Listen


11275e3d46dda670015497e036edc7a0

Listen

Author : cloverqua (@cloverqua) // Main Cast : Cho Kyuhyun and Im Yoona

Genre : AU, Friendship and Romance // Rating : PG 15 // Length : Ficlet

2015©cloverqua

 

Kyuhyun memandangi gadis yang sedang duduk di bawah lantai, dengan punggung yang bersandar pada sofa. Kedua tangan gadis itu memeluk lutut yang sengaja ditekuk, sementara pandangannya tidak fokus pada televisi yang menyala.

“Yoona?” Kyuhyun memanggil gadis itu, sedikit heran karena sahabatnya sama sekali tak tertarik untun menonton televisi. Padahal acara kesukaan gadis itu sedang tayang saat ini.

Kerutan di dahi Kyuhyun sedikit terlihat. Yoona sama sekali tak merespon panggilannya. ‘Ada apa lagi dengan gadis ini?’—batin Kyuhyun setelah ia memposisikan dirinya di sebelah Yoona. Tangan lelaki itu meraih camilan yang berada di atas meja, lalu melahapnya dengan santai tanpa menyadari perubahan raut wajah Yoona.

“Lusa—kau sudah berangkat ke Amerika,” Kyuhyun menoleh ketika Yoona mulai berbicara.

“Lalu?”

“Aku pasti akan sangat kesepian jika kau tidak ada di sisiku, Kyu,” lanjut Yoona sembari menghela napas.

Kyuhyun tak dapat menyembunyikan perasaan senangnya, mengetahui Yoona tampak sedih dengan kepergiannya untuk melanjutkan studi di universitas ternama di Amerika.

“Aku akan sering meneleponmu. Jangan khawatir,” balas Kyuhyun, tangannya mengacak-acak rambut Yoona hingga gadis itu mendengus kesal.

“Tidak mau. Mana puas jika aku hanya mendengar suaramu,” tukas Yoona.

“Lalu kau menyuruhku untuk tetap tinggal dan tidak jadi ke Amerika? Begitu?”

“Tentu saja, tapi aku tahu itu tidak akan pernah terjadi. Bagaimana pun kau harus tetap ke sana untuk meraih impianmu,” Kyuhyun tersenyum melihat sikap Yoona yang sok bijaksana dengan wajah seriusnya.

“Lebih baik, aku cari kekasih saja.”

PRAT!

Air minum menyembur dari mulut Kyuhyun, lalu disusul suara terbatuk dari lelaki itu. Tangan Yoona meraih tissue lalu memberikannya pada Kyuhyun.

Aigo, kau seperti anak kecil saja, Kyu,” Yoona berdecak sembari mengusap lembut punggung Kyuhyun.

Kyuhyun melirik sinis, mengumpat Yoona habis-habisan dalam hatinya karena gadis itu penyebab dirinya tersedak seperti ini.

“Memangnya sudah ada orang yang kau sukai? Kenapa tiba-tiba ingin mencari kekasih?”

“Tentu saja ada, bahkan aku sudah menyukai orang itu sejak lama,” jawab Yoona cuek, “Tapi—sepertinya dia sama sekali tidak menyadari perasaanku.”

“Kenapa?”

Yoona mengedikkan bahu, “Sudah beberapa kali aku memberi tanda-tanda soal perasaanku padanya, tapi dia sama sekali cuek.”

“Kenapa tidak mengatakannya saja pada orang itu?” Kyuhyun membersihkan kaosnya yang sedikit terkena cairan juice yang diminumnya. “Kurasa itu lebih baik daripada kau diam saja.”

“Aku juga berpikir seperti itu,” Yoona menyelonjorkan kakinya, “Sebentar lagi aku akan menyatakan perasaanku padanya.”

Raut wajah Kyuhyun sontak berubah—tampak tidak suka dengan jawaban terakhir yang diberikan Yoona.

“Kau mau ke mana?” Yoona terheran melihat Kyuhyun beranjak dari posisinya.

“Pulang.”

“Tidak jadi makan siang di rumahku?” tanya Yoona lagi sembari menahan pergelangan tangan lelaki itu.

