap Kyuhyun dengan sorot mata bingung, sekaligus iri. Belum hilang peristiwa saat Kyuhyun menolong Yoona dari lemparan basket, kini pemuda itu tampak santai berinteraksi dengan Yoona. Sadar atau tidak, Yoona adalah gadis pertama di kampus mereka yang mendapat perhatian dari Kyuhyun.

“Bisakah kalian pergi dari sini?” kali ini Kyuhyun menghadiahi sorot mata dingin pada Haewon cs. Ketiga gadis itu seketika membeku di posisi masing-masing. Ini kali pertama bagi mereka mendapatkan tatapan dingin dari Kyuhyun. Ketiganya mengangguk kompak dan segera memutar tubuh mereka, berjalan meninggalkan Kyuhyun dan Yoona berdua saja. Raut wajah mereka memperlihatkan kekecewaaan terhadap sikap Kyuhyun, bahkan kian menambah rasa benci mereka kepada Yoona.

Yoona menghela napas dengan pandangan yang terus tertuju pada Haewon cs. Ia tidak tahu apa yang akan dilakukan ketiga gadis tersebut, namun Yoona mempunyai firasat buruk jika mereka akan berbuat sesuatu terhadapnya. Lama berkutat dengan pikirannya sendiri, Yoona mengalihkan pandang pada Kyuhyun yang tanpa diketahuinya juga ikut memandangi Haewon cs. Kerutan di dahi Yoona sempat terlihat, saat gadis itu tidak sengaja menangkap kelegaan di wajah Kyuhyun. Apa kau sengaja datang untuk menolongku?—batin Yoona.

Kyuhyun kembali fokus pada Yoona, ketika merasakan tatapan bingung dari gadis bermarga Im itu. Kyuhyun berdeham pelan, sembari mengeratkan genggaman pada buku yang dibawanya.

“Kau bisa meminjamnya,” Kyuhyun menyodorkan buku tersebut kepada Yoona. “Ini kartu anggota perpustakaan milikku. Jika sudah selesai, kau bisa mengembalikan buku ini ke perpustakaan.”

Kyuhyun yang begitu lancar berbicara tanpa jeda, membuat Yoona berdiri mematung dengan tatapan bingung.

“Maaf,” Yoona menginterupsi langkah kaki Kyuhyun yang sudah berjalan meninggalkannya. “Kapan aku harus mengembalikan kartu ini padamu?”

“Terserah kau saja,” Kyuhyun menjawab singkat lalu kembali berjalan menuju lapangan basket.

Bola mata Yoona berbinar saat perhatiannya tertuju pada Kyuhyun. Walaupun tampak cuek dari luar, tapi ia bisa melihat kehangatan dalam diri Kyuhyun.

Tanpa disadari Kyuhyun dan Yoona, sedari tadi ada sosok pemuda yang berdiri tak jauh dari posisi mereka. Pemuda itu mengamati setiap gesture yang dilakukan Kyuhyun dan Yoona selama keduanya berinteraksi.

//

Siwon dan Hyukjae berjalan menyisiri pelataran parkir di kampus mereka. Keduanya baru saja selesai menikmati permainan basket bersama teman-teman mereka. Hari ini Hyukjae pulang menaiki mobil Siwon lantaran mobilnya sedang dalam perbaikan di bengkel.

“Hyukjae, bolehkah aku bertanya sesuatu?”

Dahi Hyukjae berkerut ketika mendengar suara Siwon. Ia memperhatikan raut wajah Siwon yang terlihat serius. “Apa?” tanya Hyukjae bingung.

“Apa artinya jika kau merasakan sesak di dada, ketika melihat seorang gadis bersama pemuda lain di depanmu?” pandangan Siwon sama sekali tidak tertuju pada Hyukjae, melainkan pada mobilnya.

“HA?” Hyukjae sampai menahan napas karena terlalu kaget dengan pertanyaan Siwon. Setelah beberapa detik terdiam, Hyukjae mengeluarkan senyum khasnya.

“Itu artinya kau cemburu, pabo,” jawab Hyukjae meledek Siwon. Ia tahu jika Siwon tengah membicarakaan keadaannya sendiri. “Ada gadis yang sedang kau sukai?” tanyanya lagi.

Siwon tersadar dari lamunannya dan hanya menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan Hyukjae. Pemuda itu kemudian masuk ke dalam mobil yang segera diikuti Hyukjae.