Kyuhyun menggeleng dan bersiap melangkah meninggalkan ruang tengah. Lagi-lagi Yoona menahannya sambil menyodorkan voice recorder miliknya yang dipinjam gadis itu.

“Hati-hati di jalan,” ucap Yoona singkat sebelum lelaki itu keluar dari rumahnya.

//

Ny. Chaerin terkejut mendapati Kyuhyun sudah pulang ke rumah. Seingatnya, putra bungsunya itu berencana makan siang di rumah Yoona, menghabiskan waktu dengan gadis itu sebelum keberangkatannya ke Amerika.

“Kau bilang ingin makan siang di rumah Yoona?”

Kyuhyun melirik sekilas pada ibunya, “Tidak jadi.”

“Kalian bertengkar?”

“Tidak,” selesai menjawab, Kyuhyun berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Ny. Chaerin memandangi raut wajah putranya yang tampak kusut. Agaknya jawaban Kyuhyun berbanding terbalik dengan suasana hatinya. Ia pun hanya menggelengkan kepalan, tak habis pikir dengan kelakuan Kyuhyun.

Begitu sampai di kamar, Kyuhyun langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Pikirannya kacau setelah Yoona mengaku menyukai seseorang. Ia penasaran, siapa laki-laki yang beruntung mendapatkan cinta dari sahabatnya itu.

Tangan Kyuhyun bergerak merogoh voice recorder dari saku celananya. Ia ingat beberapa hari yang lalu merekam suara anehnya bersama Yoona. Sepertinya mendengar rekaman konyol itu bisa mengobati suasana hatinya yang sedang buruk.

Sesekali Kyuhyun terkikik ketika voice recorder memperdengarkan suara Yoona yang menurutnya seperti orang mabuk. Ia bahkan tak bisa menghentikan tawanya ketika mendengar suaranya yang tak kalah aneh dari Yoona.

Kyuhyun meletakkan voice recorder begitu saja di kasur, membiarkannya secara otomatis memainkan beberapa rekaman yang sudah tersimpan.

Hei, Cho Kyuhyun!

Kyuhyun terbelalak begitu mendengar suara lengkingan keras dari Yoona. Lelaki itu sontak bangkit dari posisi tidur, lalu mengedarkan pandangan sekeliling.

Apa kau berusaha mencariku? Aku tidak ada di kamarmu, Kyu.

Kerutan di dahi Kyuhyun semakin kentara. Ia melirik ke arah voice recorder miliknya.

Aku merekam suaraku untuk mengatakan sesuatu padamu.

Tangan Kyuhyun menyambar voice recorder, kemudian memeriksa rekaman yang sedang didengarnya. Kini ia tahu jika rekaman tersebut baru dibuat oleh Yoona dua hari yang lalu.

Sebenarnya aku tidak tahu harus mengatakan apa, tapi sebelum kau berangkat ke Amerika, kupikir aku harus tetap mengatakannya padamu.

“Bicara apa dia?” Kyuhyun mendesis, namun tetap mendengarkan rekaman suara Yoona dengan seksama.

Terima kasih atas segalanya. Kau memang yang terbaik, selalu memahamiku, selalu berada di sisiku saat aku membutuhkanmu dan … entahlah berapa banyak lagi perhatian yang sudah kau berikan padaku.

Kyuhyun tersenyum, merasa terharu dengan pujian yang dilontarkan Yoona.

Kau tahu, aku benar-benar merasa nyaman saat bersamamu. Awalnya, kukira rasa nyaman ini karena kita sudah lama bersahabat, namun beberapa tahun terakhir aku justru merasakan hal yang berbeda.

Tiba-tiba raut wajah Kyuhyun berubah.

Kurasa perasaan nyaman itu bukan karena kita sudah lama bersahabat, tapi …

“Tapi apa?” Kyuhyun penasaran karena dalam rekaman Yoona sengaja menggantungkan kalimatnya.

Tapi karena perasaan cintaku padamu.”

“APA?”

Cinta, Kyu. Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun masih terlihat shock, namun bibirnya perlahan tertarik membentuk lengkungan senyum.

Haruskah aku mengulanginya lagi?

Pikiran Kyuhyun melayang, sepertinya lelaki itu terlalu asyik dengan dunianya sendiri.

CHO KYUHYUN, AKU MENCINTAIMU!