“Jangan bohong padaku! Aku bisa melihatnya dari raut wajahmu,” Hyukjae sepertinya tak ingin melewatkan kesempatan untuk mengorek informasi lebih dalam soal kisah cinta Siwon. Pasalnya, ini pertama kalinya Siwon menanyakan soal gadis sejak pemuda itu berpisah dengan mantan kekasihnya—Hwang Minyoung.

“Aku tidak berbohong,” Siwon merasa menyesal sudah menanyakan hal tersebut pada Hyukjae. Ia tahu jika sahabatnya itu lebih peka terhadap situasi dibandingkan siapapun, khususnya jika berhubungan dengan kisah cinta.

Di antara Kyuhyun, Hyukjae, dan Siwon, hanya Kyuhyun yang belum pernah menjalin hubungan asmara dengan seorang gadis. Siwon satu kali, yaitu dengan gadis bernama Minyoung ketika mereka masih duduk di bangku SMA. Sementara Hyukjae, seperti yang disebutkan Jinri jika pemuda itu adalah cassanova sejati. Perlakuan terhadap gadis yang menyatakan cinta pada mereka, ketiganya mempunyai cara yang berbeda untuk membalasnya.

Hyukjae, sudah pasti ia akan memberikan kesempatan berkencan pada gadis yang menyatakan cinta padanya. Siwon, ia akan bersikap tegas menolak gadis yang tidak disukainya dan memilih untuk menjalin pertemanan saja dengan mereka. Kyuhyun, bisa dikatakan ia yang paling terkesan dingin saat menolak cinta para gadis itu. Kyuhyun menghadiahi sorot mata dingin hingga membuat gadis itu membeku di tempatnya berdiri, lalu pergi meninggalkan mereka tanpa sepatah kata pun.

//

Kyuhyun terlambat pulang ke rumah. Pemuda itu baru sampai menjelang jam makan malam. Jinri yang tengah asyik menonton TV di ruang tengah, menatap bingung ke arah sepupunya yang terlihat kelelahan.

“Kali ini giliranmu yang pulang terlambat,” Jinri menyindir Kyuhyun yang secara tidak langsung membalas pertanyaan Kyuhyun sebelumnya, ketika ia juga pulang menjelang jam makan malam.

Kyuhyun hanya meringis dan tidak mengatakan apapun. Pemuda itu berjalan menuju kamar sambil melepas tas ransel yang dikenakannya.

“Cepat mandi, Kyu. Makan malam sebentar lagi siap,” Jinri memperingatkan Kyuhyun sebelum pemuda itu masuk ke kamarnya. Ia hanya mendapat anggukan Kyuhyun sebagai balasan dari ucapannya.

Kyuhyun tidak segera pergi mandi seperti perintah Jinri, melainkan justru merebahkan tubuhnya di atas ranjang, pemuda itu merogoh ponsel yang disimpan di saku celana. Ia menuliskan sebuah pesan yang selama ini sudah menjadi rutinitas di malam hari. Selesai menekan tombol send, Kyuhyun meletakkan ponselnya di dekat bantal. Mata pemuda itu terpejam sejenak, sebelum akhirnya kembali memandangi langit-langit kamar.

Tanpa sengaja, Kyuhyun mengingat kembali kejadian saat ia menyelamatkan Yoona dari lemparan bola Hyukjae. Kyuhyun menengadahkan kedua tangannya di depan mata. Ia masih ingat bagaimana kedua tangannya itu memeluk tubuh Yoona dalam dekapannya hingga berhasil membuat gadis itu terhindar dari lemparan bola.

Semburat rona merah menghiasi wajah Kyuhyun bersamaan jantung Kyuhyun yang berdegup kencang. Tak ubahnya seperti seseorang yang tengah kasmaran, Kyuhyun jauh terlihat lebih parah dengan ekspresi datarnya, namun selama ini menyembunyikan perasaan yang tidak pernah diketahui oleh siapapun, termasuk Jinri.

//

Yoona baru saja selesai mandi dengan wajah yang terlihat lebih segar. Gadis itu mendaratkan bokongnya dengan mulus pada tepian ranjang. Yoona masih sibuk mengeringkan rambutnya yang basah usai berkeramas. Sesekali gerakan tangannya terhenti, ketika gadis itu kembali mengingat berbagai peristiwa yang ia alami seharian ini.

Jujur saja, Yoona tak pernah mengira jika ia akhirnya bisa kembali berinteraksi dengan orang lain, khususnya teman-teman di kampus yang selama ini sudah menganggapnya sebagai gadis pendiam. Ya, semua itu berkat sang ibu dan Jinri. Ah, tentu saja jangan lupakan peran dari secret admirer-nya yang belakangan ini membuat rasa percaya diri Yoona kembali terkumpul sepenuhnya.