//

Setelah mendengar rekaman suara Yoona, Kyuhyun menyambar ponselnya untuk menghubungi gadis itu.

Yeobose—

“YA, GADIS BODOH! KENAPA KAU MENCURI START DARIKU?!”

YA, SUARAMU MEMBUAT TELINGAKU SAKIT!

Kyuhyun terkikik mendengar umpatan Yoona yang tak kalah keras darinya. Semua pengakuan gadis itu masih terngiang dalam kepalanya, membuatnya tak bisa menahan debaran yang begitu luar biasa.

“Jadi, laki-laki itu aku?”

Kau sudah mendengar rekamanku, untuk apa menanyakannya lagi.”

Kyuhyun tersenyum seorang diri, benar-benar terlihat bodoh, “Aish, pengakuanmu itu membuatku berpikir dua kali untuk berangkat ke Amerika. Apa kubatalkan saja?”

Tidak, kau harus tetap berangkat ke Amerika, Kyu. Raihlah impianmu dan kembalilah sebagai orang yang sukses.

“Sekarang kau tidak keberatan jika aku pergi ke Amerika?”

Sejak awal aku sama sekali tidak keberatan. Setidaknya aku sudah mengatakan semuanya sebelum kau pergi.”

Bibir Kyuhyun mengerucut, sedikit kesal karena sikap Yoona sebelumnya hanya berniat menggodanya.

“Aku juga mencintaimu, Yoong.”

Tak ada suara yang keluar dari Yoona. Kyuhyun bisa menebak bagaimana wajah Yoona sekarang, pasti memerah seperti kepiting rebus.

“Katakan sekali lagi.”

Apa?

“Katakan jika kau mencintaiku,” lanjut Kyuhyun.

Hei, kau bisa mendengar rekaman suaraku kapan saja. Untuk apa aku mengatakannya lagi.”

“Aku lebih senang jika mendengarnya langsung darimu seperti ini.”

Kyuhyun bisa mendengar desahan napas kecil dari Yoona, sebelum berganti dengan, “Aku mencintaimu, Kyu.”

Selanjutnya hanya terdengar tawa dari Kyuhyun dan Yoona.

-THE END-

A/N : Maaf belum bisa nyelesain Our Story sekali pun plotnya udah selesai. Jadi saya kasih selingan FF ini dulu ya dan kalau dipikir-pikir, ceritanya berasa kebalikan sama FF Surprise *lol*

50 thoughts on “Listen

  1. thefoursix says:

    Yaela ngena banget deh kalo fanfic yg nyeritain friendzone kek gini /maklum pernah ngerasain eh curhat hihi

    Kyuhyuuuuuun sotau deh ngambekan ih padahal yg dikodein Yoona selama ini tuh dia ewh sobat ga peka dasar. Untung Yoona jujur tuh kalau nungguin Kyuhyun yg jujur mah kayaknya bakal lama deh ya.

    Udah pokoknya cepetan balik ke Korea ya, Kyu /lah berangkat ke Amerika jg belum/ terus nikahin deh itu Yoona yg nunggu kamu di Korea ea ea.

    Suka kak cerita macem friendzone gini buatin lagi ya wkwkwk

  2. onlysjk says:

    Jiaaah gak nyangka kalo yoona yg ngungkapin duluan, tapi aku suka sebelum kyu nya pergi lebih baik begini..
    Sweet walaupun pendek hehe /Author’s said: namanya juga ficlet wkwk/
    Oh ya posternya keren.. ditunggu deh ff yg lain. Semangaaaat authornim^^

  3. kyuyoongiemussketters says:

    aaahhh eonni daebaaakkk ff nya sweet banget….bikin snyum” sndiri…!!!dua jempol buat eonni…oh ya ditunggu ya ff yg lainnya…..fighting…

  4. ChoGyuYoong says:

    aku juga mencintai pasangan ini,.. semoga d kehidupan nyata terjadi seperti ini dan musketeers tinggal nunggu kyuyoon junior… amin.

  5. Anggun says:

    Akhirnya nulis ff lagi setelah agak lama enggak update.
    Aku tunggu ff yoona kyuhyun yg lain yah eonni ^^
    Keep writing !!!

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s