Pandangan Yoona teralih pada ponselnya yang diletakkan di atas nakas. Mata gadis itu membulat sempurna setelah mengetahui ada pesan masuk, lagi-lagi dari sang secret admirer.

            From : Secret Admirer

            To : Yoona

            Aku senang melihatmu berinteraksi dengan orang lain

Senyum yang sempat terpatri di wajah Yoona, perlahan tergantikan dengan raut penasaran yang semakin terlihat kentara. Isi pesan yang disampaikan pemuda misterius itu, seolah menggiring Yoona untuk segera mengetahui identitasnya. Mungkinkah selama ini pemuda misterius itu memang kerap berada di sekitar Yoona?

Rasa penasaran Yoona semakin bertambah, setiap kali menerima pesan dari secret admirer-nya tersebut. Ia menatap langit-langit kamar, berusaha membayangkan bagaimana sosok pemuda misterius yang begitu ingin Yoona temui. Tanpa sadar, Yoona justru membayangkan wajah Kyuhyun. Ukiran senyum itu tampak begitu jelas di wajahnya yang kini memerah.

Yoona masih ingat aroma khas dari tubuh Kyuhyun saat pemuda itu menolongnya di lapangan basket. Ia juga masih mengingat, bagaimana perhatian yang diberikan Kyuhyun saat meminjamkan buku kepadanya. Dua hal tersebut berhasil membuat Yoona mengerti, kenapa gadis-gadis di kampus mereka begitu mengagumi sosok Kyuhyun. Terlepas dari kesan dingin yang melekat pada diri Kyuhyun, Yoona tidak bisa berbohong jika dirinya sudah terbius oleh pesona sepupu Jinri tersebut.

//

“Kenapa diam saja? Makananmu hampir dingin,” Jinri memperingatkan Kyuhyun karena tidak segera menyantap hidangan makan malam yang sudah tersaji di atas meja. Jinri memang tinggal di rumah Kyuhyun, ia dititipkan pada orang tua Kyuhyun karena orang tua Jinri harus tinggal di Inggris terkait urusan pekerjaan.

Malam ini Kyuhyun dan Jinri hanya berdua saja di rumah, selagi orang tua Kyuhyun tengah berkunjung ke rumah kerabat mereka.

“Bagaimana akhirnya kau bisa berteman dengan Yoona?” Kyuhyun tiba-tiba bersuara di sela kegiatan makan malam mereka. Jinri yang baru saja menyuapkan nasi ke mulutnya hanya menatap bingung ke arah Kyuhyun.

“Kenapa kau tiba-tiba kau bertanya soal Yoona?” Jinri menjawab usai menelan makanan.

“Hanya ingin tahu saja,” sahut Kyuhyun dengan tatapan terus tertuju pada makanannya.

“Tidak mudah membuat Yoona mau berteman denganku. Aku harus berjuang keras meyakinkan gadis itu jika aku benar-benar tulus ingin berteman dengannya,” lanjut Jinri dengan ekspresi bangganya, “Setelah aku menjalani pertemanan dengan Yoona, barulah aku tahu alasan kenapa Yoona menjadi gadis pendiam seperti yang kita tahu selama ini?”

Kyuhyun mengerutkan dahinya, “Alasan?”

“Yoona pernah mengalami peristiwa pahit saat masih kecil. Ia pernah dijauhi oleh teman-teman sekelasnya karena menolak mengerjakan tugas sekolah mereka. Kau tahu, Yoona sering dimanfaatkan teman-teman mereka hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Kurasa, itulah alasan kenapa Yoona selalu menghindar untuk berteman dengan siapapun,” jelas Jinri panjang lebar. Usai menceritakan semuanya, Jinri terlihat sibuk dengan ponselnya. Sesekali gadis itu tersenyum seorang diri dan mengabaikan pandangan Kyuhyun.

“Benarkah?” Kyuhyun terdiam cukup lama setelah mendengar pengakuan Jinri.

Mata Jinri mengawasi perubahan raut wajah Kyuhyun. Ia bisa melihat ketertarikan dari sepupunya tersebut ketika membicarakan Yoona. Namun Jinri tak ingin berspekulasi terlalu jauh atau menanyakan sendiri pada Kyuhyun. Biarlah waktu yang menjawabnya.

.

.

.

.

.

Hyukjae dan Siwon berjalan bersama menuju gedung kuliah mereka, tanpa Kyuhyun. Pemuda itu mengaku jika sedang ada urusan dan menyuruh keduanya untuk masuk ke kelas lebih dulu.

“Memangnya apa yang dilakukan Kyuhyun?” Siwon bertanya heran karena biasanya Kyuhyun tidak pernah datang terlambat masuk ke kelas. Hyukjae hanya mengedikkan bahu, sebelum ia menghentikan langkahnya karena melihat seseorang yang sedang mereka bicarakan.

“Hei, kenapa Kyuhyun masuk ke perpustakaan?” Hyukjae menyikut lengan Siwon agar pemuda itu memandang ke arah yang ditunjuknya, “Kau tahu, belakangan ini aku sering melihatnya masuk ke perpustakaan. Bukankah dia paling benci aroma buku-buku yang berjejer di rak perpustakaan? Sejak kapan dia menjadi kutu buku?”

“Aish, reaksimu berlebihan,” Siwon mendesis dan mendorong wajah Hyukjae yang terlalu dekat dengannya.

Hyukjae dan Siwon berjalan mendekati pintu masuk perpustakaan. Awalnya mereka ingin menyusul Kyuhyun, namun mereka urungkan lantaran jam kuliah hampir saja dimulai.

“Di mana dia? Kenapa aku hanya melihat Yoona,” suara Hyukjae terdengar pelan, dengan bersembunyi di balik pintu masuk, ia mengamati suasana perpustakaan. Tadinya Hyukjae ingin mencari keberadaan Kyuhyun, namun ia justru menemukan Yoona.

“Mungkin saja dia masih sibuk mencari buku yang ingin dipinjam. Hentikan sikapmu ini! Membuatku malu saja,” Siwon menarik tangan Hyukjae dan menyeret pemuda itu. Kedua tangan Hyukjae masih berpegangan pada pintu masuk perpustakaan. Ia penasaran dengan apa yang dilakukan Kyuhyun, namun terlanjur ditarik pergi oleh Siwon.

Sesuai dengan ucapan Hyukjae, Yoona memang sudah menyambangi perpustakaan begitu sampai di kampus. Gadis itu sengaja datang lebih awal, untuk mencari beberapa buku referensi. Ia masih ada waktu 1 jam sebelum jam kuliah pertamanya dimulai.

“Itu dia,” Yoona berseru senang ketika berhasil menemukan buku yang ia cari. Buku tersebut terletak di rak paling atas. Yoona mencari tangga yang biasa tersedia, namun gadis itu tidak menemukannya. Terpaksa, Yoona mencoba meraih sendiri buku itu dengan tangannya. Sayang, posisi rak yang lebih tinggi darinya membuat gadis itu sulit menjangkau buku tersebut.

Tiba-tiba Yoona merasakan sentuhan tangan seseorang yang mendahuluinya meraih buku tersebut. Gadis itu menoleh ke samping dan ia mendapati sosok Kyuhyun sudah berdiri di sebelahnya. Pemuda itu membantu Yoona meraih buku yang sedari tadi berusaha diambilnya.

“Ini,” Kyuhyun menyodorkan buku tersebut pada Yoona. ia memandangi gadis di depannya yang masih menatapnya dengan ekspresi kaget.

“Te—terima kasih,” Yoona menundukkan kepala dan memeluk erat buku pemberian Kyuhyun. Posisi keduanya yang begitu dekat dengan Kyuhyun, membuat jantung Yoona kembali berdebar tidak karuan. Ini kali kedua Yoona merasakan hal serupa, setelah diselamatkan Kyuhyun dari lemparan bola basket kemarin sore.

Kyuhyun tidak berkata apapun, ia memilih pergi meninggalkan Yoona begitu saja. Yoona masih berdiri mematung di dekat rak buku. Gadis itu mengusapkan dadanya berulang kali, debaran jantungnya semakin terasa. Di saat ia berinteraksi dengan Siwon, Yoona juga merasakan hal serupa, tapi debaran jantungnya tidak sekuat saat ia berinteraksi dengan Kyuhyun.

DRRT!

Untung saja ponsel Yoona sudah diatur dalam mode silent. Jika tidak, suara ringtone ponsel saat ada pesan masuk akan sukses memecah ketenangan di perpustakaan.

            From : Secret Admirer

            To : Yoona

            Kau tidak bisa meraih buku di rak paling tinggi?

            Kenapa tidak menggunakan tangga?

Lagi, pengirim pesan adalah secret admirer-nya. Yoona bergegas menyisiri sudut perpustakaan, mencari keberadaan pemuda misterius itu. Tapi ia hanya mendapati beberapa mahasiswa yang tengah fokus di area membaca.

“Sebenarnya siapa kau?” gumam Yoona menggenggam erat ponselnya.

Gadis itu menyenderkan punggungnya pada sisi salah satu rak. Ia memikirkan kembali sosok secret admirer-nya yang kian intensif mengiriminya pesan. Bahkan, seolah-olah ingin memperlihatkan jati dirinya pada Yoona. Ada satu nama yang tiba-tiba muncul dalam kepala Yoona.

“Kyuhyun?” Yoona bergumam ragu ketika memikirkan sosok pemuda itu. Kyuhyun satu-satunya orang yang berinteraksi dengannya saat di perpustakaan.

“Tidak mungkin. Meskipun dia sudah 2 kali menolongku, tapi ekspresinya selalu datar jika berinteraksi denganku. Tidak mungkin Kyuhyun,” Yoona segera menepis anggapannya soal jati diri secret admirer-nya tersebut. Ia pun bergegas menuju kelas pertamanya saat mengetahui jam mata kuliah pertama hampir dimulai.

//

Hyukjae menatap Kyuhyun dengan sorot mata menginterogasi, sementara Siwon hanya tersenyum geli melihat ekspresi wajah Hyukjae yang begitu konyol.

“Ada apa?” Kyuhyun mengerutkan dahi ketika mengetahui Hyukjae masih memandanginya.

“Apa yang kau lakukan di perpustakaan pagi tadi?” tanya Hyukjae bersikap layaknya seorang detektif kepolisian. “Bukankah selama ini kau paling benci dengan aroma buku yang ada di perpustakaan? Ah, maksudku kau membenci perpustakaan.”

“Aku hanya terpaksa masuk ke sana untuk mencari referensi tugas. Apa tidak boleh?”

Hyukjae menelan saliva-nya setelah Kyuhyun menanggapi pertanyaannya dengan dingin. Pemuda itu tersenyum kikuk sembari menggaruk tengkuknya.

“Ya! Aku hanya bertanya saja. Kau tidak perlu semarah itu,” ucap Hyukjae berusaha meredam emosi Kyuhyun yang terpancing karena kebiasaan buruknya—selalu banyak bicara.

Tanpa berkata apapun, Kyuhyun segera pergi keluar dari kelas, meninggalkan Hyukjae yang berdiri mematung di dekat mejanya. Bibir pemuda itu mengurucut karena lagi-lagi ia diabaikan oleh Kyuhyun.

“Aish, anak itu benar-benar ….” Hyukjae menggeram kesal sembari mengepalkan tangannya ke arah Kyuhyun yang sudah keluar dari kelas.

Siwon tidak bisa menahan tawanya melihat kelakuan dua sahabatnya yang memiliki kepribadian sangat kontras.

“Kau memang pantas mendapatkannya. Kyuhyun sangat benci kebiasaanmu yang terlalu banyak bicara itu,” tandas Siwon yang membuat Hyukjae melirik tajam padanya.

“Aku hanya penasaran, karena belakangan ini sikap Kyuhyun sangat aneh,” balas Hyukjae berusaha membela diri.

“Aneh? Apa maksudmu?” tanya Siwon penasaran.

“Beberapa kali aku melihat gelagatnya yang sedang tersenyum. Tidak peduli itu sedang kuliah, jam makan siang, atau tidak melakukan apapun selagi menunggu jam kuliah selanjutnya. Bukankah itu menunjukkan ada yang tidak beres dengannya?” Hyukjae sedikit memberi isyarat dan menunjuk pada kepalanya, seolah ingin memberitahu Siwon jika Kyuhyun sedikit ‘gila’.

Siwon memutar bola matanya dengan malas, lalu menghembuskan napas panjang setelah mendengar celotehan Hyukjae. “Kurasa bukan Kyuhyun yang tidak waras, tapi kau Lee Hyukjae,” ucapnya lalu bergegas pergi dari hadapan Hyukjae.

“Ya, Choi Siwon!”

//

Beberapa mahasiswa, khususnya para gadis, segera menghentikan langkah mereka begitu melihat Kyuhyun berjalan seorang diri melewati mereka. Seperti biasa, Kyuhyun tidak memperdulikan pandangan mereka karena sejujurnya ia merasa tidak nyaman. Pemuda itu terus berjalan hingga matanya berhasil menangkap sosok gadis yang berjalan dari arah berlawanan dengannya. Kyuhyun mempercepat langkah kakinya sampai posisinya hanya berjarak beberapa jengkal dengan gadis itu.

“Jam kuliahmu sudah selesai?”

Gadis itu—Yoona, terkejut setelah mengetahui Kyuhyun sudah berdiri di depannya. Ia hanya terdiam dengan pandangan yang tertuju pada sekeliling, karena menyadari banyak pasang mata yang memperhatikan dirinya bersama Kyuhyun.

“Yoona, aku sedang bicara denganmu,” lanjut Kyuhyun terkesan dingin, namun terselip rasa kesal karena gadis itu tidak segera menanggapi pertanyaannya. Yoona terkesiap dan mengangguk cepat ke arah Kyuhyun.

“Sendirian? Di mana Jinri?” tanya Kyuhyun lagi.

“Sedang menemui Dosen Han,” jawab Yoona seadanya. Jujur saja, ia merasakan keringat dingin mulai menjalar di sekujur tubuh. Berbicara dengan Kyuhyun yang notabene mahasiswa populer di kampus mereka, terlebih di hadapan banyak orang, membuatnya merasa tidak leluasa.

“Mau makan siang bersamaku?”

“APA?” Yoona segera menutup mulutnya karena tanpa sengaja berteriak kaget usai mendengar ajakan Kyuhyun.

“Bukankah jam kuliahmu sudah selesai? Kebetulan aku juga sudah selesai. Bagaimana jika kita makan siang bersama,” ajak Kyuhyun lagi. Sikapnya yang begitu santai mengajak Yoona makan siang bersama, membuat gadis bermarga Im tersebut hanya terbengong menatapnya. Tidak hanya itu, beberapa mahasiswa yang sedari tadi memandangi keduanya juga kaget. Ini pertama kalinya mereka melihat Kyuhyun mengajak seorang gadis untuk makan siang bersama. Selama ini hanya Jinri satu-satunya gadis yang diajak makan siang bersama, karena status gadis itu yang tidak lain adalah sepupunya.

“Kau tidak mau?” Kyuhyun kembali bertanya karena Yoona hanya terdiam di depannya.

“Tidak, aku—” Yoona bisa merasakan hawa panas di sekitar wajahnya. “—aku mau. Tapi, aku ingin ke toilet sebentar.”

“Baiklah, kutunggu di cafetaria,” sahut Kyuhyun lalu berjalan melewati Yoona.

Yoona menengok ke belakang, memandangi punggung Kyuhyun yang semakin menjauh dari pandangannya. Gadis itu mengerutkan dahinya karena benar-benar bingung dengan sikap Kyuhyun. Namun, situasi tidak nyaman yang terlanjur terjadi di sekitarnya, membuat Yoona bergegas pergi dari lokasi tersebut.

Di antara mereka yang sedari tadi memandangi Kyuhyun dan Yoona, ada sosok Haewon yang berdiri bersama Mirae dan Sora. Wajah ketiganya menunjukkan kemarahan yang bercampur iri terhadap Yoona.

“Apa aku tidak salah dengar? Kyuhyun mengajak gadis pendiam itu untuk makan siang bersama?” Sora memekik kesal sambil meremas tasnya.

“Bagaimana bisa Kyuhyun bersikap baik pada gadis itu? Benar-benar menyebalkan,” balas Mirae, lalu melirik Haewon yang hanya terdiam namun tetap tidak bisa menyembunyikan aura kemarahan dalam dirinya.

“Haewon?”

“Sudah saatnya kita memberi pelajaran pada gadis itu,” jawab Haewon dengan nada yang begitu dingin. Mirae dan Sora mengangguk mengerti, lalu mengeluarkan seringaian khas mereka. Ketiganya berjalan menuju arah yang baru saja dilalui oleh Yoona.

//

“Kenapa tidak bisa dibuka?” Yoona bingung ketika pintu salah satu bilik toilet yang ia masuki tidak bisa dibuka. Ia mendorong pintu tersebut, namun tetap tidak bisa dibuka. Yoona mengecek kondisi pintu dan memastikan jika dirinya sudah membuka kunci dari dalam. Sekali lagi, Yoona kembali mendorong pintu, namun berakhir sia-sia. Ia tidak berhasil membukanya.

Yoona terdiam sejenak, mencoba memahami situasi yang menimpanya. Jika pintu tidak dikunci dari dalam, kemungkinan ada sesuatu yang menghalangi pintu tersebut dari luar.

“Apa ada orang di luar?” tanya Yoona memastikan keadaan sekitar.

Wajah Yoona sontak berubah panik, ketika ia menyadari dua bilik toilet di sebelahnya dalam kondisi kosong. Sekuat tenaga ia berusaha mendobrak pintu tersebut, sembari berteriak meminta tolong.

BYUR!

Yoona terperangah ketika tubuhnya diguyur oleh air yang tidak ia ketahui dari mana asalnya. Gadis itu mendongak dan berhasil melihat sepasang tangan yang sedang memegang baskom yang ia yakini berisi air tersebut. Hal itu semakin memperjelas jika memang ada yang sengaja melakukannya.

“Inilah akibatnya jika kau berani mendekati Kyuhyun,” suara itu sangat tidak asing di telinga Yoona.

“Ayo pergi! Jangan sampai ada yang melihat!” suara lain menyahut suara sebelumnya dan membuat Yoona semakin yakin jika mereka adalah Haewon, Mirae, dan Sora.

Terlalu shock dengan apa yang baru saja ia alami, Yoona hanya terdiam dengan tubuh yang merosot ke lantai. Apa yang ia alami sekarang, mengingatkannya pada masa kecil saat dirinya mendapatkan perlakuan buruk dari teman-teman sekolahnya. Jelas hal itu kembali mempengaruhi kondisi mentalnya.

Yoona memeluk kedua lutut saat hawa dingin menerpa tubuhnya yang basah kuyup. Wajahnya memucat, seiring tubuhnya yang kini menggigil.

“To—tolong aku ….” suara Yoona terdengar lirih karena kondisinya yang mulai melemah.

Samar-samar, Yoona bisa mendengar suara derap langkah kaki yang semakin mendekat hingga akhirnya ia melihat pintu di depannya tersebut terbuka, dan menampilkan sosok pemuda. Kepanikan tampak jelas di wajah pemuda itu, bersamaan teriakannya yang memanggil nama Yoona.

Sayang, belum sempat Yoona membalas panggilan pemuda tersebut, pandangannya seketika berubah gelap.

-TO BE CONTINUED-

A/N : Halo, readers! Oh iya, sebelumnya selamat menunaikan ibadah puasa ya (bagi yang menjalankan). Semoga di bulan yang penuh berkah ini, kita semua selalu diberi kesehatan supaya ibadah puasa yang kita jalankan bisa lancar, amin🙂

Sebenarnya sudah memutuskan untuk hiatus penuh dalam menulis fiksi. Tapi berhubung chapter ini sudah jadi setengahnya, sayang kalau tidak segera dilanjutkan hehe. Oh iya, Jinri dalam FF ini sebenarnya bukan Sulli. Dia OC dan saya cuma meminjam namanya aja, tapi kalau sudah banyak yang terlanjur mengira Sulli atau bahkan membayangkan karakternya juga tidak masalah hehe. Maaf kalau chapter ini kurang memuaskan *bow*

FYI, di blog yang aku join saya sudah pamit untuk hiatus sementara waktu. Hampir 2 minggu sama sekali nggak menulis FF dan rasanya susah minta ampun. Kenapa? Karena ide-ide kelanjutan FF yang terbengkalai malah bermunculan^^’

Intinya saya nge-galau lagi. Apakah akan menyempatkan waktu menulis FF atau berhenti sama sekali (soalnya saya sedang kebut TAS buat kejar target, harap maklum😄 ). Semisal tetap menulis FF, mungkin sementara waktu saya akan fokus pada blog ini. Rasanya FF blog ini sudah sangat terbengkalai dibandingkan FF di blog yang saya join atau blog satunya lagi *muehehe*

Tapi, kemungkinan hanya 1 atau 2 FF tiap bulan. Itu pun tidak bisa menjamin apakah benar-benar publish FF setiap bulannya. Rencana sih akan ada vote untuk memilih kelanjutan FF mana yang paling pengen cepet-cepet kalian baca.

Saya masih belum fix dengan pemikiran di atas. Ada yang punya pendapat?😀

60 thoughts on “Secret Admirer [2]

  1. rosandrian02 says:

    udah ngesave nihh ff dri prtama di post .
    tp bru smpet ngbaca nya sekarang gara” krjaan yg gk bsa dtnggal .
    hhuuhuuu …
    kira” siapa ya yg nolongin yoona di toilet .
    kyu atau siwoon ..
    dtnggu chap slnjutnya .

  2. ChoGyuYoong says:

    si haewon jahat bget sc,… suka ama moment kyuna nya. siapa yg dtg nolong yoona? secret admirer kh? penasaran… lanjut thor dtggu…

  3. onlysjk says:

    Authooor itu yg nolongin yoona di toilet siapa? Kyuhyun kaaaaan?
    Wah aku kira emang sulli tadi thor, tapi ternyata bukan..
    Emm.. yah itu terserah author yg penting gak keganggu dengan kegiatan yg mau author kerjakan
    Semoga apa yg author kerjakan jadi lancar, jadi bisa fokus nulis ff nya.. Semangat author keceh!😀

  4. FanyNa Amalia says:

    Yahhhh author… Bentar amat yakk. Arau akunya ja yang kecepetan? Wkwkwk.
    Next jang lama2 ya thor. Id tungg pake banget lho hehe /peace

  5. Widya Choi says:

    Wah yoona kykny mulai curiga kalo kyu tu secret admire ny😀 .. Ksian bgt yoona dkerjain mulu am haewon cs.. Jd sbel sndri ngliatny. Huff jd pngen bls mrk.
    Itu kyu kah yg dtg nlongin yoona..

  6. Kyuyoongie_musketeers says:

    ahhh serruuu ……sumpah deg” an bacanya ….tdi namja yg nolong yoong eonni kyuppa kan…????smoga yoong eonni cpet thu klo secret admirernya kyuppa..dann tntang ff yg lain..maunya sih yg cpet d publish tuh yg “Return” tpi terserah author dehh readers mah baca apa aja jga mau yg penting Kyuna…
    #fighting

  7. silvia says:

    siapa cowok yg nolongin yoona apakah kyuhyun unnie? trs siapa yg jdi secret yah.
    pokok yah hrs kyuna jngn yg lain . aku ska ma jln cerita yahh .

    lanjut yahh jngn lma2 donkk

  8. Calistha says:

    Itu siapa yg tolongin si yoong ?
    Feelnya dapet bgt eonn… Aku suka sma ff buatan eonni😀 salam kenal ya aku new reader *bow
    Fighting eonn untuk next chap nya ^^

  9. AlfhirotulDyah says:

    KyuHyun udh mulai terang – terangan negedekatin Yoona . Wahh , makin suka ama ini ff . Lanjut eoh .. Penasaran dech😀

  10. lovelyidha says:

    yg bukain pintu siapa ya kyu apa siwon ??kyu udh berani terang2an deketin yoona tp msh blm ngaku dy yg jd secret admirer nya😀
    seru thor, next d tunggu ^^

  11. Wiwiet says:

    Gw harap itu kyuhyun ya pleaseeeeeeeeee jahat banget 3 nenek sihir gk ada kerjaan gk di ff gk didunia nyata hobi bangetttt orang2 membully yoona gw pada syirik semua ya lanjut plissssss jgn lamaaaaaaaaaaaaaa???

  12. HaeNy Choi93 says:

    Selalu saja Fangirl mode on kayak gitu beraninya keroyokan. Beraninya nge-Bully. Kasian Yoona tauu… Padahal udah jelas2 laki2nya yg ngedeketin selalu aja pihak ceweknya yg jadi korban. Dasar memang gadis2 ganjen. *upss

    aku liat statusnya eonni di blog sebelah udah Hiatus. Jd pesimis juga blog ini mau terbengkalai lagi gara2 di tinggal hiatus. Eh q cek ada postingn baru. Kn seneng. Hehehhe

    nextny ditunggu eon.. Sorry gak bisa nge-review panjang2 mata dah berat soalnya. Semangat ya eonn buat kuliah dan skripsinya.

    • cloverqua says:

      Tadinya sih mau hiatus semua, tapi setelah dipikir2, kalo kelamaan nggak nulis jadi kagol sendiri^^’
      Alhasil sementara lebih fokus sama blog ini dulu, soalnya kalau dilihat2 FF di blog ini paling terbengkalai dibandingkan blog sebelah hehe

  13. emiliafeni says:

    Keren!!
    Kyuhyun kapan ngaku sama yoona kalo selama ini dia yg jadi secret admirer nya yoona? Hehehe
    Yoona kasian, masa di siram air -.-
    Itu yg nolong yoona siapa? Kyuhyun kah? Apa malah siwon?😐
    Ditunggu chapter slanjutnya ya thor hehe

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s